Latest Post

3 Kreativitas Warga di Kampung Berkebun

Written By Budi Haryana on Sabtu, 01 November 2014 | 07.47

3 Kreativitas Warga di Kampung Berkebun

3 Kreativitas Warga di Kampung Berkebun
3 Kreativitas Warga di Kampung Berkebun
Enam bulan Pemkot Bandung dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil dan Oded M Danial menggulirkan program Kampung berkebun di 151 RW. Program ini digulirkan selain sebagai upaya perbaikan kualitas lingkungan sehingga menjadi lebih asri dan produktif juga sebagai pemenuhan kebutungan pangan masyarakat. Satu RW mendapatkan secara gratis bibit, tanah, pupuk, dan peralatan pendukung. Peran relawan kampung berkebun sangat penting. Para relawan ini membingbing, memonitor dan ikut bersama melaksanakan program berkebun

Salah satu tempat program di RW 06 Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cinambo, Pak RW beserta beberapa warga rutin merawat tanaman sayuran hingga panen tiba. Hasil tanaman cukup menggembirakan dan bisa dinikmati warga, bahkan sebagian hasi panen bisa dijual kepasar. Walaupun lahan sulit ditanami penuh brangkal, warga berkreasi dengan membuat guludan yaitu tumpukan tanah yang dibuat memanjang.

Sementara di RW 05 kelurahan Pakemitan sayuran dan tanaman hias tidak dipusatkan disatu tempat, tapi disebar ke tiap rumah. Pak RW menghimbau warganya menanam sayur disetiap halaman rumahnya. Sebagain rumah di RW halamannya sempit, warga menjadikan pagar rumah sebagai tempat menyimpan tanaman. 

RW 03 cisaranten endah dipusatkan dikantor keluarahan, hasil panen cukup menggembirakan. Bahkan ibu-ibu pengelola kampung berkebun mendapatkan pesanan pembibitan sayuran dari salah seorang warga. 

Demikian 3 kreativitas warga di Kampung Berkebun. Mengamati program di lapangan walaupun cuaca beberapa bulan terakhir sangat panas dan belum semua warga ikut terlibat dalam program ini, program kampung berkebun ditahun pertama ini berjalan lancar dengan segala tantangannya.

Entrepreneur & Traveller 

Artikel Lainnya:
Kampung Berkebun, Aktivitas Hari Libur Yang 'Menghasilkan'

3 Kreativitas Warga di Kampung Berkebun
3 Kreativitas Warga di Kampung Berkebun

3 Kreativitas Warga di Kampung Berkebun
3 Kreativitas Warga di Kampung Berkebun

Wahai Pemuda Mari Torehkan Tinta Emas Kita...!

Wahai Pemuda Mari Torehkan Tinta Emas Kita...!
PKS Kota Bandung - Penghargaan kepada Pemuda Inspiratif oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

Bandung, (31/10 ).- Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. "( Q.S.Al Kahfi :13)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda :
"Ada 7 golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya. Pada hari itu, tidak ada naungan, kecuali nanungan Allah. Golongan tersebut adalah pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di dalam beribadah kepada Allah...........” (HR.Bukhori)

Masih hangat dalam ingatan kita beberapa hari yang lalu kita memperingati moment bersejarah hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Kutipan Ayat Al – Qur’an dan hadits Rasulullah diatas menginformasikan kepada kita betapa golongan pemuda dalam kehidupan beragama, bernegara, masyarakat, keluarga bahkan dalam kehidupan individualnya mempunyai peranan penting dalam mengukir sejarah kehidupan. 

Pemuda sebagai salah satu tonggak kemajuan suatu negara dinilai harus mempunyai kompetisi unggul menghadapi persaingan global dewasa ini, seperti apa yang dituturkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat peringatan hari sumpah pemuda ke – 86 di halaman Gedung Sate Bandung (28/10), “Pemuda yang maju adalah pemuda yang memiliki kemampuan inovasi dan kreativitas tinggi”. Masih menurut Aher -sapaan akrabnya “Pemuda yang maju adalah pemuda yang mampu berfikir positif, yang senantiasa terus berorientasi pada kejayaan bangsanya demi keunggulan dan kegemilangan masa depan, tidak mudah menyerah, bertanggung jawab dan senantiasa melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri, masyarakat dan untuk bangsanya”. 

Dalam kesempatan itu pula, Gubernur yang telah banyak menerima penghargaan dari pemerintahan karena karya dan inovasi – inovasinya untuk memajukan Provinsi Jawa Barat ini menuturkan bahwa sumpah pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan dan kepeduliannya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Jika kita menyelami sejarah masa hidup Rasulullah dan para Sahabat terdahulu, maka pesan – pesan seperti ini pun lantang digelorakan, bahkan lebih menggelora karena para pelakunya merupakan pemuda – pemuda pilihan yang ditempa langsung oleh tangan mulia Rasulullah, mereka dididik untuk menjadi tonggak bagi agama dan umat. Bukan tugas – tugas yang mudah pula yang dibebankan di pundak mereka sehingga mampu mengukir tinta emas sejarah. Mari tengok sejenak jejak Usamah bin Zaid panglima perang termuda pada zamannya, mari tengok Muhammad Al Fatih sang Penakluk Konstantinopel / Istanbul itu, dia yang telah mewujudkan nubuwat Sang Rasul dimasa lampau. 

Semoga kegemilangan itu hadir kembali dari para pemuda di negri ini, virus semangat para pemuda di tahun 1928 menjadi inspirasi untuk dapat mengabdi pada bangsa , juga semangat keteladanan yang dicontohkan pemuda di zaman Rasulullah menjadi Ruh bagi langkah – langkah besar ke depan dalam membangun Agama dan Negri tercinta ini. (Wanti)

Sumpah Pemuda, Kabinet Kerja, dan Teladan Nusantara

Written By Anak Panah yang Terbang Melesat on Jumat, 31 Oktober 2014 | 15.34

Wafat 'ulama itu tercabutnya satu tonggak ilmu; tertutupnya pintu fiqh; tercerainya simpul ajaran; terputusnya teladan akhlaq. Ia duka semesta (Salim A Fillaah)

sumber gambar: google

Andaikan di suatu malam yang sepi dan dingin. Kita mengendarai kendaraan kita melewati jalan yang lengang. Berhentilah kita perempatan jalan karena lampu warna merah, garang menyala, memerintahkan kita untuk urung melintas, karena bisa jadi ada kendaraan yang lewat di depan. Lampu merah tersebut mencegah tabrakan, namun di malam sunyi itu, siapa pula yang bisa ditabrak, karena ternyata di arah yang melintang, sepi menantang. Menantang pengemudi untuk menerobos lampu merah. Kita pun bimbang, mau jalan atau tidak, mau jalan atau tidak. Kita merasa mau dan juga takut menerobos lampur merah yang berwibawa itu. Namun tiba-tiba dari kejauhan di belakang, ada suara motor berderu denga kecepatan tak ditahan, menerobos lampu merah dengan kencang, membiarkan kita yang mematung menunggu lampu merah menjadi hijau. Bagaimana perasaan  kita? Karena si motor itu tadi, tergelitiklah hati kita untuk ikut menerobos lampu merah, dan akhirnya mungkin kita menerobos bila hati kita tak kuat betul.

Kasus tersebut adalah efek memberi izin. Penelitian perihal ini dilakukan oleh David Philips, seorang sosiolog di University of California di San Diego. Saat orang lain melakukan suatu hal, sang pemirsa akan sedikit termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Kebimbangan orang akan hilang, karena dia melihat perilaku tersebut sebagai suatu pemberian izin bahwa kita pun boleh melakukannya.

Malcolm Gladwell dalam bukunya “Tipping Point”, menceritakan tentang sebuah Negara Kepulauan, Makronesia. Jumlah bunuh diri di daerah tersebut tidak pernah tinggi sejak 1950. Namun terjadi lonjakan di tahun 1980 an yaitu 160 bunuh diri per 100.000 penduduk, padahal di Amerika Serikat saja tingkat bunuh diri hanya 22 per 100.000 penduduk. Ada apa gerangan? David Phillips mengemukakan sebuah penelitian bahwa ternyata peningkatan kasus bunuh diri tersebut dipengaruhi oleh pemberitaan bunuh diri yang ada di media. Bila pemberitaan bersifat nasional, maka angka bunuh diri pun meningkat secara nasional. Sebagaimana kenaikan angka bunuh diri nasional naik 12% setelah berita meninggalnya Marilyn Monroe tampil di media.

Apa yang kita lihat, baca, simak, dan ikuti menjadi semacam persuasi agar kita melakukan hal yang sama. Maka wajar kiranya bila KPI menerima banyak protes dari pemirsa atas tayangan-tayangan yang menampilkan perilaku tak sesuai di TV.

Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung pekan ini, perlu kiranya kita bertanya, siapakah yang menjadi panutan dan idola bagi pemuda pemudi Indonesia. Panutan tersebut “memberi izin” dan motivasi kepada pemuda baik melakukan kebaikan maupun kerusakan. Paling mudah tentu adalah pemimpinnya. Bila di Negara sistem kerajaan, raja ratu pangeran putri adalah sosok teladan yang menjadi standar perilaku bagi rakyatnya. Maka di Negara republik Indonesia, Presiden, Wakil Presiden dan jajaran menteri menjadi isnpirasi dan teladan bagi rakyatnya.

Bagaimanapun perilaku anggota Kabinet Kerja, akan dilihat rakyat, dan menjadi inspirasi bagi mereka. Perbuatan dari Presiden pun perilaku menteri  akan menjadi semacam “pemberian izin” bahwa rakyat boleh melakukan perbuatan yang sama.

Menasehati dengan kata, bak muadzin yang merdu suaranya. Menasehati dengan teladan mulia, kan jadi Imam dalam segala. (Imam Asy Syafi’)

Mari kita berdoa agar bangsa ini dianugerahi pemimpin-pemimpin yang baik dan berusaha kian baik ke depannya. Karena manusia masa kini bisa benar dan bisa pula salah, mari kita nasehati diri kita dan pemuda pemudia Indonesia bahwa teladanilah sosok terbaik sepanjang zaman, Rasulullaah SAW beserta para sahabatnya. 
(Ditulis oleh: Fanfiru)

Sapa dan Canda dengan Ridwan Kamil

Written By Winter's profile on Kamis, 30 Oktober 2014 | 13.36

Silaturahim dengan Ridwan Kamil


Janji kampanye Ridwan Kamil untuk menjadikan Bandung Juara tahap demi tahap dibuktikan. Mulai yang fenomenal dengan Gerakan Sejuta Biopori hingga tercatat memecahkan rekor dunia, dilanjut dengan dibangun taman taman tematik nan unik dan cantik. Belum termasuk program harian yang sudah berjalan dan beberapa program yang terlalu panjang deretnya jika dicatat, tak terkecuali program yang kini digalakkan   'Gerakan Pungut Sampah'.

Patut diapresiasi ketika Ridwan Kamil mengikrarkan, dirinya kini milik seluruh masyarakat Bandung baik yang dulu memilih ataupun tidak memilih, atas pencalonannya sebagai Calon Walikota Bandung. Sebagaimana diketahui waktu Pilkada kota Bandung yang lalu, hanya 2 partai pengusung PKS dan Partai Gerindra. Sosok Ridwan Kamil yang dalam kesehariannya berusaha tak lepas dari rambu rambu agama, meyakini bahwa Surga dan Neraka seorang Pemimpin terletak pada Adil dan Tak Adilnya dalam memimpin.

PKS Bandung sejak awal dicanangkan Program Bandung Juara terus mendukung program Walikota yang diusung melalui suaranya di Parlemen. Melalui kader kadernya PKS Bandung menginstruksikan untuk menjadi juru penerang semua Program Bandung Juara ketika dihadapkan dengan pertanyaan masyarakat kota Bandung, seperti harapan yang dititipkan Ridwan Kamil dalam sambutan Rakorda PKS Bandung bulan lalu.

Hubungan yang mesra dan sering terlibat pembicaraan yang cair dengan diseling canda antara Ridwan Kamil selaku Walikota dengan para anggota Fraksi PKS terus terjalin, sehingga tak ada sumbatan yang menghalang untuk bersama terlibat dalam karya besar yang jadi cita cita bersama mewujudkan Bandung kota yang bermartabat dan berpredikat Juara.  

Dengan kerja keras Kang Emil, demikian biasa Walikota Bandung disapa dengan Mang Oded sebagai pasangan duet dalam pemerintahannya, dukungan penuh Wakil Rakyat di Parlemen baik dari Fraksi PKS Bandung maupun Fraksi lainnya dan peran serta masyarakat termasuk kader PKS sebagai ujung tombak dilapangan, insyaAllah terwujud Bandung Juara. ( Frieda )

Jadwal dan Rute Bis Sekolah Gratis Kota Bandung












Bis Sekolah Kota Bandung



Bandung kembali menambah Sepuluh unit bus sekolah gratis bagi para siswa SD, SMP, SMA, dan sederajat di Kota Bandung.

Waktu operasional bus tersebut yaitu shift 1 (pagi) pukul 05.00-07.30, shift 2 (siang) pukul 11.00-14.00 dan shift 3 (sore) pukul 16.00-18.30.



Dua rute bus sekolah gratis tersebut, yaitu:



BS 01 Antapani-Ledeng (Pergi) : Terminal Antapani-Jl. Terusan Jakarta-Jl. Jakarta-Jl.Supratman-Jl. Lapang Supratman-Taman Pramuka-Jl. LL. Martadinata (Riau)-Jl. Merdeka-Jl. Wastukencana-Jl. Pajajaran-Jl. Cipaganti-Jl. Dr. Setiabudi-Terminal Ledeng.



BS 01 Ledeng-Antapani (Pulang): Terminal Ledeng-Jl. Dr. Setiabudi-Jl. Cihampelas-Jl. Wastukencana-Jl. LL. Martadinata (Riau)-Jl. Ahmad Yani-Jl. Ibrahim Ajie-Jl. Terusan Jakarta-Terminal Antapani.



BS 02 Dago-Leuwi Panjang (Pergi): Terminal Dago-Jl. Ir. H. Juanda-Jl. Merdeka-Jl. Tamblong-Jl. Lembong-Jl. Lengkong Besar-Jl. Lengkong Kecil-Jl. Inggit Ganasih-Jl. Otista-Jl.Peta-Jl. Leuwi Panjang-Terminal Leuwi Panjang.



BS 02 Leuwi Panjang-Dago (Pulang): Terminal Leuwi Panjang-Jl. Leuwi Panjang-Jl.Peta-Jl. M. Ramdan-Jl. Karapitan-Jl. Sunda-Jl. Sumbawa-Jl. Belitung-Jl. Sumatera-Jl. Aceh-Jl. Seram-Jl. LL. Martadinata (Riau)-Jl. Ir. H. Juanda-Terminal Dago.



Sumber : http://ift.tt/1wGevZr





sumber: http://ift.tt/1tjp7xD

LDR dengan Dia...

Written By Riska Mardiana on Rabu, 29 Oktober 2014 | 13.56


PKS Kota Bandung - LDR denganNya

Kita mungkin akan merasakan titik jenuh dalam hidup. Dan titik jenuh itu pun akhirnya mulai mengikis iman yang sudah di bina, karena lupa kita untuk selalu memperbarui iman, memperbarui ke arah yang lebih baik. Bisa jadi sekarang kita sedang melakukan suatu kebaikan tapi karena kebaikan itu dilalui oleh proses yang buruk. Maka bisa jadi, keburukkan itu telah mengikis iman kita. Yang pada akhirnya, kebaikan yang diniatkan di awal bisa saja berubah karena proses yang dijalani itu buruk.

Banyak orang belum terbiasa dengan Al-Quran dan As Sunnah di zaman ini, karena ummat semakin dijauhkan dari pedoman hidup sesungguhnya. Itulah yang membuat pengikisan iman itu semakin hari semakin besar. Dan tanpa disadari, pedoman kitalah yang membuat kita dekat atau jauh dekat Allah SWT. Tetapi kini, kita terkadang jarang menggunakan logika kita untuk menjalani kehidupan yang sementara ini. Kita lebih mengedepankan ego dan nafsu kita yang seringnya berujung pada rasa tidak puas, kecewa dan was-was.

Tak sedikitpun ketenangan yang kita dapat, hanya rasa semakin jauh dengan Rabb nya, bahkan bisa jadi kita telah LDR dengan Rabb kita, Allah tetaplah memperhatikan kita, namun jarak kita dengan Nya tidaklah dekat, Mengapa?

Karena kita selau lupa akan kehadirannya, lupa akan begitu sayang nya Dia pada kita. Dan jangan membiarkan hal ini terus terjadi. Dekatkan kembali diri ini. Baca kembali lembaran firman Nya meskipun satu ayat.

Memang sulit, memang berat, sibuk karena mobilitas tinggi. Tetapi ingatlah, bukankah yang mobilitasnya paling tinggi adalah Allah SWT? Dia yang menjada kita 24 jam tanpa istirahat. Bagi Nya, kita lah prioritas utama. Bayangkan, sudah berapa kali diri ini menyakiti hati Nya? Mengabaikan Nya? Masih saja Allah SWT menjaga kita.

Malu lah, malu pada hati yang sudah mulai menghitam karena dosa yang diperbuat, malulah ada nasehat yang sering kita sampaikan, namun nasehat itu sampai pada hati pun tidak, hanya sampai di kerongkongan saja. Tanpa sadar kita telah membuat waktu ini terisi dengan kebohongan yang semakin hari semakin menumpuk.

Segera beristighfar dan perbaiki. Allah masih memberi kesempatan? Kau ingin bukti nya?

Bukti nya adalah hingga detik ini kita masih hidup, itu pertanda Allah ingin kita segera memperbaiki diri dan bertaubat, hingga tadi pagi kita masih dibangunkan dalam lelapnya tidur, pertanda Allah ingin kita memperbaiki hari ini lebih baik lagi. Masih kurangkah bukti waktu ini?

Jangan sampai, bukti nyata ini masih saja tidak menggerakkan hati, bisa jadi hati ini pun sudah nyaman dan terbiasa dengan pengikisan iman dalam diri. Segera selamatkan diri ini, segera berhijrah menuju arah yang lebih baik. Paksalah diri, Allah tahu kita kesulitan, tetapi Allah Maha Mengetahui potensi kita.


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

(QS. Al Baqarah : 286) [Ipah]

Pemilu 2014 Berakhir, PKS Pun Memenangkan Gagasannya 

Pemilu 2014 Berakhir, PKS Pun Memenangkan Gagasannya 

Oleh : ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan

Twitter : @assyarkhan



Jika Penulis amati, Sejak Pemilihan Presiden selesai seperti ada perubahan awal yang terjadi dalam perpolitikan Indonesia, jika diamati lebih lanjut maka terlihat begitu nyata perubahan itu terbentuk "Tranfer Pemikiran Politik" yang sejak lama digagas oleh Partai Keadilan Sejahtera. Saya akan lihat satu persatu konsep dan gagasan PKS yang pernah diolok-olok dulunya tetapi kini menjadi trend perubahan awal Indonesia.

Konsep Pejabat Sederhana & Melayani

Jika Anda membaca Buku "Bukan Dari Negeri Dongeng" dimana didalamnya kumpulan kisah kader-kader PKS yang menjadi pejabat tetapi sederhana dalam kehidupannya, ada anggota DPR yang tetap menggunakan Trans Jakarta, ada DPR yang tetap ngontrak rumah hingga akhir masa jabatannya, dan ini begitu menjadi "citra" PKS sejak lama, bahkan menjadi salah satu sumber kemenangan PKS pada Pemiu 2004, Konsep "Sederhana" dan "Kesederhanaan" inilah yang kemudian "dicuri" Jokowi sebagai pencitraan dirinya, hal ini sama halnya ketika Konsep Partai sebagai Pelayan Masyarakat, PKS lah yang memulai untuk melayani masyarakat dengan Pengobatan gratis, Ambulance Gratis, Bersalin Gratis, dll. Hampir semua Partai terutama PDI-P mempraktekan hal ini hingga ketingkat RT/RW. Maka Tagline "Bersih, Peduli dan Profesional" sangat melekat pada PKS dan kemudian dihapus setelah "makar" yang dilakukan lawan politik dengan terpenjaranya LHI tanpa status hukum yang jelas.

Konsep Tak Terikat Partai Politik

Sudah menjadi Tradisi PKS untuk melepaskan Jabatan Politik ketika menjadi Pejabat Publik, sebagaimana dicontohkan Prof. Dr. Nurmahmudi Ismail ketika menjabat Menteri Kehutanan maka Nurmahmudi melepaskan jabatanya sebagai Presiden PKS, Diikuti juga oleh DR. Hidayat Nurwahid ketika menjadi Ketua MPR, HNW pun melepaskan jabatannya di PKS, Ir. Tifatul Sembiring juga sama, saat menjadi Menteri Kominfo melepas jabatanya sebagai Presiden PKS, walaupun akhirnya PKS sedikit teledor ketika tidak mencopot LHI (Lutfi Hasan Ishaq) sebagai Presiden PKS ketika menjabat di DPR RI, Hal ini dievaluasi oleh Pengurus PKS Pusat dengan Anis Matta konsentrasi menjabat Presiden PKS dengan melepas Jabatannya sebagai Ketua DPR RI.

Nah, Kondisi ini diikuti juga oleh Kabinet JOKOWI yang kini tidak menginginkan satupun Menterinya sebagai Ketua atau Pengurus Partai saat menjadi Menteri Kabinet Kerja, Kondisi ini adalah budaya PKS yang diterapkan oleh JOKOWI - JK.

 

Konsep Koalisi Permanen

Menyatukan anak bangsa dalam satu ikatan kesamaan visi adalah ciri khas PKS sejak lama, dengan membawa visi Indonesia satu dengan keragaman dan kokoh dalam jama'ah ditawarkan PKS kepada Anggota Koalisi Merah Putih (KMP) untuk menjadi Koalisi Permanen dan ini membuahkan hasil dengan berhasilnya menguasi semua lini di DPR/MPR RI. Semua Partai yang tidak tergabung dalam Indonesia Hebat mendapatkan tempat untuk ikut mengkritisi Pemerintah.

Konsep Sahabat yang Kritis

Anda masih ingat bukan dengan status PKS dalam Setgab era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimana PKS dicap media dengan sebutan "ANAK NAKAL" karena selalu memiliki pandangan berbeda dengan Setgab terkait kebijakan pemerintah padahal PKS ada dalam Koalisi, PKS menegaskan bahwa "Kami Dalam Koalisi tetapi Koalisi yang Mengkritisi" , Pemerintah sesuai dengan kepentingan rakyat akan didukung penuh tetapi jika tidak maka berada didepan rakyat untuk membela kepentingan rakyat. Anda tahu apa yang terjadi kini, GOLKAR bersama Koalisi Merah Putih dan PKS ada didalamnya menerapkan hal ini dalam Periode 2014 - 2019 dimana KMP akan menjadi Penyeimbang, Sahabat yang Kritis bagi pemerintahan Jokowi - JK, Dukung jika menguntungkan rakyat dan lawan apabila merugikan rakyat. Tidak seperti PDI-P diera Pemerintahan SBY, dimana PDI-P berlaku sebagai Oposisi yang main seruduk, bagi PDI-P tidak satupun program SBY yang sesuai dengan hatinya, apapun itu PDI-P selalu menentang program SBY walaupun Program SBY itu sangat menguntungkan rakyat.

Jadi, Kesimpulan Saya, Pemilu 2014 ini PKS memang tidak menang secara Riil tetapi menang secara konsep dan sesungguhnya ini adalah mimpi PKS selama ini, apabila semua Partai sudah menerapkan apa yang memang menjadi tujuan adanya partai yaitu melayani masyarakat dengan sukarela,Pejabat yang sederhana dan melepaskan kepentingan pribadi dan partainya serta menjadi Pendukung yang Kritis. Konsep-Konsep ini sudah menjadi hal utama dalam pendirian PKS, dan kini mulai menyerap diberbagai kalangan. Langkah awal kemenangan itu  adalah memenangkan Konsep.

Sumpah Pemuda dan Bait Lagu yang Terlupakan

Written By Anak Panah yang Terbang Melesat on Selasa, 28 Oktober 2014 | 14.19

Sudi Tetap Berusaha
Jujur dan Ikhlas
Tak usah banyak bicara
Terus Kerja Keras
Hati Teguh dan Lurus
Pikir Tetap Jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

sumber gambar: kaptudjeng.blogspot.com

Bait di atas adalah lirik lagu. Bila disebutkan kepada kita judulnya, maka otak kita akan menyahut “Aha!”. Namun kebanyakan orang tidak tahu apa sebenarnya judul lagu tersebut. Bait tersebut memang merupakan bait tambahan yang jarang dinyanyikan bersama bait utamanya.

Sudah berhasil mengingat atau memperkirakan, kira-kira lagu apakah itu gerangan? Agar pembaca tak terus penasaran, maka penulis sebutkan saja judul lagunya yaitu “Bangun Pemudi Pemuda”. SIlahkan coba nyanyikan nada Bangun Pemudi-Pemuda dengan lirik di atas, terasa pas bukan?

Lagu tersebut diciptakan oleh A. Simanjuntak. Lagu tersebut memiliki pesan mendalam terutama kepada kaum muda. Kaum muda, para manusia yang berumur muda. Energi mereka masih penuh. Potensi karya mereka masih utuh. Wajar rasanya, tantangan zaman akan disambut oleh mereka. Lazim rasanya bila pemuda rusak, maka rusak pula banganya.

Mari kita maknai bait per bait dari lagu tersebut:

Sudi tetap berusaha, jujur dan ikhlas.
Kaum muda kiranya memiliki stamina berkaya yang tak pernah habis. Berkali-kali gagal berkali-kali itu pula bangkit sambil belajar. Pekerjaan yang digeluti, dipagari oleh kejujuran dan keikhlasan yang murni. Bahwa setiap usaha dan karya adalah dalam rangka ibadah kepada Allah semata.

Tak Usah Banyak Bicara
Pemuda bukanlah ahli dalam merayu dan bergombal ria. Ia buktikan tak sebatas wacana, hasil nyata ia telurkan. Sebagaimana kata Walt Disey, The way to get started is to quit talking and begin doing (Cara untuk segera memulai adalah berhenti bicara dan mulai bekerja). Salim a Fillaah mengatakan: “Sungguh beruntung orang beriman, Diamnya muhasabah, bicaranya adalah da’wah, dan berhentinya adalah majelis ilmu”. Tak banyak bicara pun adalah sebuah bentuk kemurahan hati. Karena kata Democritus “It is greed to do all the talking but not to want to listen at all” (Adalah sebuah ketamakan jika ingin terus berbicara tanpa mau mendengar sama sekali)

Terus kerja keras
Kerja keras adalah sikap dari para pahlawan. Allah memerintahkan manusia untuk bekerja, dalam Surat AT Taubah ayat 105. “Bekerjalah kamu, maka allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu”. Maka wajarnya kaum muslimin bukanlah sebagai bangsa yang menganggur. KAum mu’min adalah kaum yang terus bekerja dan memberi karya, mendeliver nilai tambah bagi semesta.
Waktu istirahatnya pun adalah sebuah kerja, sebagaimana Rasulullaah yang berkata “Yaa Bilal, arihna bi Shalaah”, “Wahai Bilal, istirahatkanah kami dengan Solat”. Sedemkian pekerja kerasanya RAsulullaah, hingga waktu istirahat pun adalah sebuah kerja nyata yaitu ibadah kepada Allah berbentuk Sholat.

Hati teguh dan Lurus
Pemuda memiliki keteguhan hati untuk setia pada nilai-nilai kebenaran. Saat niat baik sudah di dada, visi masa depan sudah terbayang, maka gunung pun tak akan mampu menghadang. Anis Matta mengatakan bahwa yang menjadikan orang sebagai pemimpin bukanlah uangnya yang banyak, tubuhnya yang kuat, atau suaranya yang lantang, ia menjadi pemimpin saat dia punya keteguhan hati. Saat ia sudah membulatkan tekad untuk berkarya dan berkontribusi, maka keinginannya itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Keteguhan itulah yang akan memikat orang di sekitarnya untuk lalu memintanya sebagai pemimpin.

PIkir Tetap Jernih
Pemuda calon pahlawan bangsa, mampu berpikir jernih, jauh dari kepanikan dan sikap buru-buru. Pemuda mampu menghadapi situasi sepelik apapun dan menghasilkan keputusan jitu.

Bertingkah laku halus hai putra Negeri
Dengan segala sikap pemuda yang break-trough, revolusioner, dan meledak-ledak itu pemuda tetap harus mampu bertingkah laku halus. Rasulullaah mengatakan “Bersikaplah lemah lembut, sesungguhnya kelembutan tidak akan menjadikan sesuatu kecuali dengan menjadikannya indah dan tidak dicabut kelembutan dari sesuatu kecuali menjadikannya rusak” (HR Muslim)

Mari simak lagu sumpah pemuda: https://www.youtube.com/watch?v=eqmp6eSWkoM

Lagu tersebut bisa menjadi salah satu inspirasi bagi generasi muda untuk berbenah diri. Lagu tersebut pun bisa menjadi referensi bagi para guru dan pendidik agar kualitas pemuda-pemudi Indonesia kian apik. Selamat hari sumpah Pemuda. (Fanfiru)

[Hukum] Perlindungan Konsumen dari Klausula Baku

Written By Budi Haryana on Senin, 27 Oktober 2014 | 15.12

Perlindungan Konsumen dari Klausula Baku

Perlindungan Konsumen
Perlindungan Konsumen
Kehidupan sehari-hari kita mungkinakrab dengan peraturan sepihak yang ditetapkan oleh pelaku usaha. Misalnya ketika membeli suatu barang biasanya ada ketentuan yang berbunyi : “Barang yang sudah dibeli, tidak dapat ditukar atau dikembalikan”. Atau ketika memarkir kendaraan, ada ketentuan yang berbunyi : “Kehilangan atau kerusakan kendaraan bukan menjadi tanggung jawab Pengelola Parkir.”

Biasanya kita langsung menerima dan pasrah saja ketika berhadapan dengan peraturan sepihak tersebut. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menyebut peraturan sepihak ini dengan “Klausula Baku” yaitu “setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha, yang dituangkan dalam suatu dokumen dan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen”.

Padahal dalam Pasal 18 ayat (1) dan (2) Undang-Undang tersebut, dinyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan, dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian yang dapat merugikan konsumen.

Klausula baku yang dapat merugikan konsumen tersebut antara lain :

1. Pengalihan tanggung jawab pelaku usaha;
2. Penolakan pelaku usaha untuk menyerahkan kembali barang yang dibeli konsumen;
3. Penolakan pelaku usaha untuk menyerahkan kembali uang yang dibayarkan konsumen;
4. Pemberian kuasa kepada pelaku usaha untuk melakukan segala tindakan sepihak terhadap barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran;
5. Pengurangan manfaat jasa atau harta kekayaan konsumen yang menjadi obyek jual beli jasa.

Lebih lanjut, pelaku usaha juga dilarang mencantumkan klausula baku yang letak atau bentuknya sulit terlihat atau tidak dapat dibaca secara jelas, atau yang pengungkapannya sulit dimengerti. Untuk kasus ini, biasanya ditandai dengan tanda “bintang” (*) yang bertuliskan “Syarat dan Ketentuan Berlaku”. Tulisannya biasanya berbentuk huruf yang kecil dan tidak terbaca secara jelas.

Maka, terhadap seluruh klausula baku yang telah ditetapkan secara sepihak oleh pelaku usaha, dan berpotensi merugikan konsumen, berlaku akibat hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yaitu “Batal Demi Hukum”. Akibatnya, semua peraturan dan ketetapan yang dicantumkan dalam klausula baku tersebut dianggap tidak pernah ada, tidak membawa akibat hukum dan tidak dapat dieksekusi.

Apabila ada pelaku usaha yang melanggar ketentuan Pasal 18 ayat (1) dan (2) tersebut, yaitu dengan tetap mencantumkan klausula baku yang merugikan konsumen, maka pelaku usaha yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi administratif dan sanksi pidana.

Adapun sanksi pidana yang dapat dijatuhkan kepada pelaku usaha adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 62 ayat (1), yaitu pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah). Bahkan dalam Pasal 63, pelaku usaha dapat dijatuhi hukuman tambahan berupa perampasan barang, pembayaran ganti rugi, hingga pencabutan izin usaha.

Demikian sekilas informasi mengenai “Perlindungan Konsumen dari Klausula Baku”. Semoga bermanfaat. Fiat Justitia Ruat Coelum.

Syamsul Ma'arief
Advokat Magang di LBH Paham Jawa Barat

Artikel Lain:
Cara Memantau Laporan atau Pengaduan di Polisi 

PKS Anti Seni dan Budaya, Kata Siapa?


Berita PKS Kota Bandung - PKS Anti Seni dan Budaya, Kata Siapa? 

Bandung (27/10) – Partai Keadilan Sejahtera membuktikan konsistensinya dalam mendukung upaya perbaikan semua aspek kehidupan di negri ini, tak terkecuali dalam bidang pengembangan seni dan budaya. Gelaran pementasan teater dengan tajuk “Penghuni Kapal Selam” yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta, 21 Oktober hingga 23 Oktober 2014 berhasil menyedot perhatian masyarakat yang sebagian besar adalah anak muda, 1500 pengunjung menyaksikan pementasan yang terselenggara atas kerjasama Bidang Seni Budaya DPP PKS dengan Teater Kanvas.

Yudi Widiana Adia, Ketua Bidang Seni Budaya (Kabid. Senbud) DPP PKS mengatakan kemungkinan kerjasama ini akan belanjut dilakukan di daerah – daerah, untuk menghibur dan menyampaikan pesan positif bagi masyarakat di daerah.

Upaya untuk menghadirkan dan mendukung kegiatan seni dan budaya yang berkarakter dan tetap mengikuti norma – norma agama menjadi salah satu agenda dari partai ini. Kegiatan serupa juga tela lebih dahulu dilakukan di Kota Bandung, sebagai kota yang memiliki warisan budaya yang beragam, Bandung dengan dukungan pemimpinnya antara lain menghadirkan pementasan “Wayang Dawah “.
Berita PKS Kota Bandung - PKS Anti Seni dan Budaya, Kata Siapa?

Wayang golek sebagai salah satu kekayaan budaya dari Tanah Sunda ini dikemas apik dengan mengahadirkan cerita – cerita yang segar syarat dengan pesan moral dan kebaikan. Oded M Danial atau Mang Oded sapaan akrab Wakil Wali Kota Bandung yang juga kader PKS ini langsung turun tangan dalam membina paguyuban seni dan wayang dakwah. 

Hiburan yang syarat dengan nilai – nilai dakwah ini dihadirkan untuk menjadi alternatif dari gempuran budaya asing yang semakin hari semakin atraktif divisualisasikan lewat film dan musik khususnya. Seni dan budaya peradaban islam telah tergeser dan tergantikan oleh seni dan budaya produk barat yang mencontohkan kehidupan yang bebas tanpa aturan agama. Dan di titik inilah kejatuhan budaya terjadi. 

Ajakan kebaikan yang dihadirkan dari kegiatan seni dan budaya ini diharapkan dapat disambut dengan baik oleh setiap kalangan usia, tak hanya orang tua tapi juga anak – anak muda yang perlu referensi lain untuk menikmati hiburan yang berkualitas dan mendidik. 

Semoga inovasi program – progam berkualitas lainnya dapat terus dihadirkan oleh Partai Keadilan Sejahtera sebagai wujud sumbangsihnya kepada Bangsa ini. salah satunya dengan membangkitkan seni dan budaya yang menjadi ciri khas atau karakter Bangsa Indonesia dan tuntunan agama. (Wanti)
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com