Latest Post

Ayo Menulis!

Written By PKS Kota Bandung on Jumat, 25 April 2014 | 14.21


“Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”
Helvy Tiana Rosa

Menulis adalah bagian dari cara mengikat makna dan menyampaikan gagasan. Untuk beberapa orang, menulis dirasa lebih mudah dibandingkan dengan  harus menyampaikan gagasan melalui pembicaraan. Menulis juga merupakan bagian dari budaya literasi setelah membaca. Dengan membaca, seseorang mengikat ilmu untuk diilhami olehnya sendiri. Setelah bacaannya ia tuangkan dalam sebuah gagasan yang baru, maka rangkuman makna dapat terikat dan dipelajari banyak orang.

Untuk menyemaikan budaya literasi, PKS Kota Bandung mengajak kepada seluruh rekan yang budiman untuk ikut menuangkan gagasannya untuk dimuat ke dalam website PKS Kota Bandung ini. Setiap artikel puisi, ataupun bentuk tulisan lainnya terlebih dahulu akan dicermati kesesuaiannya oleh tim redaksi sebelum dimuat. Bagi penulis yang kirimannya dimuat, akan dipilih artikel terbaik dengan pembaca terbanyak setiap bulannya, serta akan ada reward khusus dari PKS Kota Bandung. Untuk itu, silahkan rekan yang budiman dapat mengirimkan artikel/puisi, dll ke alamat email humas.pksbdg@gmail.com . Salam semangat menulis! (RD)

Sudahkah Anda Bersiap Menuju Ramadhan?

Written By PKS Kota Bandung on Kamis, 24 April 2014 | 14.38


Ramadhan sudah dekat. Kurang lebih 66 hari lagi kita akan menemui bulan penuh berkah tersebut. Sudahkah kita mempersiapkan perbekalan terbaik?

Ramadhan adalah bulan dari segala bulan. Begitu istimewanya keberadaannya, hingga Rasulullah SAW menyatakan bahwa 'Seandainya ummat ini memahami keistimewaan Ramadhan, niscaya mereka akan meminta semua bulan menjadi bulan Ramadhan' (Hadits). Ramadhan tentu merupakan bulan yang dinanti-nantikan oleh umat muslim. Pasalnya, nyaris hanya pada bulan tersebut kita bisa menyaksikan berbagai keindahan dan kedamaian di sekitar kita. Bagaimana tidak? Jika berbulan-bulan lamanya kita hanya bersilaturahim sesekali saja, di bulan Ramadhan ini bahkan kita bisa shalat di masjid yang sama dengan saudara-saudara sesama muslim. Sungguh fenomena yang tiada dua, dimana silaturahim dan ukhuwah tumpah ruah disana.

Selain menyuguhkan fenomena sosial yang tak ada dua, Ramadhan pun menyediakan limpahan bonus bagi pribadi manusia, mulai dari rahmat, ampunan, hingga turunnya malam yang nilainya ibarat seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadr. Tentu kita tidak mau bukan jika sampai harus kehilangan kesempatan yang hanya datang satu kali dalam satu tahun tersebut? Untuk itu, mari kita periksa kembali, apakah persiapan kita sudah cukup untuk sampai pada bulan penuh berkah itu.

Diantara hal yang diutamakan dalam mempersiapkan diri menuju bulan Ramadhan adalah berdo'a kepada Allah SWT agar usia kita disampaikan pada bulan Ramadhan. Berikut bunyi do'a tersebut ”Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku dan Engkau menerimanya kepadaku dengan kerelaan”.  Atau yang lebih sering kita dengar yaitu : ”Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”. Do'a ini memang umumnya dilafalkan setelah kita memasuki bulan Rajab, yang sebentar lagi akan kita masuki.

Hal berikutnya adalah, periksa kembali apakah kita sudah menyelesaikan piutang puasa kita di tahun yang lalu? Karena bisa saja kita mengalami beberapa halangan yang menyebabkan kita tidak bisa berpuasa, seperti sakit, melahirkan, menyusi atau menstruasi bagi perempuan. Kewajiban mengganti puasa ini harus ditunaikan selambat-lambatnya bulan Sya'ban. Jika seseorang menyengaja menunda penggantian puasanya tanpa uzur maka hukumnya adalah dosa.

Setelah semua piutang terbayar, jangan lupa mempersiapkan ilmunya. Dalam hal ini yaitu fikih puasa, seperti tata cara/rukunnya, hal-hal yang dapat membatalkannya, dsb. Untuk hal ini kita dapat membaca berbagai sumber buku fikih yang membahas mengenai ibadah puasa. Meskipun terdengar sederhana, namun hal ini merupakan perkara wajib. Karena syarat diterimanya sebuah amal diantaranya adalah ilmu yang benar.

Jangan lupa persiapkan juga fisik dan finansial. Karena puasa di bulan ramadhan menuntut tubuh yang fit dan kesiapan mempersiapkan makanan terbaik. Setelah semuanya siap, mari kita lanjutkan dengan memperbanyak puasa di bulan Rajab dan Sya'ban. Hal ini disunnahkan Rasulullah SAW agar tubuh lebih terbiasa ketika menemui ramadhan. Terakhir, jangan lupa mengajak sahabat, kerabat, dan saudara untuk meramaikan penyambutan Ramadhan dengan mengadakan atau mengikuti Tarhib Ramadhan, agar syiar islam melalui bulan Suci tersebut dapat tersebar dengan luas. (RD)


Hari Buku Sedunia, Aher gelorakan #IndonesiaMembaca

Written By PKS Kota Bandung on Rabu, 23 April 2014 | 20.03


Bandung. Hari ini, milyaran penduduk dunia penyuka dunia bacaan sedang berbahagia. Pasalnya hari ini (23/04) diperingati sebagai Hari Buku Sedunia.

Melalui akun media sosial twitternya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak seluruh masyarakat menggelorakan semangat membaca. Dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia yang jatuh pada hari ini., Aher mengajak para pengguna twitter untuk mengirimkan foto buku yang sedang dibaca sembari menambahkan tagar Indonesia Membaca dan menautkannya pada akun @aheryawan. Seluruh tweet terkait yang di-retweet oleh Aher diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pengguna twitter lainnya untuk terus meningkatkan semangat membaca dan literasi.

Gubernur Ahmad Heryawan memang dikenal sebagai salahsatu tokoh pemimpin yang mencintai dunia membaca dan ilmu pengetahuan. Dalam beberapa kesempatan, Aher senantiasa menautkan buku pada kegiatannya, seperti sebelum pencoblosan pada Pileg 9 April lalu, bahkan hingga menghadiahkan buku pada pasangan kerjanya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. (RD)

Nikah Vs Jomblo Berkualitas?

Written By PKS Kota Bandung on Selasa, 22 April 2014 | 14.35


Bandung. Dihimpun dari chirpstory yang ditweet-kan oleh @riskadeeana . "Nikah Vs Jomblo Berkualitas" by @gungunsaptari. Selamat menyimak :)

1. Kultwit ttng pnikahan ah. Kmrn2 bnyk yg tanya. Mudah2an bs mengurangi kegalauan pr jomlo & yang sdg ada masalah :D http://t.co/hyaarWLBGi

2. Segala sesuatu berawal dari niat. Niat nikah menjadi kunci awal kebahagiaan, sakinah, mawaddah, warahmah atau sebaliknya.

3. Niat nikah untuk ibadah membuat kita siap bersabar dgn kekurangan pasangan& keluarganya & dinamika pernikahannya. Dan ini kunci sakinah

4. Niat nikah untuk membangun peradaban membuat kita punya sistem dan program pendidikan anak yang terencana. Tmsk program perbaikan diri.

5. Niat nikah hanya utk memuaskan nafsu, maka ya fokus kita dominannya kesana. Ketika nafsu tdk tpenuhi maka kecewa menjadi bumbunya.

6. Yang unik adalah bnyk yang niat nikah ingin bahagia malah ga bahagia. Krn niat ini mbuat kita punya standar ttg pasangan & jg keluargany

7. Bnyk yang nikah ingin bahagia tdk bahagia krn tnyata standar ideal pasangan maupun rumah tanggany tdk penuhi. Akhirny kecewa krn menuntut

8. Setelah nikah kita akn menemukan 2 kekagetan. 1. kekagetan yang menyenangkan :), 2. kekagetan yg "mengejutkan" & butuh kesabaran :D

9. Niat ibadah serta niat yang benar membuat kita siap & ikhlas dgn semua kekagetan dlm pernikahan. Dan inilah salah satu kunci kebahagiaan

10. Setelah niat nikah yang benar yang tidak kalah penting adalah kesiapan iman, mental, ilmu, ekonomi dan pengkondisian keluarga.

11. Kesiapan iman menjadi fondasi utama pernikahan yang barokah. Karena nikah itu setengah agama dan perjalanan ibadah luar biasa

12. Nikah dlm Al Quran dikatakn Mitsaqan Ghaliza (perjanjian agung) hanya disebutkan 3 kali
(al ahzab 7), (annissa 154) & (annissa 21)

13. Yang pertama perjanjian dgn Nabi Nuh, Ibrahim dan Isa. Yang kedua dgn Bani Israil. Yang ketiga Nikah. Jadi nikah = pjanjian dgn Allah jg

14. Kesiapan mental penting krn nikah itu menyatukan dua insan bahkan dua keluarga dgn beragam karakter. Nikah jg = tanggung jawab

15. Kesiapan ilmu super penting. Krn tnyata semua ada ilmunya. Sukses di bisnis ada ilmunya, sukses di pernikahan ada ilmunya

16. Masalah kadang blm bisa diatasi/dihadapi bukan masalahnya yang besar tapi ilmunya yang belum sampai
17. Belajarlah ilmu dr yang sukses bukan yang gagal. Rasull teladan terbaik. Berita infotaintment jelas bkn contoh yang baik, hehe

18. Saya kaget ketika persiapan nikah baca buku nikah, hampir semua ilmunya tnyata sdh ada dlm quran & sunnah. Subhanallah Lengkapnya..

19. Dr mulai persiapan, memilih pasangan, ta'aruf, khitbah, resepsi, malam pertama ehhm, bab anak, sampai usia tua LENGKAP ada ilmunya.

20. Pertanyaannya buat yang sdh menikah, sudah belajarlah tentang ilmu2 itu? Atau pernikahan hanya "jalani saja spt air mengalir"

21. Satu lagi kesiapan ekonomi. Ini tdk jd yang utama tapi jangan disepelekan juga. Jgn ga jadi menikah gara2 ini, jgn jg menyepelekan ini.

22. Buat calon suami menurut saya yang terpenting ada tabungan utk nikah (tdk hrs besar) & punya gambaran ikhtiar utk menafkahi keluarganya

23. Sy pernah menemukan model nikahan yang SEDERHANA tapi tetap dapet. Mungkin bisa jd model bagi yang dananya tdk terlalu besar.

24. Yang penting dr pernikahan kan besar BAROKAHnya bkn besar resepsinya.

25. Model resepsi sederhana. Acaranya di mesjid akad nikah, selesainya undangan bisa mberi ucapan selamat. Lalu pulang dibekali konsumsi..

26. Sesimple itu. Akad dan resepsi digabung. Dana terbesar utk konsumsi bisa snack & makan siang... sederhana tapi tetap nyunnah

27. Kondisikan jg keluarga. Biar pas maju (laki-laki) keluarga sdh siap. Yg wanita ketika ada yg dtg keluarga jg sdh tau anda siap dilamar

28. Nah ini PENTING... buat laki2 t'utama: SIAP dulu baru MAJU... :)

29. Kalo MAJU dulu (krn alasan ga mau keduluan atau krn nafsu) tapi blm SIAP biasanya sumber masalah... Jadi we pacaran atau ngeGANTUNG...

30. Percayalah jodoh sdh diatur. Mau pake pacaran ataupun tidak jodohnya tetep sama.

31. Kalo yang pacaran kan jadi asa gimana gitu... si A "mantan X"... apalagi kalo yang segelnya sdh rusak. Maaf ya agak vulgar... x_x OMG

32. Saya alhamdulillah, meskipun kasep & baik, ehhmm, hehehe :D tapi GA LAKU dan JOMBLO sampai saya nikah & ketemu istri sekarang.

33. Sy bsyukur dgn ke JOMBLO an saya... :). Waktu muda sy lbh produktif. Paling kasian yg pacaran trus ga jadi. Rugi waktu +rugi bandar :D

34. Catet ya... JOMBLO BUKAN berati TIDAK LAKU, tetapi MEMILIH untuk Pacaran setelah NIKAH, dan itu JAUUUUH lebih INDAAAH, hehe

35. Buat para JOMBLO saya ucapkan selamat, krn anda memilih utk mberi hadiah terbaik CINTA PERTAMA pd pasangan anda :)

36. Yg sdh terlanjur gimana? sudah tobat dan putusin aja. Nanti kalo sudah siap maju lagi... mudah2an msh jodoh atau dignt yang lebih +++

Ralat 36. Buat yang sdh terlanjur gimana?.. ya sudah tobat dan putusin aja. Nanti kalo sudah siap maju lagi. Atau langsung DIPERCEPAT aja :)

37. Sekian dulu kultwinya. Smg bmanfaat. Hidup JOMBLO berkualitas :) Hidup Rumah Tangga yang Indah penuh Ibadah... http://t.co/WjfFfhT7GE

11 Kiat Hidup Bahagia dari Ustadz Arifin Ilham

Written By PKS Kota Bandung on Senin, 21 April 2014 | 19.25


KH Arifin Ilham 
Setiap orang, pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Laki-laki atau perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, pejabat atau rakyat, semuanya ingin hidupnya bahagia.

Lalu, bagaimana kiat hidup bahagia di zaman yang disebut oleh ustadz Arifin Ilham sebagai “era global maksiat” ini? Berikut 11 kiat dari beliau sebagaimana ditulis dalam akun facebooknya, KH Muhammad Arifin Ilham, Sabtu (19/4):

1. Tetap serius dan disiplinkan diri dalam taat walau dianggap asing, kampungan, sok alim, riya’ dan sebagainya

2. Selalu setiap hari mulai waktu fajar berinteraksi dengan Al Qur’an

3. "Ihyaaussunnah" konsisiten menghidupkan sunnah-sunnah Rasuullah, seperti tahajjud, dhuha, jaga wudhu, membiasakan zikir di setiap kesempatan dan selalu berjamaah di mesjid di mulai waktu subuh,

4. Hiasilah kehidupan rumah tangga dengan keteladanan dan kemesraam dalam syariatNya

5. Berbakti kepada ayah ibu sepenuh hati

6. Senang berguru, mengunjungi dan mendengar nasehat ulama yang istiqamah

7. Duduk dan berkumpul dengan orang-orang shalih

8. Hadir di majlis ilmu dan zikir

9. Selalu menyempatkan duduk di atas sajadah untuk muhasabah diri persiapan hidup setelah mati

10. Beraktifitas dengan semangat syukur, baik sangka dan optimis

11. Segalanya selalu dimulai dengan doa dan diakhiri dengan tawakkal, Alhamdulillah.

Demikian 11 kiat hidup bahagia dari Ustadz Arifin Ilham. [IK/bersamadakwah]

Fahri Hamzah : Menjaga Suara bagaikan Menjaga Pasukan Perang di kala Malam

Written By PKS Kota Bandung on Minggu, 20 April 2014 | 17.44


 Bandung. Sudah dua pekan terlewat dari Pemilihan Anggota Legislatif 9 April yang lalu. Penghitungan suara di berbagai daerah mulai selesai satu demi satu, meski pengumuman mengenai hasil real count memang belum dirilis. Selama itu pula, Partai Keadilan Sejahtera terus mengawal penjagaan suara, dengan tabulasi nasional yang menghimpun data dari seluruh saksi di semua titik pemungutan suara se-Indonesia dan Luar Negeri.

Setiap detil data perolehan suara semua partai dan calon Anggota Legislatif dihimpun dengan rapi. Pemeriksaan ulang dengan komputer, check and recheck antara tulisan dalam C1 dengan hasil penghitungan komputer, dan proses-proses lainnya yang kesemuanya dilakukan dengan mekanisme input dan verifikasi yang ketat. Proses menjaga suara ini dilakukan bukan tanpa kesulitan. Banyak rongrongan yang mengancam proses tersebut. Juga, ada beberapa pasukan yang harus diuji dengan kesehatannya di tengah tugas menjaga suara. Namun, ada juga yang justru berbahagia di tengah tugas ini, seperti salahsatu anggota kepanduan PKS yang menikah di tengah upaya menjaga suara ini.

Seperti apapun kisah yang dialami setiap penjaga suara ini, tentu akan menjadi hal yang bernilai bagi masyarakat, karena menjaga suara ini merupakan upaya menjaga amanah masyarakat. Kepada para saksi dan prajurit penjaga suara, Sekjen PKS Fahri Hamzah menyampaikan apresiasinya. "Menjaga suara ini semoga mendapat pahala besar di sisi Allah, karena seperti tugas jaga malam bagi prajurit saat perang." Upaya menjaga suara ini pada dasarnya adalah amanah untuk menegakkan pemerintahan yang baik, yang bermanfaat besar bagi masyarakat, pungkasnya. (RD)

Berikut cuplikan wawancara Humas PKS Kota Bandung dengan Fahri Hamzah 
 

Cara Menghadapi Istri Cerewet ala Umar Bin Khattab

Written By PKS Kota Bandung on Sabtu, 19 April 2014 | 13.54

DIRIWAYATKAN, suatu hari seorang laki-laki hendak mengadukan kelakuan istrinya yang cerewet (pemarah) kepada Khalifah Umar bin Khattab. Ketika sudah sampai di depan rumah Amirul Mu’minin, laki-laki ini hanya menunggu di depan pintu.

Kebetulan, sang tamu mendengar "ada keributan" di dalam rumah. Istri Umar bin Khattab rupanya sedang marah kepada suaminya. Namun, Khalifah Umar terdengar diam saja, tidak menaggapi kemarahan sang istri.

Laki-laki itu pun mengurungkan niatnya mengadukan istrinya kepada Umar dan mulai beranjak hendak pulang. ”Jika keadaan Amirul Mu’minin saja seperti ini (istrinya "galak"), bagaimana dengan diriku?” gumamnya dalam hati.

Si pria tadi hendak pulang, namun Umar keburu keluar rumah. Umar pun segera memanggilnya, ”Apa keperluanmu?”

”Wahai Amirul Mu’minin," jawab si pria, sebenarnya aku datang untuk mengadukan perilaku istriku dan sikapnya kepadaku, tapi aku mendengar hal yang sama pada istri tuan.”

”Wahai saudaraku," jawab Umar dengan tenang, "aku tetap sabar menghadapi perbuatannya (kemarahan istri), karena itu memang kewajibanku. Istrikulah yang memasak makanan, membuatkan roti, mencucikan pakaian, dan menyusui anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya.”

”Di samping itu,” sambung Umar, ”Hatiku merasa tenang (untuk tidak melakukan perbuatan haram—sebab jasa istriku). Karena itulah aku tetap sabar atas perbuatan istriku.”

”Wahai Amirul Mu’minin, istriku juga demikian,” ujar orang laki-laki itu.

”Oleh karena itu, sabarlah wahai saudaraku. Ini hanya sebentar!”

Kisah teladan tentang sikap suami terhadap istri "cerewet/pemarah" itu dimuat  dalam kitab Uqudul Lujjain: Fi Bayani Huquqiz Zawjain karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani

Dalam kisah di atas, Umar yang dikenal "galak" di kalangan sahabat, justru "takluk" atau berdiam diri ketika sang istri memarahinya. Mengapa? Karena Khalifah Umar mengingat lima hal.

1. Benteng Penjaga Api Neraka. Saat pria "tergoda" wanita, maka cara terbaik adalah menyalurkannya kepada wanita yang halal dan sah: sang istri. Istrilah tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari kemaksiatan dan siksa neraka. Istri yang salihah pun selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah. Suami pergi bekerja, istrilah yang menjaga, merawat, dan membersihkan rumah beserta isinya, juga menjaga dan mendidik anak-anak.

3. Penjaga Penampilan. Istrilah yang menjadi penata rambut dan penata busana sang suami. Istrilah yang menyemir sepatu, menyiapkan tas, dan keperluan lain.

4. Pengasuh Anak-anak. Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. 

5. Penyedia Hidangan. Istrilah koki, chef, sekaligus "pelayan" restoran di rumah. Istri pula yang belanja, "berdebat" menawar harga sayur dengan tukang sayur, dan sebagainya. Suami haus, tinggal "teriak", bahkan sudah disiapkan.

Itulah lima hal yang membuat Khalifah Umar terkesan "Susis", suami sieun (takut) istri. Tentu, bukan takut, tapi penghargaan, apresiasi, sekaligus kasih-sayang terhadap istri. Masya Allah....! Betapa besar pula dosa sang suami jika ia mengkhiatani istri. Wallahu a'lam.*
(inilahislam.com)

PKS Baik-baik Saja

Written By PKS Kota Bandung on Senin, 14 April 2014 | 21.30


Apa kabar PKS? apakah raihan suara PILEG 2014 ini melemahkanmu dan membuatmu terpuruk?. Ah, kalau media yang jadi ikutan, tentulah hanya hiruk pikuk QC dan ribut-ribut koalisi yang jadi topik utama. Padahal KPU dan saksi partai masih berjibaku mengamankan suara diataspelaksanaan pencoblosan yang agak carut marut. 
Hasil pemilu belum lagi keluar, tidak usah terburu-buru menyimpulkan siapa pemenang dan siapa yang tereliminasi. Ada ribuan TPS yang belum kelar perhitungan manualnya, hormatilah warga negara Indonesia tingkat bawah yang dengan kecintaannya pada negeri ini rela begadang agar dokumen PILEG ini valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Koalisi harusnya jadi soal nanti, bukan jadi topik yang ramai dibicarakan sekarang ini. 
Maka disinilah kedewasaan PKS harus dilihat. Ketahui dulu hasil real, pegang dulu dokumen C1 dari seluruh Indonesia, karena itulah senjata jika ada sengketa. Baru kita bicara koalisi, oposisi atau apapun.
PKS baik-baik saja, disaat partai lain sedang dilanda sengketa karena ketua umumnya berkampanye di partai lain, PKS tetap solid disaat banyak berita pengusiran sang "maskot" oleh ketua partainya, PKS tetap dalam harmoni disaat ada ketua partai yang dianggap menghianati 3 capresnya. Pada saatnya PKS akan bicara koalisi, bicara tentang evaluasi terhadap pelaksanaan PEMILU 2014, nanti, setelah perhitungan manual KPU selesai. 
PKS baik-baik saja, kami para kader menerima dengan penuh rasa syukur dengan pencapaian ini dengan tidak meninggalkan evaluasi internal. Sampaikan pada seluruh Bangsa Indonesia bahwa PKS akan tetap memperjuangkan kesejahteraan bagi negeri ini. Dan kami tetap mengajak : Ayo Kobarkan Semangat Indonesia... (manghadi)

Mereka Yang bersiaga Menjaga Suara

Saksi-saksi PKS sudah dikenal oleh semua partai sebagai saksi yang solid dan serius dalam mengawal suara. Kalah ataupun menang perolehan suara, saksi PKS tetap melaksanakan tuganya dengan serius. Ingat ketika Aher menang pertama kali, saksi PKS berjuang mengawal suara pagi siang malam. Pun demikian juga sewaktu kalah dalam piwalkot Bandung 2004, walau dengan perasaan terluka, tetapi tugas tetap terlaksanakan dengan baik.
Dua kali pilkada, gubernur Jawa Barat  dan walikota Bandung, PKS meraih kemenangan dalam waktu yang berdekatan, para saksi semangat dalam mengawal suara. Dan pada PILEG 2014 ini, PKS Kota Bandung mengalami penurunan dalam perolehan suara, apakah para saksi down dan malas? 
Pada kenyataannya, Sistem pelaporan perolehan suara di tingkat KPPS pada pileg 2014 ini sangat rumit, sehingga banyak perhitungan yang gejlog dan menjadikan pelaporan saksi menjadi lama. Para saksi dituntut kejelian yang ekstra, karena disamping rawan pengelembungan suara, juga rawam ketidak singkronan data. 
Hal ini menjadikan proses rapat pleno menjadi sesuatu yang melelahkan dan merepotkan. Tak heran jika pelaksanaan rapat pleno yang seharusnya sehari menjadi molor sampai 3-4 hari. Disinilah kita lihat dedikasi saksi pada tugasnya. Banyak saksi dari PKS yang tidak pulang selama 3 hari, berjaga diantara kepulan asap rokok menjadi perjuangan tersendiri. Apalagi ditambah dengan kenyataan perolehan suara yang jauh dari harapan, betapa sistuasi seperti ini menmbutuhkan stamina fisik dan mental yang extra. 
Kita angkat topi dan beri apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mereka,. semoga pengiorbanan mereka berbuah pahala di sisi Allah SWT, amiin.
(manghadi)

Ketika Saksi Menangis, Tapi Caleg PKS Tersenyum

Written By PKS Kota Bandung on Jumat, 11 April 2014 | 08.40

Suasana di TPS,.
Banyak saksi-saksi PKS di TPS yang terheran-heran melihat sikap caleg PKS terhadap hasil pencoblosan. Mereka (saksi) geleng2 kepala melihat sikap caleg PKS
Banyak cerita menarik yang saya jumpai dari para saksi PKS, mereka yg jadi saksi (rata2 ibu-ibu rumahtangga) menangis kalo ada jumlah suara calegnya di bawah suara caleg dari partai lain.
mereka terheran2 mengapa para caleg PKS tidak nangis, tidak sedih ataupun raut muka yg agak sedikit lesu pun tidak ditemukan, 
Para caleg PKS mangatakan: "sabar, ga perlu panik, ampe nangis sgala, perhitungan suara belum final. kita menunggu takdir, insyaAllah Allah memberikan yg terbaik". 

jawab ibu2 saksi: "lho kok kebalik ya, kita yg jadi saksi jadi nangis, terkadang g bisa tidur, byk fikiran dsb ya?"

Saya jawab: "barangkali itulah bagian dari expresi, manifestasi kecintaan ibu2 & masyarakat pengen banget di seluruh pelosok negeri ini dimpimpin oleh para kader PKS yg solid, amanah, dekat & slalu melayani". 
insyaAllah kami akan terus berjuang

(dikutip dari fb Adi Sucipto dengan beberapa perubahan)
 
Support : Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com