Latest Post

Netty Heryawan : Warga Jawa Barat Harus Cintai Produknya

Written By alimoel soekarno on Rabu, 01 Juli 2015 | 21.02



Bandung - Penasehat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan membuka pameran Rhamadan Dharma Wanita persatuan Provinsi Jawa Barat dengan tema Melalui Bazzar Ramadhan 1435 H Kita Tingkatkan Cinta dan Konsumsi Produk Lokal dari tanggal 1 - 2 Juli 2015 di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (1/7).

Netty Heryawan menuturkan Bazzar Ramadhan 1436 H ini ditujukan untuk membangkitkan kecintaan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencintai dan menggunakan produk lokal. Karena pada saat mencintai dan menggunakan produk lokal maka akan berdampak secara langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti produk makanan, holtikultura bahkan fashion.

"Sebaliknya jika masyarakat tidak memilki kepercayaan dan kecintaan pada produk lokal maka pilihannya akan pada produk lain yang berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri," lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Netty Heryawan menyebutkan dua aspek masyarakat harus dapat mencintai produk lokal yaitu dengan mendorong pengrajin dan petani untuk meningkatkan terus kualitasnya yang diartikan mampu bersaing dan harus dapat membangkitkan kepercayaan masyarakat mendorong keberpihakkan pada produk lokal, sehingga mau untuk membeli dan menggunakan.

Pada Bazzar Bazzar Ramadhan 1436 H Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Barat Erti Wawan Ridwan menyampaikan peserta bazzar ini terdiri dari DWP Provinsi Jawa Barat 48 stand, DWP Kota/Kabupaten 12 stand, Umum 95 stand dan 30 stand dari PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga).

"Selain itu ada Lomba Merangkai Sayur-sayuran bagi DWP se-Provinsi Jawa Barat, Lomba Merangkai Buah-buahan yang diikuti oleh DWP Kabupaten/Kota dan Lomba Fashion Show yang diikuti oleh karyawati, pengurus dan anggota DWP Provinsi Jawa Barat," tambah Erti Wawan Ridwan.

Pungkasnya,  Netty Heryawan menyampaikan pesat semoga bulan Ramadhan ini dapat kita optimalkan dari aspek ibadah dan kebersamaan bersama keluarga. Selain itu, bazzar ini bukan saja untuk membangun ketahanan pangan tetapi membangun ketahanan keluarga yang dapat memperkuat kualitas bangsa.


Deddy Mizwar : Cipali Akan Jadi Pusat Pengaturan Arus Mudik di Jabar



JAKARTA – Ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada mudik Lebaran 2015 ini akan menjadi pusat pengaturan arus mudik di Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, usai mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015 M/1436 H di Kantor Kementerian Perhubungan, Jl. Medan Merdeka Barat No. 8, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

“Tadi (di rapat) sudah ada solusi di Penjagan ada alternatif untuk mengatasi 

√≤kemacetan disana. Kita harapkan nanti pengaturannya Polda disana. Disamping Cikopo tetap akan menjadi center pengaturan tadi, yang mana yang harus ke Selatan, Pantura, yang mana lewat tol itu sendiri,” ungkap Wagub usai rapat.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik pun mengungkapkan akan ada pengalihan arus kendaraan dari Cipali ataupun Pantura menuju beberapa ruas jalan alternatif untuk mengurai kepadatan.

“Jadi untuk angkutan umum yang melintasi Selatan nanti get keluarnya di Pejagan. Kalo untuk angkutan umum AKDP di Pantura nanti dikeluarkan di Kanci, jadi sebelum Pejagan ada Kanci langsung ke Pantura jalur biasa. Dan kita gunakan jalur-jalur alternatif yang memang ada jalur provinsi dan lain sebagainya,” kata Dedi.

Dedi pun menambahkan untuk infrastruktur jalan yang akan digunakan pemudik di wilayah Jabar dalam kondisi relatif baik. Selain itu, ia juga memastikan pada H-10 mendatang sudah tidak akan ada lagi pengerjaan ataupun pemeliharaan jalan.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Hadir pula Menteri PU & PR Basuki Hadimuljono, Menteri Kominfo Rudiantara, perwakilan Kementerian Kesehatan, pimpinan Polri, perwakilan Mabes TNI, para Gubernur/Perwakilan Pemerintah Provinsi seluruh Indonesia, para pimpinan lembaga/perusahaan terkait, serta para Kepala Dinas Perhubungan Provinsi seluruh Indonesia.

Secara nasional, pada mudik tahun ini pemerintah akan menyediakan 44.871 bus (AKAP, AKDP, Pariwisata), serta 1.264 kapal untuk penyeberangan dan jalur laut. Sementara untuk jalur udara, akan ada 450 pesawat untuk melayani rute penerbangan luar dan dalam negeri.

Humas Pemprov  Jabar  

Kecamatan Andir Merintis Urban Farming dan Koperasi Sampah

PKS Kota Bandung
 
Kecamatan Andir memiliki tata letak ekonomi yang sangat strategis dengan memiliki tiga pasar sentral yang baik yaitu Pasar Baru, Pasar Ciroyom, dan Pasar Andir. Akan tetapi komoditas yang dijual khususnya pertanian yang beredar dipasar-pasar  berasal dari luar Kota Bandung sehingga pajak pertanian tidak dirasakan langsung oleh Kota Bandung.
Untuk mengantisipasi banyaknya pasokan berlebih dari luar Kota Bandung, Kecamatan Andir mempunyai inovasi mengembangkan urban farming yang nanti akan dikelola dan dipasarkan sendiri oleh masyarakat Kota Bandung. ”Yang tentunya durasi penanaman tidak terlalu lama, seperti tomat 28 hari, kacang panjang 35 hari” jelas Camat Andir, Nofidi H Eka Putera.
Pemerintah Kota memiliki konsep untuk mendukung urban farming dengan memberi bantuan modal 2 paket kredit yaitu secara cash dan tidak cash bagi masyarakat yang berminat mengembangkan urban farming. Paket kredit tidak cash berupa pot, bibit, pupuk, dan sistem cara perawatan bercocok tanam sedangkan  paket kredit cash berupa biaya perawatan sayuran dalam jangka 28-30 hari.
urban farming ini akan dilaksanakan dengan konsep vertikal garden menimbang sedikitnya lahan untuk bercocok tanam di wilayah Kecamatan Andir. Bila berjalan dengan baik urban farming diharapkan dapat membuat komoditas pasar khususnya pertanian menjadi lebih dekat dan lebih terkontrol, sehingga harga lebih murah dan stabil.
Selain mengupayakan urban farming untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, kecamatan andir juga sedang berbenah diri menata ulang kembali pasar-pasar sentralnya yaitu pasar Baru, pasar Ciroyom dan pasar Andir dalam pengelolaan sampah dan penertiban PKL.
Dalam penanganan sampah Kecamatan Andir berupaya untuk mendaur ulang sampah menjadi benda-benda yang lebih bermanfaat seperti membuat kerajinan tas dari sampah plastik kemasan ataupun kerajinan pot bunga dari botol-botol bekas. "sehingga nantinya Kecamatan Andir dapat menjadi ikon sentra daur ulang sampah" ujar Camat Andir, Nofidi H Eka Putera.
Tak hanya mendaur ulang sampah menjadi barang kerajinan, Kecamatan Andir juga mengupayakan koperasi pasar bagi masyarakatnya. "konsepnya seperti Bank Pasar yang ada" ucap Camat Andir. Sehingga nanti masyarakat dapat menukarkan sampah plastik maupun sampah kertas ke koperasi sampah dan dapat dicairkan berupa uang maupun dengan barang sembako.
Dengan adanya koperasi sampah diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih termotivasi untuk gemar memungut sampah dan mempermudah penanganan sampah plastik secara cepat dan tepat.
Dalam merelokasi pkl-pkl liar Kecamatan Andir mulai menertibkan dan memindahkan pkl-pkl di sekitaran Pasar Baru ke lantai 8. Pemerintah kota akan bekerja sama dengan PD Pasar dan Pengusha untuk mempromosikan lantai 8 Pasar Baru menjadi tempat berjualan baru para pkl dengan memberi kemudahan tertentu.
Kecamatan Andir juga akan mendata ulang kembali para pkl yang beroperasi di pasar-pasar secara bergelombang dengan tujuan dapat lebih mendata para pkl se akurat mungkin. "sedangkan untuk pkl yang tercatat oleh kecamatan andir sampai saat ini terdapat kurang lebih sebanyak 9000 pkl" jelas Camat Andir, Nofidi H Eka Putera.
Kecamatan Andir menargetkan pemindahan relokasi pkl dan pendataan pkl selesai setelah idul fitri nanti.

Jazuli Zuwaini : Hari Keluarga Nasional, Saatnya Keluarga Indonesia Berbenah

Written By Riska Mardiana on Selasa, 30 Juni 2015 | 07.30



Jakarta (29/6) - Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang bertepatan di bulan Ramadhan, kemarin (29/6), seharusnya bisa menjadi titik tolak bagi keluarga Indonesia untuk terus berbenah, dan juga menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan ketahanan keluarga.

"Hari Keluarga Nasional yang bertepatan dengan Ramadhan ini seharusnya menyadarkan kita betapa pentingnya nilai keluarga," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Jazuli menjelaskan, sebagai unit terkecil yang menentukan kualitas bangsa, Keluarga adalah lembaga utama dan pertama bagi pendidikan sumber daya manusia (SDM). Bahkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang akar sejarahnya menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga.

Menurutnya, pondasi pertumbuhan dan perkembangan bangsa haruslah berawal dari keluarga-keluarga yang berkualitas. "Itu karena keluarga ibarat batu bata bagi pembangunan bangsa," ujar politisi dari daerah pemilihan Banten III itu.

Lebih lanjut Jazuli mengungkapkan, saat ini masih banyak 'pekerjaan rumah' bagi bangsa Indonesia dalam membangun ketahanan keluarga. Diantaranya, rata-rata dalam satu jam terjadi 40 perceraian di Indonesia. Selain itu, masih banyaknya kekerasan, kenakalan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, radikalisme dan pudarnya semangat nasionalisme.

"Itu semua merupakan wajah buruk tentang rapuhnya kondisi keluarga Indonesia," imbuh Jazuli.

Selain itu, masih kata Jazuli, kisah terbaru yakni kasus kematian Angeline di Bali yang menambah daftar permasalahan keluarga Indonesia. Jazuli berharap, semoga ke depan tidak ada lagi keluarga dan anggotanya yang mengalami nasib serupa dengan keluarga Angeline.

"Hal inilah diantara alasan mengapa Fraksi PKS berinisiatif mengajukan RUU Ketahanan Keluarga untuk memperjuangkan keluarga Indonesia yang kuat dan bahagia," pungkas Jazuli

Oded MD Tanda Tangani Deklarasi Gerakan Rehabilitasi 100 Ribu Penyalahguna Narkoba

PKS Kota Bandung

Wakil walikota Bandung, Oded M Danial menandatangani deklarasi gerakan rehabilitasi 100 ribu penyalahgunaan narkoba dan juga menandatangani komitmen Pemkot Bandung beserta komponen masyarakat Bandung dalam gerakan tersebut di  Plaza Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (29/6).
Penandatangan deklarasi itu juga merupakan bagian Pemerintah Kota Bandung untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang diperingati pada tanggal 26 Juni.
            Hari Anti Narkoba Internasional merupakan hari yang diperingati oleh PBB untuk melawan penyalahgunaan obat-obatan dan penjualan obat secara ilegal, yang dimulai pada 26 Juni 1988. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati pengungkapan kasus Lin Zexu berupa perdagangan opium di Humen, Guangdong, sebelum Perang Opium. Pencanangan tersebut berupa dikeluarkannya resolusi PBB 42/112 pada 7 Desember 1987.
            Sebagai bentuk dalam memperingati hari narkoba internasional di tingkat Kota Bandung , Oded menghimbau kepada seluruh warga Bandung khususnya para orang tua untuk menciptakan keluarga yang harmonis. Menurutnya, ketahanan keluarga menjadi aspek penting dalam melindungi anggota keluarga dari bahaya narkoba.
            “ketahanan keluarga menjadi keutamaan buat saya. Kalau punya ketahanan keluarga yang luar biasa, saya yakin anak-anak kita, keluarga kita, tidak akan terjerumus kedalam narkoba,”ujarnya.
            Oded juga mengatakan kepada tokoh masyarakat yang ada di Kota Bandung untuk ikut berpartisipasi didalam pencegahan bahaya narkoba ini. Katannya, jika mereka bisa bergerak secara masif, anak-anak kota Bandung bisa diperhatikan secara bersama-sama.
            Kemudian lebih lanjut lagi, Oded menuturkan setelah deklarasi ini ia mengharapkan agar ada langkah nyata dari semua elemen lapisan masyarakat dalam menekan bahaya narkoba di Bandung.
            “saya harap ini bukan sekedar deklarasi saja. Tapi semua pihak masyarakat Bandung bisa memperhatikan bahaya ini. Saya kira jika masyarakat merespon itu sangat luar biasa,”ungkapnya.
            Untuk pencegahan narkoba di tingkat sekolah, Oded mengatakan seharusnya para guru dan kepala sekolah dapat menerapkan sistem yang ketat untuk mempersempit ruang masuknya narkoba kepada siswa dan siswi. ia juga menghimbau agar para pendidik di sekolah dapat memberikan pesan-pesan moral tentang bahaya narkoba.
            Karena menurutnya, walaupun penyampaian pesan moral tersebut tidak masuk dalam kurikulum mata pelajaran siswa, tapi Oded meyakini apabila terus diciptakan suasana nyaman di sekolah dan dibekali pembekalan bahaya narkoba, sekolah akan bersih dari masuknya kejahatan narkoba.
            “kalau suasana sekolah aman dan stabil, saya yakin mereka para guru-guru bisa membantu untuk menutup bahayanya narkoba masuk ke sekolah-sekolah,”tandasnya

Netty Heryawan : Cantik Bukan Fisik dan Pakaian, Tapi Hati

PKS Kota Bandung


BANDUNG -- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menghadiri acara talkshow Keputrian Jasmine yang tergabung di Gabungan Mahasiswi Muslim (Gamais) mahasiswi-mahasiswi di Bandung dengan Tema "Manner In Move" di Aula ITB Bandung, Minggu (28/6).

Selain Netty Heryawan hadir juga Penulis Buku Asma Nadia dan Founder Wardah Nurhayati menjadi juga pembicara. Talkshow ini membahas mengenai Manner In Move bagi muslimah dalam bersikap dan berutur kata di masyarakat.

Netty memandang untuk mengukur kecantikan bukan saja dari fisik dan pakaian yang dipakai, tetapi semuanya berasal dari hati. Kunci utamanya yaitu dengan sederhana seorang muslimah dapat terlihat cantik dilengkapi dengan attitude dan wawasan yang dimiliki.

"Makanya sebagai seorang perempuan harus cerdas dan mempunyai kepantasan diri dengan menggali potensi diri," tuturnya.

Senada dengan Nurhayati, dikatakan dengan melakukan kebaikan dan melakukan hidup sederhana membuat kita berbagi dengan sesama. Perempuan harus dapat berdaya dan berilmu dalam menggali potensi diri sehingga kita mampu membangun karakter yang baik.

[ Gallery Foto ] Buka Bersama Ketua DPRa se Kota Bandung

Written By Hermawan Wicaksono on Senin, 29 Juni 2015 | 11.11

Ahad, 28 Juni 2015, DPD PKS Kota Bandung mengadakan buka bersama Ketua DPRa se Kota Bandung. Selain buka bersama, ada taujih dari Ustadz Abu syauqi dan Wakil Walikota Bandung, Mang Oded. Acara ini diselenggarakan selain untuk mempererat silaturahmi antar struktur DPRa, juga merupakan rangkaian kegiatan Ansyithah Ramadhan DPD PKS Kota Bandung. ( foto : Hermawan Wicaksono )


























Inilah Program Beasiswa Ansyithah Ramadhan 1436 H

Written By alimoel soekarno on Jumat, 26 Juni 2015 | 10.48



Panitia Ansyithah Ramadhan 1436 H DPD PKS Kota Bandung pada tahun ini mengadakan program yang berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu program pemberian Beasiswa terhadap putra-putri anak kader PKS. Hal ini adalah sebuah apresiasi PKS terhadap dedikasi Kader PKS selama ini yang selalu siap dalam menyambut amal jama'i. Adapun syarat dan ketentuannya sebagai berikut:


Beasiswa Ansyithah Ramadhan 1436H
PKS DPD Kota Bandung

Target Penerima
  1. Putra/putri dari kader PKS usia SD – SMA atau sederajat.

Kategori Beasiswa
  1. Kategori penghafal Qur'an.
  • Hafalan minimal 3 juz.
  • Hafalan minimal 5 Juz.
  1. Kategori prestasi akademik.
  • Ranking 5 besar di kelas.
  • Prestasi tingkat kota, provinsi atau nasional.
  • Prestasi tingkat internasional.
  1. Kategori dhu'afa.
  • Yatim atau piatu
  • Yatim piatu.
  • Penghasilan total keluarga dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp. 600.000/bulan.

Tahapan pendataan
  1. Pengajuan dikirim tanggal 1 – 11 Juli 2015.
  2. Kirimkan data pribadi anak dan orang tua beserta dokumen pendukung sesuai kategori.
  3. Khusus untuk penghafal Qur'an diundang hadir pada acara mabit dan yaumi ma'al Qur'an pada tanggal 11-12 Juli 2015 di Mesjid Al-Muttaqien, gedung sate.
  4. Kirimkan pengajuan beserta dokumen ke email tata.taufik@gmail.com.
  5. Informasi lebih lanjut hubungi nomor 081244311911 (Tata).

Ketentuan
  1. Keputusan penerima beasiswa berdasarkan musyawarah panitia Ansyithah.
  2. Penerima beasiswa akan dihubungi oleh panitia.
  3. Penyerahan beasiswa pada acara Silaturahmi Akbar tanggal 16 Agustus 2015.

Oded MD Meninjau Personal Assessment Pejabat Eselon II

PKS Kota Bandung
 
Sebanyak 33 pejabat eselon II mengikuti Personal Assessment yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran  (UNPAD) di Aula Biro Pelayanan dan Inovasi Psikologi (BPIP) Fakultas Psikologi Unpad Jalan Ir. H. Juanda Kota Bandung, Kamis (25/6/2015).
 
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut mulai dari 25 hingga 26 Juni 2015.
 
“Untuk hari pertama terdiri dari tes tertulis dan wawancara masing-masing peserta sementara hari kedua Focus Discussion Group (FGD)”, Ujar Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung Atet Dedi Handiman.
 
Lebih lanjut Atet mengatakan talent pooling ini menetapkan kompetensi seseorang. Manfaatnya pun banyak bisa untuk pengembangan dan penempatan. “Ini juga amanat undang-undang, proses ini akan lebih adil  untuk mengurangi subjektivitas dalam rangka pengembangan karir seseorang,” Ujar Atet.
 
Sehari sebelumnya dalam arahannya Oded mengatakan  kegiatan tersebut  merupakan kegiatan yang harus kita respon dengan baik karena merupakan amanat undang undang ASN. “Semuanya ini dalam rangka meningkatan ukuran kemampuan diri kita, ini harus dijadikan sebagai kebutuhan kita, bukan kewajiban, kita harus terus bersemangat untuk terus melakukan perbaikan dalam rangka menghadirkan tata kelola pemerintahan kedepan,” Ujar Oded.
 
Perlu diketahui, dalam pasal 118 Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menjelaskan bahwa pejabat Pimpinan Tinggi dalam hal ini Kepala SKPD harus memenuhi target kinerja tertentu, sesuai perjanjian kinerja yang telah disepakati. Terhadap pejabat pimpinan tinggi atau kepala SKPD yang tidak memenuhi kinerja yang diperjanjikan dalam satu tahun akan diberi kesempatan 6 bulan. 
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto mengatakan assesment ini lebih kepada untuk kepentingan pemetaan, rapid assessment untuk orientasi kerja, potensi kerja, bukan semata untuk kinerja.

UNPAD Melakukan Survey Penilaian Publik Terhadap Kota Bandung

PKS Kota Bandung
Pusat Penelitian dan Pengembangan Dinamika Pembangunan Universitas Padjajaran memaparkan hasil Rapid Survey dan penilaian masyarakat terkait layanan publik Kota Bandung di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (25/6). Hadir dalam kegiatan tersebut Pakar Hukum Unpar Bandung, Prof. Asep Warlan dan Prof. Dede Mariana, Guru Besar Fisip Unpad.
Survey tersebut dimaksudkan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kota Bandung terhadap program-program pembangunan yang digagas oleh Pemkot Bandung. Survey dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 1 Juni 2015 hingga 8 Juni 2015.
            Populasi sendiri adalah warga Kota Bandung yang sudah berumur 17 tahun atau lebih dan atau yang sudah menikah dengan sebaran umur responden sebanyak, 6,7% berusia 17-19 tahun, 21,7% usia 20-29, 68% usia 30-29 dan 3,6% usia lebih dari 60 tahun.
            Metodologi survey dilakukan sebanyak 200 sampel di 30 kecamatan dan 50 kelurahan. Survey dilakukan dengan wawancara secara tatap muka dari rumah ke rumah menggunakan pertanyaan kuesioner.
Secara umum dari hasil tersebut, sebagian besar responden merespon baik program-program yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Bandung. Sekitar 43% responden menyatakan berhasil, 22% tidak berhasil dan 35% menyatakan kurang berhasil.
Adapula program-program yang bermanfaat bagi Bandung dan memberikan hasil responden yang baik adalah, pembangunan taman tematik, tata kota dengan infrastruktur lebih baik, dana pinjaman tanpa bunga, penghijauan, WIFI gratis, Bandung nyaman dan bersih, Jaminan Kesehatan, ruang terbuka hijau, bantuan dana dan fasilitas pendidikan serta penanganan sampah.
Selain itu, untuk penilaian program Bandung resik seperti persampahan, Kota bandung memiliki 52% dalam keberhasilan menangani sampah dan 45% dalam banjir. Untuk kondisi jalan dan penerangan, 67% telah berhasil diatasi, sarana air bersih 48%, perbaikan rumah TLH 43%.
Penilaian Bandung Sejahtera terkait bantuan terhadap siswa (beasiswa) telah berhasil dilaksanakan 60%,kurang berhasil 25% dan tidak berhasil 17%. Sedangkan untuk Bandung Sehat dengan program puskesma 24 jam dan gratis, presentase berhasil itu 64%, kurang berhasil 25% dan tidak berhasil 11%. Program Ambulan Gratis, presentasenya berhasil 48%, kurang berhasil 33% dam tidak berhasil 19%.
Asep Warlan mengatakan untuk menyikapi hasil survey tersebut dengan kritis dan bijaksana. Karena menurutnya dengan bersikap kritis saja seringkali tidak proposional dan menyimpang dari tujuan survey. Sedangkan dengan bersikap bijak akan muncul sifat kearifan ada norma, nilai dan manfaat.
            Ia menambahkan jika survey ini merupakan langkah awal untuk menilai kepuasan, persepsi  dari sebuah kepuasan publik. Namun ia juga menekankan bahwa birokrasi di Bandung masih bermaslah dengan sistem perizinannya, sehingga untuk mendorong lagi survey kepuasan publik, birokrasi di Bandung harus memiliki sebuah sistem dan regulasi yang bukan menyoroti soal administrasi saja.
            “Saya kira ini bagus untuk tindak awal, tentang kepuasan persepsi, tapi lebih lanjut lagi harus dari sistemnya, regulasi, kebijakan dan peraturan perundangan-undangan atau perintah dari kebutuhan masyarakatnya,”ujarnya.
            Menurut Asep juga ada lima masalah publik yang belum terselesaikan seperti kemacetan, sampah, banjir, infrastruktur buruk dan birokrasi yang lambat. Kata Asep kelima masalah tersebut, menjadi komplain publik pada umumnya.
            Asep juga menjelaskan jika hasil permasalahan mendesak di Kota Bandung itu ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi. Karenanya, tujuan survey ini sebagai inisiasi hasil kepuasan publik yang harus dilakukan secara berkala.
            Katanya, hasil survey ini tidak bisa disimpulkan dalam satu hari saja, kemudian Pemkot Bandung merasa berhasil dan programnya didukung oleh masyarakat. Kemudian juga pemahaman ini juga jangan diartikan kalau survey ini sudah memenuhi harapan publik dari masyarakat Bandung yang ingin mengetahui kinerja pemerintahannya
            Namun, jika ada simpulan bahwa untuk tahun ini saja ada pemahaman dari masyarakat dan Pemerintah Kota mengenai keberhasilan survey tersebut, ia merasa hal itu tidak akan menjadi masalah apapun.
            “Maka dari itu  tujuan kegiatan ini sebagai survey kepuasan publik yang harus dilakukan secara berkala. Kalau ada kesimpulan jika tahun ini program telah berhasil,  tidak ada masalah jika ada pemahaman seperti itu,”tandasnya.
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com