Latest Post

Mengedepankan Tabayyun

Written By alimoel soekarno on Rabu, 26 November 2014 | 09.47


Berbagai isu berita yang disebar di berbagai grup BBM dan sosial media, membuat Rita Sukendar
ketika hari Ahad (23/11) ketika mengisi acara Jalasah Ruhiyyah di masjid Al Kautsar Kebun Kopi Cimahi mengambil tajuk 'tabayyun'. Menurut Iqbal Nurhadi El Hadad secara bahasa tabayyun adalah mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas adanya, sedang menurut istilah, tabayyun itu meneliti dan menyeleksi berita baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya dan tak tergesa dalam memberi keputusan.

Kaitannya dengan berita yang akhir akhir ini marak disebar disemua lini sosial media tabayyun sangat diperlukan bagi yang menerima berita tak jarang terjadi setelah berita tersebar luas, belakangan ada penjelasan bahwa beritanya hanya 'hoax' alias bohong. Dicontohkan Rita Sukendar, ketika korban dari berita hoax yang di broadcast melalui grup BBM tak tanggung tanggung, seorang ulama kondang, Ketua MUI kota Bandung, ustadz DR.Miftah Faridz. Beliau ketika menjalani perawatan di Singapura, beredar BBM yang mengabarkan akhirnya menutup mata disana, padahal kenyataannya tidak demikian. Apakah pembuat berita bohong tak memikirkan dampaknya, bagaimana perasaan keluarga yang di tanah air ?

Berkaca dari satu contoh kasus diatas , kiranya cukup jadi bahan renungan bagi kader perempuan PKS Cimahi Selatan yang hadir, untuk tidak menelan mentah mentah dan meneruskan dan menyebar berita yang masuk, baik lewat grup BBM dan sosial media lain ataupun perbincangan langsung estafet dari mulut kemulut.

Dalam Q.S.Al Hujarat ayat 6, Allah berfirman :
"Hai orang orang beriman, jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu".

Jadi jelas tabayyun itu produk Illahi, disyari'atkan dalam Islam agar tak merusak tatanan hidup masyarakat. Sebaliknya jika setiap berita yang tanpa ditabayyuni langsung disebar, jelas itu produk setan. Sementara menurut Prof.DR. Marzani Anwar, terdapat beberapa hikmah dari tabayyun, antara
lain :

1. Memperluas wawasan perpikir.
2. Mengusung pendalaman pengetahuan, sehingga menimbulkan kearifan.
3. Pengujian atas kebenaran informasi.

Sehingga indikasi keberhasilan tabayyun, ketika mampu mengungkapkan fakta yang bisa dijamin
akurasinya dan analisis jernih. Rita Sukendarpun berharap kader Bidpuan PKS mampu mengelola berita yang masuk dengan cara tabayyun terlebih dahulu, sehingga arif dalam bersikap dan berpendapat. Digambarkan akibat buruk yang tidak mengedepankan tabayyun atas gosip (berita yang belum teruji kebenarannya) :

1. Rawan konflik sehingga terancam terputus silaturahim.
2. Pemboikotan terhadap seseorang atau kelompok / golongan .
3. Mudah berrsikap tak adil
4. Penghasilan dari yang diusahakan terganggu (dampak ekonomi)
5. Ketika ukhuwah rapuh, timbul perpecahan , maka jauh dari barokah Allah.
6. Gosip tumbuh subur, tiada hari tanpa gosip.

"Dalam masyarakat yang tumbuh subur gosip, perlu terus menerus ditingkatkan sensor pribadi
atas radiasi berita yang tak jelas sumber beritanya" demikian Rita Sukendar mengingatkan.
"Terus menerus mendekat dengan Allah dan dengarkan hati nurani, insyaAllah kepekaan sensor pribadi akan terpancar kuat" tambahnya.

Kiranya tak berlebihan jika penulis menasihati diri agar tumbuh sensor pribadi yang kuat, untuk selalu ingat bahwa akan ada peristiwa hisab dari Allah atas segala yang kita perbuat, akrab dengan Al-Qur'an, sunah dan sirah Nabi. Itu semua akan mudah jika diri berusaha terus menerus tak jauh dan senantiasa konsultasikan dengan Yang Maha Arif dan Maha Bijak, kapan saja, dimana saja. Ongkosnya cukup jaga wudlu, perbanyak sujud serta peka terhadap kesulitan sesama . ( Frieda )


Catatan aktifitas Dra.Hj. Rita Sukendar :

1. Ketua 1 BKSWI (Badan Kerja Sama Wanita Islam), Cimahi
2. Kabid. Ekonomi PW Muslimat
3. Konselor P2TP2A, Jabar
4. Tim Motekar (Motivator Ketahananan Keluarga), Jabar
5. Kabag. JLW DPD PKS Cimahi.

Ledia : "Tunjangan yang Tak Kunjung Cair Berpotensi Membuka Pintu Gratifikasi

Tunjangan yang Tak Kunjung Cair Berpotensi Membuka Pintu Gratifikasi

Sejak juli 2014, potensi gratifikasi di KUA ditutup melalui PP No 48 tahun 2014. Sayang niat baik untuk mewujudkan pelayanan negara yang bersih dan profesional terhambat urusan tunjangan yang tak kunjung cair.

“Bila para petugas KUA tak kunjung mendapatkan tunjangan jasa dan transportasi yang menjadi hak-nya, sementara mereka sudah bertugas profesional, tidak mengambil kutipan, bahkan menalangi terlebih dahulu ongkos perjalanan, tentunya hal ini menjadi beban tersendiri bagi mereka. Saya khawatir pintu grafitikasi bisa terbuka kembali dengan berbagai alasan,” ungkap Wakil Ketua Komisi VIII Ledia Hanifa Amaliah.

Sejak berlakuknya PP No 48 tahun 2014 tentang Perubahan Atas PP No 47 tahun 2004 Tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen Agama kini biaya pencatatan nikah menjadi Rp. 0 alias gratis selama dilangsungkan di kantor KUA pada hari dan jam kerja. Sementara pungutan resmi sebesar 600 ribu rupiah atas jasa profesi dan transportasi petugas KUA di luar hari dan jam kerja disetorkan langsung ke negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Dari setoran ke negara ini, sekitar 80 persen dari total penerimaan akan dikembalikan ke KUA untuk melaksanakan program dan kegiatan bimas Islam dalam rangka pelayanan nikah atau rujuk termasuk di dalamnya pemberian tunjangan jasa profesi dan transportasi kepada petugas pelaksana KUA. Detil mengenai penerimaan, pengelolaan dan pencairan dana PNBP ini telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) no 46 tahun 2014 yang berlaku mulai November ini sebagai pengganti PMA no 24 tahun 2014 yang berlaku Agustus lalu.

Selama ini sebagian besar masyarakat tahunya KUA hanya sebagai kantor layanan administratif pernikahan, padahal tupoksi mereka luas sekali yaitu melaksanakan sebagian tugas Kantor Departemen Agama Kota/Kabupaten di bidang urusan agama Islam dan membantu pembangunan pemerintahan umum di bidang agama di tingkat kecamatan dengan fungsi tugas yang mencakup pelayanan nikah, rujuk, penyuluh agama, pelayanan konseling melalui Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP-4), hingga bersama masyarakat memakmurkan rumah ibadah lewat Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). 

“Dengan lingkup tupoksi seluas itu, satu KUA hanya mendapat anggaran operasional 3 juta rupiah per bulan untuk mengkaver seluruh kebutuhan kantor dan pelaksanaan kegiatan. Bila kemudian dana PNBP yang menjadi hak KUA masih saja tertunda karena soal teknis admininistratif di tingkat pusat, tentu keseriusan pemerintah untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan profesional patut dipertanyakan.” Sambung aleg FPKS ini pula

Ledia menambahkan, komisi VIII DPR RI sudah sejak lama mengingatkan pemerintah bahwa selain semangat menutup pintu gratifikasi ditinggikan, semangat mencarikan solusi harus menjadi langkah silmultan. 

“Kementrian Agama harus segera menyelesaikan persoalan lintas sektor dengan Kementrian Keuangan agar dana PNBP bagi KUA ini segera turun dan terus turun setiap bulan dengan lancar. Janganlah persoalan kepentingan administratif di tingkat pusat semisal tarik ulur mengenai siapa pemegang kewenangan pengelolaan anggaran menghambat orang mendapatkan hak atas apa yang sudah mereka kerjakan. Hal yang seharusnya mudah jangan dibuat sulit. Penetapan kewenangan tidak seharusnya berlarut-larut hingga memakan waktu sampai berbulan-bulan,” sindir Ledia

Ungkapan Ledia ini ditujukan pada PMA No 24 yang berlaku pada Agustus lalu dan belum tersosialisasi namun sudah berganti dengan PMA baru no 46 pada November ini. 

“Jangan sampai muncul lagi alasan bahwa PMA baru belum tersosialisasi hingga tunjangan kembali terhambat untuk dicairkan. Selain berpotensi membuka kembali pintu gratifikasi dengan beragam alasan, saya khawatir pemerintah akan jatuh dalam posisi menzalimi pekerjanya,” tegas Ledia


Ledia Hanifa, PKS Bandung
Ledia Hanifa

Audiensi Forum Guru dengan Wakil Ketua DPRD, Haru Suandharu

Written By alimoel soekarno on Selasa, 25 November 2014 | 16.30

gambar dari FB FKGH  
Bandung, Rabu (25/11) -
Permasalahan Guru Honorer hingga saat ini masih menggantung, khususnya yang masuk dalam kategori K2. Setelah mengikuti serangkaian pendataan dan ujian saringan PNS beberapa bulan yang lalu. Namun, hingga kini karena berbagai hal termasuk pergantian struktur Pemerintahan masalah ini masih tersendat. Permasalahan lain juga timbul, dimana dalam satu tahun ini Tunjangan Daerah (Tunda) dirasakan tersendat pencairannya. Puncaknya pada Jum'at(21/11) Persatuan Guru Honorer yang tergabung dalam FGII dan FKGH mengajukan audiensi ke DPRD Kota Bandung. Kali ini diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Haru Suandharu.

Beberapa hal yang dibahas dalam audiensi tersebut ialah beberapa hal terkait:
1) Tunjangan Profesional Guru
2) Hibah untuk Guru Honorer
3) Peningkatan kinerja Disdik Kota Bandung
4) Berakhirnya jabatan beberapa Kepala Sekolah

Dalam pertemuan tersebut, Haru Suandharu menjawab bahwa Tunjangan Profesional Guru adalah kebijakan Pemerintah Pusat. Untuk hal ini perlu adanya penyempurnaan mekanisme pelaporan, evaluasi dan pencairannya sehingga dapat diterima oleh para Guru dengan lebih proposional dan tepat waktu.

Untuk Hibah untuk Guru Honorer juga sedang dalam proses pencairan. Dalam prosesnya perlu dilakukan sesuai mekanisme peraturan perundangan agar tepat waktu dan tepat sasaran.

Khusus untuk Peningkatan Kinerja Disdik Kota Bandung merupakan agenda utama Walikota dan Wakil Walikota, didalamnya sudah termasuk dalam reformasi birokrasi. Diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama, Pemkot dapat melakukan reformasi dan peningkata kinerja Disdik Kota Bandung.

Berakhirnya jabatan beberapa Kepala Sekolah Negeri telah direspon oleh Disdik dan BKD. Namun dalam implementasinya secara menyeluruh memerlukan waktu yang tepat. Hal ini terkait dengan penyelesaian agenda Pendidikan dan mekanisme pelaporan administrasi. Saat ini Disdik sedang menyiapkan evaluasi, mutasi dan promosi Guru menjadi Kepala Sekolah yang dapat menjamin kualitas pendidikan di Sekolah.

Guru : Doa yang Tak Terucap


Ilustrasi
Sebenarnya malu jika diri ini mengingat sebuah nama
Sebuah nama yang mungkin akan membuat air mata ini jatuh
Jatuh karena diri ini belum bisa memberikan sesuatu yang berharga
Bahkan mengucapkan terima kasih pun belum sempat
Jelek nya diri nya ini hanya mengingat amarah darimu
Amarah yang sebenarnya itu untuk kebaikanku
Tetapi saat itu aku tak sadar akan manfaat itu
Manfaat yang bisa membuat aku tetap berdiri hingga hari ini
Bertahan untuk tetap melawan kerasnya arus hidup
Demi mencapai cita yang telah ku tuliskan dalam hati
Cita yang telah ku realisasikan lewat ikhtiar

Namun aku lupa akan jasamu
Jasa yang telah membuat diri ini bisa menerima kerasnya ujian
Jasa yang membuat diri ini maju untuk menghadapi tantangan
Kadang tangis pun semakin tak terbendung
Jika setiap menit ku ingat dirimu yang hingga kini aq tak tahu keadaan nya

Mungkinkah aku masih sempat mengucapkan terima kasih?
Atau mungkinkah cukup doa ku panjatkan dalam setiap munajatku
Tapi aku tahu, itu tidak bisa membalas kasih sayangmu
kasih sayang yang telah rela mendidik diri ini menjadi manusia yang tangguh

Lewat tegasmu, ku belajar rasa empati akan moral generasi bangsa
Lewat marahmu, ku belajar tata krama seorang generasi terbaik
Lewat senyummu, ku belajar arti keikhlasan

Namun ku rindu
Rindu akan didikan mu
Jiwa seorang pendidik yang membuatku menjadi manusia seutuhnya
Aku rindu seoorang pendidik, aku tidak ingin hanya diajar
Aku pun ingin di didik
Karena ku tahu Tuhan saja melihat makhluk Nya bukan dari IQ saja
Tapi Tuhan melihat makhluk Nya dari akhlaq nya

Aku ingin tuhan bangga padaku
Dan aku ingin kau menjadi perantara nikmat itu
Inilah doaku untukmu
Doa yang mungkin selama ini baru bisa ku sampaikan
Karena tak kuatnya lisan untuk berkata
Berkata bahwa kau begitu berarti bagi kami
Dan kau tetap istimewa di hati kami

(Ipah)

Reses, Anggota Dewan Asal PKS Sosialisasikan RPJMD 2013-2018



PKS Kota Bandung - Reses Anggota DPRD Bandung Fraksi PKS

Mulai Senin (24/11) hingga Rabu (26/11), puluhan anggota Dewan tingkat Kota Bandung melaksanakan agenda Reses. Dijadwalkan selama tiga hari, para legislator yang telah dipilih pada Pileg April lalu ini kembali menuju daerah pemilihannya, untuk menyosialisasikan kinerjanya sekaligus menyerap aspirasi para konstituennya.

Seperti yang dilakukan oleh Endrizal Nazar, anggota DPRD Kota Bandung Fraksi PKS, yang kemarin (24/11) mengundang warga kecamatan Sukajadi untuk Reses perdananya. Bersama Dinas Bina Marga Bandung, Endrizal menyosialisasikan program Bandung Juara yang telah resmi disahkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tahun anggaran 2013-2018. Setidaknya lima puluh warga hadir, dalam acara yang digelar di Gedung Muhammadiyah Jalan Sukajadi Bandung. Acara Reses kali ini dirancang senyaman mungkin, sehingga sengaja dilakukan di restoran. Dalam gelaran yang dilaksanakan mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB ini, hadir pula lurah kelima kelurahan se-Sukajadi yaitu Pasteur, Cipedes, Sukabungah, Sukagalih dan Sukawarna. 

Endrizal menyampaikan bahwa keseluruhan program Bandung Juara terus diperjuangkan pelaksanaannya, hingga akhirnya bisa disahkan dalam RPJMD. Hal ini tentu membawa angin segar, karena tak lama lagi Insya Allah mimpi terwujudnya Bandung Juara dapat segera digapai. Berkat masuknya program-program ke dalam RPJMD, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah diarahkan untuk mengoptimalkan program-program tersebut. Sementara itu, Dinas Bina Marga turut menyampaikan pemaparan yang lebih detil seputar program pembangunan daerah sekitaran Sukajadi.

Diantara beberapa pertanyaan dan aspirasi yang dikemukakan warga yang hadir adalah seputar drainase, sempitnya lahan pemukiman warga pribumi, dan pengelolaan sampah. Ketiga hal ini memang dirasa menjadi masalah utama di Kecamatan Sukajadi. 

Selanjutnya, Endrizal akan melakukan Reses di Kecamatan Andir dan Cicendo. Bersamaan dengan Endrizal, seluruh anggota Dewan Fraksi PKS pun sedang Reses di berbagai Kecamatan se-Kota Bandung. (RD)

Sadar Hukum dan Belajar dari Sultan Aceh

Written By Anak Panah yang Terbang Melesat on Senin, 24 November 2014 | 11.01

Sambil menahan air mata dan sesak di dada, Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam (1607-1636) berkata,  "Mate aneuk meupat jirat, reule adat hana pat ta mita! Mati anak ada kuburnya. Rusak hukum tiada gantinya!" Peribahasa tersebut diucapkan Sang Sultan kala menghukum rajam Meurah Pupok; putra tercintanya yang berzina.(Salim A Fillah, buku "Menyimak Kicau Merajut Makna", halaman 170")

sumber gambar: aniezhaoriqi.blogspot.com

Sejarah kita berhiaskan para pendahulu yang mengagungkan hukum di atas ego pribadi. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda : “Andaikata Fatimah Binti Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya ( HR. Muslim)


Atau kisah Ali bin Abi Thalib yang bersengketa memperebutkan baju besi dengan seorang Yahudi. Ali sang presiden Islam saat itu merasa Baju Besinya yang hilang ada di tangan seorang Yahudi, rakyatnya. Ia melaporkannya ke pengadilan. Proses hukum berjalan. Sang Yahudi, bersikukuh. Ali diminta membawa bukti atau saksi. Ali meminta putranya untuk bersaksi. Namun kesaksian sang putra ditolak, karena ada ikatan kekeluargaan. Maka dengan nama hukum, Ali Bin Abi Thalib sang presiden, pemimpin Negara, yang beragama Islam, agama yang Mayoritas dan dominan saat itu kalah oleh Seorang rakyat beragama Yahudi, agama yang tidak dominan saat itu. Haru dan kagum merasuk ke jiwa sang Yahudi. Ia tahu betul bahwa baju besi itu memang ia temukan, dan baju besi itu kemungkinan besar milik Ali sang Khalifah. Ia takjub akan kemuliaan ajaran islam, akan keadilan, akan penghormatannya terhadap hukum. Seorang pemimpin Negara yang kuat pun bisa kalah. Sang Yahudi memutuskan untuk masuk Islam.

Kita dapat belajar bahwa Saat Indonesia memilih menjadi Negara hukum, adalah sebuah keputusan tepat. Tugas kita sebagai masyarakat untuk menjaga keberhukuman negara ini. Tugas kita sebagai masyarakat saling berbagi di antara rakyat tentang informasi hukum. Sehingga semua sadar hukum, tidak menjadi pelanggar hukum, dan tidak dikibuli oleh siasat orang licik yang mafhum hukum. Dorongan itu kiranya yang membuat DPD PKS Kota Bandung mengadakan agenda Penyuluhan Sadar Hukum yang didakan di kantor DPD PKS Kota Bandung, kemarin Minggu 23 November 2014.

Tema yang diangkat adalah tentang urgensi sadar hukum, terutama hukum pidana, dan hukum Internasional. Peserta agenda tersebut adalah ketua DPCdan pengurus DPD PKS Kota Bandung. Poin penting yang dibahas adalah bahwa setiap perjanjian kerjasama diwajibkan tertulis, hal-hal apa saja yang membuat perjanjian batal di mata hukum positif, tentang hukum internasional dan tinjauan kasus Palestina. Dibahas pula urgensi penulisan perjanjian tersebut adalah karena, Al-Qur’an memerintahkan hal tersebut, yaitu perintah untuk mencatat sebuah hutang dan ditafsirkan berlaku untuk proses muamalah lainnya. Alasan lainnya adalah bahwa karena kader PKS memiliki misi perbaikan di masayrakat, tentu perbaikan tersebut menggandeng berbagai macam pihak, bekerjasama dengan berbabagai macam orang. Perlu kiranya proses kerjasama tersebut menggunakan perjanjian tertulis yang jelas.


Semoga agenda yang dilaksanakan tersebut menjadi pendorong terciptanya rakyat Indonesia yang sadar hukum.

oleh:(Fanfiru)

Belajar dari para Petambak Lele

Written By alimoel soekarno on Minggu, 23 November 2014 | 09.25


Setelah sarapan pagi, peserta Pelatihan Budidaya Lele bersiap untuk pergi ke Balong (Kolam/Tambak -red). Kali pertama ini dipandu oleh Pak Nasir, peserta diajak untuk memilah Lele yang siap untuk "dikawinkan". Setelah memilih kemudian Lele tersebut dibawa ke tempat pemijahan.

Sebelumnya kolam pemijahan disiapkan dengan diberi jaring dan media peletakan telur. Ini adalah teknik tradisional dimana Lele "kawin" secara alamiah. Adapun teknik kedua adalah dengan suntikan, dalam waktu 7 jam setelah penyuntikan barulah Lele melakukan "perkawinan".


Setelah kunjungan dilanjutkan ke tempat pembibitan Lele, dipandu oleh Pak Budi. Beliau ini ahli dalam pembibitan Ikan terutama Lele, Ada beberapa kolam pembibitan yang masing-masing diberi tanda atau kode untuk mengenali sudah berapa senti panjang ikan.

Perjalanan dilanjutkan meninjau dan belajar dari Petambak Lele yang sudah sukses produksi Lele dalam skala besar. Cara pemijahan dan pembesaran ikan Lele dikerjakan secara tradisonal,, kolam yang dipakai kurang lebih ada sepuluh kolam.

Setelah pengetahuan peserta semakin tercerahkan dengan bisnis ikan Lele, kemudian peserta beranjak ke daerah Sukaraja dimana disitu ada sebuah tempat pengembang biakan ikan Lele yang dikerjakan secara modern. Dengan lahan tak kurang dari 21 hektar yang diklasifikasikan kedalam beberapa usaha mulai dari budidaya ikan Lele hingga pertanian, tempat tersebut cukup asri dan kondusif sebagai bahan edukasi perikanan dan pertanian.

Nafas Segar dari Pangandaran

Nafas Segar dari Pangandaran

PKS Kota Bandung - Nafas Segar dari Pangandaran

Apa yang terlintas jika disebut Pangandaran ? Ya..wisata pantai yang indah disalah satu kabupaten di propinsi Jawa Barat. Ya..Susi salah satu nama menteri kabinet Jokowi.

Sekarang adakah yang tahu asal usul nama pangandaran itu sendiri ?

Ternyata kata pangandaran berasal dari dua suku kata yaitu 'pangan' dan 'daran'. Pangan berarti makanan dan daran berarti pendatang. Jadi secara maknawi pangandaran sama dengan 'sumber makanan bagi pendatang'.

Sebenarnya penulis hadir kali ini tidak untuk membahas sejarah ataupun tempat wisata kabupaten Pangandaran. Ada peristiwa penting yang patut dicatat disana, bahwa pada hari Sabtu (22/11) jajaran pengurus DPD PKS Pangandaran resmi dilantik oleh ketua DPW PKS Jabar Ustadz Tate Qomaruddin LC., dengan mengambil tempat di Hotel Mustika Ratu, Pangandaran.

Acara yang berlangsung khidmat disaksikan oleh utusan dari DPP PKS Wilayah Dakwah Banten dan Jawa Barat, kader PKS yang duduk di DPR RI dan anggota DPRD PKS Jawa Barat dapil Pangandaran, Bupati Kepala Daerah Pangandaran, Ormas , Tokoh Masyarakat serta undangan lainnya.

Lalu siapa saja yang terpilih sebagai pengurus DPD PKS kabupaten Pangandaran ? Berikut susunannya :

Ketua : Ustadz Endang Ahmaf Hidayat
Sekretaris Umum : Ustadz Mastur Abdurrohman
Bendahara : Ipin Aripin
Kaderisasi : Ustadz Agus
Bid. Pembangunan Umat : Ustadz Mizwan
Bid. Perempuan : Neti Cahyati
Bid. Humas : Iwan Iswanto
Bid. Buruh Tani Nelayan : Itong
Bid Kebijakan Publik : Yusuf tajiri
Bid.GM Pro. : Gungun Gumelar
Bid PEK : Ade tatang

Moga dengan dilantiknya sejumlah pengurus diatas dapat lebih semangat dan mantap dalam menggerakkan kadernya untuk menjadi agen perubahan di daerahnya.Barakallahu. (Frieda)

Piala AFF : Indonesia bermain imbang melawan Vietnam

Sabtu (22/11) Timnas Indonesia atau yang biasa disebut Garuda menjalani laga perdana melawan Tim tuan rumah Vietnam. Dalam laga kali ini Indonesia berhasil menahan imbang perlawanan Tuan Rumah Vietnam.

Tertekan dari serangan-serangan Timnas Vietnam yang mengandalkan umpan silang dan bola bola mati, akhirnya Vietnam sukses menceposkan bola kedalam gawang Timnas Indonesia yang dijaga Kurnia Meiga. Diawali tendangan penjuru, sundulan Van Dijk yang bermaksud menghalau bola ternyata tepat mengarah ke kaki pemain Vietnam yang dengan mudah mengarahkan bola kedalam gawang Indonesia. skor 1 - 0 untuk Vietnam.

Tak mau tertinggal, Timnas Indonesia intensif menyerang pertahanan lawan. Dan tak berselang lama di menit ke-28 Indonesia mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan Zulham Zamrun. Skor imbang 1-1.

Di babak kedua, Vietnam terus menyerang pertahanan Indonesia dari kedua sayap melalui umpan-umpan silang yang mematikan. berawal dari pergerakan Le Cong Vinh yang tidak mampu dihadang oleh Zulkifli Syukur, Cong Vinh melepaskan tendangan setengah Voli mengarah kedalam gawang Indonesia dan Gol terjadi. Menit 68 milik Vietnam, skor menjadi 2 - 1.

Di menit 83, Samsul Arif memanfaatkan kesalahan pemain belakang Timnas Vietnam. Kemudian Samsul melepaskan tendangan yang cukup keras mengarah ke kiper Vietnam. Tangkapan yang tidak sempurna kiper Vietnam membuat bola terus masuk kedalam gawang. Skor 2 -2 beertahan hingga akhir pertandingan. Indonesia akan mengahadapi dua Tim lagi dalam satu grup, Filipina dan Laos yang sehari sebelumnya Filipina berhasil mengalahkan Laos dengan skor telak 4 - 1.

Mencipta Pengusaha Lele baru

Written By alimoel soekarno on Sabtu, 22 November 2014 | 07.09


Bandung, Jum'at (21/11) DPD PKS Kota Bandung Bidang Pembinaan Ekonomi Kader mengadakan "Pelatihan Budidaya Lele" ke daerah Lemah Situ, Sukabumi. Karena jumlah peserta yang membludak sehingga dibentuklah beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama ini terdiri dari 16 orang, gelombang berikutnya dengan jumlah yg sama pula.

Diharapkan setelah pelatihan budidaya ini, muncul pengusaha-pengusaha lele baru. Kota Bandung saat ini terus berkembang bisnis kulinernya, tak terkecuali kuliner dari Ikan Lele. Bahkan sudah ada restoran yang memakai brand market Lele sebagai produk utamanya. 


 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com