Latest Post

Hijrah Langkah Menuju Kemajuan Ummat Islam

Written By Fauziah Humaira on Sabtu, 25 Oktober 2014 | 10.19

Hijrah Langkah Menuju Kemajuan Ummat Islam
Hijrah Langkah Menuju Kemajuan Ummat Islam
Sumber: http://islam.ru/en/content/story/hijrah-calendar-landmark-world-history

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At- Taubah Ayat 20-22)

Selama lebih dari 12 Tahun di Mekkah Rasulullah Saw menyebarluaskan Islam, masih sangat sedikit orang-orang yang tertarik terhadap Islam. Sebaliknya lebih banyak orang-orang yang tetap dalam kemusyikan. Mereka bahkan kokoh menyembah berhala, mempercayai ramalan-ramalan, berjudi, minum khamar, dan lain sebagainya.

Tatkala Khalifah II Umar bin Khatab menetapkan penanggalan tahun baru Islam dimulai dari hijrahnya Rasulullah Saw dari Mekkah ke Madinah 20 abad yang lampau adalah dengan satu motivasi, supaya semangat nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa hijriah itu memantul kedalam jiwa dan kehidupan ummat Islam. Terutama nilai-nilai yang melukiskan tentang semangat perjuangan, kebulatan tekad menghadapi tantangan-tantangan dan keteguhan pendirian mencapai cita-cita.

Peristiwa hijrah itu, seperti dikatakan Umar bin Khattab sendiri: “Hijrah itu memisahkan antara yang Haq dengan yang Bathil”.

Hijrah itu adalah merupakan tonggak-pancangnya dari perkembangan Islam, yang disebutkan oleh pengarang “Encyclopaedi of Islam” dengan “starting-point of the Islamic era”, yaitu titik awal dari pengembangan atau kebangkitan Islam.

Dalam Kitab Al Quran di temukan 30 kali kata-kata yang berasal dari akar-kata “Hajara” itu. Antara lain seperti dikutip pada awal tulisan ini. Pada ayat yang dikutip diatas yakni QS. At-Taubah Ayat 20-22, kata hijrah itu dikaitkan dengan kata-kata “Iman dan Jihad” yang menunjukkan bahwa peristiwa hijrah itu berdasarkan Iman (keyakinan) dan merupakan salah satu Jihad (perjuangan) mencapai cita-cita dan tujuan.

Setiap merayakan atau memperingati tahun baru Islam, maka nilai-nilai itu haruslah memantul dan meresap kedalam kehidupan kaum Muslimin, yaitu keyakinan akan kebangkitan dengan bentuk Ruhul Jihad, daya juang, keberanian, tahan menderita, teguh hati, sabar dan semangat syuhada yang tetap menyala-nyala.

Menurut Almarhum Prof. Mahmud Syaltut mantan Rektor Al Azhar University bahwasanya Hijrah terbagi menjadi dua bagian, yaitu Hijratul Qolbiyah (hijrah hati) dan Hijratul Badaniyah (hijrah fisik).

Kaum Muhajirin di bawah kepemimpinan Rasulullah Saw sudah menunjukkan bahwa sebelum hijratul badaniyah (hijrah fisik) mereka sudah lebih dahulu melaksanakan hijratul qolbiyah, sehingga tatkala datang saatnya untuk menyingkir secara fisik, mereka sudah siap mantap meninggalkan harta bendanya.

Duabelas tahun lamanya mereka berada ditengah-tengah kemusyikan, kezaliman, kepalsuan dan yang seumpamanya, tapi mereka tidak terpengaruh atau hanyut walaupun mereka tidak menyingkir dari tempat yang penuh kemungkaran itu.

Di zaman yang dinamakan oleh sebagian orang dengan julukan “Jahiliyah Modern” ini perlu ditegakkan sikap hijratul qolbiyah itu, berusaha jangan sampai terlibat atau melibatkan diri ke dalam sesuatu yang ditentang oleh hatinurani sendiri.

Banyak orang-orang yang hatinya tidak kuat dan akhirnya terlibat atau terjerumus ke dalam lembah kemerosotan itu. Kadang-kadang untuk menghibur diri dan mengemukakan alasan bahwa dia masuk dalam sesuatu yang bertentangan dengan hatinuraninya itu ialah dengan tujuan untuk melakukan perubahan diri.

Kalau memang pendirian dan mentalnya cukup kuat, hal itu adalah suatu siasat yang terpuji. Tapi, kenyataan menunjukkan bahwa “niat baik’ yang demikian selalu saja keterbalikkannya, terbuai dan lupa akan tujuan hijrah hatinya.

Maka demikianlah nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa hijrah itu seharusnya membentuk jiwa ummat Islam menjadi kuat dan mantap, mempunyai cita-cita dan pendirian, Istiqomah. Di zaman yang penuh dengan tantangan ini seringkali orang menjalankan safety-first policy, yaitu politik mencari keselamatan dan keamanan diri sendiri, jika perlu dia tidak keberatan hidup dalam dua alam; pertama hidup di air; kedua hidup di darat, yang dalam ilmu Biologi dikenal dengan istilah amphibi.

Untuk meningkatkan perayaan atau peringatan tahun baru Islam itu adalah kewajiban dan tanggung jawab ummat Islam pada umumnya, khususnya pemimpin-pemimpin Negara-negara Islam sesuai dengan keputusan organisasi konperensi Islam (OKI) atau Islamic Conference yang semenjak 20 tahun lampau sudah menetapkan bahwa permulaan abad ke XV hijriyah (tahun 1400) dijadikan lepas landas (take off) Kebangkitan Dunia Islam.

Semenjak keputusan tersebut diambil memang banyak tantangan yang dihadapi oleh ummat Islam dan Negara-negara Islam pada umumnya yang menjadi kendala mewujudkan cita-cita ummat Islam. Diantara tantangan-tantangan yang datang dari luar, seperti isu Palestina, dan masalah “intern dunia Islam” nilai-nilai keislaman yang sudah ternoda oleh aksi fundamentalis terjadi pemberontakan di tubuh Islam itu sendiri dengan berbagai konspirasi-konspirasi dari tekanan luar.

Walaupun demikian ummat Islam haruslah bersyukur bahwa selama masalah “intern dunia Islam” ini belumlah selesai tapi disebagian lain banyak juga perkembangan-perkembangan yang terjadi pada dunia semisal sekarang dunia Islam masih mendominasi dalam perubahan-perubahan melalui Ekonomi, Sosial dan Politik.

Hal ini berdasarkan fakta dilapangan yaitu pertama yang menyebabkan kaum muslimin harus optimis adalah meningkatnya jumlah kaum muslimin dari tahun ke tahun jumlah (kuwantitas) kaum muslimin bertambah. Tetapi bukan hanhya kwantitasnya saja akan tetapi kuwalitas kaum muslimin pun meningkat. Di Negara-negara barat pada umumnya banyaknya pendatang-pendatang baru yang memeluk Islam (kaum Mu’allaf) dan bayak pula yang perperan serta juga memegang posisi dalam berbagai-bagai bidang, baik negarawan, ilmuwan, pada umumnya cendikiawan yang keunggulan dan kelebihan mereka itu menyumbangkan hal-hal yang memberikan pengharapan bagi kemajuan dunia Islam. Dalam sebuah buku yang berjudul “Islam Our Choise” (Islam Pilihan Kita) dimuat keterangan dari 46 orang-orang yang mempunyai posisi dan kedudukan yang penting dalam berbagai-bagai bidang menjelaskan motivasi mereka memeluk Islam, yang pada umumnya didasarkan kepada pertimbangan zaman.

Factor kedua, ialah atas karunia yang dilimpahkan Allah SWT kepada Negara Islam berupa rezeki, banyaknya pengusaha-pengusaha muda Islam yang mengembangkan usahanya dan sebagian dari usaha mereka walaupun kecil mereka memanfaatkan juga untuk pengembangan Islam atau memberikan bantuan dana-dana dari sebagian rezeki mereka untuk perkebangan dunia Islam.

Factor ketiga adalah mekanisme yang sudah terdapat pada Negara-negara yang tergabung dalam OKI, yaitu yang setiap tahunnya mengadakan konprensi diamana setiap Negara mengirimkan delegasi Mentri Luar negerinya untuk membahas secara regular tentang kepentingan Ummat Islam secara keseluruhan. Imam Syafi’i pernah berkata: ”Memang sebenarnya zaman itu sugguh menakjubkan, sekali waktu engkau akan mengalami keterpurukan, tetapi pada saat yang lain engkau memperoleh kejayaan”.

“Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Ash Shaff Ayat 13)

Tahun baru hijriyah menjadi momentum bagi Ummat Islam untuk terus mengimplementasikan keistiqomah dalam mempertahankan esensi sebuah keoptimisan visi dan misi untuk terus bangkit dan selangkah lebih maju dari tahun ke tahun dengan berpedoman pada Al Quran dan Sunnah. (eps_elhidayah)














Jalani General Check Up, Anggota Dewan PKS Berharap Bisa Bekerja Optimal

Written By Riska Mardiana on Jumat, 24 Oktober 2014 | 12.08


PKS Kota Bandung - General Check Up Aleg PKS

Hari ini, Jum'at (24/10) sejak jam delapan pagi, semua anggota DPRD dari Fraksi PKS menjalani General Check Up di Laboratotium Prodia, Jalan Buah Batu Bandung. Keenam kader PKS yang terpilih menjadi wakil rakyat kota Bandung tersebut adalah Haru Suandharu, Tedy Rusmawan, Teddi Setiadi, Yudi Cahyadi, Salmiah Rambe, Endrizal Nazar.

Menurut Haru Suandharu, hasil general check up ini nantinya bisa dipakai sebagai acuan dalam menjaga kesehatan. Yudi Cahyadi menimpali, "General Check Up ini diharapkan bisa menunjang sisi kesehatan, mengingat aktifitas anggota dewan yang padat". Sementara ketika ditanyakan kepada Endrizal Nazar tentang General Check Up ini ia menjelaskan, "Setahun sekali anggota dewan diikutkan program asuransi kesehatan dan salah satu fasilitasnya dengan General Check Up. Pemeriksaan meliputi gula darah, denyut jantung, asam urat, kolesterol, dll".

Sebagaimana diketahui, pemeriksaan General Check Up bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan yang masih tersembunyi dan belum menunjukkan gejala, terutama penyakit cardio vascular, penyakit ginjal, penyakit liver dan diabetes mellitus. Selain itu General Check Up perlu untuk mendeteksi dini penyakit lainnya, juga menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan seseorang secara umum.

Semoga General Check Up para wakil rakyat dari PKS ini menggembirakan hasilnya, sehingga bisa optimal bekerja untuk kesejahteraan seluruh masyarakat kota Bandung. (Frieda)

Mengapa Bulan Oktober Bandung Panas ?

Written By Budi Haryana on Kamis, 23 Oktober 2014 | 11.55

Mengapa Bulan Oktober Bandung Panas ?


Bandung yang biasanya sejuk kini makin panas, terutama Oktober ini, mengapa?  Bandung dan banyak kota besar di Jawa makin panas adalah efek gabungan beberapa faktor: faktor astronomis, meteorologis, dan antropogenik (akibat ulah manusia).

Faktor astronomis adalah posisi matahari berada di atas Jawa pada Oktober ini, sehingga saat tengah hari efek pemanasan tegak lurus relatif bertambah. Faktor meteorologis berupa masih minimnya liputan awan saat akhir musim pancaroba dan berkurangnya efek pendinginan dari arah Australia. 

Dua faktor itu adalah faktor yang secara rata-rata tetap sepanjang tahun pada bulan Oktober. Faktor ke tiga, faktor antropogenik, semakin tahun semakin parah. Faktor antropogenik berupa fenomena "pulau panas perkotaan", yaitu kota makin panas karena peningkatan CO2 perkotaan yang menjebak panas dengan efek rumah kaca. CO2 meningkat dari tranportasi, industri, dan rumah tangga, sementara pohon sebagai penyerap CO2 makin berkurang.

Itulah jawabannya mengapa bulan Oktober Bandung panas


Sumber : Thomas Djamaluddin 
Profesor Riset Astronomi Astrofisika
di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)


Mengapa Bandung Panas
Mengapa Bandung Panas 
*Tulisan dimuat atas ijin Ybs.

Membentengi Sekolah dari 'Predator' Anak

Written By Riska Mardiana on Selasa, 21 Oktober 2014 | 06.25

Membentengi Sekolah dari Predator Anak

Membentengi Sekolah dari Predator Anak
PKS Kota Bandung - Membentengi Sekolah dari Predator Anak


Sekolah adalah tempat dimana orang tua menitipkan anaknya dalam menjalani masa tumbuh kembangnya. Sebesar apapun peran orang tua dalam proses pembelajaran anaknya, sekolah punya peran strategis yang sulit rasanya digantikan oleh orang tua kecuali dalam keadaan yang benar-benar khusus.

Namun demikian, belakangan ini kejahatan pelecehan seksual terhadap anak justru dilakukan oleh pihak yang bekerja dan/atau setidak-tidaknya mempunyai hubungan kerja dengan pihak sekolah. Misalnya dalam kasus dugaan pelecehan seksual anak yang terjadi di Jakarta International School (JIS), tersangkanya adalah karyawan out sourcing di sekolah tersebut.

Dalam tataran lokal, terjadi pula kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di salah satu sekolah dasar terkemuka di Bandung. Terduga pelaku adalah seorang sopir antar jemput sekolah, yang terbiasa “jail” dan sering memegang kemaluan para korban. Pembuktian tindakan pelaku menjadi sulit, karena visum at repertum tidak akan dapat mendeteksi bekas rabaan dan/atau pegangan di alat kelamin korban. Hal ini berbeda dengan kasus sodomi yang “mudah” teridentifikasi bila ada luka di bagian anus.

Menghadapi bahaya kejahatan tersebut, setiap sekolah perlu memiliki Standard Operational Procedure (SOP) yang mengatur tata cara interaksi warga sekolah. SOP ini tidak hanya meliputi interakasi guru dan muridnya, tapi juga mengatur interaksi dan pengawasan terhadap supir, cleaning service, dan warga sekolah lainnya agar kejadian pelecehan seksual dapat dihindari sedari awal.

Setiap warga sekolah, harus mulai mengenal dan mempraktikan apa yang disebut dengan “underwear rule” dimana setiap orang harus mengenal bagian tubuh mana saja yang boleh dipegang dan mana yang tidak boleh dipegang bahkan dengan maksud bercanda sekalipun. Setiap anak, orang tua, guru, dan bahkan semua pihak harus menghormati peraturan ini.

Lebih jauh lagi, sekolah yang dalam hal ini sebagai lembaga penyedia layanan pendidikan harus memperhatikan setiap latar belakang pekerjanya mulai dari kepala sekolah, guru, supir antar jemput, dan lainnya agar dapat dipastikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam aktifitas kegiatan sekolah baik itu dalam rangka kegiatan belajar mengajar atau kegiatan lainnya bisa dipastikan tidak bermasalah di tempat kerja sebelumnya.

Kepemilikan SOP dan rekam jejak ini menjadi penting bagi sekolah setidaknya dalam dua hal, pertama; tentang tanggung jawab sekolah atas perbuatan pekerjanya, dalam Pasal 1367 KUHPerdata menyatakan;

“Seseorang tidak hanya bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan orang – orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan barang-barang yang berada dibawah pengawasannya. 

Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh pelayan atau bawahan mereka dalam melakukan perkerja yang ditugaskan kepada orang-orang itu.”

Jadi sangat jelas, bahwa pihak sekolah dalam ketentuan yang diatur dalam pasal 1367 KUHPerdata harus bertanggung jawab segala tindakan pegawainya selama dalam jam kerja.

Kedua, untuk menunjukan itikad baik dan membatasi tanggung jawab sekolah. Misalnya bila sekolah sudah membuat SOP serta telah mengkonfirmasi status pekerjanya tidak bermasalah di tempat mereka bekerja sebelumnya, namun masih terjadi juga pelecehan seksual, maka sekolah dapat membuktikan pada kepolisian dan aparat hukum lainnya bahwa sekolah sudah beritikad baik dalam proses pencegahan pelecehan seksual anak.

Pada akhirnya melindungi anak-anak di sekolah tidak saja menyelamatkan orang perorangan, namun lebih besar lagi kita sedang menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.

Firman Hidayat,SH
Direktur Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia 
Cabang Jawa Barat

Artikel Lainnya :


Training For Trainer Sekolah Ibu Se-Kota Bandung

Written By Fauziah Humaira on Sabtu, 18 Oktober 2014 | 23.03



PKS Kota Bandung - Sekolah Ibu


Sekolah Ibu PKS Bandung

BANDUNG (18/10) – Bidang pemberdayaan perempuan (Bidpuan) Partai Keadilan Sejahtera mengadakan acara Training of Trainer (TFT) Sekolah Ibu. Terlihat lebih dari seratus peserta memenuhi ruangan aula DPD PKS kota Bandung. Acara yang dimulai sejak pagi ini menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya.

PKS Kota Bandung - Sekolah Ibu
Para peserta terlihat sangat serius mengikuti acara

PKS Kota Bandung - Sekolah Ibu


Materi pertama di isi oleh Rosidah Carum, psikolog klinis. Dalam hal ini, Rosidah membahas tentang “Tangki Cinta”. Dalam prolognya Rosidah menyampaikan, “Jika anda ingin mengungkapkan cinta kepada anak anda maka berbicaralah dengan bahsa cinta mereka. Dengan demikian mereka bisa merasakan cinta anda.” Kita semua mempunya tangki cinta psikologis yang harus diisi, jika cinta ditujukan kepada anak maka orang tuanyalah yang sebaiknya mengisi tangki tersebut, begitu tambahnya.

Acara ini bertujuan mempersiapkan trainer sekolah ibu. Peseta dibekali ilmu yang cukup untuk mengisi sekolah ibu yang ada di unit mereka masing-masing. Saat ini tercatat 213 unit sekolah ibu yang tersebar di kota Bandung.

Masyarakat sekarang lebih kritis, training sekolah ibu ini merupakan salah satu jawaban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini. Dalam wawancara Rosidah menyebutkan, ketika kita ingin memberi berarti kita harus punya bekal. pembekalan dalam training ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi dalam masyarakat.

“Ibu-ibu PKS itu luarbiasa… Kedatangan mereka kesini dengan membawa anak merupakan bukti antusiasnya mereka menuntut ilmu. Tentu saja hal ini di dasari oleh rasa cinta. Ya.. kecintaan mereka untuk berbagi ilmu pada masyarakat sekitar.” (Rosidah Carum, Sabtu (18/10).

PKS Kota Bandung - Sekolah Ibu

Di akhir acara, Rosidah menitipkan pesannya untuk para peserta untuk tetap menjadi ibu pembelajar. Jangan pernah berhenti belajar karena waktu terus berubah maka masalah juga semakin banyak dan solusi dari semua itu adalah ilmu. Dengan bekal ilmu yang cukup maka masalahpun dapat dihadapi dengan bijaksana.

Baca juga : Menjaga Sekolah dari 'Predator' Anak

Mengawal Bandung Juara melalui Balegda

Fraksi PKS Bandung Balegda
Fraksi PKS Kota Bandung
Badan Legislatif Daerah (Balegda) DPRD Kota Bandung kini telah dilantik dengan Ketua Balegda yang baru yaitu Tedi Setiadi,S.Sos dari Fraksi PKS. Pengamat menilai pengangkatan Tedi Setiadi sebagai Ketua Balegda dinilai sudah tepat mengingat pengalaman sebelumnya yang pernah menjabat di Balegda periode sebelumnya. Diharapkan dengan pengalamannya tersebut bisa langsung tancap gas dalam mengawal perda/perwal di Kota Bandung.

Dimintai keterangan tentang hal ini, Ketua Fraksi PKS Tedy Rusmawan mengomentari hasil Sidang Paripurna hari ini Jum'at 17 Oktober 2014 pukul 10.30 WIB. Tedy Rusmawan mengatakan, Balegda bisa mengawal Bandung Juara melalui Peraturan daerah (Perda/Perwal) yang mendukung program RIDO seperti janji kampanye tahun kemarin diantaranya : Puskesmas gratis, bantuan 100 juta / RW dan lain sebagainya. Selain itu diharapkan Balegda mampu melakukan evaluasi terhadap Perda-perda yang sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan saat ini.

Dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung tadi juga menempatkan Aleg-aleg PKS dalam beberapa posisi kelengkapan dewan dan didalam komisi, rinciannya sebagai berikut:

Haru Suandharu      : Wakil Ketua DPRD Kota Bandung
Tedy Rusmawan     : Ketua Fraksi, Anggota BK, Anggota Komisi B
Tedi Setiadi             : Ketua Balegda, Anggota A
Endrizal Nazar        : Wakil Ketua Komisi D, Anggota Banggar
Yudi Cahyadi          : Anggota Banggar, Anggota Komisi C
Salmiah Rambe       : Anggota Komisi D

Lingkup Komisi
Komisi A     : Membidangi Pemerintahan
Komisi B     : Membidangi Ekonomi dan Keuangan
Komisi C     : Membidangi Pembangunan dan Infrastruktur
Komisi D     : Membidangi Kesra

Oded M. Danial Terima Penghargaan di HPS

Written By Fauziah Humaira on Jumat, 17 Oktober 2014 | 17.49

Oded M. Danial Terima Penghargaan di HPS


Oded MD terima penghargaaan Gubernur Jabar
Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) melakukan penyerahan penghargaan kepada M. Oded Danial (Wakil Wali Kota Bandung)
BANDUNG (17/10) – Hari ini Kota Bandung kembali mencatat sejarah perjalanan RIDO (red-Ridwan Kamil - M. Oded Danial) memimpin kota Bandung. Sebuah penghargaan atas keberhasilan penyaluran raskin terbaik provinsi Jawa Barat. Ini merupakan salah satu lagi bukti keseriusan pasangan RIDO dengan jargonnya “Bandung Juara” dalam mewujudkan Bandung yang lebih baik.


Acara penerimaan penghargaan di gelar di Gedung Sate Bandung. Dalam hal ini Oded M.  Danial ditunjuk mewakili penerimaan penghargaan ini yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Bapak Ahmad Heriawan.

Penghargaan ini diberikan dalam acara Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-34 Tingkat Provinsi Jawa Barat. Acara ini menjadi momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat serta pihak yang berwenang terhadap pentingnya penyediaan pangan. Hal penting lainnya yang diharapkan di peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yaitu meningkatnya pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam hal pengembangan produk, teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.
Oded MD terima penghargaaan Gubernur Jabar
M. Oded Danial mewakili penerimaan penghargaan peringatan Hari Pangan sedunia ke-34

HNW Desak Kerjasama Internasional Tangani Virus Ebola

Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid
Melihat perkembangan yang sangat mengkhawatirkan saat ini di dunia yaitu ancaman dari pesebaran Virus Ebola (Ebola Virus Disease), Inter-Parliementary Union (IPU) mengadakan sidang ke 131 di Jenewa, Swiss dengan pembahasan khusus (Emergency Item) diantaranya tentang pesebaran Virus Ebola. Hidayat Nur Wahid (HNW) diutus sebagai Delegasi RI dalam Sidang IPU kali ini.

Dalam acara yang bertajuk “the role of parliaments in supporting an immediate an robust international response to the Ebola epidemic” itu HNW mengatakan bahaya yang ditimbulkan oleh penyebaran virus Ebola merupakan ancaman nyata terhadap masyarakat internasional.
"Diperlukan upaya dari seluruh negara untuk melakukan kerjasama serta memberikan bantuan nyata kepada negara-negara yang saat ini menjadi korban dari penyebaran virus Ebola (affected countries)," ujarnya.
Dalam penjelasannya pula beliau mengatakan bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh Virus Ebola memiliki beberapa dimensi, baik dimensi kemanusiaan maupun dimensi sosial yang mau tidak mau harus ditangani secara bersamaan.
“Sebagai bagian dari masyarakat internasional, para anggota parlemen di seluruh negara anggota IPU memiliki peran yang sangat penting dalam rangka memperkuat sistem kesehatan di negaranya masing-masing secara menyeluruh," tegasnya. Terutama, tambah Hidayat melalui pembahasan dan pengesahan berbagai hukum nasional yang akan memperkuat kebijakan nasional di bidang kesehatan.
Tahun 2014 merupakan wabah terberat Ebola dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Data WHO per tanggal 10 Oktober 2014 menunjukkan terdapat 8.376 kasus Ebola yang menyebar di berbagai negara Afrika Barat. Dan dalam perkembangannya menjadi sangat mengkhawatirkan dimana Virus ini sudah mulai menjangkit di beberapa negara selain Afrika Barat.

Artkel Terkait:
Hidayat Nur Wahid, Kesederhanaan Sang Wakil Ketua MPR

Mengenal Virus Ebola (Ebola Virus Disease) dan Pencegahannya

Written By alimoel soekarno on Rabu, 15 Oktober 2014 | 17.48


ilustrasi pemberantasan Virus Ebola

Sejarah

Pada tahun 1976, Sudan dan Zaire, yang kini dikenal sebagai Democratic Republic of Congo, merupakan dua negara yang pertama kali melaporkan kasus penyakit virus Ebola. Sudan mencatat sebanyak 284 kasus, sedangkan Zaire 318 kasus. Lebih dari setengah penderitanya meninggal dunia. Virus ini diberi nama Ebola berdasarkan nama sungai di Yambuku, Zaire, tempat pertama kali ditemukan penderita kasus ini.

Tahun 2014 merupakan wabah terberat Ebola dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Data WHO per tanggal 10 Oktober 2014 menunjukkan terdapat 8.376 kasus Ebola yang menyebar di berbagai negara Afrika Barat. Agen Penyebab Ebola

Virus Ebola merupakan salah satu virus penyebab demam berdarah yang berasal dari famili Filoviridae. Sekitar lebih dari 30 virus tercatat sebagai penyebab demam berdarah. Mereka terdiri atas famili Filoviridae, Arenaviridae, Bunyaviridae dan Flaviviridae. Flaviviridae merupakan famili virus Dengue yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sampai saat ini terdapat lima serotipe virus Ebola yaitu, Zaire, Bundibugyo, Sudan, Reston dan Ta├» Forest. Tiga spesies pertama merupakan penyebab wabah yang terluas wilayah penyebarannya. Wabah Ebola pada tahun 2014 disebabkan oleh virus Ebola serotipe Zaire.

Gejala Klinis

Setelah menginfeksi manusia, virus Ebola membutuhkan waktu inkubasi (masa jeda antara masuknya virus sampai menimbulkan gejala) 2−21 hari. Gejala yang timbul pertama kali adalah demam yang mendadak tinggi (lebih dari 38,6°C), nyeri otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan. Keluhan ini diikuti dengan muntah, diare, warna kemerahan di kulit, gejala gangguan ginjal dan hati (buang air kecil berkurang dan sakit perut). Pada beberapa kasus terjadi perdarahan yang tampak dari luar seperti lebam kulit, perdarahan gusi, dan mimisan, atau perdarahan pada saluran pencernaan (buang air besar menjadi kehitaman atau berdarah).

Demam berdarah akibat virus Ebola relatif lebih berat dibandingkan dengan demam berdarah akibat virus lain. Hal ini tampak dari tingginya persentase kematian akibat Ebola yang mencapai 90% (wabah di Congo tahun 2003).

Penularan dan Cara Pencegahannya

Ebola disinyalir pertama kali menular ke manusia melalui perantaraan hewan liar di sekitar hutan Afrika Barat. Salah satu hewan yang terkonfirmasi sebagai pembawa Ebola adalah sejenis kelelawar pemakan buah. Selain kelelawar ini, Ebola dapat menular ke manusia melalui simpanse, gorila, berbagai jenis kera, rusa afrika, dan landak yang ditemukan mati. Ebola menular antar manusia melalui kontak langsung lapisan mukosa atau luka (kulit terbuka) yang tersentuh darah, air liur, organ, atau cairan tubuh lain penderita. Kontak dengan permukaan alat atau barang seperti pakaian dan tempat tidur yang terkontaminasi cairan tubuh penderita juga berpotensi menularkan Ebola. Jika seseorang terinfeksi Ebola namun belum menunjukkan gejala, dia tidak dapat menularkan Ebola. Setelah periode sakit dilewati dan pasien tersebut membaik juga tidak dapat menularkan Ebola. Hanya saja virus Ebola yang aktif masih ditemukan di cairan sperma orang yang pernah sakit sampai 3 bulan lamanya setelah sembuh. Pasien seperti ini disarankan untuk tidak melakukan aktivitas seksual atau menggunakan kondom selama 3 bulan pasca penyembuhan. Sejauh ini belum ada kasus Ebola yang terbawa ke Indonesia.

Penulis:
Dr. M. Ersyad Hamda
Pengajar di Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi Fakultas Kedokteran Unpad

Editor:
Dr. Genis Ginanjar Wahyu

Kamu Bukanlah Robot Peradaban


Generasi muda
Banyak orang bilang, globalisasi ini puncak dari peradaban manusia. Hubungan antar negara semakin mudah, bahkan orang berlalu lalang ke berbagai negara pun mendapatkan akses dengan mudah.
Bahkan dimana-mana orang semakin tergiurkan dengan sekolah ke luar negeri dan juga bekerja di perusahaan asing adalah hal yang membanggakan.
Namun tanpa kita sadari ada yang hilang dalam diri kita, sesuatu yang mendasar yang bisa dibilang bahwa manusia lebih berakal dibanding makhluk lainnya. Semakin hari, semakin banyak hal-hal yang terjadi, hal yang dimata orang terlihat baik padahal itu hal yang buruk. Disaat hal buruk semakin banyak dilakukan oleh banyak orang, disaat hal buruk mulai terlihat biasa.
Saat zaman dulu, organisasi adalah hal yang wajib untuk diikuti, bahkan hampir semua orang pasti banyak yang berorganisasi.

Kini, semakin banyak orang yang study oriented, belajar dan bekerja keras untuk mendapat nilai yang baik. sudah ter  frame kan, jika tidak dapat nilai bagus maka masa depan kita pun akan hancur. Esensi akan belajar kini sudah mulai menghilang, fokus belajar sebenarnya adalah "dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti".
Esensi akan belajar sudah bergeser ke arah kuantitas bukan kualitas, banyak kini para pembelajar berbondong bondong untuk masuk perguruan tinggi yang bagus, dengan harapan mereka dapt memiliki masa depan yang lebih baik. Tidak ada yang salah saat kita berikhtiar namun saat tujuan kita semakin kuantitas maka kualitas kita akan menurun. Maka jangan heran jika generasi sekrang dipenuhi oleh orang-orang yang tidak bebas secara ide dan fikiran.

Mereka terkukung oleh aturan yang membuat fikiran mereka tak bisa lepas, padahal Islam mengajarkan bahwa peradaban itu berada di tangan generasi muda nya. Namun bagaiman dengan keadaan generasi yang hanya mencari aman, takut menghadapi tantangan, saat gagal merasa dunia ini hancur.

Bagaimana mungkin peradaban yang hebat dapat dibentuk oleh generasi sepert ini?
Mulai belajar mengembalikkan esensi dari belajar, bahwa "kita harus mengerti", jangan sampai saat ilmu itu sudah di ujiankan dan kita mendapat nilai bagus, maka ilmu itu langsung hilang dari otak kita, ini membuktikkan bahwa tak ada ilmu yang kita pelajari, kita hanya membuatng waktu untuk mengejar nilai, yang sebenarnya itu bukanlah yang dibutuhkan suatu peradaban.

Peradaban membutuhkan generasi-generasi yang faham akan apa yang mereka kerjakan, dan memiliki tujuan yang jelas dan mempunyai jiwa membangun dan memberi manfaat untuk disekitarnya.
Karena dunia ini tidak membutuhkan orang-orang yang hanya memikirkan diri mereka sendiri, dunia ini mempunyai siklus yang harus dilakukan bersam bukan individual.

Bersedihlah jika kita termasuk orang yang diberikan IQ tinggi namun hanya bisa menyelamatkan diri sendiri, tak ada kontribusi yang berarti untuk lingkungan sekitar.
Bersedihlah saat di usia kita sekarang, kita masih berkutit dengan masalah kita sendiri, hingga tak sempat untuk membantu orang disekitar kita.
Bersedihlah saat kita yang mempunyai pendidikkan tinggi kalah dengan orang yang tidak berpendidikkan tetapi dia bisa berkontribusi banyak untuk banyak orang.
Bersedihlah, ternyata tanpa sadar kita sedang mendidik diri menjadi "Robot Peradaban", yang terkekung oleh sistem manusia, hingga manusia lebih kita takutkan dibanding Allah SWT.

Banyaklah ber istighfar dan perbaiki diri ini segera mungkin, sebelum waktu yang diberikan oleh Sang Pemilik waktu habis dan akhirnya hanya penyesalan yang kita dapat. (Ipah)
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com