.::.

.::.

Latest Post

Ramai Namun Merasa Sepi

Written By Winter's profile on Selasa, 24 Februari 2015 | 06.39

ilustrasi


Apa kabar iman hari ini?
Semoga dia selalu menjaga diri yang lalai dan tak tahu diri
Apa kabar hati hari ini?
Semoga dia tak dihinggapi penyakit kronis yang mematikan hati

Sering merasa sendiri di dunia ini adalah suatu hal yang biasa bagi kebanyakkan orang karena pada dasarnya seseorang membutuhkan seseorang yang memperhatikan mereka. Dan itulah yang sering terjadi pada kita. Dimana saat banyak orang yang sibuk dengan kegiatannya hingga menyapa kita pun mereka tak sanggup. Bahkan untuk menjawab pesan kita, mereka pun bisa menjawabnya beberapa hari kemudian. Ingin rasanya saat diri ini membutuhkan seseorang maka ia langsung datang. Namun sayangnya disaat hal itu terjadi maka kita berharap saat kita membutuhkannya lagi, dia pun melakukan hal yang sama. Dan tak jarang diri ini akhirnya kecewa karena mereka yang kita minta pertolongannya tak kunjung hadir. Dan pada akhirnya diri ini merasa sendiri lagi.
Menghadapi dunia pun tak percaya diri, melihat diri di cermin pun nampak tak ada hal positif yang terlihat.
Bahkan keramaian pun tidak menjadikan kesendirian kita pergi, bahkan membuat kita semakin merasa sendiri, karena masing-masing dari mereka punya kawan yang menemani. Lalu, sebenarnya apa yang kita cari? Sehingga keramaian pun tak dapat memenuhi kesepian diri yang terlanjur mengakar dalam hati.
Tapi kawan, jika kita telaah lagi, jika kita lihat kembali, sebenarnya diri ini tak sendirian, bahkan saar keramaian pun, justru kita seharusnya tak merasa sendiri. Karena ingat lah satu hal, bahwa Allah SWT selalu berada disamping kita, berjalan beriringan bersama kita. Bahkan mungkin keberadaan nya pun terkadang tak kita sadari. Padahal Dia lah yang menjadi penolong pertama saat kita kesulitan, Dia lah yang mendatangkan orang-orang sekitar kita untuk menolong kita. Dialah yang selalu menjadi sumber ketenangan setiap manusia.
Maka, jangan bersedih kawan. Karena Allah lah yang membolak balikkan hati manusia, dan Dia lah yang mendatangkan orang-orang padamu dan menjauhkan orang-orang darimu. Dialah yang mengetahui skenario terbaik untuk hamba Nya. Berdoalah dengan penuh harap, berdoalah dengan keyakinan bahwa Allah akan menunjukkan jalan terbaik Nya. Wallahu 'alam.
(Ipah)

Benarkah Menghafal Qur'an itu Mudah?

Written By Frieda Kustantina on Selasa, 17 Februari 2015 | 21.13



Ditengah pro kontra perayaan Valentine yang jatuh hari Sabtu (14/2) kemarin di masjid nan tergolong megah, ditengah keramaian pengunjung sebuah mall di kawasan Bandung milik Chairul Tanjung, berhimpun sekitar seribu orang. Sedang apa gerangan orang sebanyak itu, padahal diluar sana banyak iming iming acara menyambut Hari Kasih Sayang sedunia?

Inilah dia jawabnya!
Suara lantang ustadz H.Bobby Herwibowo, LC pimpinan Pesantren Tahfizh Qur'an Asker Kauny Bogor, diikuti seluruh jamaah dengan suara tak kurang lantang mengucapkan kata  "Menghafal Qur'an....mudaaah" Kalimat itu dihunjamkan kedalam benak masing masing peserta, menggema hingga menembus dinding lantai satu dan lantai dua, terpicu oleh semangat menghafal yang luar biasa.

Dikatakan ustadz Bobby bahwa metode Menghafal Qur'an ini terinspirasi atas peristiwa turunnya ayat Qur'an pertama kali di gua Hira.Ketika Nabi Muhammad didatangi Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu beliau sangat ketakutan melihat ujud aslinya dan seketika itu diminta mengikuti lisan Jibril langsung tanpa proses mencatat, namun beliau mampu hafal. Secara logika orang yang dalam situasi tenang tanpa ketakutan tak ada alasan untuk tidak bisa menghafal Qur'an.

Siang itu semua hadirin bersaksi dan mengalami sendiri. Dengan hanya mengulang ucapan yang lantang disertai variasi gerakan tangan, betapa  menghafal Qur'an itu sangat lah mudah.

Wajah wajah ceria dari anak-anak, remaja, orang tua dan nenek renta, dalam hitungan menit mampu menghafal tiga ayat dari surat An-Najm berikut artinya. Selanjutnya berpuluh anak yang masih belia diturunkan untuk memandu ratusan kelompok peserta menghafal tiga ayat dari surat Al-Infithar. SubhaAllah kembali bisa dihafal beserta artinya.

Kiranya tak berlebihan jika masyarakat muslim Bandung dan sekitarnya menyampaikan terima kasih  kepada Ina Wiyandini yang lebih dikenal dengan panggilan Ina Cookies selaku Ketua Gerakan Muslimat Indonesia (GMI) Jawa Barat dan PKU Jawa Barat yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara yang spektakuler ini. Tak terbayang bagaimana panitia maraton bekerja,  dengan hanya sepekan persiapannya. Ketika diajukan bagaimana kesannya atas melimpahnya pengunjung, Ina menjawab "Syukur alhamdulillah. Pemilihan hari Sabtu yang bertepatan dengan hari Valentine diawal mendapat tantangan dan diprediksi beberapa kalangan akan sepi pengunjung ternyata tak terbukti bahkan sebaliknya".

Terima kasih patut pula diberikan kepada Maman selaku Ketua Pengurus Masjid Agung Trans Studio Bandung, meski baru akan diresmikan penggunaannya Maret mendatang, namun mengijinkan digunakan seluruh fasilitas masjid tanpa dipungut biaya sewa.

Semoga barokah melimpah bagi penyelenggara, pengajar maupun peserta dalam kegiatan belajar mengajar yang bertajuk 'Menghafal Qur'an Semudah Tersenyum' dan bagi masjid yang digunakan menuai kemakmuran pengunjung  dengan berbagai aktifitas. (Frieda Kustantina)



Syukur Itu Untuk Siapa?

Ilustrasi

Fenomena sosial yang terjadi di Indonesia kini semakin memprihatinkan karena jumlah orang yang memiliki gangguan jiwa semakin meningkat dan semakin kompleks pula permasalahan yang terjadi di masyarakat. Namun jika kita telaah lagi, sebenarnya obat dari segala gangguan jiwa yang ada adalah kadar syukur dalam diri.
Mengapa? karena memang itulah yang Allah jelaskan dalam firman Nya.

  "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"
(.QS.Ibrahim 14 :7)

Para pembaca sekalian, sudah jelas formula nya, mudah difahami maksudnya. Yaitu saat kita bersyukur atas nikmat yang diberikan pada kita, maka Allah akan menambah nikmat itu. Maka bisa dikatakan bahwa salah satu tambahan nikmat itu adalah ketenangan jiwa. Saat kita merasa cukup atas apa yang Allah berikan pada kita dan kita sadar bahwa memberi apa ayng kita butuhkan. Maka penyakit kejiwaan tak akan pernah hinggap dalam diri kita. Dan akhirnya jiwa ini pun dipenuhi energi positif dan tetap semangat dalam menjalani hidup.
Namun berbeda kasusnya saat kita tidak bersyukur atas nikmat Nya, maka Allah berjanji akan memberi azab yang sangat pedih. Dan jika kita berfikir sedikit, sebenarnya gangguan jiwa yang dialami itu bisa jadi merupakan salah satu azab yang telah Allah berikan pada kita, disebabkan oleh jiwa yang tak pernah bersyukur.
Apakah ketamakkan telah membutakan batin kita? Hingga nikmat Nya pun kita tak bisa sadari keberadaannya. Para pembaca sekalian, seperti yang kita tahu bahwa Al-Qur'an mempunyai nama Asy-Syifa yang artinya adalah obat/penawar. Maka dari itu, tak perlu mencari yang tak ada, tak perlu juga kita menghipnotis alam bawah sadar kita untuk menenangkan diri.
Karena sudah Allah SWT berikan salah satu obat nya, tak mahal dan obatnya mudah didapat yaitu syukur.
Semoga hari ini kita bisa memulai untuk mensyukuri setiap nikmat yang ada. Dimulai dengan setiap hembusan nafas yang Allah mudahkan hingga kita bisa hidup hingga hari ini. Wallahu 'alam
(Ipah)

Karena Cinta, Kami Tetap Melayani

Written By Budi Haryana on Rabu, 11 Februari 2015 | 15.44

Bantuan DPC PKS Arcamanik - PKS Kota Bandung
Bantuan DPC PKS Arcamanik

Sabtu, 7/2/15 hujan deras disertai petir menguyur beberapa tempat, Beberapa wilayah kota Bandung dikepung banjir, tak terkecuali kecamatan Arcamanik yang dilalui sungai Cironggeng yang telah jebol sehari sebelumnya. Air bah dari Cingised meluap kearah Jalan Cisaranten Kulon. Beberapa RW terendam mulai setinggi lutut hingga dada orang dewasa. Sebagian Sukamiskin, Cisaranten Endah, dan Cisaranten Kulon menjadi sasaran banjir

"Banjir sekarang yang paling dasyat selama saya tinggal sini" ungkap seorang warga Rancakasumba, Cisaranten Kulon.

Salah satu rumah kader PKS Arcamanik, Maman yang juga ketua DPRa PKS Cisaranten Kulon tak luput dari banjir hingga sebetis orang dewasa. Malam harinya kader-kader Arcamanik koordinasi mengumpulkan bantuan. Kodiron, sekretaris DPC Arcamanik gerak cepat menginformasikan kondisi lapangan. Malam itu juga Kodiron dan kader PKS Arcamanik mendistribusikan ratusan bungkus nasi padang dan air mineral. Esok harinya walaupun genangan air belum surut, kader PKS Arcamanik melanjutkan distribusi nasi bungkus kepada warga yang membutuhkan.


Beberapa rumah kader mendapat kiriman banjir, namun tak menurunkan semangat untuk turun membantu warga yang mendapatkan musibah. Keiklasan dan ketulusan dalam kerja- kerja sosial dan pelayanan akan terus dipertahankan. Ingat  nasihat seorang ulama , "Tiada yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Sungguh kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan kami sendiri"


Resep Bahagia

Bahagia


Jika membicarakan kebahagiaan pasti parameter masing-masing orang berbeda-beda. Namun disitulah inti dari kebahagiaan. Bahwa tak semua yang membuat kita bahagia maka akan menjadi kebahagiaan bagi orang lain begitupun sebaliknya. Namun dalam Islam, kebahagiaan itu mudah didapat tetapi sayang banyak orang yang tak mempedulikannya.
Banyak yang belum emngetahui nya bahkan banyak yang berfikir tak percaya bahwa hal-hal itu dapat membahagiakan.Sebenarnya jika kita perhatikan, kebahagiaan itu berada di sekeliling kita, tapi sulit bagi kita untuk membaca nya bahkan untuk medeteksinya pun sulit.
Kebahagiaan bukan lah suatu kemustahilan jika kita ingin mencari nya, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang sulit jika kita tidak menuruti ego dan ambisi pribadi kita.
Bahkan Rasulullah SAW pun memberitahu tujuh cara mendapat kebahagiaan :

1. Pertama, qalbu syakir yaitu hati yang selalu bersyukur. Bersyukur kepada Allah dan menerima apa yang dia dapatkan untuk digunakan demi kebaikan. Orang yang pandai bersyukur maka ia akan cerdas memahami kasih sayang Allah, apapun yang diberikan-Nya selalu bernilai dan membuat dekat kepada-Nya.

Ia selalu menerima keputusan Allah dengan positif, jika ditimpa kesulitan maka ia ingat dengan sabda Rasulullah: kalau sedang dalam kesulitan, maka perhatikan orang yang lebih sulit dari dia.

Bila diberi kemudahan, maka ia sadar bahwa itu adalah ujian dan semakin bersyukur, jika bersyukur maka Allah akan menambah nikmat dan kemudahan yang lebih besar daripada nikmat yang telah diterima.

2. Kedua, al-Azwaj al-shalihah, pasangan hidup yang saleh, menciptakan suasana rumah yang nyaman dan menurunkan keluarga yang saleh. Pada hari kiamat nanti seorang suami akan diminta tanggungjawabnya dalam membimbing istri dan anak. Tentu berbahagia menjadi istri dari suami yang saleh, yang selalu mengajak kepada kebaikan, dan berbahagia menjadi suami dari istri yang tulus selalu mendampingi.

3. Ketiga, al-aulad al-abrar, anak-anak yang saleh.

Anak yang senantiasa berbakti dan mendoakan kedua orangtua. Rasulullah ketika selesai melakukan tawaf bertemu dengan seorang pemuda yang lecet dipundaknya. Kemudian beliau bertanya wahai pemuda kenapa pundakmu itu?

Pemuda tersebut menjawab, aku mempunyai ibu yang sudah tua, ibuku itu tidak mau jauh dariku, aku sangat menyayanginya. aku selalu melayani dan menggendongnya ketika aku selesai salat dan istirahat.
Kemudian pemuda itu bertanya apakah dia termasuk orang yang bakti kepada orangtua.

Kemudian Rasulullah menjawab, engkau termasuk anak yang saleh dan berbakti, akan tetapi kebaikan yang kamu lakukan tidak sepadan dengan cinta orangtuamu kepadamu. Cinta orangtuamu tidak terbalaskan hanya dengan itu.

4. Keempat, al-bi‘ah al-sholihah, lingkungan yang baik dan kondusif untuk keimanan, lingkungan yang mengingatkan dan mendorong kepada kebaikan. Mengenal siapapun untuk dijadikan teman tidaklah dilarang, namun untuk menjadikan sebagai sahabat karib haruslah orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan.

Rasulullah menganjurkan kita untuk bergaul dengan orang saleh, yaitu orang yang mengajak kebaikan dan mengingatkan jika berbuat salah. Karena orang saleh itu memiliki pancaran cahaya yang dapat menerangi orang-orang di sekelilingnya.

5. Kelima, al-mal al-halal yaitu harta yang halal.

Islam tidak melarang orang menjadi kaya, tetapi yang penting adalah kualitas harta bukan kuantitas harta. Rasulullah bersabda: Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram.

14 abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadis ini, kita sedang menyaksikan sebuah kenyataan dimana orang sangat berani melakukan korupsi, penipuan, penggelembungan nilai proyek, pemerasan, penyuapan, pengoplosan BBM, produksi barang bajakan, dan sebagainya.

Banyak orang yang menjadi korban, bahkan tak jarang orang mengatakan “mencari yang haram aja sulit apalagi yang halal”. Rasulullah pernah bercerita tentang seorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut, pakaiannya kotor. Ia berdoa sambil mengangkat tangan, namun Rasulullah mengatakan bagaimana doamu dapat dikabulkan jika makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal yang kau miliki didapat dari yang haram, karena sesuatu yang haram penyebab ditolaknya doa dan ibadah.

Rasulullah itu miskin dalam artian tidak mempunya harta yang berlebih. Beliau itu ternyata kaya raya, memiliki harta yang lebih, tapi walaupun begitu hidup beliau tidak kaya atau sangat sederhana.

Mengapa demikian karena beliau zuhud dengan kekayaannya. Zuhud di sini dalam artian bukan tidak boleh memiliki harta yang berlimpah, tapi hakikatnya hati tidak terkait atau cinta dengan harta itu. Jadi kita pun patut mencontoh Rasul, kita harus kaya tapi kita tidak boleh mencintai kekayaan kita itu.

Kalau kaya kita bisa bersedakah, berinfak lebih banyak dari orang yang kekayaannya sedikit, bisa berhaji, bisa buat pesantren dan lembaga pendidikan, memberi peluang kerja bagi gelandangan dan pengemis.

6. Keenam, tafaqquh fi al-din, semangat mempelajari agama. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengkaji, mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu agama. Semakin belajar ilmu agama maka hidup manusia akan terarah. Hanya dengan ilmu, amal manusia bernilai pahala.

Semakin belajar semakin cinta agama, semakin cinta Allah dan rasul-Nya, cinta ini yang akan mententramkan hatinya.

7. Ketujuh, umur yang berkah. Semakin tua semakin mulia, semakin banyak amal kebaikan, hidup yang diisi hanya untuk kebahagian lahiriah semata, hari tua akan diisi dengan kekecewaan, berangan-angan bahagia sementara tubuh semakin renta dan tidak sanggup mewujudkan angan-angan tersebut.

Ingatlah kawan, dunia ini hanya sementara, hidup pun hanya sekali, maka sangat disayangkan jika diri ini masih saja sulit merasakan kebahagiaan. Sumber ketenangan adalah dengan mengingat Allah SWT, maka sumber kebahagiaan pun adalah selalu mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan Nya.
(Ipah)

Inilah 8 Poin Revisi UU Pilkada Yang Akan Ditetapkan

Written By Riska Mardiana on Senin, 09 Februari 2015 | 13.00

PKS Kota Bandung - Saduddin Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS

Komisi II DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) revisi Undang-undang (UU) No.1/2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota telah menyepakati sejumlah poin dalam revisi melalui rapat pleno Komisi II, Senin (2/2). Selanjutnya Revisi itu dimasukan ke dalam draft RUU Pilkada sebagai RUU inisiatif DPR.
“Beberapa poin dalam revisi telah disepakati Panja dan akan dimasukkan ke dalam draft RUU inisiatif DPR, “ujar Saduddin, yang disampaikannya di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/2)

Saduddin menambahkan, bahwa selanjutnya hasil kerja Panja ini akan dibawa ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk dijadwalkan penetapannya menjadi UU dalam rapat paripurna DPR. Semula paripurna dijadwalkan hari kamis (5/2), tetapi diundur jadwalnya menjadi hari ini, Senin (9/2).

“Hasil kerja Panja ini akan dibawa ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk dijadwalkan penetapannya menjadi UU dalam rapat paripurna DPR, “papar Saduddin, yang juga anggota Panja revisi UU Pilkada.

Komisi II DPR RI mencatat delapan point revisi UU Pilkada hasil kerja Panja. Beberapa poin revisi tersebut adalah :

Pertama, jadwal pilkada serentak yang dalam UU No.1 tahun 2015 dimulai 2015 dan pilkada serentak nasional tahun 2020, diubah menjadi pilkada serentak dilaksanakan secara bergelombang yang dimulai tahun 2016  dan 2027 dilaksanakan pilkada serentak nasional.

Kedua, tentang uji publik. Panja menyepakati diganti menjadi sosialisasi dengan proses yang lebih sederhana bagi Bakal Calon (Balon) dan Calon Kepala Daerah (Kada), dimana dilaksanakan oleh Parpol dan penyelenggara pemilihan dalam rangka pengenalan kepada masyarakat.

Ketiga, persyaratan pengajuan calon, Panja menyepakati tetap pada angka 20 persen perolehan kursi DPRD atau 25 persen perolehan suara pemilu

Keempat, soal ambang batas kemenangan. Di UU Perppu Pilkada ditetapkan 30 persen. Sementara, dalam revisi seorang calon dinyatakan sebagai pemenang jika memperoleh  25 persen suara. Hal ini menghindari pelaksanaan Pilkada dua putaran.

Kelima, syarat pendidikan. Panja menyepakati untuk diperbaiki terhadap syarat tingkat pendidikan yakni sarjana untuk calon gubernur dan minimal diploma tiga untuk calon Bupati/Walikota. Sebelumnya di dalam Perppu hanya setingkat SLTA untuk calon gubernur dan bupati/walikota.

Keenam, syarat usia. Sebelumnya, usia calon gubernur ialah 30 tahun. Sementara, calon bupati atau walikota ialah 25 tahun. Disepakati dilakukan perubahan yakni 35 tahun untuk calon gubernur. Sementara, calon bupati atau walikota berusia 30 tahun.

Ketujuh, mengenai sistem paket. Panja menyepakati calon Kada diajukan satu paket dapat didampingi oleh lebih dari satu wakil berdasarkan jumlah penduduk yang dipilih secara bersamaan dalam pemilihan langsung.

Kedelapan, sengketa pilkada. Karena sudah ada putusan MK yang menyatakan Pilkada bukan rezim Pemilu dan MK mengambil sikap tidak mau lagi mengadili sengketa pilkada, maka Panja memutuskan sengketa diselesaikan di Pengadilan Tinggi di tingkat regional. Bagi pasangan yang tidak puas masih bisa menempuh upaya hukum lebih tinggi ke Mahkamah Agung (MA).

Rp. 750 Juta Untuk Tiap Desa di Tahun 2015

Written By Riska Mardiana on Sabtu, 07 Februari 2015 | 13.30

PKS Kota Bandung - Anggota DPR RI Fraksi PKS Sa'duddin

Usai rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Sa'duddin menyatakan bahwa di tahun 2015, setiap desa akan menerima anggaran sebesar rata-rata 750 juta untuk mengembangkan perekonomiannya. Anggaran ini berasal dari gabungan alokasi dana desa dari pemerintah pusat dan daerah.

Anggaran ini pada dasarnya telah berjalan sebelumnya. Akan tetapi ada beberapa perubahan dalam regulasinya. Sa'duddin menyampaikan bahwa besaran dana ini nantinya tidak persis sama untuk semua desa, bergantung pada empat faktor pertimbangan yaitu jumlah penduduk, luas wilayah, tingkat kemiskinan, dan letak geografis.

Dalam pelaksanaannya nanti, anggaran ini akan disalurkan melalui Kepala Desa untuk selanjutnya diusahakan dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun sebelumnya, perangkat desa yang mengelola dana ini akan didampingi oleh fasilitator dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

"Nantinya setiap Kepala Desa akan diaudit langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan" lanjut Sa'duddin. Hal ini karena pengelolaan dana desa ini ke depan akan menjadi tanggung jawab langsung Kepala Desa. (RD)

DPR : Pemerintah Harus Lindungi Jiwa Siswa-Siswi Indonesia

Seperti yang di beritakan sebanyak 117 Siswa SDN 2 Cigantang Tasikmalaya Keracunan Jajanan Sekolah, di duga dari makanan jajanan sekolah, penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Cecep Zainal Kholis, 117 siswa SD Negeri 2 Cigantang, Kecamatan Mangkubumi itu sebagian sudah dipulangkan atau rawat jalan.

Sementara yang masih dirawat, sebanyak 22 siswa di Pukskesmas dan enam siswa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Sukardjo Tasikmalaya. (5/2).

Kejadian tersebut membuat Surahman Hidayat, salah satu anggota Komisi X DPR RI,merasa sangat perihatin, saat di hubungi di Jakarta,(6/2), dirinya akan meminta kepada pemerintah khususnya Kemendikbud segera membuat regulasi yang fungsinya untuk melindungi siswa dan siswi dari makanan jajanan yang membahayakan.

Kemendikbud harus segera membuat regulasi tentang standar jajanan bagi siswa dan siswi di Sekolah, " saat ini tidak ada pengawasan yang ketat terhadap jajanan bagi siswa dan siswi di sekolah, sehingga kejadian keracunan akibat mengkonsumsi jajanan kerap kali terjadi." Ungkap Surahman.

Sistem pendidikan nasional jangan hanya pada berkonsentrasi pada metodologi belajar dan mengajar, tetapi harus juga memperhatikan lingkungan pendidikan, " perhatian kepada kualitas jajanan di sekitar sekolah harus juga diperhatikan oleh pengelola lembaga pendidikan." Jelas Surahman yang juga Ketua MKD DPR RI.

Kasus ini akan saya sampaikan kepada pihak Kemendikbud pada agenda rapat kerja berikutnya, " kejadian ini jangan sampai berulang lagi, jiwa generasi penerus bangsa, harus di lindungi, sebab yang di butuhkan oleh mereka tidak hanya pada aspek intelektual saja, tetapi kesehatan jasmaninya juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah," tutup Surahman.

DR. Surahman Hidayat,MA
Ketua MKD DPR RI
Anggota Komisi X DPR RI

Teka-Teki Sang Imam

Written By Fauziah Humaira on Jumat, 06 Februari 2015 | 11.29






“Hidup adalah teka-teki”, pernahkah mendengar kalimat tersebut? Ya tentu saja. Kita sering mengucapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada yang bertanya, “kata siapa?” “Katanya sih... kata orang” Ya memang begitulah kenyataannya. Kita hanya bisa menebak-nebak, tapi pada hakikatnya belum pasti dan tersembunyi sekalipun itu tentang kehidupan kita sendiri.”

Namun ada hukum alam yang menyeimbangi. Setiap persoalan pasti ada solusi sama seperti hujan pasti ada saatnya ia akan berhenti. Jadi teringat sebuah kisah seorang guru yang sedang berkumpul dengan para muridnya. Imam Al-Ghazali dengan teka-teki terhebatnya. Suatu ketika sang Imam sedang berkumpul dengan murid-muridnya, lalu beliau bertanya:

Sang Imam: “apakah yang paling dekat dengan kita di dunia ini?”

Para murid lantas menjawab: “Orang tua, guru, teman, kaum kerabat” begitu antusiasnya jawaban mereka. Dalam hati mereka bergumam, ini teka-teki yang sangat mudah di tebak wahai guru.

Lalu sang Imampun tersenyum dan berkata, “Semua jawaban itu benar wahai anak-anakku. Tapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI” Itu adalah janji Allah.

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali Imran: 185)

Murid-muridnya pun saling menatap sambil mengangguk takzim, sungguh ini tak terpikir oleh mereka. Dan apa yang dikatakan sang Imam sungguh tak terbantahkan.

Sang Imam kembali bertanya: “Wahai murid-murid ku... apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”

Dengan sangat berhati-hati para murid menjawab: “Negeri Cina, bulan, matahari, bintang-bintang”

Sang Imam menjawab dengan bijak: “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU.” Bagaimanapun kita, apapun keadaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh karena itu, kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Allah.

Kisah ini berakhir belum berakhir, begitulah sang Imam mengajarkan murid-muridnya. Sungguh kisah yang singkat namun pengajaran yang isinya akan bekekalan manfaatnya. Dua hal tersebut yang sering disia-siakan dan bahkan dilupakan manusia. Tapi tak bisa dipungkiri begitulah kenyataannya, dua hal yang pasti akan dialami manusia dalam kehidupannya. Semoga kisah ini menjadi renungan untuk kita di tengah kesibukan bersifat duniawi. Dua kenyataan yang akan dihadapi dalam sejarah kehidupan manusia. Semoga kisah ini menjadi pengingat untuk kita. Bersambung...Wallahu’alam.

Bandung Kembali Sabet Penghargaan Penyaluran Raskin Terbaik 2015

Written By Riska Mardiana on Jumat, 30 Januari 2015 | 13.30

PKS Kota Bandung - Oded M Danial terima penghargaan Penyaluran Raskin Terbaik
PKS Kota Bandung - Oded M Danial terima penghargaan Penyaluran Raskin Terbaik

Rabu (28/1), sebanyak 12 daerah di Jawa Barat memperoleh penghargaan dari Perum Bulog atas prestasi penyaluran Beras Miskin (Raskin) terbaik dan tepat sasaran. Di antara daerah yang memperoleh penghargaan tersebut adalah Kota Bandung.

Penghargaan yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani ini diterima oleh Wakil Walikota Bandung Oded Muhammad Danial. Penyerahan dilakukan di Pasirhalang Kabupaten Bandung Barat yang menjadi kabupaten dengan penyaluran Raskin terbaik nomor satu.

PKS Kota Bandung - Oded M Danial terima penghargaan Penyaluran Raskin Terbaik
PKS Kota Bandung - Oded M Danial terima penghargaan Penyaluran Raskin Terbaik

Prestasi ini menambah deretan penghargaan yang telah digoreskan pasangan Ridwan Kamil dan Oded M Danial selama memimpin Bandung menjelang dua tahun. Tercatat penghargaan ini melanjutkan prestasi sebelumnya Kota Bandung pada Hari Pangan Sedunia tahun 2014. (RD)
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com