Latest Post

Membuka Hutan Belantara Kembali

Written By alimoel soekarno on Kamis, 26 Maret 2015 | 22.39



Suka dengan tantangan baru adalah ciri dari Eko, apapun akan dipelajarinya hingga paham dan dapat dilakukan sendiri. Mungkin karena karakternya yang seperti ini membuat Syuro mempercayakan beliau untuk memimpin DPC Cidadap. Sebelumnya beliau adalah Ketua DPC Coblong dan naik menjadi Ketua CD (Cabang Dakwah) II yang membawahi 6 Kecamatan.

Cidadap secara umum adalah daerah yang belum sepenuhnya dikuasainya, walaupun untuk mencapainya hanya sekedar menyeberangi sungai Cikapundung bila ditempuh dari rumahnya. Daya juang dan daya tahan beliau ini mungkin yang menjadi pertimbangan untuk menempatkan beliau di Cidadap, melihat kontur wilayah yang berbukit-bukit dan jalan-jalan terjal.

"Seolah membuka hutan belantara kembali" demikian sedikit komentarnya saat mengetahui akan dicalonkan menjadi Ketua DPC Cidadap. Minimnya informasi dan interaksi dengan Kecamatan Cidadap akan menjadi tantangan baru baginya sehingga energi seorang pionir tersalurkan disana.

Tidak diragukan lagi, bahkan salah seorang Qiyadah Dakwah menilai bahwa Eko Kurnianto adalah orang yang selalu "Sami'an wa tho'atan" (mendengarkan dan taat) bahkan ada plesetan namanya kalau dipanggil menjadi "Oke", inilah yang diperlukan Cidadap saat ini. Bravo Pak Eko! Oke.....


Nama                              : Eko Kurniato W, ST, M.PMath
Tempat/Tgl lahir            : Purworejo/7 September 1974
Alamat                            : Dago Pojok Tanggulan Cikalapa 2
Nama Istri                       : Kurnia Hayati
Jumlah Anak                   : 3 (tiga)
Riwayat Pekerjaan          : Wiraswasta (Sekolah Alam)
Jabatan kepartaian           : Ketua DPC Coblong
                                           Ketua CD II

PAYUNG HUKUM POLWAN BERJILBAB TELAH DIKETOK

Written By alimoel soekarno on Rabu, 25 Maret 2015 | 16.02


Selamat kepada polwan muslim yang ingin menggunakan hijab, kini telah dikeluarkan Kep Kapolri yang mengatur tentang seragam Polwan berhijab yang disahkan dengan Kep Kapolri Nomor : 245/III/2015, tanggal 25 Maret 2015 tentang Perubahan Atas Sebagin Isi Surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara RI No Pol: SKEP/702/IX/2005 tanggal 30 September 2005 tentang Sebutan, Penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.
Isi gubahannya:
1. a) Pengguna
Polwan Polda Aceh tetap menggunakan jilbab dan bagi Polwan Muslimah lainnya yang berkeinginan memakai jilbab dapat menggunakan jilbab sesuai ketentuan yang berlaku.
b.Tutup kepala:
1) jilbab model tunggal polos atau tanpa emblem
2)jilbab warna coklat tua polisi digunakan pada pakaian dinas warna coklat dan PDL II loreng brimob
3)jilbab warna abu-abu digunakan pada PD musik gabungan
4). jilbab warna hitam polos digunakan pada pakaian dinas selain angka 2 dan 3
5)Jilbab pada pakaian olahraga disesuaikan dengan warna celana training, dan
6) bagi staf reskrim, intelkam dan paminal untuk warna jilbab disesuaikan dengan warna celana
c. tutup badan
Polwan berjilbab menggunakan celana panjang
d.Tutup kaki
bagi polwan berjilbab wajib menggunakan:
1)sepatu dinas ankleboots warna hitam dgn kaus kaki warna hitam digunakan pada pakaian dinas polwan
2)sepatu dinas ankleboots warna putih dengan kaus kaki warna putih digunakan pada PD musik gabungan
3)sepatu dinas lapangan warna hitam dengan kaus kaki hitam digunakan pada PDP Danup-I, PDL-II Two Tone, PDL-II Loreng Brimob, PDL-II Hitam Brimob, PD CRT dan PD Misi PBB
4)Sepatu dinas tunggang digunakan pada PDL-II Patwal Roda Dua dan PD Joki
5)Sepatu Dinas safety shoes digunakan pada PD Nautika dan PD Teknika
Sumber : Divisi Humas Mabes POLRI

Kamal, Kuncen Ujung Berung kembali memimpin DPC

Written By Budi Haryana on Selasa, 24 Maret 2015 | 07.06

PKS Ujung Berung
Kamal Naqib- PKS Ujung Berung


Ujungberung sebagai salah satu tempat di Bandung Timur mempunyai kisah unik dalam sejarah panjang Kota Bandung. Kisah pelarian Dipati Ukur dari kejaran tentara Mataram. Akhirnya sampai disuatu tempat di pinggiran danau Bandung purba sebelah timur Bandung. Tempat itu ditumbuhi oleh tanaman bambu yg sangat lebat, sehingga walupun sudah terkepung oleh tentara Mataram, rombongan Dipati Ukur dapat menyamarkan diri dan tidak dapat ditemukan pengejarnya. Ujung dari upaya pengejaran yang sangat panjang dalam nga-Berung napsu (mengumbar nafsu) untuk menangkap sang Dipati. Maka wilayah tersebut disebut sebagai Ujung Berung

Sebagai salah satu Sub Wilayah Kota (SWK) Bandung, Ujungberung yang memiliki sejarah perkembangan yang panjang. Menarik bila disimak lebih jauh, untuk menggenapkan kisah kota Bandung yang fenomenal.

Kamal Naqib adalah bagian dari sejarah Ujungberung ini. Beliau lama tinggal di Ujungberung dan mengikuti dinamika masyarakat Urang Ujungberung. Sehingga wajar bila PKS sebagai partai politik yang berkhidmat dalam perbaikan bangsa, tentu mengamanahkan tanggung jawab pengembangan Ujungberung sebagai pusat Bandung timur kepada yang memahami bagaimana Ujungberung ini.

Insha Allah DPC PKS Ujungberung di tangan seorang yang paham tentang Ujungberung akan membawa kemajuan yang benar bagi tata kota yang tepat. Ini juga yang menjadi keahlian beliau. Semoga pengalaman, keahlian dan orientasi pengembangan pembangunan kota Bandung yang mengarah ke Bandung timur bisa menemukan jalan yang sesuai dengan ridho Allah, dalam pembangunan yang penuh berkah. (Andri Tuempat Ide Segar)

Sang Panglima Perang kini turun gunung lagi

Written By alimoel soekarno on Senin, 23 Maret 2015 | 11.14


Sosoknya tak asing lagi bagi para kader PKS Kota Bandung. Beberapa kali beliau memimpin pks kota Bandung dalam perhelatan pemilu, pilkada sebagai Ketua Bapilu. Bapak tiga orang anak ini memang cukup mumpuni dalam bidang strategi pemenangan politik, khususnya di Kota Bandung. Ahmad Toharudin atau yang akrab disapa Mas Tohar atau Kang Tohar kini kembali menjabat sebagai Ketua DPC Cibeunying Kidul. “Akhirnya kini turun gunung juga, Bismillah” demikian salah satu cuitan beliau di linimasa twitternya. Ya, warawiri di tingkat Kota sebagai panglima, kini memimpin wilayah yang termasuk salahsatu lumbung suara PKS, bukan sebuah penurunan, tapi justru pembuktian dari lulusan STT Tekstil ini.

Sebagai kader yang pernah juga menjadi ketua DPC Cibeunying Kidul tahun 2001-2005?,.. tentu Pak Ahmad Toharudin sangat mengenal wilayah Cibeunying Kidul. Meskipun beliau berasal dari sragen, tetapi beliau cepat beradaptasi di Bandung, apalagi beliau juga menikahi wanita asli Cibeunying Kidul Ibu Yulia, Kader akhwat yang juga sangat militan.

Inilah di Profil lengkap Ahmad Toharudin :

Nama Lengkap : Ahmad Toharudin Setyo Jatmiko, A.T
Tempat, Tanggal Lahir/Umur : Sragen 13 Juli 1974 / 34 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Status Perkawinan : Menikah
Nama Istri : Yulia
Jumlah Anak : 3 (Tiga)
Alamat Tempat Tinggal : Jl.Cicadas Pasar II No.124/142 D Kel/Desa:Cikutra
Riwayat Pendidikan : · SDN Kacangan 1
Riwayat Organisasi : · OSIS SMU, Ketua
Riwayat dan Alamat Pekerjaan : · Manajer Program Proactive
Cibeunying Kidul Bandung Jawa Barat
· SMPN Sumberlawang
· SMUN Gemolong
· STT Tekstil
· DKM Libaasuttaqwa STTT, Ketua Harian
· Yayasan Dinamis, Ketua
· Manajer Program Islamic Business Institute
· Manajer Program Islamic Training &
Development Center
Penghargaan dan Prestasi : · Siswa Teladan Tingkat SMU Se Kab Sragen

(Hadi)

RW termuda itu kini menjadi Camat

Written By alimoel soekarno on Minggu, 22 Maret 2015 | 20.58



Menjadi seorang Ketua Rukun Warga (Ketua RW) bukanlah suatu yang dicita-citakan, tapi karena warga mempercayainya maka jabatan itu diemban dengan penuh tanggungjawab. Walaupun tergolong termuda di jajaran RW se-Kota Bandung yang umumnya diatas 40 tahunan, Arvenda tidaklah menjadi canggung bahkan ini menjadi cambuk untuk belajar kepada kawan-kawan sesama RW.

Arvenda Prihanarko Sunartoputro, S.Pd sehari-hari adalah seorang Guru SD di sebuah Sekolah Swasta di Kota Bandung. Karena dipercaya menjadi Ketua RW, dia anggap sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan pengalaman organisasi yang cukup mumpuni misalnya saat di SMU 10 Bandung dia aktif dalam Rohis. Mungkin dari sinilah yang membuat sikapnya yang kalem dan teduh yang membuat orang lain segan kepadanya.

Kini dia dilantik menjadi Ketua DPC  PKS Kiara Condong yang dalam pemerintahan jabatan itu setingkat Camat. Suami dari Cica Sri Mulyani dan ayah dari 2 anak ini bertekad unttuk memajukan PKS di Kecamatan Kiara Condong. Apalagi sebelumnya dia menjabat sebagai Ketua Kaderisasi DPC Kiara Condong, hal yang pertama akan digalakkan adalah peningkatan jumlah kader diwilayahnya.

Selamat Bertugas... semoga Allah swt merahmatimu....

Muscab PKS Se-Kota Bandung, Semangat Terbarukan



Bandung (Ahad 22/03/2015), DPC PKS Se-Kota Bandung serentak melaksanakan Musyawarah Cabang. Sebanyak 29 DPC melaksanakan agenda 4 tahunan ini di berbagai tempat. Sebagian besar bertempat di Aula Kantor Kecamatan, sebagian lagi di Gedung, Rumah makan, bahkan ada yang di Hotel.

Suasana akrab dan penuh semangat hampir mewarnai suasana musyawarah. Sesuai dengan juklak dan juknis pelaksanaan Musyawah, Lagu Indonesia Raya, Mars PKS, dan pekik Takbir mengawali acara. Dilanjutkan dengan LPJ dari pengurus lama, serah terima dan pengesahan Ketua Baru berjalan dengan lancar dan meriah.

Beberapa Nama baru menjadi ketua DPC menggantikan Ketua yang lama, namun ada juga yang tetap. Sebagian lagi Baru tapi lama alias mantan ketua DPC yang kemudian terpilih lagi. Antusias dan soliditas dari pengurus dan Kader DPC baru akan menjadi modal untuk kemenangan dakwah di masa depan.

Selamat menjalankan amanah,..
Ketua DPD PKS Kota Bandung menghadiri Muscab di Sukajadi

Kini “Singa Allah” memimpin DPC Cibiru

DPC Cibiru


Musyawarah Cabang PKS Cibiru mengawali Muscab dari seluruh rangkaian Muscab se-Kota Bandung dan ini adalah Muscab satu-satunya yang dilaksanan  pada Hari Sabtu, 21/03/2015. Sedangkan DPC yang lain akan melaksakan serentak se Kota Bandung hari Ahad, 22/03/2015. Sedianya DPC Cibiru juga melaksanakan serentak sama dengan yang lain, namun satu
dan lain hal pelaksanaan muscab dimajukan satu hari.

Yang istimewa dari pelaksanaan Muscab DPC Cibiru adalah hadirnya Wakil walikota Bandung dan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung. Mang Oded dan Pak Haru Suandharu memberikan sambutan dalam acara ini. Selain itu, Camat Cibiru juga hadir dan memberikan sambutan. Hadir pula dalam acara iniWakapolsekta Panyileukan, Kapolsubsektor Cibiru, Ketua MUI Cibiru, Sekretaris LPM Cibiru, Ketua Karang Taruna Cibiru, Lurah Cipadung dan Lurah Palasari.

Mungkin satu-satunya Muscab yang dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua DPD PKS Kota Bandung dalam satu acara. Muscab yang berjalan lancar ini, melantik dan mengukuhkan Ketua DPC yang baru, menggantikan ketua DPC yang lama bpk. Didin Muhtadin.

Adalah Akh Hamzah yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC yang baru. Acara ditutup dengan orasi politik dari ketua yang baru, setelah sebelumnya dilaksanakan LPJ dari ketua yang lama.

Selamat mengemban amanah Akh Hamzah,...
Sambutan dari Ketua Umum DPD PKS Kota Bandung
Prosesi Pelantikan Ketua DPC Cibiru, Hamzah

Yuria: Skor TOEFL Akhyar 640

Written By alimoel soekarno on Kamis, 19 Maret 2015 | 22.29


Akhyar dan Ibunya, Yuria Prathiwi Cleopatra
Bakat dan minat, bukan sesuatu yang tak bisa mengalami perubahan dan perkembangan. Apalagi kepandaian dan prestasi, kedua hal tersebut merupakan hasil dari proses belajar dan pengujian. Namun demikian, dalam perjalanan perubahan dan perkembangan bakat dan minat, ataupun proses pencapaian kepandaian dan prestasi, faktor eksternal individu menjadi factor yang signifikan dan menentukan.

Bagi seorang anak, pola asuh dan dukungan orang tua sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kepribadiannya. Adalah Akhyar Imaduddin Kamili, anak pertama dari 5 bersaudara dari pasangan Ibu Yuria Prathiwi Cleopatra dan Bapak Ismir Kamili, seorang remaja putra multitalenta dan berprestasi, yang ingin kami gali informasi dari orang tuanya. Sekedar informasi, kedua orangtua ananda Akhyar ini adalah aktivis yang tidak pernah surut agenda dan kesibukannya. Ibunya juga aktif di banyak kegiatan masyarakat, begitu pula ayahnya. Akhyar lahir di Bandung pada 25 Oktober 1997. Kini tinggal dengan orang tuanya di jl. Pamekasan no.26, Antapani, Bandung.

Alhamdulilah, kami berkesempatan untuk mewawancarai ibu Patra – panggilan akrab dari ibu Yuria Prathiwi Cleopatra – di tengah begitu banyak kesibukannya.
(Kami biasa memanggil ibu Patra dengan panggilan ‘teteh’)  

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh
Wa’alaykumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh

Ini dengan Tika teh, dari tim humas PKS kota Bandung. Ingin mengetahui kisah remaja berprestasi. Kami mendapat informasi tentang putra teteh, Akhyar...
Oh begitu, silakan teh...

Akhyar sekarang kelas berapa, ya teh?
Akhyar sekarang kelas 3 SMA teh... Akhyar sekolah SD sampai dengan SMP di Sekolah Alam Bandung, tapi sekarang SMA nya homeschooling.

Apa saja prestasi Akhyar selama SD sampai SMA sekarang?
Prestasi apa yah? (tertawa)

Prestasi di bidang akademis atau di bidang ekstra kurikuler, barangkali?
Dia (Akhyar) pernah juara lomba robot. Dia juga menginisiasi gerakan SIRUP, Solidaritas Remaja Untuk Palestina.

Waktu kapan itu, teh?
Kalau SIRUP sekarang. Sebenarnya, di Sekolah Alam gak pake prestasi akademis , gak pake sistem ranking... Apalagi di homeschooling (tertawa)
Pernah juga juara 3 lomba bahasa prancis, kalo gak salah...  Sebenernya jarang ikut lomba, sih...
Oh ya, hafalannya sekitar 4 juz...

Menurut  teteh sebagai ibunya, Akhyar itu tipe anaknya seperti apa? Cenderung menyukai hal-hal yang sifatnya akademis, atau lebih suka inovasi?
Dia sukanya berekspresi dan bereksplorasi, sih. Berorganisasi, bikin proyek (kegiatan-red), belajar bahasa asing, dan lain-lain. Tentang SIRUP, itu komunitas baru, anggotanya anak-anak SMA dan mahasiswa. Jadi dia keliling ke SMA-SMA, audiensi dengan kepala sekolahnya untuk penggalangan dana dan presentasi kondisi Palestina ke anak-anak SMA dan SMK di kota Bandung. Sering juga bikin aksi peduli Palestina di Car Free Day Dago. Ada grupnya di facebook, bisa di search SIRUP Solidaritas Remaja Untuk Palestina

Oh ya teh, saya akan konfirmasi tentang nilai TOEFL tertinggi yang pernah dicapai Akhyar...
Oh..., TOEFL itu ujiannya baru satu bulan yang lalu, di EF (English First). Itu baru yang ITP, paperbased.

Nilainya berapa teh?
Scorenya 640.

Baik teh. Apakah dari kecil Akhyar sudah terlihat menonjol daya inisiasinya?
Alhamdulillaah... Itu salah satu talenta yang terlihat dari Akhyar...
Akhyar tidak perlu disuruh-suruh untuk belajar dan beraktivitas, orang tuanya tinggal memantau dan mengarahkan. Dia suka presentasi di acara da’wah kampus. Kebanyakan gaulnya sama mahasiswa juga. Dia juga suka nulis di blognya : http://akhyarkamili.blogspot.com/
Oh iya, dia juga orator

Yang terakhir ini teh, yang paling dominan mengarahkan Akhyar selama ini siapa ?
Nah, kalau itu abinya (tertawa)

Baiklah..., terima kasih atas waktu dan kesediannya, teh... Jazaakillaah teh, wassalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh
Waiyaaki, wa’alaykumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh


(Wawancara berlangsung via telpon oleh Tika Syahida)

DPR Apresiasi Anies Bentuk Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan.

Written By Riska Mardiana on Jumat, 13 Maret 2015 | 09.20

PKS Kota Bandung - Surahman Hidayat Apresiasi Anies Baswedan Dalam Pembentukan Gugus Pendidikan Anti Kekerasan



Pembentukan Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan oleh Kemendikbud mendapatkan apresiasi dari salah satu anggota Komisi X DPR RI,Surahman Hidayat. Saat di hubungi di Jakarta, (12/3) dirinya menjelaskan bahwa Pembentukan Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan adalah langkah positif untuk menjauhkan dunia pendidikan dari tindakan kekerasan. "Tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan tidak bisa di benarkan, dengan dalih apapun." Tegas Surahman

Saat ini ada pemahaman di dunia pendidikan yang mengganggap pendisiplinan dalam bentuk kekerasan,adalah hal yang wajar. " Padahal pembenaran untuk melakukan kekerasan sebagai bentuk disipliner baik sifatnya verbal maupun fisik, merupakan pelanggaran hukum." Jelas Surahman.

Karena itu menurut Surahman, siapapun yang melakukan kekerasan baik fisik maupun nonfisik merupakan pelanggaran hukum yang semestinya mendapatkan juga sanksi hukum.

"Bentuk pendisiplinan dengan kekerasan seperti itu hanya akan menghentikan perilaku sesaat. Siswa hanya akan takut dengan kekerasan itu sendiri,bukan dari akibat ketidakdisiplinan itu sendiri." Jelasnya

Pendidikan di Indonesia harus menghadirkan konsep pendidikan yang humanis, yaitu pendidikan yang mengandung nilai pembelajaran yang menghargai siapa saja yang terlibat. "Saatnya guru memperlakukan anak secara manusiawi. Guru harus memandang bahwa siswa adalah manusia yang sedang berada dalam taraf perkembangan." Tutup Surahman. (RD-Rosandi)

Dalam Penerimaan, Ada Kebahagiaan

PKS Kota Bandung - Dalam Penerimaan, Ada Kebahagiaan

Pernahkah anda merasa apa yang sedang terjadi pada diri anda seharusnya tidak terjadi? Berbagai kemalangan, musibah, hingga cobaan-cobaan kecil yang membuat hati sesak dan bertanya-tanya : Mengapa semua ini terjadi pada diri saya?

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang tetap mengerjakan shalatnya”
(Al-Ma’ārij [70]: 19-22)

Maka janganlah heran apabila dalam keseharian kita, selalu saja ada celah untuk berkata 'aduh', 'ya ampun', atau berbagai bisik keluhan lainnya. Mari kita ingat-ingat, kata apa yang sering terucap saat melihat hujan. Hampir dapat dikatakan pasti, kita semua mengucap 'duh, hujan!'. Jika pun tidak, mungkin dalam hati terbersit kekecewaan : jemuran tidak kering, harus menunda kepulangan karena takut kebasahan, kekhawatiran pada kerabat yang sedang berada di luar rumah/di tengah perjalanan, dan berbagai alasan kemalangan lainnya.

Dalam kasus yang lebih berat, lebih banyak lagi alasan kemalangan yang kita rasakan untuk kita keluhkan. Diakui atau tidak, barangkali beberapa dari kita pernah mengeluhkan takdir Allah mengenai keluarga atau pasangan kita. 'Mengapa orangtuaku seperti ini?' , 'Mengapa pasanganku seperti ini?'. Kesalahan dan kekurangan alamiah orang di sekitar kita pun seringkali menjadi faktor keluhan kita. Lalu dimana letak kebahagiaan jika sehari-hari kita seolah hanya menemui kemalangan? Benarkah Allah lebih banyak menciptakan ujian dan kemalangan daripada berkah kebahagiaan?

Padahal, fa inna ma'al 'ushri yushroo, inna ma'al 'ushri yusroo.

Lalu mengapa Allah menciptakan keluh kesah pada diri manusia? 
Renungkanlah. Bukankah kebahagiaan yang terbit setelah kesusahan itu terasa lebih indah?
Bukankah berbuka selepas puasa panjang terasa amat manis?
Jika demikian, adakah rasa bahagia itu akan terkecap manis dan segar jika tak ada kesedihan?

Jadi, bolehkah kita berkeluh kesah? 
Boleh bersedih, tapi janganlah berkeluh kesah. Terimalah episode kehidupan kita dengan kesabaran dan kesyukuran. Insya Allah, dalam penerimaan ada kebahagiaan. (RD)

 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com