Latest Post

Hadapi MEA, Jangan Jual "Bahan Mentah"

Written By alimoel soekarno on Kamis, 28 April 2016 | 16.19



KOTA BANDUNG -- Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah berlaku sejak 31 Desember 2015, artinya MEA efektif pada Tahun 2016 ini. Dengan diberlakukan MEA, Indonesia khususnya Jawa Barat harus mampu menghadapi segala tantangan yang ada agar dapat bersaing dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara
lainnya.

"MEA adalah pilihan pasti, tidak ada tawar menawar, kita tidak bisa mundur," ungkap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat membuka Seminar 'Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)', di Hotel Horison Bandung, Kamis (28/04/16).

Kegiatan Seminar yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat ini pun ditujukan untuk meningkatkan kerjasama antara BPS, Pemerintah, Praktisi, Pelaku Ekonomi, Asosiasi, dan Akademisi untuk
berkontribusi optimal dalam mengkaji perbaikan dan penyempurnaan kualitas data perekonomian di Jawa Barat, dalam rangka menghadapi MEA. Sekaligus memantapkan penyelenggaraan Sensus Ekonomi (SE) 2016.

Menurut Aher, terdapat empat hal yang akan menjadi fokus utama MEA. Pertama, negara-negara di kawasan Asia Tenggara akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi sehingga akan membuat arus
barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan *skilled labour* menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Kedua, MEA akan membentuk sebuah kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi. Ketiga, MEA akan menjadi kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata. Keempat, MEA akan berintegrasi secara penuh terhadap perekonomian global.

Maka untuk menjawab tantangan ini, Gubernur Aher menuturkan, dibutuhkan upaya terobosan berupa solusi yang bersifat percepatan dan terobosan pada berbagai bidang pembangunan dalam menghadapi MEA. Salah satunya yaitu dengan membangun industri yang mandiri.

Artinya Sumber Daya yang dimiliki, perlu diolah dari hulu sampai hilir di dalam negeri. Berarti, sebuah produk dari mulai bahan mentah (sumber daya) hingga barang jadi/ siap dipasarkan. Perlu diolah sekaligus di dalam negeri
untuk meningkatkan nilai jual.

“Bila sebelumnya kebanyakan industri di Indonesia menjual bahan mentah ke 'luar'. Kemudian oleh 'pihak luar' diolah menjadi barang jadi yang bernilai 'fantastis'. Sudah saatnyalah barang jadi tersebut diproduksi sendiri,
secara mandiri. Sehingga akan membentuk daya saing yang kuat bagi industri di negeri kita,” kata Aher.

"Untuk mengakselerasi perekonomian di era MEA ini, kuncinya adalah kita membangun kemandirian dengan cara melakukan sebuah tindakan ekonomi dari hulu ke hilir. Artinya kita harus mengolah produk dari mulai bahan dasar
hingga ke barang jadi. Kita kalau tidak begitu kalah bersaing dengan orang luar kan," katanya.

"Kalau kita ahli menjual barang mentah mereka (asing) ahli menjual barang jadi kan bahaya. Nilai tambah itu terjadi ketika kita berhasil mengolah bahan mentah (hulu) menjadi barang jadi (hilir)," ujarnya.

*Sensus Ekonomi*

Terkait Sensus Ekonomi 2016, yang akan dilaksanakan 1- 31 Mei Tahun ini. Aher berharap SE 2016 kali ini dapat menjadi koreksi yang memperbaiki/menyempurnakan data-data perekonomian yang kurang valid pada sensus- sensus sebelumnya.

SE2016 merupakan pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) sehingga mampu memberikan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi non-pertanian berikut informasi dasar dan
karakteristiknya.

Selain itu juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia pada umumnya dan Jawa Barat khususnya, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan para pelaku ekonomi untuk menguatkan daya saing dan strategi pengembangan usaha, juga para akademisi.

Lebih lanjut, hal yang akan diperoleh dari  Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 antara lain: Pemetaan potensi (level) ekonomi menurut wilayah, jenis, dan pelaku usaha, benchmarking PDB/ PDRB, ketenagakerjaan, tersedianya *Sampling Frame* untuk berbagai kegiatan survei di bidang ekonomi (Survei Harga,
Survei Produksi, Survei Distribusi, Survei Jasa, adhoc dan lain- lain).

Kemudian, terbangunnya basis data dan *benchmark updating* Integrated Business Register (IBR), karakteristik usaha menurut skala usaha, karakteristik usaha unik seperti franchise, e- commerce, on line business,
Multi Level Marketing (MLM), pemetaan daya saing bisnis berdasarkan wilayah dan tinjauan prospek bisnis dan perencanaan investasi di Indonesia.

Hadir pada Seminar Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Bahdi Ruswana, kepala OJK Regional II Jabar Sarwono, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Soeko Wardojo, Guru Besar Unpad Popy Rupaidah, Para Rektor PTN/ PTS, Para Pimpinan BUMD/ BUMN, Kepala BPS Kabupaten/ Kota se- Jawa Barat para
Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menteri Pendidikan Se Asia Tenggara ke Bandung, Ada Apa?


 
Hari ini, Rabu (28/04/2016) Walikota Bandung Ridwan Kamil menerima para delegasi Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dalam kunjungannya ke Kota Bandung untuk melaksanakan kegiatan SEAMEO College Module I, The 2nd Strategic Dialogue for Education Minister. Para delegasi datang ke SMPN 1 Bandung untuk mengetahui sistem pembelajaran digital yang telah dilaksanakan di sekolah tersebut selama setahun terakhir.
Pada kegiatan tersebut, Ridwan memaparkan bagaimana Kota Bandung dibangun melalui berbagai perangkat digital, mulai dari pengelolaan tata pemerintahan, sistem keamanan, komunikasi, kesehatan, hingga sistem pembelajaran. Hal inilah yang membuat Kota Bandung dianugerahi predikat terbaik dalam hal Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) dari semula berada di peringkat 300an.
“Kami memiliki 300an aplikasi,” ungkap Ridwan.
Hal tersebut diapresiasi positif oleh para delegasi yang terdiri dari perwakilan Kementerian Pendidikan dari negara-negara ASEAN dan Timor Leste.
Dalam bidang pendidikan, Ridwan mengatakan bahwa 50% dari keseluruhan jumlah rombongan belajar di Kota Bandung juga telah menerapkan sistem digital dalam kegiatan belajar mengajar. Ia kemudian mencontohkan kepada para delegasi penggunaan smartboard dan twinning class system.
“Dengan smartboard ini, pembelajaran menjadi lebih mudah dan interaktif,” jelas Ridwan.
Smartboard merupakan papan tulis pintar yang berfungsi seperti tablet atau iPad raksasa. Teknologi layar sentuhnya memungkinkan guru dan siswa dapat lebih interaktif dan menarik. Siswa juga dibekali dengan tablet agar lebih terintegrasi.
Sementara itu, twinning class system merupakan metode pembelajaran yang memungkinkan guru mengajar di beberapa tempat dalam satu waktu, dan atau siswa belajar dari guru yang berasal dari tempat lain. Sistem ini menggunakan beberapa perangkat seperti webcam, layar, proyektor, dan koneksi internet. Siswa dan guru terhubung melalui video conference sehingga siswa maupun guru yang berasal dari berbagai tempat bisa saling berkomunikasi.
“Tidak hanya lintas kelas atau sekolah. Ke depannya bahkan lintas negara pun memungkinkan,” ujar Ridwan pada salah satu delegasi.
Menurut Ridwan, salah satu keunggulan dari twinning class ini adalah pemerataan materi dari guru yang kompeten. Sebab guru tersebut bisa mengajar di lebih dari satu tempat dalam waktu yang bersamaan.
“Teknologinya masih terus disempurnakan,” tutur Ridwan.
Melalui kegiatan ini, Ridwan berharap bisa saling belajar dengan negara-negara lain di ASEAN tentang sistem pembelajaran yang baik. Dalam pertemuan tersebut hadir pula Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana.

Maaf Kartini, Today is Not Yours


pksbandungkota.com - Karena wanita ingin dimengerti, itu adalah salah satu judul lagu band ternama Indonesia tentang seorang wanita. Begitupun yang dilakukan oleh Kartini, karena dia ingin dimengerti dan ingin setara dengan pria. Maka dia meminta lingkungan nya untuk mengerti. Dia memperjuangkannya dengan gigih berjuang untuk sekolah seperti nya para pria umumnya.
Kini bukan saatnya kita wanita berjuang seperti Kartini, Mengapa? Karena zamannya berbeda, namun tetap kita perlu berterima kasih atas perjuangan beliau. Dengan semangat yang dibawanya akhirnya kita para wanita mempunyai pemikiran yang lebih kritis dan tidak 'legowo' saja. 
Kini wanita dalam keadaan terpuruk karena peran wanita dan pria yang menjadi terbalik 180 derajat. Kini banyak wanita yang menduduki posisi tertinggi di dunia kerja nya, namun lupa akan tugas utamanya.

Dia lupa sebagai ibu untuk menjadi madrasah pertama anaknya, membimbing dan mendidik anaknya. Bukan hanya memberikan fasilitas saja karena fasilitas hanyalah alat bantu. Tetap saa komunikasi antar ibu dan anak itulah yang menjadi senjata utama.

Dia lupa sebagai seorang istri, mungkin di dunia kerja kita adaah seorang yang diandalkan oleh perusahaan dan bahkan semua orang mengikuti apa keinginan dan perintah kita. Tapi dirumah tetap lah kita seorang makmum yang harus patuh terhadap suami. 

Bukankah wanita hebat itu yang mampu menempatkan dirinya dimanapun, mampu mengetahui posisi nya saat dia ditempatkan. Maka janganlah kita menjadi faktor penyebab rusaknya generasi berikutnya karena ke egoisan kita akan ambisi apresiasi diri. Dengan munculnya generasi yang lebih baik maka itulah peran seorang wanita sudah berhasil.

Maaf Kartini, kini sudah saatnya kita semua satu fikiran bahwa setara itu bukan sama, adil itu bukan sama. Tapi setara adalah disaat wanita bisa mengerjakan hak dan kewajibannya sesuai kodrat yang sudah Allah SWT tentukan. Generasi ini butuh sosok seorang ibu, butuh seorang wanita yang mendidik dirinya dengan penuh rasa empati dan tanggung jawab. (Ipah)

Maghrib Mengaji, Sebuah Solusi?

Written By Hafizhotunnisa Ishmatullah on Rabu, 27 April 2016 | 14.50

Maraknya penggunaan gadget maupun tontonan TV serta games yang terkandung didalamnya kekerasan dan tayangan vulgar, dinilai mampu merubah pola perilaku anak-anak dan remaja saat ini. Sehingga untuk memperbaiki akhlak para anak-anak dan remaja yang sudah mulai kecanduan dengan TV, PS, HP, dan games sejenisnya dicetuskanlah program Maghrib Mengaji di Kota Bandung. Pada hari Selasa (26/4/2016) Radio LITA FM mengkajinya bersama dengan Kasubag Sosial Keagamaan Kesra Kota Bandung dan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung dalam acara Bincang Pagi Bandung Juara. "Program Maghrib Mengaji merupakan implikasi dari program bebas buta huruf Al-Qur'an", ujar Endrizal Nazar selaku Wakil Ketua Komisi D saat acara mulai mengudara. Sementara Lathif selaku Kasubag Sosial Keagamaan mengatakan, "Maghrib Mengaji merupakan program unggulan yang secara khusus difokuskan untuk anak-anak. Sehingga ketika waktu maghrib tidak ada kegiatan lain selain mengaji. Pemerintah akan memberikan surat edaran ke masyarakat agar program ini bisa dilaksanakan dari tingkat RW, kelurahan, kecamatan, sampai ke tingkat kota. Kegiatan akan dilaksanakan di masjid/madrasah dengan melibatkan para relawan."
Endrizal menambahkan, "Bandung unggul harus terlihat juga dari segi spiritual, sehingga dibuatlah program Maghrib Mengaji." Kang Doni selaku penyiar menanyakan bagaimana anggaran untuk program ini. "Sejauh ini anggaran hanya untuk seremoni (launching). Sementara untuk lokasi kegiatan dengan mengoptimalkan infrastruktur yang ada seperti masjid dan madrasah. Direncanakan untuk memberikan apresiasi kepada relawan melalui jalur hibah. Karena tahun 2017 pendidikan menengah sudah dikelola oleh provinsi diharapkan dukungan anggaran bagi kegiatan ini bisa lebih memadai." 
Launching Program Maghrib Mengaji sendiri akan dilaksanakan hari Jum'at besok (29/4/2016). Semoga program ini bisa berjalan lancar, terlebih lagi dikaitkan dengan Kota Bandung yang kembali dinobatkan sebagai juara umum MTQ.

Kader PKS di Kandang Marhaen


Sabtu, 23 April 2016 Gedung Indonesia Menggugat menjadi saksi lahirnya LBH Marhaenis Bersatu. Lembaga yang dibentuk untuk mengadvokasi kaum miskin urban. Dalam acara yang kental suasana merah ini, tampak seorang yang beda dari hadirin yang tampil, Yudi Cahyadi yang notabene adalah kader PKS yang juga anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bandung. Kehadiran Yudi membuktikan, bahwa pembelaan dan advokasi kepada warga miskin / marhaen adalah masalah kebangsaan yang harus dilakukan oleh semua pihak lintas ideologi.

Dalam diskusi  yang digelar bersamaan dengan launching LBH Marhaenis Bersatu, Yudi  menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap upaya penegakan hukum semakin menurun, hal ini disebabkan tidak sedikit oknum penegak hukum yang justru terlibat kasus hukum, ditambah adanya ketidakadilan dalam penegakkan hukum, sehingga masyarakat menilai penegakan hukum msh pandang bulu. Yudi yang juga merupakan sekretaris F-PKS DPRD Kota Bandung berharap hukum sebagai panglima betul-betul harus ditegakkan oleh aparatnya yang bersih, profesional dan berintegritas sehingga masyarakat diberikan kepastian hukum yang berkeadilan

Dalam kesempatan tersebut Yudi juga mengucapkan selamat dan apresiasi atas launching LBH Marhaenis Bersatu, berharap LBH Marhaenis Bersatu dapat mengawal dan mengimplementasikan Nawacita nya Bung Karno dalam bidang hukum yang saat ini sedang coba dilaksanakan pemerintahan presiden jokowi

Ketika dikonfirmasi ihwal kehadirannya di acara tersebut, Yudi menjelaskan bahwa sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk memenuhi setiap undangan, termasuk undangan dr LBH Marhaenis Bersatu, terlebih hal yang didiskusikan bertema keadilan, kemanusiaan dan kebangsaan yang bersifat universal. Dalam hal ini F-PKS akan senantiasa terdepan mendukung dan
bersinergi bersama elemen masyarakat lainnya. (Tyo)

Ummi Siti, Sosok Srikandi di belakang Mang Oded

Written By ipah umu Abiba on Selasa, 26 April 2016 | 18.13

Keluarga Oded M Danial

pksbandungkota.com - Masyarakat Kota Bandung mungkin tidak asing dengan nama Oded M Danial, wakil Walikota Bandung yang begitu setia menemani Kang Emil untuk memimpin Paris Van Java. Namun tahukah bahwa dibalik laki-laki hebat ada wanita hebat pula. Begitupun dengan Mang Oded, dibalik sepak terjangnya dalam dunia dakwah dan politik, ada sosok wanita yang selalu siap untuk menemani dan mendengarkan keluh kesahnya. Tentunya selalu siap untuk mendukung segala kegiatan sang suami. Dia adalah Siti Muntamah, wanita kelahiran Banyuwangi 27 Juli 1970 ini merupakan alumnus dari ITS  jurusan Elektro.
Beliau bukanlah ibu rumah tangga biasa, selain mengurusi keluarga beliau pun tetap aktif dalam berorganisasi. Berikut adalah riwayat organisasi beliau

1. Kerohanian Islam PT Dirgantara Indonesia
2. Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimah (SALIMAH) Jabar 
3. Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Bandung (2006-2008) 
4. Ketua Bidang Perempuan DPD PKS Kota Bandung (2008-2011)
5. Ketua Biro Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan (PK2P) Bidang Perempuan DPD PKS Kota Bandung (2011- jun2013) 
6. Membidani lahirnya LSM  Peduli Lingkungan, LSM Hijau Lestari, LSM Rumah Pelangi, Keluarga Cendekia Bahagia (sd skrg) 
7. Aktif berikan konseling di  Rumah Keluarga INDONESIA (RKI) kota Bandung

Kini beliau aktif
1. Wakil Ketua I TPPKK Kota Bandung, membidangi ketahanan keluarga, pola asuh anak, Remaja dan Lansia
2. Ketua Forum Majelis Ta’lim Al-Ukhuwwah, Cicendo 
3. Pembina LSM Hijau Lestari, Peduli Lingkungan, LSM Rumah Pelangi,  LSM Keluarga Cendekia Bahagia
4. Praktisi dan Advokasi Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak 
5. Praktisi Pemberdayaan Perempuan.

Ummi Siti mudah dekat dengan anak-anak
Meskipun beliau jurusan elektro dan mempunyai segudang aktifitas organisasi, namun beliau mempunyai hobi keibuan seperti memasak bahkan beliau tak segan untuk berbelanja sendiri ke pasar untuk menyiapkan makanan untuk keluarga nya. Bahkan beliau pun tak jarang menjahit pakaian sendiri dan juga untuk menambah wawasannya. Beliau pun sering membaca berbagai genre buku.

Itulah sosok Srikandi dibalik kesuksesan Mand Oded, semoga para wanita bisa meneledani beliau, meskipun berkarir di luar rumah namun tak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita, istri dan ibu. (Ipah)

Gedung Kantor DISKANTAM Diresmikan


 
Wali kota bandung M Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Oded M Danial meresmikan Gedung Kantor Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung (DISKAMTAM) di Jalan Seram No. 2 Bandung, Selasa 26/04/2016
Perombakan pembangunan kantor DISKAMTAM selama 8 bulan di tahun 2015. Tepatnya bulan Mei dan selesai pada bulan Desember 2015.  Luas tanah bangunan ini awalnya 670 m2, setelah direnovasi bertambah menjadi  900m2 dengan 4 lantai, sehingga total kantor ini luasnya 3.600m2 yang terdiri dari Ruang Kepala Dinas, Ruang Sekertaris, Ruang Kepala Bidang & jajarannya, Ruang Rapat Kecil & Besar, Auditorium yang menampung 250 orang. Luas parkiran menampung 100 kendaraan roda dua dan 20 kendaraan roda empat Semi Basement.
 Karyawan yang bekerja di Kantor DISKAMTAM ada 275 orang PNS dan 568 orang Tenaga Harian Lepas.
Pelayanan yang ada di kantor ini pelayanan pemakaman, pelayanan reklame insidentil dan pelayanan masalah pohon.
Tujuan dalam perombakan pembangunan ini yaitu untuk kebutuhan pelayanan publik yang lebih baik dan kebutuhan ruang kerja yang persentatif & sehat.
Selain itu juga Ridwan Kamil memberi amanat kepada para karyawan yang ada di Kantor DISKAMTAM untuk lebih baik lagi melayani masyarakatnya.
“kantor ini kantor terkeren se Indonesia, mudah-mudahan inilah semangat juara semua kantor nanti setiap dinas minimal akan sekeren kantor ini” katanya.
Dengan kantor yang baru para karyawan dan jajarannya wajib memberikan pelayanan yang memuaskan.
“saya ingin semangat kerjanya juga bertambah besar, dengan kantornya yang luar biasa semagatnya juga harus luar biasa”, pungkas Ridwan.
Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Areif Prasetya S seusai acara peresmian kantor ini mengatakan “kantor yang baru harus lebih baik lagi meningkatkan kinerja terutama meningkatkan pelayanan pemakanaman dan pertamanan yang juara” ujarnya.  
Dengan kantor yang baru membuat semangat yang lebih baik untuk memuaskan masyarakat dengan tata kota pertamanan dan pemakaman  yang semakin juara. 

Ada Lautan Darah di Milad PKS ke 18

Haru Suandharu, Wakil Ketua DPRD (kiri) dan Tedy R. (tengah)

Pksbandungkota.com - Masih dalam suasana memperingati milad PKS yang ke 18. Minggu 24 April 2016, DPD PKS Kota Bandung mengajak para kader untuk melakukan aksi donor darah bersama di markas Palang Merah Indonesia di Jalan Aceh.

Disana terlihat beberapa tokoh PKS yang ikut dalam aksi tersebut. Salah satu nya adalah Haru Suandharu yang merupakan Wakil ketua DPRD Kota Bandung. Beliau memberikan sambutan sebelum acara donor darah dimulai.

antusiasme kader
Para kader begitu antusias untuk mendonorkan darah mereka. Bahkan tak sedikit dari mereka yang membawa anak-anak mereka untuk melihat kegiatan donor darah tersebut.Tak hanya para bapaksaja yang semangat namun para ibu juga tidak mau kalah untuk memberikan darah mereka.

Seperti yang diketahui bahwa 2 bulan ke belakang bahwa PMI membutuhkan banyak kantung darah dengan golongan darah yang variatif. Bahkan tak jarang ada broadcast baik via media sosial atau akun ID kita perihal bantuan untuk mendonorkan darah bagi yang membutuhkan.

para kader mengajak keluarga mereka






Aksi ini pun bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak bawa dengan menjaga kesehatan tubuh kita maka kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan tak butuh uang yang melimpah dulu untuk bisa berbagi.

Terbukti dengan adanya aksi donor darah ini. Kita hanya cukup untuk lolos tes kesehatan bahwa kita bisa donor darah. Semoga kita terus menjaga kesehatan kita sehingga terjaga ikhtiar kita untuk selalu berkhidmat pada rakyat. Mungkin untuk saat ini hasilnya belum terlihat, namun setidaknya kita telah ikut andil dalam tabungan bantuan kemanusiaan kita, suatu saat nanti ada orang yang akan menggunakan darah kita untuk menyelamatkan nyawa banyak orang. Semoga di kegiatan selanjutnya PKS bisa terus untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dengan maksimal. (Ipah)

Persib Juara, Jabar Kahiji



BANDUNG - Sebagai bobotoh, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku akan terus mendukung dan mendoakan tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat Persib Bandung menjadi juara saat mengarungi Liga Indonesia tahun 2016 bertajuk Torabika Soccer Championship, yang akan mulai digelar tanggal 29 April pekan depan.

Orang nomor satu di Jawa Barat ini pun yakin, Persib bisa mengulang kesuksesannya menjadi juara seperti liga tahun sebelumnya.

"Sebagai bobotoh dan warga Jabar kita doakan kita dorong dan semangati agar persib menjadi juara lagi seperti tahun lalu," kata Aher saat menghadiri launching pemain dan jersey Persib di Stadion Siliwangi Bandung Sabtu sore (23/04/06).

Dengan dihuni oleh skuat bertabur bintang dan dukungan bobotoh fanatik Aher berharap, skuat yang diarsiteki oleh Dejan Antonic ini dapat menampilkan permainan terbaiknya sehingga mahkota juara akan kembali ke tanah Jawa Barat.

"Semoga persib mampu menampilkan permainan terbaiknya, jangan khawatir saya seratus persen mendukung dan selalu ada dibelakang Persib," ujarnya.

Disaat yang bersamaan, bulan September mendatang Jawa Barat akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016. Aher pun meminta kepada bobotoh dan seluruh masyarakat untuk melancarkan pesta olahraga tersebut dan turut mendukung agar kontingen Jawa Barat menjadi juara umum.

"Seperti Persib, Jawa Barat pun harus juara di PON nanti, kita jadi tuan rumah nanti, mudah-mudahan semuanya lancar, saya minta dukungan dan doa dari semuanya," seru Aher dihadapan ribuan bobotoh.

Mengenai tempat untuk pembukaan PON, Aher bersama PB PON akan terus mengusahakan agar bisa digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang nantinya juga akan bisa digunakan sebagai home base Persib.

"Kita bersama PB PON akan terus dorong agar bisa di GBLA semoga kontraktor bisa cepat melakukan perbaikan stadion dan akses jalan juga selesai tepat waktu, pokoknya Persib harus juara dan Jabar harus Kahiji," pungkasnya.

Oded MD Meresmikan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)



Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial meresmikan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Senin (25/04/2016) di SMA 8 Bandung Jalan Solontongan No. 3 Bandung.

 Tujuan dari kegiatan O2SN adalah meningkatkan kebersamaan sesama siswa SMA/SMK se kota Bandung dan seluruh Indonesia, meningkatkan kararakter jujur disiplin dan nila-inilai juara sesama siswa dan antar sekolah khususnya di kota Bandung, ,meningkatkan pembinaan sehat jasmani dan rohani, memberikan sarana untuk pengembangan bakat siswa pada bidang olahraga, mempersiapkan atlet atlet SMA/SMK kota Bandung untuk selanjutnya mengikuti kegiatan olimpiade tingkat Provinsi JawaBarat.

Kegiatan ini terdiri dari beberapa cabang olahraga yaitu, bulutangkis, karate, pencak silat, tenis meja, catur, renang dan bola volly. O2SN diselenggarkan di beberapa tempat  kota Bandung selain di SMAN 8 diantaranya, GOR Pajajaran, GOR Lodaya, SLBN Cicendo dan GOR Persada Bandung. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin nasional yang dilakukan dari tingkat Sekolah, Kota, Provinsi, Nasional maupun tingkan Internasional.

Pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Bandung memberikan masukan kepada siswa/siswi yang telah menjadi perwakilan dari setiap sekolah.

“semangat terus untuk anak-anakku, junjung terus sportivitas dalam pertandingan nanti Baik peserta ataupun untuk wasit ”, ujarnya.

Oded M. Danial menambahkan, kegiatan ini merupakan sarana untuk membangun persatuan diantara kita. Oleh karena itu, saya ingin dalam penyelenggaraan nanti khususnya kepada para peserta hindari dan buang jauh-jauh sikap egoisme.

“saya harap jadikanlah momentum dalam penyelenggaaraan O2SN hari ini untuk jadi sarana silaturahmi kita”, pungkas Oded dalam sambutannya, sekaligus meresmikan acara ini.

Pembukaan O2SN ini dimeriahkan oleh alunan musik Rampak Gendang dan menampilkan beberapa bagian olahraga yang termasuk dalam olimpiade ini seperti catur, pencak silat dan karate.
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com