Latest Post

Luar Biasa! Khutbah Aher Pakai 3 Bahasa!!!

Written By Riska Mardiana on Jumat, 24 April 2015 | 15.00


BANDUNG - Jum'at (24/4) siang, Gubernur Ahmad Heryawan mendapatkan kesempatan yang tidak biasa : mengisi khutbah Jum'at di hadapan ratusan pimpinan negara Asia Afrika. Meski sebelumnya sudah tak asing lagi baginya mengisi khutbah Jum'at, namun kali ini agak berbeda. Sebuah momentum yang -bisa jadi- hanya terjadi sekali seumur hidup.

Usai acara Napak Tilas pagi tadi, ratusan pemimpin negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika yang beragama islam menunaikan Shalat Jum'at di Masjid Agung Provinsi Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, tak lupa warga pun diundang untuk turut Shalat Jum'at bersama para pimpinan negara tersebut.

Ada yang menarik dalam khutbah Aher kali ini. Tak hanya karena jamaahnya merupakan para pemimpin negara yang terhormat, melainkan juga cara penyampaian khutbahnya. Menyadari jamaahnya berasal dari negara dengan bahasa yang berbeda-beda, Gubernur Ahmad Heryawan menggunakan tiga bahasa dalam khutbahnya : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Dalam khutbahnya, Aher menyampaikan refleksi sejarah penting dalam penyelenggaraan KAA, khususnya harapan bagi negara-negara Asia Afrika yang lebih damai dan lebih sejahtera. (RD)

Isi Khutbah Jum'at KAA, Aher Suarakan Kemerdekaan Palestina

Gambar Ilustrasi : Konferensi Asia Afrika

BANDUNG - "Konferensi Asia Afrika 1955 adalah sebuah fenomena unik dan guru sejarah yang sangat bernilai bagi kemanusiaan" papar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam khutbahnya siang ini (24/4) di hadapan ribuan jamaah, yang di dalamnya terdapat ratusan pemimpin negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika. 

Dalam khutbah Jum'at yang bertajuk 'Menuju Asia Afrika Baru yang Damai dan Lebih Sejahtera' ini, Aher berkali-kali meneguhkan bahwa momen KAA ini adalah sebuah refleksi sejarah yang menjadi tonggak tegaknya nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia. Dalam paparannya, Aher menyuguhkan refleksi 60 tahun KAA, betapa telah banyak perubahan yang dicapai oleh bangsa-bangsa Asia Afrika, dari yang tadinya hanyalah negara terjajah, bangkit menjadi negara merdeka dan maju.

Memandang Konferensi Asia Afrika sebagai sebuah momentum sejarah yang sangat berharga, Aher menyampaikan harapannya pada kemerdekaan salahsatu negara yang berada di Asia Afrika, Palestina. "Saat ini, seluruh negara Asia Afrika telah berhasil mengusir penjajah dan meraih kemerdekaannya, kecuali satu negara yaitu Palestina yang hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Adalah kewajiban kemanusiaan bagi Bangsa-bangsa Asia Afrika, untuk terus mendorong dan membantu kemerdekaan Bangsa Palestina."

Pada arah langkah selanjutnya, Gubernur Jawa Barat ini menyampaikan harapan dan tekadnya, agar kekuatan yang dimiliki negara-negara Asia Afrika ini mampu berjuang lebih kuat, mencapai cita-cita damai dan sejahtera, yang merupakan landasan awal penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika ini 60 tahun lalu. (RD)

Khutbah Aher : Menuju Asia Afrika Baru yang Damai dan Lebih Sejahtera

Gambar Ilustrasi : Khutbah Aher di Masjid Agung Jawa Barat dalam rangkaian KAA

Berikut cuplikan isi khutbah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam Shalat Jum'at 24 April 2015 pada rangkaian Konferensi Asia Afrika :

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن. أما بعد. أَيًّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَا اللهِ وَطَاعَتِهِ فقد فاز المتّقون. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Rasa syukur kita panjatkan kepada Sang Pemilik Alam, Allah SWT, karena atas izin dan kehendak-Nya kita dapat merasakan nikmat yang begitu besar terutama nikmat berkumpul bersama pada sholat jumat yang bersamaan dengan peringatan 60 tahun KAA di Bandung. Ungkapan syukur juga selalu kita panjatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat hidayah dan nikmat merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap hembusan nafas kita. Masyarakat Indonesia khususnya warga Bandung bersyukur kepada Allah dan berbangga karena pada hari ini para Kepala Negara, para Kepala Pemerintahan dan tamu-tamu mulia lainnya yang hadir di acara Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika melaksanakan Sholat Jumat bersama-sama di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat. Hadirin Sidang Jumat yang berbahagia
Pada tanggal 24 April, tepat 60 tahun yang lalu, bangsa-bangsa Asia Afrika menyatakan kesepahaman dan kebersamaan untuk bangkit dan bersatu menuju cita-cita kemerdekaan dan perdamaian yang hakiki untuk menggapai kesejahteraan bersama di Kawasan Asia Afrika.
Konferensi Asia Afrika 1955 adalah sebuah fenomena unik dan guru sejarah yang sangat bernilai bagi kemanusiaan. Negara-negara Asia Afrika tampil menyuarakan kekuatan baru. Keberanian ini tentu didasari oleh sebuah visi kemanusiaan dan kebersamaan yang sangat mendalam. Sesungguhnya memang sudah sewajarnyalah kita sebagai manusia bersatu dalam kehidupan. Persatuan adalah fitrah kemanusiaan. Sebab, hakikatnya seluruh manusia adalah umat yang satu, yang dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah Insaniyah).
Sebagaimana Allah SWT berfirman: كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ليحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه …. “Manusia itu merupakan umat yang satu. Dan Allah mengutus para Nabi sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan kepada mereka. Dan Allah SWT menurunkan bersama para Nabi tersebut kitab suci-Nya untuk memutuskan apa-apa yang diperselisihkan di antara mereka. (Q.S Albaqarah: 213) Dan bukan suatu kebetulan jika bagian besar dari bangsa-bangsa Asia Afrika juga adalah beragama Islam, sehingga mereka tidak hanya dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah) tapi juga disatukan oleh persaudaraan yang lebih kokoh dan kuat, yaitu persaudaraan keislaman (Ukhuwah Islamiyyah).
Sebagaimana Allah SWT berfirman: إنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(QS. Al Hujurat ayat 10) Karena keislamannya pula, Bangsa-bangsa Asia Afrika itu seperti satu bangunan yang sangat kuat, mereka bersatu, saling membantu dan saling menolong. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا Orang yang beriman terhadap Orang yang beriman lainnya, seperti satu bangunan yang kokoh yang saling menguatkan. (HR. Muttafaqun Alaih) Oleh karenanya, Bangsa Asia Afrika harus bersatu, tidak boleh terpecah belah sebab persatuan akan melahirkan kekuatan, kebersamaan, dan kesejahteraan, sementara perpecahan hanya akan menimbulkan kelemahan dan penjajahan. Sebagaimana Allah SWT berfirman : وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S Al Anfaal : 46) Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Sidang Jumat yang berbahagia, Konferensi Asia Afrika yang mengangkat tema penolakan atas segala bentuk kolonialisme dan imperialisme, telah berhasil dengan baik. Saat ini, seluruh negara Asia Afrika telah berhasil mengusir penjajah dan meraih kemerdekaannya, kecuali satu negara yaitu Palestina yang hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Adalah kewajiban kemanusiaan bagi Bangsa-bangsa Asia Afrika, untuk terus mendorong dan membantu kemerdekaan Bangsa Palestina.
Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Sidang Jumat yang berbahagia, Solidaritas Bangsa bangsa Asia Afrika 60 tahun lalu telah terbukti mampu menjadikan bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa-bangsa yang merdeka. Maka saat ini dan masa-masa ke depan, solidaritas tersebut harus terus digaungkan dan digelorakan dalam kerjasama untuk membangun bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa yang kuat, maju, aman, sejahtera dan beribadah serta bertakwa kepada Allah SWT. Karena sejatinya penghambaan Kepada Allah SWT akan terlaksana manakala ada kesejahteraan dan rasa aman. 


Sebagaimana Allah SWT Berfirman: فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هذَا البَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوْعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah). Tuhan yang memberi makan sehingga tidak lapar atau sejahtera dan Tuhan yang memberi rasa aman sehingga tidak ada rasa takut (Q.S Quraisy : 3 - 4) Perkumpulan kita di hari Jumat ini mudah-mudahan menjadi saksi bahwa peringatan ulang tahun ke 60 KAA haruslah menjadi tonggak baru lahirnya sebuah komitmen bersama untuk membangun semua kawasan Asia Afrika yang lebih baik. Asia Afrika yang maju, modern dan makmur dengan berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemuliaan dan kemudahan kepada seluruh Pemimpin negara-negara Asia Afrika untuk memberi peran besar dalam upaya memakmurkan seluruh masyarakat Asia Afrika. Semoga Allah SWT takdirkan para Pemimpin Asia Afrika dan kita semua menjadi orang-orang yang beriman, bertakwa dan menjadi penghuni Surga-Nya di Akhirat nanti. بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته وأَقُوْلُ قَوْلِي هذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ . للَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين

Bawa Pesan Perdamaian, Angklung Pecahkan Rekor Dunia

PKS Kota Bandung - Parade Angklung Bandung


BANDUNG - Kamis (23/4), Sebanyak 25.000 orang berkumpul di Stadion Siliwangi Bandung, menggoyangkan serumpun anyaman bambu bernama Angklung, susul kedatangan para delegasi negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika. Beberapa lagu dipersembahkan dalam penampilan kolosal itu, termasuk di dalamnya lagu 'We are the world' milik Michael Jackson.

Sejak pukul tujuh pagi kemarin, peserta telah tumpah ruah memenuhi Stadion Siliwangi. Hingga pukul sebelas siang, target peserta yang mulanya hanya 20.000 orang, ternyata tak mampu dibendung antusiasmenya, hingga berjubel menjadi 25.000 orang.

Acara super megah ini dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya. Angklung dipilih sebagai ikon utama dalam acara ini, karena sebelumnya di tahun 2010 telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia atau The Intengible Heritage of Humanity dalam catatan UNESCO. Aher juga menambahkan, dengan permainan angklung ini, Indonesia khususnya Bandung hendak menyuguhkan pesan perdamaian dunia.

Dalam perhelatan yang digelar atas kerjasama Pemerintah Jawa Barat, Kota Bandung dan Saung Angklung Udjo ini, dimainkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Halo-Halo Bandung, serta Manuk Dadali. (RD)

Politisi PKS : Sudah Saatnya Asia-Afrika Memiliki Kutub Ekonomi Sendiri

Written By Riska Mardiana on Kamis, 23 April 2015 | 10.53

Ecky Awal Mucharam - Anggota DPR RI FPKS

JAKARTA (22/4) – Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharam memberikan apresiasi terhadap pidato Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan Peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika hari ini.

“Sudah saatnya negara-negara Asia-Afrika memiliki kutub ekonomi sendiri, bukan hanya berpatron pada lembaga keuangan yang sudah ada selama ini seperti Bank Dunia, IMF, atau ADB. Oleh karena itu saya mengapresiasi pidato Presiden Jokowi yang mengkritik lembaga-lembaga tersebut,” kata Ecky di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (22/4). Namun demikian, lanjut Ecky, Presiden Jokowi dan pemerintahannya harus konsisten dan komitmen dengan perkataannya, serta mencerminkan hal tersebut dalam kebijakannya.

Menurut Ecky, selama ini tatanan lembaga keuangan dunia tidak berpihak kepada negara dunia ketiga. Terbukti dari data Bank Dunia yang menunjukan bahwa kesenjangan antara negara-negara di dunia makin parah. 

“Jangan lupa kita memiliki pengalaman pahit dengan IMF, semua tatanan ekonomi diobrak-abrik. Sebaliknya, Korea Selatan dan Malaysia bisa pulih lebih cepat karena tidak mau menurut sepenuhnya terhadap resep dari IMF,” ungkap Ecky. 

Ecky menambahkan, bahwa selama ini resep-resep pembangunan yang diberikan lembaga donor tersebut tidak bekerja dengan baik karena dinilai tidak cocok dengan konteks dan persoalan. “Mereka hanya menggunakan teori-teori umum yang belum tentu relevan. Analoginya seperti mengobati orang sakit yang apapun sakitnya obatnya adalah parasetamol. Dalam hal ini adalah privatisasi, cabut subsidi, dan kebijakan fiskal ketat. Tak jarang dengan resep mereka struktur perekonomian suatu negara malah semakin parah, walaupun seolah dalam jangka pendek sudah tidak ada masalah,” ujar Ecky.

Lebih lanjut Ecky mengemukakan, dirinya juga melihat saat ini pola geopolitik dunia bergeser ke multipolar, dunia lebih berimbang dengan adanya opsi lain pendanaan seperti AIIB sehingga bargaining position Asia-Afrika lebih kuat. “Misalnya, donasi atau bantuan keuangan tak perlu lagi disertai dengan syarat-syarat mengikat seperti yang sering didiktekan oleh lembaga donor selama ini. Kita jadi bisa lebih enak menerapkan strategi pembangunan sendiri,” pungkas Ecky.

Rayakan Milad, PKS Kota Bandung Lantik Ratusan Jajarannya

Written By Riska Mardiana on Selasa, 21 April 2015 | 20.34

Simbolis Pelantikan Pengurus DPC PKS se-Kota Bandung


BANDUNG - Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bandung baru saja melangsungkan pelantikan ratusan jajaran pengurus baru Dewan Pengurus Cabang se-Kota Bandung, Senin (20/4).

Dihadiri oleh Ledia Hanifa, Tate Qomaruddin dan Oded M. Danial, acara yang sedianya merupakan puncak dari hasil Musyawarah Cabang ini meneguhkan tekad berjuang bagi Partai yang berhasil meloloskan dua pimpinan prestatif di wilayah Jawa Barat.

Di tengah hiruk pikuk politik yang memanas di negeri ini, PKS memilih untuk membenahi barisan internalnya. Kepengurusan yang akan bekerja hingga tiga tahun ke depan ini diharapkan menjadi tonggak penentu keberhasilan PKS di masa mendatang.

Bersamaan dengan hari ulang tahun PKS yang ke-17, pelantikan ini diisi pula dengan pemotongan tumpeng dan silaturahim antar kader. Selamat bekerja para pengurus terpilih, semoga amanah dan berkah! (RD)

Ledia :"Mengenang Kartini Bukan Sekedar dalam Sanggul dan Kebaya"



Jakarta (21/4) - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa Amalia mengingatkan puluhan tahun memperingati hari Kartini seharusnya memberi jejak lebih terang pada proses pemberdayaan perempuan Indonesia.

“Sejak 1964 kita memperingati Hari Kartini, semestinya semakin menguatkan proses pemberdayaan perempuan Indonesia secara utuh. Yakni memunculkan perempuan-perempuan Indonesia yang sehat, cerdas, bertakwa, berbudi luhur dan aktif memberikan peran terbaik mereka bagi kemajuan bangsa.”

Ledia menjelaskan, perjuangan Kartini perlu dilihat dalam konteks zamannya. Kartini hidup di masa yang begitu sulit bagi perempuan untuk berkarya . Pemikiran-pemikiran Kartini yang kemudian tertulis dalam surat-suratnya menggambarkan sebuah mimpi sekaligus idenya bagi perjuangan peningkatan kualitas hidup kaum perempuan.

“Dalam kondisi budaya yang masih kuat mengungkung perempuan, Kartini telah memvisualisasikan mimpi dan idenya yang besar bagi peningkatan hidup perempuan, dan tidak hanya itu, beliau juga membuka sekolah bagi kaum perempuan. Sebuah aksi nyata yang sangat tidak mudah diwujudkan bila kita melihatnya dalam kacamata situasi kurun itu.” Lanjut Ledia

Karena itulah maka Ledia menghimbau agar pada setiap kali peringatan Hari Kartini dilangsungkan, semangat pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup perempuan selayaknya menjadi tema utama. Karena itu dalam setiap peringatan Hari Kartini, menurut aleg dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi ini sangat mungkin bila dikaitkan dengan aksi atau program penurunan angka kematian ibu, peningkatan gizi keluarga, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, pengelolaan keuangan rumah tangga, pendampingan usaha kecil kaum perempuan dan lain-lain

“Kita perlu memaknai perjuangan Kartini secara lebih konkrit dan aplikatif untuk kemajuan bangsa saat ini, jangan terpaku pada himbauan mengenakan pakaian daerah sehingga terkesan peringatan Hari Kartini akhirnya berujung pada sanggul dan kebaya.” Tegas Ledia



Pengamen Yang Mendengar Nasehat

Written By alimoel soekarno on Senin, 20 April 2015 | 22.15


Oleh : Adi Supriadi

Sebulan yang lalu, Maret 2015 Seperti biasa Penulis menanti Istri dan anak-anak menjemput di Terminal Leuwi Panjang, Bandung. Sambil menanti Saya makan di sebuah Warung Nasi Padang.

Saya melihat, didekat kasir seorang laki-laki mengetuk-ngetuk meja kasir sambil bernyanyi nggak jelas (intinya menganggu para pengunjung) bahkan handphone yang Saya charger dimeja kasirpun dimainkannya.

Kemudian Penulis mencoba mendekatinya "Maaf ya Pak, Saya mau ambil hp saya", Dengan gelagapan dia berkata "Eh, HP Bos ya, maaf Saya kira HP Kasir...sekali lagi maaf".

Sebelum Penulis pergi, Saya bertanya tentang aktivitasnya sehari-hari, laki-laki berusia 45 tahun ini menceritakan dia tidak punya pekerjaan sejak di PHK Perusahaanya.

"Bapak, Suaranya bagus tadi Saya dengar, Bapak sebenarnya bisa jual suara Bapak" Kata Saya kepada pria ini.

"Aduh Boss...Ngamen mah atuh Saya udah tua, nggak enak, malu kalo Saya ngamen" curhat pria yang akhirnya Saya kenal bernama Asep.

Penulis jelaskan kepadanya bahwa ngamen tidak mesti keliling-keliling, tidak mesti turun naik bis, tidak mesti menganggu orang di perempatan jalan, tidak perlu. Saya katakan padanya bahwa di terminal ini banyak Rumah makan yang cukup bagus dan sepengetahuan Saya tidak ada suara musik untuk menghibur yang sedang makan, kalo Bapak datangi pasti menganggu yang makan, Sebebenarnya Bapak hanya perlu bekerjasama dengan pemilik rumah makan untuk duduk seharian buat bernyanyi menghibur pengunjung.

"Ah..Boss...Mana mungkin Rumah Makan mau menerima Saya, Mereka tidak akan mau menggaji Saya" keluh Kang Asep ini.

Penulis sebagai HR di Perusahaan termasuk tidak suka mendengar orang mengatakan tidak bisa tetapi belum melakukan apa-apa. Saya katakan kepadanya "Siapa yang bilang bapak harus digaji Rumah Makan, Saya tidak mengatakan begitu, Bapak berikan dulu jasa baik Bapak, Suatu saat kalo Bapak memiliki kontribusi pasti banyak yang membayar Bapak, Siapa tau yang makan ada komposer musik, Produser dan pemilik rekaman, Kita tidak tahu, karena Kita tidak tahulah maka kita terus berbuat sampai kelak kita akhirnya tahu bagaimana Tuhan membalas perbuatan baik Kita", Nada Saya menggebu-gebu bawaan karakter memberi motivasi.

"Tapi ingat, Bapak harus ada modal, Jika tidak bisa beli maka pinjam dulu alat musik yang bagus, Masa dari 100 Rumah makan satupun ga ada yang ngizinan Bapak nyanyi?! Saya yakin paati ada..Insyaa Allah! " tegas Saya kepada Kang Asep.

Wajahnya terlihat cerah, Semangat dan Termotivasi. Saya minta izin pergi setelah Saya meminta maaf khawatir ada kata-kata dan sikap Saya yang salah.

Sebulan Kemudian.....

April 2015, Saya menunggu istri dan anak-anak Saya di Rumah Makan Ampera tidak lagi di Rumah Makan Padang, Saya perhatikan Pria yang duduk di dekat pintu masuk ini adalah pria yang sebulan yang lalu Saya berikan Nasehat (jika tidak mau disebut Aaya marahi). Saya lupa-lupa ingat.

"Eh Boss...Makan disini?" Sapanya kemudian.

"Oh iya, Saya menunggu jemputan istri dan anak-anak Saya, Bapak yang bulan kemaren ketemu Saya dirumah makan padang tea kan?" Tanya Saya.

"Iya Boss, Nasehat Boss menyadarkan Saya. Dan bener, Saya dibolehkan nyanyi disini, sudah ada 10 harian" Jelas Kang Asep dengan sumringah.

Dan Alhamdulillah, Hari itu Saya dapat Roti dan Kopi Gratis dari Pelayan Rumah Makan, Setelah Saya tanya ke pelayan kenapa gratis, Sang Pelayan menjelaskan bahwa Pengamen itu dapat ide dari bapak dan ternyata bermanfaat untuk Rumah Makan. Pengunjung merasa senang.

Sang Pengamen itu meneruskan lagunya, Penulis diminta request lagu apa yang ingin dinyanyikan, Satu persatu pengunjung yang selesai makan memberikan sejumlah uang dikotak didepan Kang Asep yang jadi Pengamen Profesional itu tanpa susah payah dia berkeliling.

Ya Allah.....Inilah Keindahan yang Saya rasakan saat ini, kebahagiaan yang tiada tara..berikanlah kemudahan untuk Saya untuk terus berbuat baik.

Semoga Menginpirasi Anda

Saya Haddad Assyarkhan
Pin BB : 5497C2A1
Twitter : @assyarkhan

GPS bersama PKS Kota Bandung Menyambut KAA

Written By Fauziah Humaira on Minggu, 19 April 2015 | 10.25


BANDUNG (19/04) – Sampah menjadi permasalahan umum di kota-kota besar. Begitu juga dengan Kota Bandung yang sangat dikenal dengan Kota Wisata. Permasalahan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintahan kota, namun seluruh elemen masyarakat juga bertatanggung jawab. Hal ini menuntut setiap warga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyelesaikannya dimulai dari rumah masing-masing. Beranjak dari kesadaran tersebut DPD PKS mengajak seluruh warga kota Bandung pada hari ini minggu 19 April untuk bersama-sama terlibat dalam Gerakan Pungut Sampah (GPS) bersama PKS dan seluruh elemen masyarakat.

Dalam acara ini akan terlibat kurang lebih 1000 kader bersama masyarakat untuk membersihkan dan mensosialisasikan kesadaran untuk peduli akan penanganan sampah. Dengan 30 titik strategis di setiap kecamatan menjadi target DPD PKS.

Gerakan ini menjadi salah satu program unggulan DPD PKS Kota Bandung yang akan dilaksanakan rutin paling tidak dua bulan sekali sebagai stimulus dan sosialisasi akan pentingnya keterlibatan masyarakat terhadap permasalahan sampah.

Dalam kesempatan ini DPD PKS Kota Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu menangani permasalahan sampah Kota Bandung. “Terkait dengan hal ini, sekali lagi masalah sampah masalah kita bersama dan momen saat ini kita akan menyambut KAA sebagai momen bersejarah. Mari kita wujudkan Bandung bersih, sehat dan tentunya nyaman untuk semua.” Begitu tutup Tedy Rusman Sekum DPD PKS Kota Bandung.

Aher: Kepsek Dilarang Merokok di Sekolah

Written By alimoel soekarno on Sabtu, 18 April 2015 | 11.29

BANDUNG (17/4) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Wilayah dan Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2014 di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (17/04). Gubernur didampingi oleh Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Ahmad Hadadi. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan sekolah dari berbagai daerah di Jawa Barat. 
Lomba Sekolah Sehat (LSS) ini digelar sebagai upaya stimulasi dalam peningkatan kualitas lingkungan dan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui institusi pendidikan. Di Jawa Barat LSS ini sendiri dibina oleh Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP-UKS) yang dilakukan secara lintas program dan lintas sektor terutama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan Biro Pelayanan Dasar sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) utama.
Gubernur Ahmad Heryawan dalam sambutannya menyebutkan menurut United Nations Educational Scientific And Cultural Organization (UNESCO) pendidikan itu berpengaruh 94% pada kesehatan. Oleh karena itu, Aher mendukung hidup sehat dan bersih karena hidup sehat merupakan ciri orang yang berpendidikan. Selain itu Aher mengingatkan para kepala sekolah sebagai bentuk PHBS untuk tidak merokok, karena orang yang merokok adalah orang yang mengkhianati ilmunya.
"Nanti, salah satu syarat moral jadi kepala sekolah adalah tidak merokok. Silahkan saja kepala sekolah merokok di rumah masing-masing. Yang tidak boleh itu merokok di depan murid," tegasnya. 
Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com