Latest Post

Jangan Sampai Salah Urutan

Written By ipah umu Abiba on Senin, 03 Agustus 2015 | 07.54

ilustrasi

Kawan, hidup ini harus diperjuangkan, bahkan hingga titik darah penghabisan. Namun itu hanyalah kepercayaan orang yang menyiapkan diri untuk kecewa. Karena apa, jika kita memperjuangkan sesuatu lebih dahulu, maka itu kita tanpa disadari sudah sangat mengharapkan hal tersebut. Sehingga tak mengherankan jika akhirnya diri menjadi sering kecewa dan putus asa.
Urutan dunia ini sudah Allah berikan, namun sayang kita masih sulit menggerakkan tangan dan kaki kita untuk mencari tahu. Sering kita dengar tawakkal dimana kita menyerahkan segala hasilnya pada Allah, lalu sering kita dengar tentang ikhtiar bahkan hal itu ternyata sering kita simpan di urutan pertama.
Jika tak ingin kecewa, maka letakkanlah tawakkal di awal, itu pertanda bahwa apapun nanti hasilnya kita yakini itulah yang terbaik untuk kita dari Allah. Mengapa? Karena Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hamba Nya, belum tentu kita sendiri tahu apa yang terbaik untuk diri kita.
Barulah setelah itu kita menjalani proses nya lewat ikhtiar. Agar setiap proses selalu dibarengi dengan niat yang husnudzan maka kekecewaan pun akan malas menghampiri bahkan dia akan lelah untuk menganggu.
Orang yang hebat itu dilihat dari proses nya, banyak orang mendapatkan hasil yang sama namun dengan proses yang berbeda, jika dia melalui proses yang benar maka hasil yang dia dapatkan akan dia syukuri dan dia yakini itu yang terbaik, jika proses nya salah maka akan berlaku sebaliknya. Semoga kita dimudahkan dalam segala proses pemahaman yang ada. Wallahu'alam (ipah)

Kapan Aktifis Menangis?

Written By Frieda Kustantina on Kamis, 30 Juli 2015 | 11.50

Ramadhan pergi, banyak yang menangisi, tak terkecuali Wiwi Hartanti,S. Pd kader Partai Keadilan Sejahtera dari Cibeunying Kidul kota Bandung ketika penulis wawancarai. Dengan nada sendu Wiwi katakan  "Ramadhan bagi saya pribadi adalah bulan tarbiyah menempa diri yuntuk meraih takwa, kini Ramadhan harus pergi tanpa tahu akankah nanti kubisa jumpa lagi"...

Sesuai program partai kegiatan dibagi antara kegiatan Tarhib (sebelum) Ramadhan kegiatan Ansyithoh (pada saat) Ramadhan. Menjadi pusing ketika jadwal kegiatan saling bersinggungan antar organisasi yang digeluti Wiwi, konsekwensinya harus pandai mensiasati.

Ketika acara Santunan Yatim Dhuafa digelar praktis tak bisa hadir karena bersamaan dengan acara buka bersama dengan komunitas taklim bersinghungan pula dengan acara buka shaum lingkungan RW, dimana ketiganya Wiwi terbilang pengurus inti, sehingga diambil langkah dengan ikut menyiapkan makan, membelanjakan untuk keperluan santunan dan hadir secara fisik pada jam yang berbeda, agar terlayani semua.

Berikut sedikit paparan deret amanah yang dipercayakan dipundak Wiwi.

1. Ketua Bidang Agama, Mental dan Kesehatan di BKOW Jawa Barat.

2. Wakil Ketua Salimah Jawa Barat membantu Ani Rukmini selaku Ketua yang berdomisili di Bekasi.

3. Ketua Yayasan Insan Cita Perisai kota Bandung.

4. Sekretaris Yayasan Prisma, Bandung.

5. Ketua Majelis Taklim An-Nass, Bandung.

6. Ketua Bidang Pendidikan PKK RW 14, kelurahan Cikutra, kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung

7. Pembina PAUD Bintang Kecil,Bandung

8. Direktur Keuangan Sekolah Islam Mutiara Hati  Bandung.

9. Pembina Sekolah Ibu di DPRa Cikutra, Bandung

10.Perintis Bank Sampah di DPRa Cikutra, Bandung

11.Pembina SISTER Mutiara Hati di Antapani, Bandung

Dan masih banyak lagi semisal sebagai narasumber dan sebagai murobbi bagi binaannya.

Menanggapi pertanyaan apakah tak ada protes dari keluarga, dijelaskan bahwa sejauh ini suami ridho bahkan mendukung karena suami yang bernama Icin Wahyudi Syafaat S.T. juga Ketua Kaderisasi DPC Cibeunying Kidul, Bandung sehingga tahu persis bahwa semua yang dilakukan istrinya adalah tuntutan dakwah. 

Putrinya yang bernama Nusaibah Huriyati pun bisa memahami aktifitas sang ibu. Bahkan dirinya meski masih dibangku kelas 6 SD namun sudah ikut aktif kegiatan yang diadakan sekolah. Sementara putra bungsunya, M.Yasin Syafaat mendapat porsi perhatian lebih, disela bercerita sering diajak berbagi dari hati kehati sehingga bisa paham, berusaha memaksimalkan kebersamaan dengan melakukan kegiatan bersama dalam ibadah baik sholat atau makan sahur atau kegiatan lain yang melibatkan semua anggota keluarga.

Disinggung sedikit tentang kesan Ramadhan dengan berbinar Wiwi menuturkan pengalaman spiritualnya dalam meraih lailatul qodar. Tak beda dengan orang lain, Wiwi pun menyiapkan dengan sepenuh rukhiyah agar terus dekat dengan Allah Sang Pemberi Anugrah. Dan alhamdulillah dimalam sepulus hari terakhir Ramadhan tahun 2013  lalu dia dianugerahkan Allah untuk menyaksikan fenomena dilangit yang bersih dan dinampakan sebuah bintang dan sepenggal bulan sabit , mirip dengan lambang organisasi Bulan Sabit Merah. Tentu setiap orang mendapat pengalaman yang tak sama, tapi rasa yang diiringkan dengan peristiwanya akan sama dan bermuara akan mengagungkan AsmaNya.

Beda ketika diminta kesan mendalam apa yang Wiwi rasakan selama ikut bergabung di PK dan selanjutnya berubah jadi PKS. Ternyata ikut berjuang semasa mahasiswa jadi kenangan yang tak terlupa.

"Satu Komando...Satu Perjuangan...Allahu Akbar...Allahu Akbar"

Yel-yel diatas mewarnai demo besar-besaran untuk menggulingkan Presiden Soeharto, serasa masih terngiang ditelinga Wiwi Hartanti ketika masih mahasiswa IKIP (kini UPI) Bandung, padahal peristiwa itu terjadi tahun 1998, tepatnya tujuh belas tahun lalu. Tak mungkin terlupa karena saat itu Wiwi yang ditunjuk sebagai Korlap Akhwat (Koordinator Lapangan Perempuan) kota Bandung memimpin rombongan 3 bus menuju Jakarta untuk bergabung dengan mahasiswa lain yang siap menumbangkan rezim Orde Baru.

Jiwa pejuang tak pernah lekang, meski tak lagi mahasiswa. Berturutan amanah diembankan kepundaknya sebagai kader Bidpuan PKS. Ketua Bidang Perempuan Garda Keadilan Jabar (sekarang bernama Gema Keadilan), tak lama Wiwipun diamanahkan memimpin Bidpuan (Bidang Perempuan) Partai Keadilan DPC kecamatan Cibeunying Kidul dan puncaknya ditunjuk pimpinan partai untuk maju menjadi Caleg PK pada tahun 2004, meski
tak sampai menghantarnya ke gedung Wakil Rakyat kota Bandung.

Jika akhirnya Wiwi memilih berjuang di organisasi massa Salimah, semata karena masih ada benang merah dengan PKS yang telah menggodoknya menjadi kader.

Serasa punya enerji baru ketika mengetahui visi Salimah yaitu sebagai organisasi massa muslimah yang dinamis dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, keluarga dan anak Indonesia. Hingga kini sudah dua periode Wiwi dipercaya jadi Wakil Salimah Jawa-Barat.

Dalam mengakhiri wawancara Wiwi seolah menyemangati diri, juga penting bekal bagi kader dakwah bahwa apapun capaian dari hasil perjuangan kita, tetap disyukuri, karena yakin Allah sudah persiapkan kemenangan itu. Kata kuncinya tetap istiqomah dalam kancah manapun, tanamkan harapan cerah. (Frieda Kustantina)

Benarkah Ramadhan Kita?


ilustrasi
Alhamdulillah hari ini, kita masih diberikan waktu untuk menyambut Bulan Syawal, bulan yang memisahkan kita dengan Ramadhan. Dimana saat Ramadhan berbagai kebaikan dan ibadah di lipat gandakan.
Kini Ramadhan telah meninggalkan kita, ingatkah kita, saat Ramadhan kita akan sering bersilaturahim dengan kerabat atau kawan, walau hanya untuk berbuka puasa. Saat Ramadhan kita sering mendatangi majelis-majelis ilmu untuk memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa. Tak jarang di bulan Ramadhan pun dalam hal berpakaian, kita jadi lebih tertutup dan sopan. Ketika waktu imsak selesai, kita tak seperti biasanya melaksanakan shalat shubuh tepat waktu. Kita pun pergi ke mesjid-mesjid untuk memberikan bantuan ifthar bagi mereka yang berbuka.
Tapi ke manakah amalan-amalan baik itu sekarang? 10 malam terakhir Ramadhan banyak dari kita memadati berbagai macam toko pakaian dan aksesoris, namun shaf-shaf shalat semakin menipis. Malam-malam ganjil haruslah dipenuhi dengan amalan-amalan terbaik demi mengharap malam Lailatul Qadar. Namun diri in dipusingkan dengan resep kue dan makanan yang akan dibuat untuk idul fitri nanti.
Begitu nya kah diri ini terhadap Ramadhan?
Tidak merasa rugikah diri ini?
Para Sahabat mempersiapkan menyambut Ramadhan di 11 bulan sebelumnya, hanya untuk menyambut bulan Ramadhan. Malu lah kita saat cek media sosial, di hari ke-8 Ramadhan sudah ada yang memposting hitung mundur menuju ied mubarak.
Tidak prihatin kah kita? Begitu ingin nya kah diri ini segera meninggalkan Ramadhan?
Maka wajarlah jika hari ini hidupmu tak tenang, bahkan saat kau makan pun kau mengkhawatirkan kehidupan mu.
Semoga lapar di Ramadhan bukanlah hanya lapar menahan makan, tetapi menahan hawa nafsu yang tak jarang kita kalah menghadapinya.
Memulai itu memang sulit, namun mempertahankannya pun lebih sulit, Syawal ini bisa menjadi pembuktian diri kita selama bulan Ramadhan, serius kah kita saat Ramadhan?
Semoga hal ini bisa jadi bahan introspeksi bagi kita semua, bukan hanya sekadar event saja bahkan trend saja, karena Islam itu bukan trend, dia akan bertahan hingga akhir zaman. Wallahu'alam (Ipah)

Kemarau Panjang, Aher Ajak Warga Jabar Shalat Istisqa

Written By alimoel soekarno on Jumat, 24 Juli 2015 | 21.21



(BANDUNG) – Bencana kekeringan yang melanda Jawa Barat akhir-akhir ini, tak membuat Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tinggal diam. Berbagai upaya telah Ia dan jajarannya lakukan seperti memberikan bantuan pompa air kepada petani, hujan buatan, maupun upaya penggalian sumur dan penghijauan untuk serapan air di berbagai daerah. Salah satu upaya lain yang Ia lakukan adalah menggelar Shalat Istisqa atau Shalat untuk meminta hujan. Seperti yang telah Ia lakukan bersama ratusan jamaah di halaman depan Gedung Sate usai menunaikan Shalat Jumat, (24/07).

“Nabi kita telah mengajarkan Shalat Istisqa saat panas tiba, kan dengan Istisqa artinya kita meminta hujan kepada Allah,” ujar Aher. Ia menambahkan, ini adalah salah satu mekanisme rohaniah dalam upaya menyelesaikan masalah termasuk kekeringan. “Kita amat yakin bahwa dengan Istisqa ini adalah sebuah cara yang diyakini oleh kita semuanya untuk segera menyelesaikan kekeringan pada pertanian kita,” tambahnya.

Aher pun menginstruksikan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) di seluruh Kabupaten/ Kota se-Jawa Barat, agar menyerukan kepada masyarakat untuk melaksanakan Shalat Istisqa di daerahnya masing-masing. “Saya sudah telepon Ketua MUI dan seruan ini agar disampaikan ke Ketua MUI di daerah”, jelasnya.  Di beberapa daerah pun juga telah melaksanakannya lebih dulu. “Kelihatannya diberbagai kota sudah melaksanakan (Shalat Istisqa),” terangnya.

Seperti diketahui, 2 bulan terakhir ini Jawa Barat khususnya wilayah Pantura seperti Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon dilanda kekeringan akibat musim kemarau, yang mengancam sekitar 49 Ribu hektar sawah dari total 925 Ribu sawah di Jawa Barat. “Tentu dibanding dengan jumlah sawah yang ada masih kecil, tapi kan pemilik-pemilik sawah yang kekeringan juga masyarakat kita yang perlu kita bela,” pungkas Aher.

Ridwan Kamil gelar Apel dan Lakukan Sidak Pasca Lebaran

Written By alimoel soekarno on Kamis, 23 Juli 2015 | 22.07



Walikota Bandung Ridwan Kamil menjadi pimpinan apel pada hari pertama kerja PNS Pemkot Bandung di komplek perkantoran Pemkot Bandung Jalan Cianjur, Rabu (22/7). Dalam arahannya, pria yang disapa Emil ini mengatakan ada tiga kabar baik untuk Bandung di hari pertama kerja pasca lebaran 1436 H.

Menurutnya, tiga berita baik tersebut merupakan salah satu bagian dari reformasi birokrasi dari Pemkot Bandung. Untuk berita baik pertama, Emil menerangkan jika menurut laporan KPK, tingkat korupsi di Pemerintah Bandung sudah turun jauh. 

"Presentasi korupsi sudah turun.
Terima kasih kepada PNS yang sudah melayani masyarakat dengan iklhas,"ujarnya.

Emil menambahkan Ombusman melaporkan jika SKPD di Kota Bandung memiliki rata-rata rapornya hijau, khusunya kepada para dinas yang sering berhubungan dengan masyarakat. Emil mengingatkan jangan sampai nilai rapor hijau ini turun menjadi nilai merah.

Sementara itu, berita baik lainnya, Sakip di Pemerintah Kota Bandung menurut Kemenpan RB akan mendapatkan nilai A. Kata Emil, itu harus menjadi penggerak dan motivasi jika PNS di Bandung harus bangga jika ada perubahan.

"Insya Allah nilai A itu akan diberikan akhir Juli. Saya sampaikan kepada pimpinan dinas untuk mengawasi terus kinerja PNS-nya sehabis beres apel ini,"ungkapnya

Sidak Pasca Lebaran 1436 H
Setelah memberikan arahan dalam apel, Emil langsung melakukan sidak pada Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) di pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), setelah dari pelayanan PBB rombongan Wali Kota  langsung menuju ke Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) dan Disdukcapil. 

Menurutnya, secara umum pelayanan sudah mulai berjalan dan pantauannya relatif baik.

Khusus untuk sidak di DPPK, Emil memberikan motivasi karena para petugas dari dinas pencegahan kebakaran tidak libur. Selama lebaran saja, walikota yang gemar berpeci ini melaporkan jika ada kejadian kebakaran.

"Kita berikan semangat kepada mereka yang terus memberikan pelayanan dilebaran ini,"imbuhnya.

Untuk di Disdukcapil sendiri, Emil menuturkan pelayanan sudah mulai berjalan dan warga sudah mulai berdatangan. Namun, ia menyampaikan jika untuk sekedar mengisi formulir seperti akta kelahiran dan keluarga tidak harus jauh-jauh datang ke Disdukcapil, karena katanya formulir tersebut sudah ada di tiap-tiap kelurahan.

"Banyak warga yang tidak hapal. Kita sudah bikin konsep desentralisasi, dimana ada kemudahan diwilayah, kita akan lakukan,"tuturnya.

Menyinggung soal jumlah kehadiran para pegawai BPPT di hari pertama kerja ini, Emil menjelaskan jika data kehadiran sedang di rekap. Namun menurutnya, rata-rata 90 persen sudah aktif bekerja. Sedangkan untuk yang tidak hadir, katanya ada yang mengajukan cuti tambahann secara resmi.

Emil akan memberikan sanksi administrasi jika ada ketahuan PNS Pemkot Bandung yang tidak masuk kerja di hari pertama ini. Sanksi tersebut akan dilakukan sesuai aturan karena melanggar kedisiplinan.

"Tapi kalau liat jumlahnya yang masuk kerja sangat baik. Jadi kalau saya boleh apresiasi pelayanan sudah dimulai,"pungkasnya

Benarkah Air Menghempas Buih?

Written By Frieda Kustantina on Kamis, 09 Juli 2015 | 22.52

Kamis sore (9/7/2015) bertempat di SMP.IT Baitul Anshor, Kebun Kopi, Cimahi, berhimpun ratusan kader  PKS Cimahi Selatan dalam acara Reses anggota DPRD Jabar,juga Ketua Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, Tate Qomaruddin.

Ada yang dinanti oleh para kader, tak terkecuali tamu kehormatan dari DPR.RI Fraksi PKS / Ledia Hanifa Amaliah ikut menunggu siraman rokhani dari ustad Tate Qomaruddin,LC agar bisa  men charge kembali semangat dan rukhiyah dibulan Ramadhan penuh berkah.

Dengan mensitir pesan Syeh Ahmad Kodiri Al Ahdal "Ramadhan adalah Station pengisian Bahan Bakar dalam perjalanan menuju pulang ke kampung akherat".
Disimpulkan ust.Tate bahwa dalam perjalanan pulang kampung, kita perlu perbekalan diantaranya dengan ikut mengambil bagian memperkuat barisan dakwah di PKS.
Karena dengan makin luas dan kuat posisi kita (PKS-pen), makin banyak yang bisa kita salurkan kebaikan kepada masyarakat.

Lalu apa hubungannya Air dan Buih dalam judul diatas?
Benarkah air menghempas buih? Jawabannya ada di Q.S.Ar-Ra'd ayat 17, yang artinya :
" Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang.....
Demikian Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia tetap ada di bumi. Demikian Allah membuat perumpamaan"
Penggalan ayat diatas sengaja diangkat ustad Tate untuk menggambarkan kondisi orang/kelompok yang menebar kebaikan (air) dengan yang sebaliknya.
Jadi ayat diatas dapat dipetakan sebagai berikut :

- Air simbul dari segala kebaikan.
- Air turun ke lembah-lembah. Seberapa banyak volume air
   mengisi lembah, sebanding dengan ukuran lembah.
- Air mengalir akan menghempaskan buih.

PKS ibaratkan air dimana selalu akan menyalurkan kebaikan dimasyarakat. Seberapa kebaikan dapat disalurkan berbanding lurus dengan seberapa besar kekuatan dan berapa banyak posisi strategis dipegang partai. Dan kebaikan itu sendiri sumbernya dari Allah.

Untuk menjadi besar dan kuat suatu partai, diperlukan :
1. Solidaritas Struktur
2. Memperluas Jaringan
Maka kader tetaplah solid dan perluas jaringan. Jangan membatasi gerak dan relasi, rangkul semua lapisan dan elemen yang ada dimasyarakat.

Dalam perjalanan menyalurkan kebaikan adakalanya berbuah kekecewaan ketika masyarakat yang dilayani tidak merespon baik dan melupakan. Diingatkan ustad Tate bahwa respon baik dari masyarakat bukan target, tapi mampu menghantarkan manusia meraih hidayah itu yang diarah.
Karena sesungguhnya kita adalah Agen Perubahan.

Agen perubahan itu sendiri meliputi :
1. Agen mendapatkan Hidayah
2. Agen Optimisme
3. Agen Kedamaian
4. Agen Perdamaian (untuk mendamaikan orang)
5. Agen Amal / Teladan.

Mengakhiri tauziahnya ust.Tate berharap semoga seluruh kader bertekat kuat memperkuat partai dan mampu menyalurkan kebaikan dan tidak menjadi buih. Karena bak buih meski mampu muncul dipermukaan dengan segala daya tariknya tapi tak akan bertahan, akhirnya terhempas oleh derasnya air (kebaikan).

Melengkapi tauziah ustad Gunadi,LC selaku Sekretaris PKS Cimahi mengingatkan kepada segenap kader bahwa bulan Ramadhan  kesempatan mencapai makrifatullah. Jaga marifat ini dan berikut seluruh capaian amalannya jangan sampai lepas dibulan-bulan selanjutnya.

Menjelang berbuka bersama (ifthor jama'i), panitia menebar quis dengan perpuluh hadiah menarik yang disediakan oleh kader PKS, Ledia Hanifa Amaliah sengaja dibawa dari Jakarta. (Frieda Kustantina)

Pemprov Jabar Percepat Pembangunan Rutilahu, RKB Dan Kobong

Written By alimoel soekarno on Sabtu, 04 Juli 2015 | 02.17

PKS Kota Bandung

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempercepat pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu), ruang kelas baru (RKB), serta Kobong melalui anggaran perubahan tahun ini. Pembangunan sarana prasarana tersebut tersendat pada 2014 lalu, sehingga anggaran yang tersedia tidak terserap maksimal.

Usai rapat paripurna dengan agenda Jawaban Gubernur atas pemandangan umum fraksi tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2014 di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jl. Diponegoro No. 27, Kota Bandung pada Jumat (03/7), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjelaskan, bahwa kurangnya serapan anggaran untuk pembangunan Rutilahu, RKB, Kobong, serta sarana prasarana keagamaan lainnya akibat dihentikan sementara kucuran dana yang bersifat hibah pada tahun politik 2014 lalu.

“Tentang Kobong itu kan hibah, kemarin (2014) tahun politik. Termasuk RKB, Rutilahu juga sama. Itu harus dihentikan sesuai dengan himbauan KPK. Makanya sekarang digeber, Rutilahu sekarang ini 30 ribu lebih, karena yang tahun lalu tertunda. Rutilahu ga boleh karena dikhawatirkan ada muatan politik disana-yang bersifat bantuan seperti itu semuanya ditunda termasuk Kobong buat keagamaan,” papar Wagub di hadapan awak media yang hadir.

Untuk itu, Wagub mengatakan guna mendukung percepatan program bantuan tersebut pada tahun ini, pihaknya telah melakukan kerjasama. Salah satunya, Pemprov Jawa Barat telah melakukan MoU dengan Kodam III/Siliwangi dan Kodam Jaya/Jayakarta untuk mempercepat pembangunan Rutilahu yang ditargetkan selesai pada tahun 2017.

Sementara untuk mempercepat pembangunan RKB dan Kobong, serta sarana keagamaan lainnya, Wagub menjelaskan dalam pidatonya di hadapan 65 Anggota DPRD Jabar yang hadir pada paripurna tersebut, bahwa perlunya membuat data base yang akurat dan lengkap terkait program RKB dan pesantren-pesantren di Jawa Barat yang memperoleh bantuan sarana dan prasarana keagamaan.

Untuk itu, pada tahun anggaran 2015 ini pemprov pun telah mengalokasikan dana untuk pembuatan website Biro Pelayanan Dasar yang di dalamnya meliputi aplikasi data base pesantren dan lembaga keagamaan lainnya. Dan untuk lembaga penerima bantuan Kobong maupun sarana prasarana kegamaan lainnya yang belum terealisasi pada 2014 telah diajukan kembali melalui anggaran perubahan tahun anggaran 2015.

“Insya Allah akhir 2015 sudah bisa me-recover kekurangan di 2014,” pungkas Wagub.


Dubes Amerika Serikat Berkunjung ke Bandung Command Center

PKS Kota Bandung
 
Walikota Bandung Ridwan Kamil menerima kunjungan duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake di Bandung Command Center, Jumat (3/7). Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil memaparkan 32 kegiatan kunjungan kerja selama berada di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Robert Blake sendiri menurut Ridwan Kamil datang ke Bandung untuk membantu menyusun tim dari kedutaan Amerika Serikat untuk Indonesia agar bisa merespon dari ke-32 kunjungan kerja tersebut. Karena Kata pria yang disapa Emil ini, dari kunjungan ke negara adidaya itu, Pemkot Bandung mempunyai 10 proyek yang akan datang.
            Emil menambahkan ada dua universitas dari Amerika yang akan mengadakan kerjas sama, kemudian ada rencana sister city dan nantinya akan pegawai negeri sipil (PNS) dari Bandung untuk dikirim dan sekolah di Amerika Serikat.
            “Kalau gak dibantu sama kedutaan Amerika, takut komunikasinya terhambat. Jadi Pak dubes akan bantu satu atau dua staff-nya khusus untuk bandung,”ujarnya.
            Menurutnya juga dari 10 prioritas proyek itu, yang paling siap itu dari perusahaan Plug and Play.  Perusahaan tersebut akan membangun franchise di Bandung dan bisa langsung start up untuk memulai bisnisnya.
            Selain itu juga Pemkot Bandung sedang dalam tahap penjajakan untuk membeli mobil listrik dari Amerika Serikat. “Intinya hadir disini memastikan semua berakhir dengan follow up yang positif. Biasanya ada juga, capek-capek berkomunikasi karena masalah bahasa dan gak jadi sesuatu,”ungkapnya.
            Sementara itu, Robert Blake mengatakan jika dirinya tentunya akan merespon terkait proyek-proyek untuk Bandung yang Ridwan Kamil lakukan selama kunjungan itu.  Katanya, Walikota Bandung tersebut telah melakukan beberapa diskusi dengan Pemerintah Kota Portland, Universitas, dan Pebisnis untuk bekerja sama.
            “Jadi tadi kita berdiskusi tentang kunjungannya ke Amerika dan berdiskusi juga bagaimana kita merespon dari kunjungan tersebut,”imbuhnya.
            Dalam kunjungan itu juga, ia melihat perkembangan Bandung sebagai kota yang siap dengan konsep Smart city. Robert Blake juga memberikan rasa apresiasinya karena telah berbicara tentang konsep Islam Nusantara.
            Karena katanya, Islam di Indonesia merupakan salah satu contoh yang bagus untuk dapat dilihat di beberapa negara di dunia. Ia berujar jika beberapa bagian di dunia ini, ada yang masih menderita karena bersikap tidak toleransi dan menyimpan rasa kebencian.
            “Islam di Indonesia merupakan salah satu contoh yang bagus untuk dapat di respon. Jadi saya pikir mereka bisa belajar dari islam di Indonesia,”tandasnya.

PKS Dukung Langkah Emil Menindak Pemalsu SKTM

Written By alimoel soekarno on Kamis, 02 Juli 2015 | 22.39

Doc. google

Gerak cepat Walikota Bandung dalam kasus pemalsuan SKTM untuk PPDB SMP-SMA ini mendapat perhatian khusus dari Anggota Dewan Fraksi PKS. Masalah yang terjadi semenjak bertahun-tahun lalu ini, kini sedang diusahakan agar tuntas didalam tahun 2015. Artinya besar harapan ditahun-tahun mendatang sudah tidak ada lagi orang yang mampu/ bukan kategori miskin mempergunakan SKTM agar diterima di Sekolah yang diinginkan.

Ada pengakuan dari Lurah yang mendapat tekanan dari pihak tertentu untuk mengeluarkan SKTM tanpa harus melakukan visitasi terhadap pemohon. Terhadap masalah ini Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan menyatakan dengan tegas bahwa oknum tersebut harus ditindak agar ada shock terapy bagi yang melakukan kebohongan. Tedy juga mendorong agar memberi apresiasi bagi Lurah yang berani mengungkap ke publik siapa yang melakukan tekanan terhadap mereka.

Pihak Kepolisian juga diharapkan bisa berlaku adil terhadap pendaftar dijalur afirmasi ini, karena tidak menutup kemungkinan ada siswa yang memang orangtuanya penghasilannya rendah tapi mereka diminta mundur. Adapun SKTM itu berdasarkan penghasilan orangtua maksimal 1 dolar perkapita perhari.

Semoga kedepan Kota Bandung berubah menjadi lebih baik lagi dunia pendidikannya....

Ridwan Kamil Menindak Pemalsu SKTM

PKS Kota Bandung
Menanggapi adanya surat keterangan tidak mampu ((SKTM) untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang melonjak sampai 60 persen dari yang seharusnya 20 persen, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan harusnya para lurah mengikuti arahannya untuk memverifikasi data warga miskin sampai akhir Mei.
Karena menurutnya, dokumen keterangan warga miskin dari lurah itu yang menjadi patokan. "Itu menunjukan berarti waktu proses tidak verifikasi, nah itu masalahnya. Kepada lurah yang ditemukan kelalaian akan diberi sanksi apakah itu keteledoran atau kesengajaan,"ujarnya di Gedung Serbaguna Balaikota Bandung, Kamis (2/7).
Untuk saat ini saja Polrestabes Bandung sudah menemukan 600 data yang sudah di cek terkait pemalsuan SKTM. Sementara untuk Kadisdisk Bandung melaporkan bahwa ada 1000 calon peserta didik yang mengaku miskin mundur untuk masuk lewat jalur SKTM.
Pria yang disapa Emil ini menyatakan untuk verifikasi data tersebut akan ada tim khusus berjumlah 100 orang dari Disdik Bandung dan 1800 dari polisi. Mereka semua akan terjun langsung ke lapangan.
"Semua pelanggaran harus berakhir pada satu titik, mungkin titiknya akan berakhir di tahun ini. Maka saya akan turun langsung bersama Kapolres mengecek sampai ditemukan pelanggaran,"ungkapnya.
Ditempat yang sama, Kapolrestabes Bandung Yoyol mengatakan menemukan 600 rumah permanen yang tidak layang memiliki SKTM. Rumah tersebut tersebar di 151 kelurahan yang ada di Kota Bandung.
"Kami sudah menemukan 600 yang kira-kira ada pelanggarannya. Nanti kami dan dari tim Disdik Bandung akan turun sama-sama mengecek,"imbuhnya.
Yoyol juga menjelaskan akan ada hukuman 12 tahun penjara, namun ia akan melihat perannya masing-masing, apakah peran orangtua, lurah atau RT dan RW yang pertama kali memalsukan data.
"Kita liat mana yang memalsukan data. Apakah dari awal data sudah dipalsukan atau memang ditengah jalan supaya anaknya masuk ke sekolah yang dituju,"tandasnya.
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com