Latest Post

Masihkah Kau Ragu dengan Islam?

Written By ipah umu Abiba on Selasa, 25 Agustus 2015 | 21.49


ilustrasi
pksbandungkota.com - Fenomena yang begitu menyedihkan, saat kita yang dilahirkan dalam keadaan Islam, masih ragu dengan kebenaran tauhid ini. Padahal jika kita tengok bagian Eropa yang terkenal budaya baratnya, feminisme, bahkan liberal. Kini orang berbondong-bondong masuk Islam. Mereka yang terbelakang dari segi moral akhirnya menemukan tauhid yang sebenarnya. Lal, bagaimana dengan kita?
Bulan Ramadhan kemarin, fenomena di sekitar begitu memprihatinkan, banyak saudara kita yang mengaku muslim namun ternyata dia tak puasa. Alasannya? Karena tak kuat, karena tak terbiasa, bahkan yang lebih mengagetkan adalah saat mereka mengatakan, khawatir kelaparan.
Kawan, jika ingin ku beritahu manfaat puasa mungkin kau akan kaget tak percaya. Namun fenomena iini diungkapkan bukan oleh ilmuwan muslim, tapi beliau adalah dokter dari Jepang. Namanya adalah dokter Hiromi Shinya, dialah yang menemukan bukti manfaat dari berpuasa. Berawal dari penelitiannya terhadap pasien-pasien yang mengeluhkan sistem pencernaan dan aktifitas tubuh yang tak produktif meskipun sudah makan 3x sehari.
Ternyata pola makan 3x sehari adalah budaya barat, kita pun tanpa sadar telah terdoktrin. Dan kita pun mengikuti bahan makanan mereka yaitu daging, susu dan produk susu lainnya. Hasil penelitian dr. Hiromi Shinya menyatakan bahwa makanan tersebut saat dicerna dalam tubuh ternyata menghasilkan protein rusak yang akhirnya menjadi sampah dalam tubuh. Sampah inilah yang menjadi penyebab penyakit berat hinggap di tubuh.Dalam penelitiannya, Hiromi berhasil menemukan enzim 'awet muda' yang dapat mengaktifasi pabrik daur ulang dalam tubuh. Pabrik daur ulang inilah yang merubah protein rusak tersebut menjadi protein baru dan mampu memberikan energi cadangan dalam tubuh.
Cara aktifasi enzim tersebut ternyata mudah, yaitu cukup dengan membuat tubuh kita kelaparan, dan tidak lain adalah dengan berpuasa. ternyata dengan kita tidak sering mengkonsumsi makanan, hal tersebut membantu kita menjadikan sampah dalam tubuh menjadi energi bagi tubuh.
Subhanallah, Allah Maha Mengeathui perilaku hambaNya, bahwa suatu saat akan ada masa dimana tanpa kita sadari, kita mengkonsumsi makanan yang menghasilkan banyak samaph dalam diri kita. Tanpa kita minta, Allah memberikan pabrik daur ulang dalam tubuh kita dengan gratis dan memberikan sarana akifasi nya pun tidak mahal. Bagi si kaya atau miskin, puasa dapat dilakukan oleh semua kalangan tanpa mengeluarkan biaya.
Semoga fakta ini dapat menambah keyakinan kita terhadap Islam, dan tak ada suatu hal pun yang Allah perinathkan melainkan untuk kebaikan diri hambaNya. Wallahu'alam (Ipah)

Aher Sepakati Adanya Penataan Kawasan Industri

Written By alimoel soekarno on Jumat, 21 Agustus 2015 | 19.35

 
PKS Kota Bandung

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) secara resmi membuka acara diskusi publik bertajuk “Penegakkan Hukum Terhadap Kejahatan Tata Ruang”, yang diprakarsai oleh Media Tata Ruang di Hotel Savoy Homann Bandung, Kamis (20/08).

Dalam sambutannya, Aher menekankan pentingnya pengawasan tata ruang guna menjaga keindahan sebelum adanya penataan, termasuk didalamnya kawasan industri.

Ditemui usai acara, Aher mengungkapkan bahwa dirinya sepakat akan adanya penataan kawasan industri terpadu, karena dapat memudahkan proses penyelesaian limbah.

“Kawasan terpadu itu sama dengan tata ruang," pungkas Aher.

“Ketika dibuat kawasan, maka penataan ruangnya lebih bagus, dan proses penyelesaian limbah atau eksternalisasinya juga mudah," tambahnya.

Aher mengungkapkan, secara umum perda tata ruang di Provinsi Jawa Barat sudah hampir rampung seluruhnya, hanya tinggal penataan di beberapa wilayah yang masih bermasalah. Bahkan menurut Aher, Pemerintah Pusat telah mengapresiasi Pemprov Jabar sebagai provinsi dengan penyelesaian masalah tata ruang tercepat.

“Inginnya kita deklarasikan segera jika (tata ruang) Jawa Barat dan Kabupaten/Kota-nya seluruhnya selesai," ujar Aher.

Ledia Hanifa : "Gelombang 1 Sudah Berangkat, Urusan Visa Belum Tuntas"


Ledia Hanifa PKS Kota Bandung
Ledia Hanifa - Aleg PKS
Meski keberangkatan kloter pertama haji telah dimulai pada Jumat (21/8), beberapa persoalan krusial terkait penyelenggaraan ibadah haji ternyata belum selesai. Diantaranya soal visa bagi calon jamaah haji dan petugas kesehatan haji yang belum tuntas.

“Keberangkatan jamaah calon haji pertama insya Alah akan dilangsungkan 21 Agustus 2015, di mana pada setiap kloter akan didampingi oleh petugas kesehatan. Namun dalam satu dua hari terakhir ini beberapa anggota komisi 8 justru mendapat temuan kalau visa bagi calon jamaah haji dan petugas kesehatan banyak yang belum keluar.” Kata wakil Ketua Komisi 8 DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah usai melakukan rapat dengar pendapat dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh beserta jajarannya Rabu, (19/8) di Senayan, Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Dirjen PHU, Prof Abdul Djamil mengakui bahwa visa bagi jamaah reguler yang selesai baru sekitar 80 persen saja, sementara visa haji khusus belum selesai sama sekali. Hal itu dikarenakan pelayanan sempat terhenti dalam momen libur Idul Fitri dan adanya perubahan system e-hajj dari pihak KSA.

Menanggapi hal tersebut, Ledia Hanifa meminta pihak kemenag untuk segera menuntaskan soal visa ini dalam satu dua hari ke depan saja. Lebih-lebih bagi para petugas kesehatan dan pendamping ibadah.

“Pengalaman tahun-tahun lalu ada kloter yang petugas pendampingnya, baik petugas kesehatan maupun ibadah, belum mendapat visa hingga jadwal keberangkatan. Ini tentu menyulitkan jamaah , berpotensi masalah dan membuat kacau proses pelaksanaan haji yang sudah memiliki jadwal tertentu. Karena itu dalam satu dua hari ini soal visa, terutama bagi para petugas harus sudah selesai.”

Aleg FPKS ini juga mengingatkan, bila data jamaah sudah terinput lengkap dan rapi, semestinya perubahaan e-hajj dari pihak KSA tidak menjadi problem, bahkan dapat mengefisienkan kerja.

“Yang selama ini terjadi kan data dari kita memang belum rapi dan masih banyak mengandalkan data manual, termasuk dalam pemrosesan di dalam proses siskohat yang semestinya sesuai namanya sudah berbasis data digital dan terpadu.

Begitu pula soal libur lebaran dan perubahan e-hajj, menurut Ledia ini adalah sebuah pelajaran agar pihak kementerian lain kali dapat lebih tanggap melakukan antisipasi melakukan pengaturan input data tepat waktu sebelum masa libur dan perubahan. “Sebab libur lebaran dan perubahan-perubahan sistem adalah kejadian yang sudah terjadwal sebelumnya. ”

Kemesraan Merekat di Sindangreret

Written By Frieda Kustantina on Rabu, 19 Agustus 2015 | 22.37

PKS Kota Bandung

"Kemesraan ini...janganlah cepat berlalu..." bait yang akrab dengan kebersamaan. "Kebersamaan yang ditunjukkan keluarga besar PKS tiada duanya dikomunitas manapun yang pernah saya temui" demikian Ridwan Kamil (Kang Emil) mengawali sambutannya.

"Hatiku damai...jiwaku tentramg bersamamu" bait terakhir baru saja disenandungkan bersama, mulai dari  Agus  Hanafi selaku Kesbang & Kekuatan Politik Provinsi Jawa-Barat mewakili Gubernur Jawa-Barat, Ridwan Kamil Walikota Bandung, Mang Oded Wakil Walikota Bandung merangkap Ketua PKS Bandung beserta Siti Muntamah Oded, Ledia Hanifa anggota DPR.RI, Tate  Qomarudin DPRD Provinsi, hingga Haru Suandharu Wakil Ketua DPRD Kota Bandung.

Jika yang dipertontonkan menyanyi bersama memang biasa saja. Menjadi istimewa tatkala para pejabat dan petinggi partai diatas mempertontonkan ketrampilannya memainkan alat musik tradisional angklung. Seakan dihipnotis, berlatih hanya sepuluh menit langsung melejit. Hanya dengan mengikuti aba-aba dari konduktor harmonisasi suara angklung demikian indah didengar.
Puncak kemeriahan tatkala Agus Hanafi bernyanyi solo. Hadirinpun terkesima akan suara emas pejabat Provinsi Jabar yang satu ini yang tampil bersahaja namun mempesona.

Dalam Acara Silakbar PKS Bandung yang digelar enam belas Agustus 2015 di bumi Sindangreret, Lembang Bandung Barat yang dihadiri tak kurang dari empat ribu peserta, sengaja disediakan 150 set alat musik angklung. Siapapun yang hadir, mulai bocah hingga nenek-kakek boleh ambil peran memainkan angklung, dengan mengikuti latihan kilat ditempat, tak terkecuali para pejabat.
Kiranya patut diapresiasi ide brilian panitia yang tujuan awalnya mungkin hanya sekedar melestarikan budaya Sunda, namun kenyataan mampu mewujudkan kekompakan dan kemesraan antara pemimpin dan masyarakatnya lewat paduan suara sebagai pembuka.

Acara dilanjutkan sambutan singkat para pemimpin.
Menarik mencermati setiap sambutan, seperti kutipan-kutipan dibawah ini :
1. Catatan dari Mang Oded "Keharmonis keluarga akan tumbuh manakala keluarganya akrab berinteraksi dengan Al-Qur'an"
2. Agus Hanafi menekankan untuk "Meningkatkan Rasa Kebangsaan yang makin memudar"
3. Ledia Hanifa menitipkan pesan agar "Terus dijaga Kesolidan karena akan mengantar pada kemajuan PKS.  Teruslah bergerak cepat, sesuai ajakan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri  karena PKS akan masuk kejalan toll".
4. Tate Komaruddin selaku pemberi taudziah mengingatkan agar kader tak terprovokasi oleh fakta dimana bhakti sosial yang dilakukan tak menuai suara dalam perolehan. Teruslah berbuat baik, baik ada dukungan suara ataupun tidak. Kelak Allah langsung yang berikan buahnya, meski tak sekarang tapi suatu saat, pasti.

Matahari mulai menyengat, tapi para peserta lomba demikian semangat. Mulai balap karung hingga jalan diatas bakiak berderet empat. Seru dan tentu semua berkeringat.
Kejutan demi kejutan dihadirkan dari doorprize yang disediakan. Hadiah Umroh dari masing-masing dari Kang Emil dan Mang Oded, Sepeda gunung dari Kedua Hanifa dan Tate Qomaruddin dan puluhan hadiah lainnya. Sehingga ketika jam tiga sore peserta pulang masing-masing membawa kenangan. (Frieda Kustantina)

F-PKS Desak Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Ayam

sumber gbr. google


Kenaikan daging ayam beberapa hari ini yang mencapai Rp 40.000,- sudah tidak wajar dan memberatkan pedagang tradisional dan masyarakat luas. Sebelumnya daging ayam ini menjadi pengganti daging sapi yang sangat mahal sehingga wajar bila dalam beberapa hari daging ayam turut naik seiring dengan naiknya permintaan akan daging ayam. Saat ini daging sapi sudah mulai turun harganya akan tetapi harga daging ayam tetap tinggi.

Beredar selebaran yang menyatakan bahwa mulai besok Kamis pedagang daging ayam akan melakukan mogok massal di Kota Bandung. Pantauan sementara di pasar Cihaurgeulis, menurut pedagang daging ayam, mogok akan dimulai disiang hari hingga 4 hari kedepan yaitu sampai hari Minggu para pedagang melakukan mogok sebagai aksi protes atas tingginya harga daging ayam. Mereka menyatakan tidak diuntungkan dari tingginya harga, tapi malah mengalami penurunan banyak pembeli yang diakibatkan oleh situasi ini.

Terkait dengan hal tersebut F-PKS DPRD Kota Bandung mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk segera berkoordinasi dengan para pedagang, distributor dan pemerintah provinsi duduk bersama untuk mencari akar masalahnya. Berbeda dengan masalah mahalnya daging sapi, dimana pengusaha feedlotter (penggemukan sapi pedaging impor) tergantung dengan RPH (Rumah Pemotongan Hewan) Pemkot Bandung yang bisa dikoordinasikan. Sementara untuk daging ayam distribusi sangat tergantung pada pemasok dari luar kota seperti Tasik, Ciamis dan lain-lain sehingga peran Pemprov sangat menentukan pula.

Demikian pula Pemerintah Pusat dan Aparat Penegak Hukum harus menyelidiki informasi mahalnya DOC (Day Old Chick) dari perusahaan besar dan mahalnya Pakan, jangan sampai ada mafia yang memainkan harga. Kecepatan Pemerintah Pusat dan Pemprov sangat ditunggu sehingga aksi mogok para pedagang ayam tidak jadi. Apabila ditemukan permainan  harga F-PKS mendesak agar ditindak tegas.

"Langkah terakhir atau alternatif terakhir Pemerintah Kota Bandung meminta BULOG untuk melakukan operasi pasar." Ujar Tedy Rusmawan, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandung.

Masyarakat saat ini menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah melihat krisis mahalnya harga daging sapi dan ayam ini, harapannya agar segera menjadi normal kembali.

Kisah Imam Ibnu Hanifah dan Ibunya

pksbandungkota.com - Ada pepatah mengatakan bahwa "padi jika berisi maka akan semakin merunduk". Hal ini berlaku juga bagi orang yang berilmu, semakin banyak ilmunya maka dia akan menuju pada fase rendah hati dan bijak. Seperti yang dijelaskan oleh hierarki pengetahuan
hierarki pengetahuan  


maka dari itu jika seseorang itu banyak ilmu namun dia tidak mau membagi ilmunya maka dia hanya mencapai tahap knowledge saja, dan bisa dipastikan bahwa ilmu itu hanya bermanfaat untuk dirinya saja. Seperti halnya kisah Imam Ibnu Hanifah saat ibunya bertanya tentang fiqih dan Ibnu Hanifah pun menjawab pertanyaan ibunya, namun tahukah kalian jawaban dari ibunya?
Dia menjawab, "kau tidak tahu apa-apa". Maka ibunya pun menemui seorang dai dimana dai ini adalah hanya seorang yang selalu menyeru pada kebaikan, dia bukanlah ahli fiqih. Lalu sang da'i pun menjawab,''beri saya waktu". Tahukah kalian, da'i itu pergi ke mana? Dia menemui Ibnu Hanifah, dan Ibnu Hanifah pun memberikan jawaban yang sama, dan dia berpesan, "Jangan kau beritahu ibuku kalau jawaban ini dariku". Lihatlah kawan seorang ulama sekelas Ibnu Hanifah yang mengetahui banyak ilmu fiqih, dia tidak marah pada ibunya yang meremehkannya, dia tetap menjaga perasaan ibunya dan berlaku lembah lembut padanya.
Sering kali kita kesal oleh keluarga, kawan yang tidak mau mendengar nasihat kita. Namun bukan berarti kita memaksanya karena hal itu hanya akan membuat mereka semakin menjauh. Berlaku lemah lembutlah pada mereka sehingga Allah akan membukakan pintu hati mereka.
Karena menjaga amarah adalah salah satu ciri orang rendah hati dan orang rendah hati adalah mereka yang faham akan ilmu yang dimilikinya.
"Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” 
[Ali Imran : 159]

Wallahu'alam (Ipah)

Langkah Hukum Jika Terjadi Penangkapan

Written By Budi Haryana on Selasa, 18 Agustus 2015 | 12.43



Pertanyaan :

Bila kita perhatikan di media massa, baik cetak maupun elektronik, seringkali terjadi proses penangkapan kepada Tersangka. Sebenarnya seperti apa mekanisme penangkapan tersangka yang sesuai aturan ? Dan bagaimana langkah hukum yang perlu dilakukan jika saya, keluarga atau teman yang saya kenal ditangkap oleh Polisi ? Terima kasih. (Fandi)



Jawaban :

Pada dasarnya, mekanisme penangkapan terhadap Tersangka telah diatur secara umum dalam UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pada Bab V Bagian Kesatu KUHAP, pengaturan mengenai Penangkapan diatur dalam Pasal 16 hingga Pasal 19. Namun sebelumnya, perlu kita pahami definisi dari Penangkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 butir 20 KUHAP : “Penangkapan adalah suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan atau penuntutan dan atau peradilan dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini (KUHAP).”

Selain tindakan penangkapan, KUHAP juga mengatur mengenai tindakan atau kondisi “Tertangkap Tangan” yaitu “Tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu.” (Pasal 1 butir 19 KUHAP)

Untuk kepentingan penyelidikan, penyelidik atas perintah penyidik berwenang melakukan penangkapan. Lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan, penyidik dan penyidik pembantu berwenang melakukan penangkapan. Lalu, siapa saja yang termasuk penyelidik, penyidik dan penyidik pembantu? 

Dalam Pasal 4 KUHAP dinyatakan bahwa Penyelidik adalah setiap pejabat polisi negara Republik Indonesia. Sedangkan Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia dan/atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang (Pasal 6 KUHAP). Selain penyidik, dikenal juga penyidik pembantu yang merupakan pejabat kepolisian negara Republik Indonesia yang diangkat oleh Kepala kepolisian negara Republik Indonesia berdasarkan syarat kepangkatan yang diatur dengan peraturan pemerintah.

Perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Yang dimaksud dengan “bukti permulaan yang cukup” adalah bukti permulaan untuk menduga adanya tindak pidana. KUHAP tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan “bukti permulaan yang cukup” ini. 

Namun dalam Surat Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung, Menteri Kehakiman, Jaksa Agung dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia tentang Peningkatan Koordinasi dalam Penanganan Perkara Pidana, dinyatakan bahwa bukti permulaan yang cukup adalah Laporan Polisi ditambah salah satu alat bukti lainnya (keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk atau keterangan terdakwa). Ketentuan bukti permulaan ini menegaskan bahwa perintah penangkapan tidak dapat dilakukan dengan sewenang-wenang, tetapi ditujukan kepada mereka yang betul-betul melakukan tindak pidana.

Pelaksanaan tugas penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian negara Republik Indonesia dengan memperlihatkan surat tugas, serta memberikan kepada tersangka surat perintah penangkapan yang mencantumkan identitas tersangka dan menyebutkan alasan penangkapan, serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan, serta tempat ia diperiksa. Tembusan surat perintah penangkapan tersebut harus diberikan kepada keluarga Tersangka segera setelah penangkapan dilakukan.

Dalam hal Tersangka tertangkap tangan, maka penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, dengan ketentuan bahwa penangkap harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada kepada penyidik atau penyidik pembantu yang terdekat.

Lalu bagaimana langkah hukum yang perlu dilakukan jika Anda, keluarga atau teman yang Anda kenal ditangkap oleh Polisi ? Sebagai langkah antisipasi, Anda dapat melakukan upaya sebagai berikut :

1. Mintalah kepada petugas kepolisian yang melakukan penangkapan untuk memperlihatkan Surat Tugas dan Surat Perintah Penangkapan dari penyidik;

2. Bacalah dan perhatikan secara cermat identitas tersangka dalam surat perintah penangkapan. Jangan sampai polisi melakukan salah tangkap. Baca juga alasan penangkapan serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan;

3. Catat nama lengkap dan pangkat penyidik serta petugas yang melakukan penangkapan. Catat juga kantor polisi tempat dikeluarkannya surat tugas tersebut, serta tempat Tersangka akan diperiksa (Polsek, Polres atau Polda);

4. Tembusan surat perintah penangkapan harus diberikan kepada keluarga Tersangka, segera setelah penangkapan dilakukan. Pastikan bahwa tembusan surat perintah tersebut sampai kepada pihak keluarga Tersangka; 

5. Apabila memerlukan pendampingan hukum lebih lanjut, maka segera sampaikan kejadian penangkapan ini kepada Advokat atau Pengacara terdekat. 

Demikian jawaban Kami, semoga bermanfaat.

Syamsul Ma’arief, SH 
(Advokat Magang di LBH Paham Jawa Barat) 





Kirimkan pertanyaan atau masalah seputar hukum  ke :
Twitter : @pks_bandung
Email : humas.pksbdg@gmail.com


Serba serbi di Sindang Reret

Written By ipah umu Abiba on Minggu, 16 Agustus 2015 | 13.56

es doger dari DPC Andir

Pksbandungkota.com - Ahad 16 Agustus 2015 menjadi hari yang bersejarah bagi DPD PKS Kota Bandung. Dimana para kader DPC se-kota Bandung berkumpul dalam satu event. Dimana para kader ini bukanlah dari latar belakang yang sama. Mereka berasal dari pekerjaan yang berbeda, dengan umur yang berbeda pula. Bahkan bisa jadi antar DPC belum saling mengenal. Disinilah ajang saling mengenal dan saling berinteraksi, salah satu nya ada kader yang membawa es doger ke tkp. Karena dikira untuk berjualan, akhirnya menjadi infaq. Sehingga anak-anak bisa merasakan segarnya dingin es doger ditengah ramainya silaturahim. Disana pun menjadi ajang bertemu dengan para qiyadah dan juga tak lupa hadir bapak wakil walikota, Mang Oded.
Mang Oded dan Ust.Tate Q.
Masih bisa menyempatkan hadir dalam acara silaturahim ini. Ditengah kesibukan nya, kita doakan semoga beliau selalu diberikan kemampuan dan kesehatan untuk mengurus rakyat Bandung. Jika kita lihat lebih jauh ke depan, hadir pula ust. Tate Qomarudin, dimana beberapa hari yang lalu beliau sempat dirawat di rumah sakit. Alhmdulillah beliau sudah dapat hadir untuk bertemu dengan para kader. Inilah silaturahim, bertemu dengan saudara seiman, rindu untuk berinteraksi dengan kawan perjuangan. Semoga silaturahim hari ini selalu menguatkan ukhuwwah kita. Dan mengisi energi dalam diri untuk selalu dapat berkontribusi bagi masyarakat luas. (ipah)

Berlomba-Lomba Menuju Silakbar

peserta silakbar


pksbandungkota.com- ahad ini insya Allah akan diadakan silaturahim akbar. Para kader berlomba-lomba menuju TKP dengan berbagai transportasi. Tak lupa mereka pun membawa anak-anak sehingga merekab bisa berkenalan dengan anak-anak kader yang lainnya. Ajang silaturahim ini bukan hanya menjadi ajang temu para kader untuk melaporkan kegiatan-kegiatan DPC nya. Namun lebih pada temu kangen para kader. Setelah lelah berjuang dan energi ruhiyah maupun fisik butuh di isi ulang.
salah satu kendaraan peserta
Semua berjuang dengan satu tujuan, saling menguatkan dengan bertemu wajah-wajah saudara seperjuangan. Tak ada yang lebih menyejukkan selain bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah.
Untuk para kader, semoga setiap meter langkah menuju lokasi menjadi amal kebaikan di akhirat nanti. Setiap keringat yang tercucur menjadi penggugur dosa. Dan semoga hati-hati kita selalu dalam ketenangan. (Ipah)

Rute menuju Cikole, jalur Utama dan Alternatif

Written By alimoel soekarno on Sabtu, 15 Agustus 2015 | 16.10

DPD PKS Kota Bandung

DPD PKS Kota Bandung akan mengadakan acara penutup dari rangkaian Ansyithah Ramadhan 1436 H. Pada tahun ini acara akan dihelat di Areal Hotel Sindangreret II Cikole Lembang. Bagi Kader yang kesulitan untuk menuju ke tempat acara, Tim Humas DPD berusaha memberikan petunjuk arah sehingga kader PKS dapat mudah sampai di lokasi acara.

Jalur Utama

Biasanya orang yang akan berangkat ke Lembang dari Kota Bandung akan melalui jalur ini, dimulai dengan Jalan Setiabudhi hingga terminal Ledeng. Kemudian Jalan Raya Lembang yang memiliki kelok-kelok khas menuju daerah dataran tinggi. Hati-hati ada beberapa titik yang memiliki kelokan agak tajam, biasanya kendaraan mulai pelan-pelan melewatinya.

Setelah sampai di Kota Lembang, perjalanan disambung dengan melalui Jalan Tangkuban Perahu hingga sampai Balai Pengembangan Benih Holtikultura dan Tanaman. Setelah itu, kendaraan diharapkan pelan-pelan karena lokasi Hotel sudah dekat, letaknya ada dikiri jalan.

Kekurangannya adalah, jalur ini begitu padat disaat hari libur, diharapkan untuk berhati-hati dan bersabar karena mulai di jalan Setiabudhi sudah menampakkan macet atau padat merayap.

Jalur Alternatif

Ada dua jalur alternatif yang bisa dilalui, dua jalur tersebut dimulai dari terminal Dago. Jalur alternatif yag pertama masuk ke daerah Jajaway yaitu di Jalan Citra Green Dago. Jalur ini melewati komplek perumahan Citra Green Dago, SMP Sekolah Alam Bandung dan Singapore International School. Kontur jalan menurun kemudian terus menanjak hingga bertemu jalan Punclut Cidadap. Belok kanan menuju Pondok Madani, pelintas diharap berhati-hati saat sampai di Pondok Madani, karena jalannya terlalu curam untuk dilintasi, kondisi kendaraan haruslah prima agar rem dan kopling berfungsi dengan baik.

Setelah menanjak jalan mulai menurun kembali serta menyempit karena memasuki perumahan penduduk, pelintas sudah sampai didaerah Lembang, tinggal menuju jalan Tangkuban Perahu. Tidak disarankan apabila pelintas motor mengangkut tumpangan lebih dari satu atau mobil yang tidak prima, karena sering terjadi rem blong atau kopling yang panas.

Jalur alternatif yang kedua, dari terminal Dago juga agak kedepan dan bertemu Jalan Dago Bengkok. Jalan sangat curam tapi hanya sebentar karena diatas mulai mendatar. Nanti ketemu tanjakan berikutnya yang lumayan curam tapi pendek tidak panjang seperti di Jajaway tadi. pelintas akan bertemu dengan pertigaan menuju Maribaya, ambil kekiri menuju pasar Lembang. Memutar arah melalui Kota Lembang dan kembali ke Jalan Tangkuban Perahu.

Demikian ulasan rute menuju Hotel Sindangreret II, Lokasi Silaturahim Akbar 1436 H DPD PKS Kota Bandung.
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com