Latest Post

Ketika Bunda Bingung Dalam Pendidikan

Written By Ipah umu Abiba on Kamis, 25 Agustus 2016 | 07.30


Dear Ayah Bunda. Selamat kembali beraktivitas pasca Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H. Semoga semangat Ramadhan senantiasa terjaga dalam perjalanan pengasuhan kita hingga waktu yang entah kapan berakhirnya. Semoga mereka tetap tertib mengelola waktu, semoga mereka tetap membersamai Al-Qur’an, dan semoga mereka tetap pantang menyerah sebagaimana mengajarkan kita untuk menjadi ummat yang lebih ta’at dan kuat.
Sebagai konsumen atau mungkin sebagai klien dari sebuah lembaga pendidikan –baik negeri maupun swasta-, bukan satu dua orangtua yang rasakan bimbang atas beberapa pilihan pendidikan terbaik untuk putra-putrinya. Ada yang terbawa anti mainstream, ada yang kukuh pada jalur formal, dan ada yang memilih pendidikan alternatif –homeschooling-. Bahkan ada beberapa orangtua yang merasa lebih optimal dengan mengirimkan putra-putranya ke sebuah pesantren atau ke boarding school.
Dalam keseharian, bukan satu dua kali saya terlibat dalam diskusi panjang terkait pilihan pendidikan terbaik. Sebagai bagian dari orang yang memilih jalur formal berlembaga, yakni menyelenggarakan sekolah  untuk anak usia dini hingga usia Sekolah Dasar, bukan tak ada bersitan hati untuk menghadiahkan pendidikan bagi kedua anak biologis saya dalam konteks homeschooling. Lalu saya sendiri yang menangani dan menjadi gurunya secara langsung. Namun perjalanan berkata lain. Saya menabur impian melalui pendirian sekolah formal. Yang dengannya, bait-bait amar ma’ruf nahy munkar  pun saya upayakan dengan mendedikasikan rasa, karsa dan raga di ladang tersebut.
Dalam perjalanan 10 tahun, saya berkenalan dekat dengan beberapa praktisi homeschooling atau bahkan satu panel dengan diantara mereka dalam ragkaian seminar parenting dan atau sejenisnya. Racikannya, saya rasakan sebagai sebuah sinergitas yang harmoni. Perbedaan yang mewujud padu dengan kelebihan masing-masing, yakni antara model formal dengan model nonformal.
Namun rasa bimbang yang saya sampaikan di muka, masih tetap menjadi masalah bagi sebagian besar orangtua. Ada orangtua yang terkesan “paranoid” dengan sekolah dasar negeri –walaupun paranoidnya seseorang terhadap sekolah negeri- belum tentu bisa dirasakan secara seragam. Ada orangtua yang memilih jalur swasta hanya dengan modal ajakan atau tergiring mayoritas peminat dan testimoni. Bahkan hanya dengan melihat tampilan fisik sekolah tersebut serta hanya dengan mendengar profil sekolah tersebut sebagai sekolah yang bonafid, maka dipiutuskanlah untuk dijadikan pilihan. Dan ada pula orangtua yang memilih sekolah bonafid hanya karena dorongan ego diri dan pemantasan strata sosial.
Namun ada  orangtua yang berakhir kecewa di sebuah lembaga formal dan pada akhirnya memilih homeschooling sebagai solusi. Ada orangtua yang sulit sekali memiliki trust terhadap sekolah tertentu walau pada akhirnya sekolah tersebut terpaksa menjadi pilihan.  Namun ada juga yang memilih homeschooling dengan pilihan yang sangat natural, nyaris tanpa tekanan, dan tanpa dasar kecewa oleh salah satu lembaga manapun. Melainkan karena kondisi yang megharuskan  demikian. Geografis, kondisi keluarga,  idealisme, keluangan waktu dan kapasitas yang sangat mendukung, tugas kepala keluarga yang megharuskan pindah secara boyongan ke mancanegara dan ragam alasan lainnya, semuanya menjadi faktor yang sangat manusiawi.
Nampak dari kemengaliran wacana pendidikan yang ada, tentu butuh ruang muhasabah bagi kita, -para orangtua-.
Seorang ibu dimana rahimnya telah lahirkan sejarah bagi kehidupan, tentu akan sangat kenal siapa buah hatinya. Dan logikanya, merekalah yang seharusnya paling tahu apa yang anak-anak butuhkan. Pun seorang bapak. Dari pergulatannya membawa keluarga, secara alamiah akan menjadi sosok yang paling mencerna fenomena keluarga. Termasuk siapa dan bagaimana anak-anaknya.
Karenanya, apa dan seperti apa pendidikan terbaik bagi buah hati, itu berada di ranah komunikasi antara suami dan isteri. Persoalan pililhan, itu ibarat jamuan selera. Kita mau memilih yang mana, tergantung apa dan mana yang kita suka. Kita mau memutuskan yang mana, tergantung ketersediaan finansial yang setara dengan harga jual yang ada. Pun dengan kesepakatan diantara suami isteri terkait model pembelajaran apa yang hendak diberikan, itu pun akan menjadi bahan keputusan. Karena di tengah ingar bingar pemikiran oangtua yang memilih jalur formal, bukan tidak mungkin jika sebagian diantara orangtua tersebut jauh lebih memilih jalur nonformal dengan ragam metode dan evaluasi  tersendiri.
Semua lembaga sekolah yang ada, baik formal maupun nonformal, insyaAllah sangat bergaransi, selama kita memberikan pendampingan sejati, selama kita memilih dengan hati, selama kita berazzam untuk menguatkannya dengan ragam kontekstual, selama kita tidak terjebak pada arak-arakan wacana yang belum tentu tepat untuk kita dan anak kita.
Mengapa demikian, karena banyak hasil yang menakjubkan dari masing-masing pilihan. Seorang anak hasil didikan homescholing yang terjamin kedisiplinan dan keberlangsungannya, mampu memiliki skill mumpuni yang sangat tepat dikembangkan dalam kehidupan nyata. Seorang anak luusan sekolah negeri di sebuah pelosok dengan segala keterbatasan, mampu hadiahkan karya dan mampu bersaing di tingkat nasional. Seorang anak lulusan sekolah swasta terkemuka, mampu menjadi sumber inspirasi atas gagasannya yang original.
Dengan demikian, sejatinya kita arif dalam menyikapi dan memutuskan. Paling tidak, kita punya beberapa takaran seperti ;
1. Pilihan lembaga pendidikan yang dijadikan rujukan oleh tetangga oleh teman, belum tentu tepat dan cocok untuk anak kita.
2. Bersiaplah dengan support terbaik untuk kepercayaan diri anak kita dan serta upayakan ragam alternatif pembelajaran di rumah, saat kondisi lembaga pendidikan tempat anak kita beraktivitas tak mampu menjawab ekspektasi kita secara keseluruhan.
3. Betapapun kita telah menitipkan anak kita kepada sebuah lembaga pendidikan profesional bahkan mungkin “mahal”, kontrol harian tetaplah ada di tangan kita. Karena sehebat apapun lembaga pendidikan yang ada, bukanlah sebuah sandaran untuk kita mengalihkan amanah pendidikan.
4. Kembalilah kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Karena itulah sebenar-benar kiblat pendidikan terbaik. Berbanggalah kita sebagai muslim dengan ragam akhlak dan adab yang telah diajarkan Rasul. Sehingga apapun pembelajarannya, kita berdasar secara utuh kepada aturan yang menakjubkan itu.
5. Sediakanlah sebanyak-banyak deposito kasih sayang kita untuk buah hati. Karena kitalah tempat berlabuhnya. Kitalah yang seharusnya menjadi sumber inspirasi baginya. Sehingga tidak ada kejadian di mana anak kita berkeliaran di luar dengan segala tingkahnya yang tak terkontrol, akibat mereka merasa terabaikan oleh orangtunya sendiri.
Maka tak ada lagi saling klaim paling benar atas masing-masing pilihan. Meski sikap persuasif hampir tak bisa dihindari.
Mari tunjukkan ikhtiar masing-masing dengan semangat kolaborasi. Hiasi semesta dengan warna-warni kapasitas.
Tetap berkiblat pada petunjuk Rasul teladan. Menyerap sedemiakn teori dan hasil temuan, itu pun menjadi  ketawaduan kita sebagai manusia yang salah satu fitrahnya adalah; BELAJAR.
Demikian yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat. Allohu a’lam bish showaab. (Miarti)

Indonesia Darurat Idola


Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan adanya fenomena awkarin. Siapa itu awkarin? Awkarin merupakan akun sosial media seorang remaja perempuan yang menimbulkan kontroversi karena postingan-postingan yang membuat netizen geram melihatnya. Mulai dari cara bicaranya yang kasar, postingan seksi yang tidak senonoh bahkan ada juga postingan sedang clubbing ataupun sedang menghisap rokok, gaya hidup yang glamor, sampai gaya pacaran yang vulgar. Bagi kita, yang sudah dewasa, hal-hal yang dilakukan awkarin ini merupakan kesia-siaan hidup yang sangat tidak pantas untuk ditiru. Namun, pernah kah kita mencoba untuk memandang dari sudut pandang lain yaitu sudut pandang follower akun awkarin.
Dilihat dari sudut pandang follower-follower awkarin, ternyata hal-hal yang dilakukan oleh remaja satu ini mendapat sambutan yang baik. Yang lebih memprihatinkan lagi, follower-follower tersebut kebanyakan merupakan usia remaja usia SMP-SMA. Sebagai contoh dalam sebuah gambar ciuman yang di upload awkarin di salah satu sosmednya, banyak komentar seperti “ngenes… pengen deh kaya kakak” /”Relationship goals banget…” dan lain-lain na’udzubillah. Ternyata, banyak remaja di luar sana yang sudah terkonstruk bahwa gaul itu ya seperti awkarin, hidup glamor, pergi clubbing, dan berpacaran.
Sebenarnya, gaya hidup seperti awkarin ini dapat dengan mudah ditemui di pergaulan kota-kota besar apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta. GAUL itu ya seperti yang dijelasin sebelumnya, kalo lu gak gitu ya lu gak gaul. Pemahaman konsep gaul seperti awkarin ini memang udah menyebar luas di Indonesia, apalagi dengan adanya sinetron-sinetron yang tayang di tv, pemikiran ini semakin menggerogoti para remaja. “Oooh jadi remaja gaul itu seperti itu yang ada di sinetron… yang ada di tv… yang nge hits di instagram bukan remaja yang punya prinsip, menjaga diri, dan juga syarat prestasi”
Dengan dijadikannya Awkarin dan artis-artis sinetron menjadi idola, maka remaja di Indonesia pun akan cenderung melakukan hal-hal serupa agar sama dengan idolanya. Saat ini, sediki sekali sosok yang patut untuk dijadikan sosok idola bagi remaja di Indonesia. Coba kita hitung, ada berapa remaja di Indonesia yang mengidolakan Rasulullah ataupun sahabat-sahabatnya yang notabene kebanyakan saat itu masih berusia muda dan sangat berpengaruh besar dalam peradaban Islam bahkan dunia? Jangankan mengidolakan,mungkin kenal atau tahu saja tidak. Oleh karena itu, penting mengenalkan sosok-sosok idola remaja yang baru untuk menjadi counter attack konstruksi yang sudah berkembang di masyarakat. Bahwa, gaul dalam islam itu seperti apa sih. Generasi penerus yang dibutuhkan bangsa itu seperti apa. (Lilis)

Oded Ucapkan Selamat Untuk Berdirinya Universitas Muhammadiyah

Written By alimoel soekarno on Rabu, 24 Agustus 2016 | 14.01



Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar menghadiri peluncuran Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBdg) di Harris Hotel & Convention, Senin (23/08/2016).
Pada kesempatan tersebut, Oded mengucapkan selamat kepada Muhammadiyah yang telah menambah jumlah institusi pendidikan tinggi di Kota Bandung.

"Saya ucapkan selamat kepada Muhammadiyah di Kota Bandung yang telah mendirikan sebuah perguruan tinggi baru yaitu Universitas Muhammadiyah di Kota Bandung," ucap Oded saat ditemui usai peresmian.

Universitas Muhammadiyah Bandung berdiri dan mulai beroperasi sejak bulan Agustus 2016 setelah terbitnya surat izin dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tanggal 14 Juni 2016. Kampus ini hadir di era globalisasi yang menuntut lahirnya lebih banyak teknopreuneur yang mampu bersaing di kancah dunia.

Oleh karena itu, kampus ini terdiri dari program-program studi yang dianggap mampu menjawab tantangan tersebut, seperti Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Pangan Halal, Bioteknologi, Farmasi, Agribisnis, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Kriya Fashion, dan Administrasi Publik.

Berdasarkan rilis dari pihak UMBdg, kampus dengan slogan Technopreneur University ini menggabungkan konsep keislaman dan entrepreneurship dalam semua mata kuliah dan metode pengajaran. Hal ini merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter para lulusan dalam rangka melahirkan seorang teknopreneur yang islami.
Oded pun berharap pendirian universitas ini dapat menjadi bagian dari jalan dakwah yang selama ini dilakukan oleh Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.

"Saya berharap sebagai muhammadiyah dalam makna pergerakan ini, dalam dakwah ini mampu memberikan kontribusi kepada bangsa ini khususnya dalam bidang pendidikan," harap Oded.

Selain Universitas Muhammadiyah Bandung, di Bandung telah berdiri pula lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah lainnya, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah. Hingga saat ini, Muhammadiyah telah memiliki 167 lembaga pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Suyatno dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Dadang Rahmat. 

Ketika Dorayaki Berlabel Halal

Written By Frieda Kustantina on Selasa, 23 Agustus 2016 | 07.30


Dorayaki


"Kami berbincang sejenak tentang perkembangan Islam di Jepang  dan tentang moslem friendly policy terutama terhadap turis muslim. Kami diberikan leaflet tentang peta tempat-tempat makan dan kategorisasinya", demikian mengutip baris kata isi buku Menata Jaminan Halal di Indonesia.

Buku yang dibagikan Hj. Ledia Hanifa Amaliah S.Si.,M.Psi kepada anggota DPRD, pejabat kantor yang terkait ( Deperindag dan Depag) MUI, pelaku bisnis, baik wilayah Jabar, kota Bandung dan kota Cimahi, wakil dari ormas Islam tak terkecuali Salimah Jabar yang hadir dalam acara Sosialisasi Jaminan Produk Halal, di Hotel Narapati Bandung, Senin (15/08).

Dirinya mengudar perasaan cemburunya. Dikatakan  betapa mudah mencari makanan halal di negeri Sakura sana. Mulai Naan  (semacam roti) hingga Kari. Tak ketinggalan makanan yang disukai anak-anak Indonesia seperti Ramen, Dorayaki dan  banyak lagi yang produk lokal  sudah berlabel halal. 

Anggota DPRD dari Fraksi PKS ini menyaksikan dengan mata kepala sendiri fenomena di Jepang, dimana memberi ruang luas untuk pelabelan produk halal. Seolah muslim disana dimanjakan lidahnya, sehingga tak was-was kehalalannya  dalam menyantap makanan di negeri yang muslimnya minoritas. Lebih mencengangkan lagi, negeri Sakura ini siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Halal Forum yang cukup bergengsi.

Ditambahkan pula fakta di beberapa negara, seperti Singapura yang jelas negara sekuler namun pemerintahnya menganggap penting terhadap label dan sertifikat halal. Bahkan produsen disana  kini sedang gencar memproduksi barang yang pangsa pasarnya banyak dicari bukan hanya oleh warga muslim saja tapi sudah menjadi kebutuhan seluruh warganya. Mengapa? Karena sudah menjadi rahasia umum disana bahwa makanan halal pasti tak mengancam kesehatan.

Bagaimana halnya di negara Indonesia yang mayoritas muslim penduduknya?. Hiruk  pikuknya perburuan produk halal kurang mencuat. Karena disamping tekanan pihak asing begitu kuat.

Mereka terancam impor bahan baku ke Indonesia dibekukan. Sementara sebagian pribumi sendiri tak menginginkan dengan berbagai alasan. Ada yang menolak karena memandang sertifikasi halal hanya persoalan umat Islam saja, ada yang menghalangi  takut bisnisnya sepi.

Betapa masih lekat dalam ingatan ketika Ledia menyinggung kasus pengoplosan bakso dengan daging celeng yang terjadi di Tambora, Jakarta. Modus yang mirip inipun sempak merebak di Bandung, dimana pedagang bakso ramai-ramai  mengoplos baksonya dengan daging babi. Mereka berani berbuat keji untuk menekan biaya produksi.

Padahal menurut Ledia, sertifikasi halal hingga ke penataan sistem jaminan produk halal sendiri jika dicermati dengan seksama  berpeluang memberikan peningkatan nilai perekonomian bangsa.

Dengan busana merah putihnya seolah ingin menggugah rasa nasionalisme peserta dan mengisyaratkan bahwa sekarang saat yang tepat untuk berbuat agar di tahun ke 71 HUT RI ekonomi Indonesia menguat lagi.

Singkat kata ketika di Jepang Dorayaki berlabel halal diserbu penggemar, disini budaya peduli produk bersertifikasi halal belum dimiliki, baik oleh konsumennya, terlebih para produsen sendiri. Dengan penuh harap perempuan yang berbusana nuansa merah putih itu agar setelah di sosialisasikan UU no 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menjadi tergugah untuk ikut berperan aktif dalam pelaksanaannya sesuai peran masing-masing.

Sosialisasi ini  menjelaskan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang selanjutnya disingkat BPJPH adalah badan yang dibentuk oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan JPH (Jaminan Produk Halal). Dalam melaksanakan tugasnya BPJPH bekerjasama dengan Kementerian dan/ atau lembaga terkait; LPH (Lembaga Pemeriksa Halal) dan MUI. Kerjasama ini meliputi Sertivikasi auditor halal; Penetapan kehalalan produk dan Akreditasi LPH. Mengingat volume permintaan bakal melimpah, maka masyarakat diberi kesempatan seluas-luasnya membuka LPH bagi yang siap, namun otorisasi Halal tetap ditangan MUI.  

Pengalaman yang alot dan panjang seorang Ketua Panitia Kerja RUU tentang Jaminan Produk Halal yang dibeberkan diatas, semua diaminkan M. Khairi ZM,S. Sos, ME. Hadir sebagai pembicara kedua mewakili  Pejabat dari DISPERINDAG Prov. Jawa Barat, menceritakan suka duka dan betapa riuhnya ketika pembahasan dengan DPRD Jabar membahas bersama tentang PERDA yang menyangkut kehalalan pruduk ini.

Melalui lobby dan taktik strategi, yaitu dengan menyisipkan kata higienis diantara kata halal di rancangan PERDA, lahirlah PERDA Prov. Jabar No. 13 tahun 2015 tentang Pembinaan dan Pengawasan Produk Barang Higienis dan Halal.

Ciri khas seorang Ledia, seberat apapun materi yang disampaikan selalu meramu dengan bumbu penyedap kata, sehingga mampu menghipnotis peserta untuk tak beranjak dari kursinya. Di sesi akhir petemuan inipun dia mengeluarkan joke  dengan mengutip judul sebuah lagu Jangan ada dusta diantara kita. Rupanya dia   ingin mengingatkan baik pihak produsen maupun konsumen yang sama-sama berkepentingan terhadap Jaminan Produk Halal. Kedua pihak sama-sama terlindungi.

Sebelum acara berakhir, Ledia menghadiahkan buku kepada segenap mitra kerja BPJPH, sementara kepada peserta dibagikan buku karyanya sendiri yang berjudul Menata Jaminan Halal di Indonesia seperti dikutip diatas tadi..
(Frieda Kustantina)



 











   





Ijazah yang Tertahan

Komisi D bersama pihak sekolah
Orang tua siswa SMKN 10 datang ke komisi D untuk mengadukan nasib anaknya yang ijazahnya ditahan oleh pihak sekolah, Jum'at (19/8). Hal ini dikarenakan di akhir persekolahan anak tersebut tidak melaksanakan pembayaran serta baru menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), padahal selama ini anak tersebut selalu membayar uang sekolah. Ketika menceritakan permasalahannya, baru diketahui bahwa orang tua siswa tersebut belakangan ini mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak mampu lagi melakukan pembayaran. Komisi D mempertanyakan hal tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik). Disdik mengakui bahwa ada beberapa hal yang luput dari perhatian Disdik karena tidak ada laporan ke pihak terkait, selain itu pula mekanisme SKTM yang tidak dipahami membuat pihak orang tua bingung. Endrizal Nazar, selaku Wakil Ketua Komisi D menyarankan kepada Disdik untuk memberikan edaran kepada orang tua tentang kebijakan-kebijakan terkait (pungutan, SKTM, penahanan ijazah, dll). Endrizal juga menegaskan agar tidak ada lagi kasus penahanan ijazah di sekolah-sekolah negeri, terlebih lagi sekolah negeri merupakan sekolah pemerintah. Dalam rapat kerja tersebut terungkap pula masalah-masalah lainnya, salah satunya permasalahan siswa yang tidak diperbolehkan mengikuti ujian karena belum membayar SPP. (ishma)

Aher : Paskibraka harus punya konsep diri menjadi orang sukses

Written By alimoel soekarno on Kamis, 18 Agustus 2016 | 20.03



KOTA BANDUNG - Sehari setelah menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-71 Tingkat Provinsi Jawa Barat, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Barat berkesempatan untuk bersilaturahim dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Aula Timur Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Kamis (18/8/16).

Pada kesempatan ini, atas nama Pemprov Jawa Barat dan masyarakat, Aher mengucapkan terimakasih dan selamat kepada mereka karena telah menjalankan tugasnya dengan baik pada upacara kemarin.

"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucapkan selamat, kalian telah lolos dan telah tuntas melaksanakan tugas menjadi Paskibraka di Jawa Barat dengan baik," ungkap Aher dalam sambutannya.

Aher pun berpesan, agar anggota Paskibraka ini bisa memiliki konsep diri serta perencanaan yang matang untuk masa depannya. Karena menurut Aher, masa depan ada di tangan kita masing-masing.

"Rancangan masa depan itu tanggung jawab personal. Kita menjadi apa ke depan adalah rancangan kita sendiri. Tentu bersama-sama dalam kerangka memajukan bangsa ini," ujar Aher.

"Kalian harus punya konsep diri menjadi orang-orang hebat di masa depan. Silakan membangun konsep diri masing-masing mau jadi apa. Orang yang baik itu sudah merencanakan tahapan-tahapan masa depan, sudah punya visi dan cara memandang ke depan seperti apa, siapakah saya hari ini dan akan menjadi apa saya di masa depan," paparnya.

Aher pun ingin  mendengar cerita-cerita sukses dari para anggota Paskibraka ini di masa yang akan datang. Namun, Aher juga berpesan bahwa kesuksesan yang diraih harus pula bisa dirasakan dan memberikan manfaat untuk orang banyak.

"Orang hebat adalah bukan orang yang saleh pribadi saja tapi orang yang bisa menyebarkan kesalehan pribadinya untuk orang banyak, yang bisa memberikan manfaat untuk orang banyak. Orang yang sukses hanya untuk dirinya sendiri hanya sukses kecil, sukses besarnya adalah orang yang bisa mendharmabaktikan kesuksesannya itu juga untuk orang banyak," tutur Aher.

"Saya ingin ada cerita sukses, jadi kalau kalian sekarang kelas 11, maka akan lulus 2018 dari SLTA. Dan 10 tahun ke depan dari itu saya ingin mendengar cerita-cerita sukses dari kalian semua," pinta Aher disambut ucapan Aamiin dari anggota Paskibraka ini.

Sementara itu, Ibu Lurah dari anggota  Paskibraka yakni Bilqis Fadilah Faiz dari Kabupaten Bogor menyampaikan kesan dan pesannya selama ada di karantina dan tempat pelatihan sejak 1 Agustus 2016 lalu. Bilqis mengungkapkan bahwa dirinya merasa bahagia memiliki teman dan kenal dengan rekan-rekannya dari berbagai daerah di Jabar.

Selama masa pelatihan, Bilqis mengaku mendapatkan begitu banyak pelajaran tentang banyak hal selain pengetahuan tentang Paskibraka itu sendiri, seperti toleransi, jiwa korsa, rasa kekeluargaan yang begitu erat, serta keselarasan.

"Kami disini benar-benar dibina dan diarahkan untuk menjadi seorang jiwa Paskibraka yang sesungguhnya. Dalam penugasan kemarin pun pelatih-pelatih kami benar-benar mendukung, memberikan semangat, dan motivasi kepada kami," cerita Bilqis.

"Kami juga mendapat pelajaran bahwa seorang Paskibraka bukan hanya bertugas mengibarkan atau menurunkan bendera saja. Namun, setelah tugas ini ada satu langkah di depan sana untuk masa depan dan bagaimana masa depan bangsa dan negara ini ada di tangan kita semua," kata Bilqis.

Total ada 56 anggota Paskibraka Jawa Barat, namun yang bertugas untuk tingkat Provinsi Jawa Barat berjumlah 54 orang. Sementara 2 orang lainnya, atas nama Aldi dari Kabupaten Bandung dan Gloria dari Kota Depok bertugas menjadi Paskibraka tingkat nasional di Istana Negara, Jakarta.


Program Baru Kota Bandung, #JumatNgangkot


Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil didampingi Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi meresmikan kampanye #JumatNgangkot yang dimotori oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung pada Kamis (18/08) di Jalan RE. Martadinata Bandung.

Selain stakeholder, beberapa relawan turut hadir dalam acara ini diantaranya Gerakan Bandung Disiplin, Bandung Ecotransport, dan Gerakan Pungut Sampah (GPS).

Didi Ruswandi selaku leading sector kampanye ini menjelaskan bahwa tujuan dari kampanye #JumatNgangkot adalah untuk menghimbau masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi publik.
"Dikarenakan angka kemacetan semakin tinggi, program ini harus kita kampanyekan agar warga Bandung beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Upaya ini dilakukan agar mengurangi angka kemacetan dan pakrir-parkir liar," katanya.

Salah satu rangkaian program kampanye ini adalah lomba selfie di dalam angkot. Warga yang naik angkot bisa mengunggah foto selfienya ke twitter dan menyebut akun @BDGecotransport di dalam foto tersebut. 10 pemenangnya akan diberikan hadiah.

Selain itu, Dishub Kota Bandung juga tengah menyiapkan aplikasi selular untuk ponsel pintar. Aplikasi ini akan dapat mendeteksi lokasi penumpang sehingga supir angkot tidak perlu lagi 'ngetém' menunggu penumpang.
"Polanya seperti aplikasi game Pokèmon Go. Jadi supir angkot mencari penumpang dengan aplikasi tersebut layaknya berburu Pokèmon. Dan dari penumpangnya, cukup membuka aplikasi maka posisi supir angkot dapat terdeteksi dimana sopir angkot berada. Diharapkan setelah ada aplikasi ini para supir angkot tidak perlu ngetém untuk mencari penumpang," ujar Didi

Ridwan Kamil menyambut baik gagasan-gagasan tersebut. Pihaknya memang tengah memiliki master plan bernama Bandung Urban Mobility Project. Master plan ini tidak hanya berisi tentang rencana pola transportasi di Kota Bandung melainkan mencakup seluruh sektor mobilitas untuk Kota Bandung yang berkelanjutan.
"Kota Bandung memiliki master plan namanya Bandung Urban Mobility Project. Proyek ini memiliki tiga bagian. Pertama transportasi publik, gaya hidup, dan tata ruang seperti teknopolis. Program #JumatNgangkot ini termasuk bagian dari master plan gaya hidup. Sekarang angkot sudah jauh lebih baik. Ada tempat sampah, colokan terminal, dan ada juga yang pasang wifi. Ini membuktikan bahwa transportasi publik seperti angkot dan bis sudah jauh lebih nyaman dari yang sebelum-sebelumnya," ujar Ridwan

Dirinya memahami bahwa sebagai kota metropolitan, Kota Bandung memiliki mobilitas yang sangat tinggi. Namun ia menekankan bahwa kota ini memiliki beberapa pilihan moda mobilitas yang dapat dipilih. Kesemua fasilitas transportasi itu tengah dalam penyempurnaan Pemkot Bandung.

"Warga Bandung dalam melakukan mobilitasnya bisa dengan berbagai cara tidak harus 100% mengandalkan kendaraan pribadi. Saya bersepeda setiap hari kadang jalan kaki jika jaraknya dekat. Saya menghimbau kepada warga Bandung setiap hari Jumat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi. Untuk melakukan mobilitasnya ada tiga pilihan, yaitu jalan kaki, bersepeda, dan naik kendaraan umum seperti angkot," tutur Ridwan

Ridwan menambahkan, Kota Bandung di masa mendarang akan memiliki sistem tata kota yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini nantinya akan berbuah fasilitas multifungsi yang memusatkan aktivitas masyarakat di satu titik.

"Dengan provinsi juga kita akan mengembangkan LRT Bandung Raya di mana terminal-terminalnya juga dikembangkan TOD. Nanti di bawah terminalnya adalah terminal kendaraan umum, di atasnya adalah fungsi property sehingga orang bisa tinggal di atas, kemudian di bawahnya lagi untuk transportasi lainnya," jelasnya
Ridwan berharap program ini dapat direspon baik oleh warga Bandung sehingga kemacetan lalu lintas dapat berkurang. 

Usai peresmian Wali Kota Bandung, Wakil Wali Kota, Kadishub Provinsi dan Kadishub Kota Bandung menuju Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Sukabumi dengan menggunakan angkot jurusan Riung Bandung-Dago.

Pandangan Umum Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

PANDANGAN UMUM
FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

TERHADAP
§  Lembaran Kota Tahun 2016 Nomor 10 perihal Usul Rancangan Peraturan Daerah Kota Bandung tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Bismillahirohmanirrohim

Alhamdulillahi lladzi hadaanaa li haadzaa wamaa kunnaa linahtadiya laulaa an hadaanaalloh. Asyhadu allaailaaha illalloh wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rosuuluhAmma ba’du
Yang kami hormati saudara pimpinan dan anggota DPRD Kota Bandung
Yang kami hormati saudara Walikota Bandung.
Yang kami hormati saudara Wakil Walikota Bandung
Yang kami hormati saudara Sekretaris Daerah Kota Bandung.
Yang kami hormati Pejabat Muspida Kota Bandung atau yang mewakilinya.
Yang kami hormati para pejabat public di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Para tamu undangan dan rekan-rekan pers baik media cetak maupun media
elektronik Yang kami muliakan.

Pertama-tama sebagai insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, marilah kita panjatkan segala puji dan syukur hanya kepada-Nya, karena atas izin-Nyalah pada hari ini kita bisa menghadiri rapat paripurna Dewan sesuai dengan rencana yang telah diagendakan.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan ke haribaan nabi kita, uswah dan qudwah kita, Nabi Muhammad saw,  kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang beriman yang setia mengikuti jalan petunjuknya sampai Hari Kiamat. Amiin...

Rapat Paripurna Dewan Yang Kami Hormati,
Masih dalam semangat  memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 71 mari kita doakan arwah para pahlawan bangsa semoga kita dapat meneladani perjuangan para pahlawan dalam memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan negara.
Merdeka!!

Tak lupa kami ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang melaksanakan ibadah haji tahun ini :
·        Pak Aries Supriatna, SH, MH
·        Pak Teddy Setiady, S.Sos, dan
·        Bapak Wakil Walikota Oded Muhamad Danial
Semoga menjadi haji yang mabrur.

Rapat Paripurna Dewan Yang Kami Hormati,

Kami Fraksi PKS mengucapkan banyak terima kasih kepada sdr. Walikota beserta jajarannya yang telah menyampaikan  Lembaran Kota tahun 2016 Nomor 10, mudah-mudahan kami mampu membahasnya dan hanya kepada Allah kami memohon kekuatan, kesabaran dan keikhlasan sehingga mampu memberikan yang terbaik untuk warga Kota Bandung.

Lembaran Kota Tahun 2016 Nomor 10 perihal Usulan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bandung tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, FPKS menyampaikan beberapa pertanyaan sebagai berikut :
  1. Mohon penjelasan apa latar belakang dan pertimbangan pemerintah Kota mengajukan formulasi SOTK sebagaimana yang tercantum dalam LK tahun 2016 nomor 10
  2. Berapa banyak jabatan struktural yang hilang dengan usulan SOTK baru ini serta bagaimana rencana Pemerintah Kota menempatkan SDM dari jabatan struktur yang hilang tersebut ?
  3. Apa langkah antisipasi Pemerintah Kota untuk meredam keresahan ASN terkait  perubahan SOTK ini
  4. Bagaimana pola rekrutmen yang direncanakan Pemerintah Kota untuk mengisi jabatan struktur dengan SOTK yang baru agar terwujud  The right man on the right job ?


Rapat Paripurna Dewan Yang Kami Hormati,
Demikian pemandangan umum ini kami sampaikan untuk diberikan penjelasan oleh pihak eksekutif pada sidang paripurna jawaban eksekutif selanjutnya. Mohon maaf apabila ada kata-kata ataupun kalimat yang kurang berkenan. Wallahu a’lam bishowwab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Bandung, 18 Agustus 2016

FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
KOTA BANDUNG

  Ketua


Tedy Rusmawan, AT.,MM
Sekretaris


Yudi Cahyadi, SP

Kampung Belekok : Mutiara dari Timur


Kampung Belekok  yang sunyi sepi, menambah khidmatnya  Upacara peringatan  kemerdekaan HUT RI ke-71 yang dilaksanakan warga Ranca Bayawak Kecamatan Gedebage, bersama DPD PKS Kota Bandung (17/08/2016).
Peringatan upacara yang dihadiri warga dan kader PKS ini, sengaja dilaksanakan di kampung Belekok yang merupakan wahana konservasi atas kelestarian keberadaan burung "Belekok" yang sudah hampir punah.
Hadir dalam upacara tersebut, Tedi Rusmawan selaku ketua DPD PKS Kota Bandung yang juga bertindak sebagai inspektur upacara.  Para Staf DPD , perwakilan masing-masing DPC PKS , kepanduan, Linmas, pelajar dan warga masyarakat sekitar kampung Belekok.
 Tedi Rusmawan yang dalam paparannya mengajak Bangsa Indonesia untuk mensyukuri nikmat setelah nikmat iman dan islam, yaitu nikmat kemerdekaan. Beliau mengajak masyarakat agar senantiasa menghormati perjuangan para pahlawan yang dengan susah payah merebut kemerdekaan.
Dalam pencapaian mempertahankan nikmat kemerdekaan ini, Tedi menyerukan 3 hal penting yang harus dilakukan.
1. Ikrar bil lisan.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, minimal kita mengucapkan, "Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas nikmat merdeka buat bangsa tercinta ini"
2. Melaksanakan yang kita ikrarkan.
 Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan serta mengokohkan ketaqwaan pada Allah. Karena dengan cara seperti ini, maka Allah akan memberikan keberkahan dari Bumi dan langit. Sehingga tak dapat dipungkiri bila  keberadaan burung belekok yang kata  Tedi Bagaikan Mutiara Dari Timur yang harus terus lestari. Sehingga harapannya pemerintah cepat tanggap akan eksistensi burung-burung  jangan sampai terganggu habitatnya karena mega proyek kota mandiri "Sumarecon".
3. Tidak mengkufuri  nikmat merdeka yang telah diberikan.
Sehingga diharapkan masyarakat tidak membuat kerusakan baik moral ataupun phisik terhadap lingkungan. Biarkanlah burung-burung yang ada sekarang menikmati kemerdekaannya. Sehingga lingkungan tetap terjaga.
Selepas upacara bendera, warga dan kader pks menikmati aneka macam permainan khas 17-an, yakni tarik tambang, lomba bakiak, tahfidz Quran, panjat pinang, balap karung dan lain sebagainya.
Keceriaan kemerdekaan ini, bukan hanya milik manusia semata, tapi burung-burung yang dilindungi seperti kuntul dan belekok pun harus merasakan indahnya kemerdekaan. Oleh karena itu, DPD PKS menyerahkan 86 pohon untuk konservasi alam di wilayah ini dan bibit ikan mujair yang nantinya turut menjaga ekosistem yang ada.
Masyarakat kampung  Belekok menghaturkan rasa terimakasihnya yang kemudian diwakili oleh  Ketua RW 02 Ujang Syafaat.  Beliau berharap agar pemerintah dan pengembang tidak menggerus semua yang ada di wilayahnya yang hanya terdiri dari 68 KK ini.  Sehingga nantinya merelakan sebagian lahan tetap menjadi pesawahan dan danau demi menjaga dari  kepunahan burung belekok yang sudah menyatu dengan warganya. Pak RW juga menceritakan bagaimana perhatian negara luar, hingga telah delapan negara yang datang ke kampung ini, dan pesannya seragam agar terus menjaga habitat burung tersebut.
Keunikan kampung Belekok, memang istimewa dibanding daerah kota Bandung lainnya. Penulis juga sempat mencicipi masakan khas berupa sambal pisang kelutuk . Pendatang yang hadir  akan merasa betah dan tidak merasa kalau daerah ini sebetulnya masih kawasan kota yang hingar bingar.  Apalagi kalau musim penghujan, burung-burung yang ada mencapai 3000an ekor. Sedangkan saat ini, dimana debit air sedikit, maka burung-burung bermigrasi jauh hingga puluhan kilometer demi seteguk air.
Kebiasaan burung-burung yang ada ini, menggugah ustadz Rodhi yang saat ini sebagai ketua  Dewan Syariah DPD PKS Kota Bandung, menyisipkan dalam doa-doanya, bahwa  burung-burung yang ada disini  mengingatkan akan keberadaan burung Hud-hud yang memberi keberkahan terhadap suatu kaum, sehingga membuat Negeri Saba beriman kepada Allah. (Tiesna)

Makna Perlombaan di Hari Kemerdekaan

Written By Ipah umu Abiba on Rabu, 17 Agustus 2016 | 15.00

Perlombaan kemerdekaam d KBB
Ketika 17 Agustus, Indonesia merayakan kemerdekaannya dengan berbagai hal, ada pemasangan bendera, upacara bendera, syukuran, dan perlombaan.

Perlombaannya beragam, ada lomba makan kerupuk, balap karung, panjat pinang, gigit sendok, tarik tambang, dan banyak lagi kreativitas lomba lainnya yang diadakan masing-masing daerah.

Anak-anak sampai orang tua pun menantikan perlombaannya, baik sebagai peserta ataupun sekedar menjadi penonton.

Biasanya panitia membuat perlombaan itu dengan tujuan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia dan menghibur masyarakat yang melihatnya. Namun sebenarnya di balik perlombaan itu semua, seharusnya ada banyak makna yang bisa kita ambil dalam kemerdekaan Indonesia yang sudah mencapai 71 tahun ini.

Dengan perlombaan itu sebaiknya membuat kita semakin cinta dengan Indonesia seperti halnya kita masih mengadakan perlombaan tradisional. Membuat kita semakin bersemangat untuk menjayakan Indonesia seperti halnya kita bersemangat memenangkan perlombaan. Membuat kita semakin kompak dan bekerjasama membangun Indonesia seperti halnya kita kompak dan bekerjasama ketika perlombaan. Membuat kita semakin mengenang pengorbanan para pahlawan seperti halnya kita mengingat pengorbanan kita untuk menang di perlombaan. Dan banyak makna lainnya yang bisa kita ambil dari perlombaan itu sehingga perlombaan itu tidak hanya menjadi ceremony semata.

Namun rakyat Indonesia terutama para pemuda, masih banyak yang belum bisa mengambil makna tersebut. Sehingga setelah perlombaan usai, para pemuda pun kembali dengan aktivitasnya yang sepertinya tidak peduli dengan Indonesia. Bahkan banyak para pemuda yang kembali merusak Indonesia, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan sebagainya.

Untuk itu, dengan momen kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 tahun ini, mari kita ambil makna dari setiap perlombaan dan mari kita isi kemerdekaan Indonesia dengan hal-hal yang baik sehingga Indonesia tidak hanya merdeka dari penjajah tapi juga merdeka dari hal-hal yang merusak bangsa Indonesia.

Merdeka!! Merdeka!! (Wulan)
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com