Latest Post

Mia Rambe, Meneladani Negri Sebrang (bag. 3)

Written By alimoel soekarno on Rabu, 27 Juli 2016 | 14.29

Hagia Sophia, Istanbul

Kami sampai di Istambul akhir bulan Maret, saat  bunga-bunga Tulip bermekaran sangat indah di sepanjang jalan. Turki itu terkenal dengan icon bunga Tulipnya. Kalau kota Bandung yang terkenal dengan sebutan kota Kembang, menurut Kepala Dinas Pertamanan icon bunga Kota Bandung adalah bunga Patra Komala, atau nama lainnya adalah Ki Merak. Sepertinya masih banyak warga kota Bandung yang belum tahu bahwa Patra Komala adalah icon bunga kota bandung.mungkin ini menjadi sebuah inspirasi bagi pemerintah Kota Bandung untuk lebih mempromosikan kota Bandung dengan icon Patra Komala nya.

- Masya-Allah saya sangat kagum dan terpesona dengan keindahan, keteraturan dan kerapihan di Kota Istambul. Tata kota Turki memang sangat rapih. Penataan rumah yang rapih dan jalan juga bagus. Hampir sepekan melintasi jalan  yang mengelilingi negara Turki ,kami jarang mendapati jalan yang rusak atau berlubang. Kecepatan supir mengendarai bis juga diatur oleh pemerintah.tidak boleh lebih dari 100 km/jam . Kecepatan bis dimonitor dengan sebuah alat dektektor .Alat itu akan berbunyi jika kecepatan melebihi per 100 km/jam dan akan off jika melebihi 125 km/jam. Pernah suatu hari supir bis kami mengendarai lebih dari 100km/ jam seketika itu juga detektor itu berbunyi seperti bunyi alarm dan mobil tidak bisa dikendarai alias mogok dan akibatnya kami harus menunggu hampir setengah jam. Sebuah peraturan yang sangat baik didukung teknologi yang canggih untuk menghindari kecelakaan lalu-lintas akibat mengendarai diatas kecepatan yang ditentukan.

-Hampir sepekan di Turki saya tidak menemukan pengamen dan pengemis beraktifitas di jalanan. Memang pernah di salah satu tempat agak di pedalaman ada satu orang anak kecil yang meminta uang tapi sangat jarang menemui hal seperti itu. Semoga kota Bandung pun dapat mengatasi permasalah gepeng-anjal dengan lebih baik dan komperensif.

Saya juga tidak melihat perumahan  kumuh, sampah yang berserakan.Lingkungannya bersih dan nyaman. Satu hal yang baru saya temui dan belum saya temukan di tempat lain adalah toilet umum duduk yang otomatis menggantikan alas toilet untuk memberi kebersihan dan kenyamanan bagi pengguna toilet berikutnya. waah sangat canggih dan bersih. Itu saya temui di Kapadokya salah satu tempat yang struktur buminya unik dan sangat indah

Kami juga mengunjungi Bursa yaitu ibukota pertama kekhalifan Turki Utsmanii Alhamdulillah sempat juga naik ke puncak gunung bersalju abadi dengan teleferic (kereta gantung utk naik ke atas gunung) Juga mengunjungi Konya tempat sufi yang terkenal yaitu Jalaluddin Rumi. Ternyata Nasruddin Hoja yang terkenal itu,  juga menetap di sana untuk berdakwah.Nasruddin Hoja melakukan dakwah Islam dengan cara yang khas, lucu atau dengan sindiran

Museum Mevlana Jalaludin Rumi, Konya

Beberapa inspirasi yang juga saya dapatkan yang semoga  Kota Bandung juga menerapkannya :

-Wisatawan yang datang ke negara Turki , dibawa oleh travel akan dibawa mengunjungi  sentra ekonomi yang ditunjuk oleh pemerintah, seperti sentra karpet yang sangat indah, walaupun harganya sangatlah mahal, sentra keramik , jaket kulit. Barang yang dibeli oleh wisatawan tidak dikenakan pajak sama sekali.dan bahkan bisa langsung dikirim ke rumah pembeli.

Semoga suatu saat kota Bandung memiliki perda(peraturan daerah) yang mengharuskan  wisatawan manca negara yang mengunjungi kota bandung  dibawa  terlebih dahulu oleh travel ke sentra industri yang dibina oleh pemerintah kota bandung misalnya sentra sepatu di cibaduyut, sentra rajut di binong, atau sentra industri lainnya.

- Dulu  di Turki wanita muslimah yang berjilbab sulit untuk maju ke ranah publik. Cerita dari seorang teman yang sudah lama tinggal di Izmir Turki karena menikah dengan pria Turki. Pernah seorang wanita muslimah melalui pemilu terpilih  menjadi dewan majelis semacam MPR. Tapi di boykot oleh partai sekuler kalau mau masuk gedung dewan harus buka jilbab. Akhirnya muslimah tersebut dihapus/keluar dari dewan majelis. Alhamdulilah skrg muslimah Turki yang berjilbab mendapat kebebasan berpartisipasi pada ranah publik.

Mia Rambe, Meneladani Negri Sebrang (bag. 2)
Mia Rambe, Meneladani Negri Sebrang (bag. 3)

Salmiah Rambe, S.Pd.I
Anggota Komisi D

DPRD Kota Bandung Fraksi PKS

*Ket. gambar
Jalaludin Rumi atau nama lengkapnya Maulana/ Mevlana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri adalah sang pujangga sufi dari tanah Persia. Selain penyair dia juga tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya. Lahir pada 30 September 1207 Masehi di Balkh sebuah kota kecil di kota Khurasan, Afghanistan dan meninggal pada 17 Desember 1273 Masehi di Konya ,Turki.

Ledia Blak-blakan tentang Perppu Kebiri

Written By ipah umu Abiba on Selasa, 26 Juli 2016 | 20.51

Siti Muntamah, Ledia Hanifa dan peserta

Pembahasan pelaksanaan Perppu Kebiri masih terus berlanjut antara DPR. RI dengan pihak Pemerintah. Memerlukan ekstra enerji dan  nampak sangat seksi, terbukti banyak mengundang berbagai elemen masyarakat untuk ikut beropini khusus pemberlakuan sanksi kebiri

Dikatakan Ledia Hanifa Amaliah, S.Si.,M.Psi.T, bahwa Perppu no 1 tahun 2016 ini yang terkenal dengan Perppu Kebiri  karena di dalamnya ada sanksi kebiri. Perppu ini  mengatur sanksi tambahan terkait pelaku kejahatan kekerasan seksual pada anak, antara lain  pelaksanaan kebiri kimiawi serta pemasangan alat elektronik deteksi, disamping sanksi  hukuman mati, penjara seumur hidup dan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 10 tahun penjara bagi pelakunya.

Sebelum akhirnya blak-blakan membuka rumitnya membahas pelaksanaan kebiri kimiawi, anggota DPR.RI dari Fraksi PKS ini  memaparkan deret panjang fenomena kekerasan yang dialami anak di Indonesia. Dia menyoroti betapa biadab pelakunya dan dikatakan bahwa, sesungguhnya saat ini sedang berlangsung pergeseran mental manusia di Indonesia sehingga banyak terjadi kasus yang tidak manusiawi terhadap para penerus generasi.

Ledia menjelaskan bahwa dimasa reformasi telah lahir UU khusus yang mengatur tentang Perlindungan Anak, namun hanya menjabarkan hak-hak anak secara normatif, sehingga ketika berbagai kasus kejahatan kekerasan merebak, UU No 23 tahun 2002 ini  tak mampu melindungi lagi, maka di revisi melalui UU NO 35 tahun 2014 dengan lebih rinci seperti: Anak dalam situasi darurat, yang berhadapan dengan hukum, dieksploitasi, korban penculikan, perdagangan, kejahatan seksual, dan berbagai ketidak nyamanan lainnya.

Anggota DPR.RI Fraksi PKS Dapil kota Bandung dan kota Cimahi ini lebih lanjut membeberkan bahwa, dengan meningkatnya kejahatan terhadap anak secara signifikan di masyarakat, perlu sanksi yang benar-benar punya efek jera bagi pelakunya hingga tak lagi bernyali. Maka lahirlah Perppu No.1 tahun 2016 dengan memperberat sanksi diantaranya dikebiri dengan kimiawi serta pemasangan alat elektronik pendeteksi.

Pada kenyataannya pemberlakuan sanksi kebiri tak sederhana. Ledia merujuk pendapat dr.Boyke yang sempat diundang saat pembahasan Perppu ini bahwa, kebiri kimiawi dengan cara menyuntikkan hormon akan menurunkan libido pelaku, namun sisi lain memungkinkan berubah orientasi seksualnya menjadi tertarik ke laki-laki dan masih ada beberapa diskusi yang perlu pembahasan detail antara Pemerintah dan DPR.RI.

Terlepas pembicaraan tehnis pelaksanaan hukum kebiri yang belum tuntas, Ledia sangat mengapresiasi pemprov.Jabar yang sangat konsen terhadap perlindungan anak dan perempuan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diraih baik perorangan maupun kantor BP3AKB. Peran serta hadirin yang mewakili dari berbagai unsur organisasi perempuan yang ikut terjun kelapangan pun  tak terkecuali,  sangat diapresiasi.

 Aleg dari PKS ini menggaris bawahi paparan sebelumnya yang disampaikan Siti Muntamah Oded, istri Wakil Walikota Bandung sekaligus praktisi Ketahanan Keluarga kota Bandung, bahwa kini Pemkot sudah memiliki Pusat Layanan Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PLIPPA), ini merupakan bentuk keseriusan kota Bandung dalam menangani masalah kejahatan yang sering terjadi pada perempuan dan anak.

Acara Sosialisasi Peraturan Perundangan tentang Perlindungan Perempuan, Sabtu (23/07) di Nexa Hotel Bandung ini sengaja digelar karena sudah menjadi sorotan tajam program Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, agar undang-undang ini lebih dipahami oleh organisasi dan lembaga yang berkecimpung didalamnya.

Demikian penjelasan yang disampaikan Dipl.Ing.Hj.Diah Nurwitasari dalam pembukaan acara yang dihadiri antara lain oleh pengurus ormas dan lembaga perempuan mulai tingkat kota Bandung, Cimahi hingga tingkat Jabar  seperti BKOW, Salimah, PKK, PKP dan tak ketinggalan dari BP3AKB Jabar. 

Tak lupa Penulis menyertakan pendapat dari salah satu peserta sosialisasi, Wiwi Hartanti, M.Pd dari Salimah Jabar. Menurutnya dalam menegakkan Perppu no 1 tahun 2016, masih perlu perjuangan yang panjang dalam implementasinya, serta diperlukan kerjasamaa antar semua komponen bangsa ini. (Frieda Kustantina)


   


   





Mia Rambe, Meneladani Negri Sebrang (bag. 2)

Written By alimoel soekarno on Senin, 25 Juli 2016 | 13.51

Hagia Sophia, Istanbul

Erdogan mampu menaikkan nilai tukar uang Turki sampai 30 kali lipat!
Turki yg dahulu hanya ada di peringkat 116 alhamdulillah di bawah kepemimpinan Erdogan Turki menjadi negara di peringkat 16. Sehingga masuk dalam G 20 sebagai 20 negara besar terkuat dan termaju di dunia

Turki di bawah Erdogan pesat kemajuannya karena sistem pemerintahan dan kesejahteraan rakyat yang dirubah menjadi sangat baik, konsisten dan berkelanjutan . Khususnya pemimpin dan pemegang posisi strategis di setiap kebijakan yang langsung menyentuh kehidupan rakyatnya ,menjawab dan memenuhi apa yg dibutuhkan rakyatnya

- Pendidikan dan kesehatan mendapat anggaran yg sangat besar, bahkan melebihi anggaran pertahanan. Gaji guru sama dengan gaji dokter. Gaji dan upah naik 300 persen, gaji pegawai baru dari 340 lira menjadi 957 lira. Pengangguran berkurang dari 38 persen menjadi 2 persen.
Biaya melahirkan di Rumah Sakit milik pemerintah Turki gratis, dibiayai oleh anggaran pemerintahnya. Dulu antrian di rumah sakit dan apotek sangat lama (mungkin mirip seperti kita peserta BPJS  antri di rumah sakit)

Seorang teman saya Urang Bandung (Orang Bandung, Sunda-red) yang tinggal di Turki sejak tahun 2008 menceritakan pengalamannya .Dulu untuk daftar ke rumah sakit saja mengantrinya dari subuh, ke apotik juga sama. Sistem yg lelet dan tidak tersusun rapi menjadikan rakyatnya susah untuk mendapat pelayanan kesehatan. Sekarang sistemnya sudah bagus, tersusun rapi dan semua serba online. Biaya juga semua gratis dengan sistem pengelolaan pajak yang baik oleh pemerintahnya. Jadi masyarakat yang sakit, yang operasi dan yang melahirkan semua mendapat tanggungan di Rumah Sakit pemerintah. Ada juga rumah sakit swasta yg mengambil 50% dari asuransi pemerintah (atau biasa di sebut SGK) dari setiap pasien nya. Itu segi pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah untuk rakyatnya.

Tahun 2008 pada saat teman saya tsb  diboyong ke Turki oleh suaminya, jarang berpapasan dengan muslimah Turki yang berjilbab. Makanya dulu pas suaminya mencari istri , malah mencari istri asal Indonesia.

Ketika saya tanya pada teman saya itu apa yang paling disukai dari Turki, beliau menjawab paling suka dengan sejarah Turki peninggalan dan kebiasaan jaman kerajaan Seljuk, kemudian kerajaan Ottoman Utsmaniyah masih terpelihara oleh masyarakatnya. Walaupun generasi mudanya sudah banyak terkontaminasi oleh pemikiran ideologi sekuler, semenjak Turki jadi republik oleh mustafa kemal.

-Rata2 orang Turki memiliki nasionalisme yang tinggi. Jadi walaupun ada budaya atau trend baru masuk ke Turki jarang yang mengikuti dan orang Turki sangat bangga dengan bahasanya.

Alhamdulillah atas ijin Allah pada akhir bulan Maret sampai awal April 2016 lalu saya dan keluarga mengunjungi Turki selepas melaksanakan ibadah Umroh. Cita-cita yg sudah sangat lama.bahkan sejak tahun 1993 ketika kami tinggal di Toulouse Perancis sudah menjadi keinginan suami saya mengunjungi Turki, ingin mengunjungi Blue Mosque yang sangat  terkenal itu, ingin melihat peninggalan sejarah dan peradaban Islam di Turki dan terutama anak-anak saya ingin mengunjungi peninggalan pahlawan Islam favorit mereka sejak kecil yaitu Muhammad Al Fatih atau Fatih Sultan Mehmet. Ketika kecil anak saya yang pertama hampir setiap hari menonton ulang CD film kartun pahlawan Islam Muhammad al Fatih sampai ingin punya adik diberi nama al fatih. Alhamdulillah anak saya yang ke 4 laki laki dan diberi nama Luthfi Muhammad al Fatih sesuai keinginannya.

Ketika sampai di Istambul pada akhir bulan Maret 2016 menjelang Magrib, anak saya yang paling kecil yang bernama Fatih langsung melihat dan menunjuk bekas peninggalan benteng Konstantinopel padahal waktu itu sudah menjelang Magrib. Seolah dia sudah mngenal Kota Istambul itu dan langsung bercerita tentang perjuangan Fatih sang penakluk Konstaninopel yang sangat dikagumi oleh Fatih.


Mia Rambe, Meneladani Negri Sebrang (bag. 3)

Salmiah Rambe, S.Pd.I
Anggota Komisi D
DPRD Kota Bandung Fraksi PKS

*Ket. gambar
Hagia Sophia  adalah sebuah bangunan bekas basilikamasjid, dan sekarang museum, di Istanbul, Republik Turki. Dari masa pembangunannya di tahun 537 M sampai 1453 M, bangunan ini merupakan katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel, kecuali pada tahun 1204 sampai 1261, ketika tempat ini diubah oleh Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel. Bangunan ini menjadi masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani. Kemudian bangunan ini disekulerkan dan dibuka sebagai museum pada 1 Februari 1935 oleh Republik Turki.

Mia Rambe, Meneladani Negri Sebrang (bag. 1)

Written By alimoel soekarno on Sabtu, 23 Juli 2016 | 12.36

Istana Topkapi (Topkapı Sarayı), Istambul


Percobaan kudeta oleh sebagian kecil kelompok militer di Turki terhadap pemerintahan yang sah presiden Erdogan  Jumat lalu, Alhamdulillah digagalkan hanya dalam waktu 5 jam, semoga banyak hikmah yang bisa diambil. Minimal kejadian itu membuat saya jadi mengingat tentang Turki sebuah negara yang menurut saya sangat menarik untuk dibahas , apalagi dikunjungi. Saya mencoba mencermati Turki, juga  mengingat beberapa pengalaman pribadi terkait Turki .Ada beberapa hal yang saya catat, semoga menjadi hikmah dan inspirasi untuk kita.


-Kepemimpinan Erdogan yang mencintai dan dicintai rakyatnya

 Turki saat ini di bawah kepemimpinan presiden Erdogan yg sangat dicintai rakyatnya. Dalam waktu sekitar 10 tahunan Erdogan mampu membawa rakyat Turki sangat jauh lebih baik dari sebelumnya. Tingkat kesejahteraan rakyatnya sangat tinggi. Di bawah kepemimpinan Erdogan yg  menerapkan kembali Islam ,Turki menjadi termasuk negara besar dan salah satu yang terkuat di dunia. Selama 450 tahun kekhalifahan Turki Utsmani berkuasa di Turki. Kemudian tahun 1924  diruntuhkan diganti menjadi negara Republik oleh Kemal ataturk dengan sekulerisme nya, Islam dijauhkan dari kehidupan masyarakat, al Quran tdk dipelajari, adzan dilarang , bahasa Arab  dilarang.jilbab juga dilarang.

Alhamdulillah sejak Erdogan memimpin Turki,  rakyat mendapat kembali haknya utk melaksanakan ajaran Islam.Pusat pendidikan agama Islam banyak dibangun .penghafal Al Quran semakin banyak, perekonomian meningkat pesat dan kesejahteraan rakyat sangat tinggi. Maka sangat wajar ketika percobaan kudeta itu terjadi,Erdogan bicara  melalui skype kepada rakyatnya,dengan wibawa dan tegas minta agar rakyatnya turun ke jalan melawan kudeta. Hanya dalam waktu stengah jam ,jutaan rakyat Turki dengan tangan kosong turun ke jalan menentang kudeta dengan disemangati takbir yang berkumandang dari mesjid-mesjid. Ini salah satu contoh pemimpin yang mencintai rakyatnya  dan rakyat pun mencintai pemimpinnya.

Secara pribadi Erdogan juga berkesan bagi anak-anak saya,  karena ketika mereka SD di sekolah Turki di Melbourne,  pernah bertemu langsung dengan Erdogan yang saat itu mengunjungi Melbourne. Bahkan anak saya yang pertama yang berprestasi bagus di sekolah Turki itu, dipangku khusus oleh Erdogan..

Abang kecil dipangku Erdogan
- Kesejahteraan rakyat yg sangat diutamakan

Saya teringat ketika saya n keluarga tinggal di Melbourne tahun 1997-2000, banyak tetangga saya yang berasal dari Turki.
Saya menanyakan kenapa mereka mninggalkan negara mereka dan pindah ke Melbourne.
Jawabannya kebanyakan mereka meninggalkan negaranya karena situasi yang buruk di Turki
Ekonomi sulit,  cari kerja susah, banyak pengangguran,
tdk bisa melaksanakan ajaran Islam dg leluasa , anak anak gadisnya yang kuliah 
dilarang berjilbab dll

Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Erdogan perekonomian Turki sangat meningkat pesat .dahulu pendapatan per kapita penduduk turki hanya 3500 dollar

Alhamdulillah di thn 2013 menjadi 11.000 dollar per tahun,lebih tinggi dari pendapatan per kapita penduduk Perancis.

Salmiah Rambe, S.Pd.I
Anggota Komisi D
DPRD Kota Bandung Fraksi PKS



*Ket. gambar
Istana Topkapı /Topkapı Sarayı)  adalah istana di Istanbul, Turki, yang merupakan kediaman resmi Sultan Utsmaniyah selama lebih dari 600 tahun (1465-1856). Pembangunan istana ini dimulai pada tahun 1459 atas perintah Sultan Mehmed II. Pada puncaknya, istana ini dihuni oleh 4.000 orang.[ Selain sebagai tempat tinggal kerajaan, istana digunakan untuk acara-acara kenegaraan dan hiburan kerajaan. Sekarang menjadi daya tarik wisata dan berisi peninggalan suci penting dari dunia Muslim, termasuk pedang dan jubah Nabi Muhammad SAW

Relawan PKS, Berusaha Untuk Selalu Terdepan

Written By ipah umu Abiba on Minggu, 03 Juli 2016 | 16.29



gedung serba guna rw 03 Cisaranten Bina Harapan jebol
           
Duka mendera masyarakat Antapani wetan, Kecamatan Antapani dan Cisaranten, kecamatan Arcamanik, Bandung. Ratusan rumah terendam banjir akibat jebolnya tanggul sungai cikileuy jum'at malam (1/7/2016). 

Menurut Suparno, ketua DPC PKS Antapani "Kejadian jebolnya tanggul ini, terjadi sekitar pukul 20.00. Saya tahunya sekitar pukul 21.30, saat  mau i'tikaf  dan ternyata akses ke jalan  Bunisari tertutup  karena sudah banjir."
 
Relawan PKS Arcamanik

Sementara itu, terjangan banjir juga meluas  ke kecamatan Arcamanik, selain menghantam rumah warga, banjir juga mengakibatkan jebolnya gedung  Serbaguna RW 03 Bojong Awi, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, kecamatan Arcamanik. 

Berdasarkan informasi dari Santo Hartono, ketua Dpra Cisaranten Bina Harapan,  “Kejadian tanggul jebol Kejadian ini begitu cepat, sehingga banyak warga yang tak sempat menyelamatkan harta benda. Awalnya ketika maghrib hujan hanya rintik-rintik, tapi selepas maghrib, hujan begitu deras, sehingga sungai sekitar Arcamanik dan Antapani meluap tak terbendung”. 
Pembagian Qidwul ied
oleh DPC Antapani
Pada saat kejadian Santo dan kawan-kawan sedang melakukan i'tikaf di masjid Habibburrahman, di kawasan Arcamanik, merasa terganggu akibat air yang masuk ke masjid pada pukul 21.30.

Atas peristiwa ini, membuat ketua DPC PKS Arcamanik, Fakhri Afid Abdullah menggerakkan kadernya melakukan Bakti Sosial dengan menggandeng Gema Keadilan Jawa Barat. 100 Paket sembako disalurkan untuk mengurangi beban warga, disamping bantuan dari pemda.
           
"Terimakasih PKS yang sudah membantu kami atas musibah yang kami alami", Ungkap Pak Tukimin, ketua RW 03 Cisaranten Bina Harapan, mewakili warganya yang mendapat santunan dari PKS. 

Kewaspadaan masyarakat terus ditingkatkan, yang salah satunya membuat tanggul sementara dengan pasir yang dikemas dengan karung. (Tiesna)

Rombongan Sore Masuk Nyland 13, Ada Apakah Gerangan?

Mang Oded saat menyapa para tamu
Sabtu (2/07) Mang Oded, wakil walikota Bandung mengundang para tokoh yang merupakan perwakilan dari warga untuk meresmikan Majelis Hikmah dan dilanjut dengan ramah tamah serta berbuka puasa bersama.

Dalam sambutannya, Mang Oded me refresh kembali tentang konsep pembangunan sebuah bangsa. Mengingat Bandung memiliki banyak potensi dan mendapatkan APBD kedua terbesar setelah Kota Surabaya.

Kebersamaan Ummi Siti dan para tamu
Dalam pembangunan bangsa beliau membaginya menjadi dua pendekatan. Pembangunan kapital dan pembangunan sosial.

Kapital berhubungan dengan infrastruktur. Sosial brhubungan dengan sumber daya manusia. Konsep ini beliau temukan lewat beliau mengkaji salah satu ayat dalam Al Quran, surat ke 16 ayat 112.

Bandung sudah dilimpahkan rezeki yang begitu besar, namun jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang benar maka rezeki itu menjadi tak barokah.

Uang yang banyak bisa terlihat sedikit jika tak disyukuri dan dimanfaatkan dan bisa jadi uang yang sedikit bisa terlihat besar jika disyukuri dan akhirnya banyak manfaat nya.

Semoga Bandung pun seperti itu, dibalik APBD yang berjumlah besar semoga manfaatnya pun besar. Tak ada rasa kufur didalamnya. Sehingga pembangunan Kota Bandung pun dapat bergerak secara kapital dan sosial berjalan beriringan.

Tak lupa di akhir sambutannya, Mang Oded pun meminta doa pada para tamu agar beliau dan Kang Emil bisa menjalankan amanahnya dengan maksimal. (Ipah)

Mereka pun Sempat Tilawah, Bagaimana Dengan Kita?

Written By ipah umu Abiba on Sabtu, 02 Juli 2016 | 18.18

Foto hasil candid penulis

Ramadhan semakin dekat dengan Syawal. Semakin hari diri ini akan meninggalkannya. Sejauh mana kah ibadah kita? Terlalu sibukkah kita dengan aktifitas shopping kita.
Tengok sejenak, ternyata kesibukan tak berlaku bagi Ummi Siti dan Bu Salmia untuk tidak tilawah.

Ditengah kesibukan mereka menjadi wakil rakyat. Masih ada waktu untuk bermunajat dan tilawah untuk memanfaatkan waktu bersama Ramadhan.
Kita tahu bahwa ummi Siti adalah seorang istri dari Mang Oded yang tidak lain adalah wakil walikota bandung. Dimana menemani tugas sang suami yang begitu padat setiap harinya.

Bu Salmiah, wakil rakyat, seorang anggota DPRD kota Bandung. Ditengah kesibukannya masih sempat membaca Al Quran. Al Quran tak lepas dari dekapannya. Bagaiman dengan kita?
Ini bukanlah untuk bermaksud riya', namun jadikanlah ini pengingat bagi kita. Apa alasan yang pantas untuk meninggalkan Al Quran?

Bukankah kita harus meniru yang baik dari pemimpin kita?
Pemimpin Kota Bandung telah mencontohkan, maka tak ada rugi nya jika kita menirunya. (Ipah)

Romantika Kita, Bahagia Mereka

ilustrasi
Dear Ayah Bunda. Seringkali, anak menjadi korban atas perasaan kita yang tak tentu arah. Saat mereka meminta tolong dengan segala kekurangannya, kita hanya mampu mengatai tanpa memberi solusi. Saat mereka meminta bercengkrama dengan segala pengharapannya untuk didengar, kita langsung berbalik arah dan tak menyedekahkan waktu barang beberapa saat untuk mendengarkan isi hatinya. 

Kita sadar bahwa mencintai buah hati adalah semestinya. Kita pun meyakini bahwa menghadiahkan kasih sayang pada anak adalah seharusnya. Namun begitu banyak fakta yang ternyata tak sepadan dengan pengetahuan. Bahkan tak selaras dengan kepahaman.

Seorang ibu memarahi buah hatinya hanya karena sebuah penyebab yang tak layak dipersoalkan alias sangat wajar. Seorang bapak terpaksa bersikap kasar pada putra putrinya hanya gara-gara waktu istirahatnya terganggu. Bahkan bukan tak ada, seorang ibu atau seorang bapak yang akhirnya tega menghabisi nyawa anaknya hanya karena dorongan marah yang tak tertahankan. 

Apakah penyebabnya hingga bisa demikian? Ketidakharmonisan diantara ayah dan ibu. Itulah salah satunya. Benci yang tak terkendali, marah yang berujung lelah, pasrah yang tak lagi mengejawantah, semua berpadu menjadi rangkaian mind set yang luluh lantakkan keyakinan.Harta, keterbatasan finansial, dan atau sejenisnya, seringkali menjadi penyulut letupan pertengkaran. Masa lalu yang terus disemayamkan dalam ruang dendam, sulit sekali diuraikan hingga rasa marah terus bermunculan.

Harta, memang tak bisa dinafikan. Bahwa adanya, mampu berikan kebahagiaan dan dapat ekspresikan kasih sayang. Demikian pula dengan cinta. Bahwa adanya, dapat lunakkan rasa hingga kita mampu berikan kelembutan dan ketentraman. Tetapi apakah itu segala-galanya?
Ketauhidan. Itulah kunci yang tak terbantahkan. Romantika itu ditopang oleh ketauhidan. Oleh keluhuran iman. Oleh kepasrahan untuk menjadi hamba terbaik dan pasangan terbaik.

Lalu, seberapa beratkah kita untuk sekadar menjadi pujangga apa adanya untuk pasangan kita? Seberapa berbebankah kita untuk sekadar mengalah demi kebaikan bersama pasangan? Seberapa ringkihkah kita untuk sekadar menyingkirkan kesakithatian demi kesakithatian yang ada? Sebarapa sulitkah kita mengemas second honeymoon dengan harga yang terjangkau bahkan dengan modal semurah mungkin? Sebarapa sibukkah kita hingga tak mampu untuk sekadar merapikan kamar tidur dan memberikan sentuhan sederhana yang membangkitkan?

Bukankah dalam setiap kelemahan seorang manusia, tentu bersama kelebihan yang bisa jadi takarannya melebihi kelemahan itu sendiri. Apalagi kelemahan itu hadir dari seseorang yang telah Allah takdirkan untuk hidup bersama dengan kita. Bukankah pintu maaf adalah pintu yang senantiasa Allah bukakan lebar-lebar. Lalu bagaimana dengan kita yang hanya seorang hamba yang lihai sekali menciptakan kesalahan demi kesalahan.

Sempurnanya pengasuhan buah hati, bermula dari sempurnanya ayah dan ibu membuat setting panggung rumah tangga. Walaupun sempurna itu sendiri, bukan tak ada konflik. Sempurna itu bukan tak ada silang pendapat. Sempurna itu bukan berarti luput dari persoalan. Namun sempurna itu mengemuka dari keberterimaan rasa, dari kemampuan mengemas konflik yang ada, dari kemampuan mencairkan persoalan demi persoalan.

Yuk, bersama kita napak tilas pada masa di mana kita dawamkan ikrar suci di hari pernikahan. Adakah pernikahan itu berekspektasi untuk saling membenci dan melukai. Adakah pernikahan itu bertujuan untuk saling terdiam dan saling meninggalkan.

Yuk mengukur kadar bahagia masing-masing diantara kita. Sudahkah kita memuaskan pasangan kita dengan apa yang kita bisa? Sudahah kita mensyukuri fragmen demi fragmen keagungan Allah dalam rumah tangga kita? Sudahkah kita fokus pada kelebihan pasangan kita dan bukan pada kekurangannya? Sudahkah kita menjadi sandaran yang menentramkan untuk setiap galau yang dirasakan pasangan kita?

Bahagia kita adalah suplemen bahagia anak-anak kita. Sumringah kita adalah energi bagi mereka untuk dapat tertawa lepas. Keutuhan kita adalah ledakkan keyakinan bagi mereka untuk bergerak melampaui impian demi impian. Jadi, halangan apalagikah yang mengungkung kita dari keterbukaan. Beban apalagikah yang menutup ruang hati kita untuk dapat qona’ah pada pasangan.

Rasulullah adalah teladan yang sangat menjaga cinta pada isterinya. Dan secara beriringan, beliau adalah teladan orangtua yang sangat mengutamakan kasih sayang dalam proses pengasuhan.
Ibrahim adalah suami yang taat akan apa yang Allah haruskan. Secara beriringan, beliau berikan ketulusan kepada istri dan putranya. Prosesi meninggalkan Hajar di padang gersang, bukan tanpa rasa berat kecuali kepatuhan pada Sang Khalik. Merelakan Ismail untuk dikobankan, itu pun tak luput dari musyawarah yang sangat menggetarkan antara seorang ayah dengan sang putra. Musyawarah yang tak mengajarkan konteks otoritas, melainkan bentuk penghargaan pada sang putra untuk sekadar mengutarakan kesiapan atau ketidaksiapan.

Lalu darimanakah kelembutan rasa itu mengemuka jika bukan dari keikhalasan. Darimakanah kasih sayang itu bermunculan kalau bukan dari keyakinan akan janji Tuhan. Mari meraih sakinah yang sesungguhnya. Mari interaksikan segala ketidaktenangan kita dalam obrolan hangat dengan pasangan. Mari saling berjabat erat dengan pasangan masing-masing, lalu ungkapkan kata maaf yang terdalam, ucapkan terimaksih yang paling lirih, dan rasakan sensasi keakraban Anda bersama pasangan. Pastikan, kehangatan Anda, mampu hangatkan cinta pada buah hati Anda. Bismillah. Biidznillah. (Miarti Y.)

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Written By ipah umu Abiba on Jumat, 01 Juli 2016 | 06.10



Potensi sampah yang dapat didaur ulang amatlah besar. Itulah mengapa banyak orang yang bertahan menjadi pengepul sampah. Jika tidak menghasilkan nilai ekonomis, tak mungkin orang Madura terkenal sebagai pengepul besi bekas. Pemulung juga tak akan banyak berkeliaran jika barang yang dipungut itu tidak berarti apa-apa bagi mereka. Pemulung memulung karena barang yang kita lihat sebagai sampah, di mata mereka adalah berlian yang rela mereka cari serpihannya, tak jarang hingga mengais tong sampah atau hidup di tempat yang kurang layak huni. 

Paradigma mengenai “sampah” ini entah mengapa hanya ada pada otak para konsumen, seperti kita. Kita merasa mampu membeli, dan bekas dari pembelian kita adalah sampah. Betul begitu? Atau jangan-jangan karena kita sebenarnya tak kenal potensi sampah ini?
Coba kita mulai dari yang paling mudah, dan paling sering kita buang, yaitu botol plastik bekas minum. 

Pertama, botol plastik bekas minuman kemasan,  yang berwarna-warni, bening, atau yang berwarna putih. Botol plastik ini ternyata terdiri dari 2 bagian yang harga jualnya berbeda. Satu, tutup botolnya. Dua, botolnya itu sendiri. Dan harganya ternyata lebih bagus apabila label merk di botolnya dilepas bersih. Keren, kan? 

Kenapa begitu? Karena ternyata plastik yang digunakan untuk membuatnya termasuk 2 jenis yang berbeda, dengan cara pengolahan daur ulang selanjutnya juga berbeda. 

Kedua, gelas bekas minuman air dalam kemasan. Barang sepele ini juga bisa dipisahkan golongan harganya, berdasar seberapa bersih kita mengumpulkannya, dengan jenjang (nomer 1 paling kecil) sebagai berikut:
1.       Gelas plastik yang masih ada label merk di tutupnya
2.       Gelas plastik yang sudah bersih label merknya, tapi ring atasnya masih terpasang
3.       Gelas plastik yang sudah bersih dari label merk, dan ring atasnya sudah digunting (dipisahkan)

Ketiga, dus karton tebal. Ini tampaknya sudah lazim dikenal bahwa bisa dijual.

Keempat, dus karton tipis, yang biasanya dipakai sebagai kotak kue / nasi dus / kemasan luar makanan / kemasan luar minuman. Ada cerita di sebuah kawasan di Bandung, sebelum para ibu-ibu mengetahui potensi ekonomis dari bekas dus makanan ini, semua pada tak acuh dengan sampah-sampah selepas acara, namun setelah mengetahui potensi ini, mereka berebut dan menyimpan sendiri bekas gelas plastik air minum dalam kemasan, serta dus makanan mereka.

Masih banyak lagi barang-barang sampah yang bernilai ekonomis lainnya, yang saya sebutkan hanyalah sebagian kecil saja. Yang ingin saya sampaikan ialah dengan perubahan cara pandang tentang barang yang sama, ternyata menimbulkan efek yang signifikan dalam perbuatan kita.  Maka teruslah semangat mencari ilmu tentang potensi sampah ini. Karena setiap perubahan, walaupun terlihat kecil, pasti akan berdampak besar.  Kumpulkan satu demi satu, lakukan dengan cinta, dan petik nikmat buahnya.(LH)

Warga Bandung Serbu Bumbu Desa

Suasana di Bumbi Desa
Pksbandungkota.com - Sedekat apakah pemimpin dengan rakyatnya? Sedekat apakah rakyat dengan pemimpinnya. Adakah parameter yang bisa menjadi acuan?

Itulah yang menjadi pertanyaan bagi warga Kota Bandung. Saat Kang Emil mulai _friendly_ pada warga dengan medsosnya. Bahkan banyak celotehan yang berbau motivasi untuk meningkatkan indeks kebahagiaan Kota Bandung.

Suasana bersama anak yatim
Kini ada terobosan baru yang dilakukan oleh daerah legislatif Kota Bandung. Dengan mengadakan silaturahim sekaligus buka bersama.

Bertempat di Rumah makan Bumbu Desa. Baik pejabat, LSM dan perwakilan warga yang diundang berbaur untuk saling tegur sama dan berbincang. Dalam waktu yang singkat ini banyak sebenarnya yang ingin dibagikan dan mendengar cerita Ramadhan para tamu.

Perwakilan DPRD Kota Bandung yaitu Haru Suandharu menyampaikan bahwa silaturahim ini merupakan langkah awal sebagai bentuk kedekatan wakil rakyat dengan rakyatnya.

Dinding-dinding pemisah semoga segera runtuh dan akhirnya semua pihak dapat saling berkolaborasi dengan penuh khidmat.

Sebagai bentuk rasa syukur tak lupa juga diundang anak-anak yatim. Harapannya Allah senantiasa meridhai rezeki kita karena sesuai janji Nya bahwa Allah akan meninggikan derajat siapa saja yang memuliakan anak yatim.

Tak ada meja khusus atau pejabat khusus warga. Semua berkumpul dalam satu ruangan. Tak ada nama khusus siapa atau untuk siapa.

Warga Bandung, semoga silaturahim ini tetap terjaga. Ingatkan selalu kami jika khilaf dan lalai dalam memenuhi hak dan kewajiban kalian. Karena sudah sepantasnya jika pemimpin khilaf maka diingatkan. Dan saat diingatkan tak perlu ada rasa marah.

Rasa terima kasihlah yang patut diucapkan pertanda bahwa kita tak bekerja sendirian. Rakyat mendukung kita dan semoga semesta mendukung kita
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com