Latest Post

Lima Tahun Awal Manusia, Lima Tahun Emas Kehidupannya

Written By PKS Kota Bandung on Sabtu, 23 Agustus 2014 | 08.00


Kehidupan lima tahun pertama yang dilalui oleh anak merupakan pondasi dan bekal kehidupan mereka selanjutnya sampai dewasa. Kita sebagai orangtua terkadang mengabaikan semua hal terkait perkembangan lima tahun pertama ini, padahal kunci utama pembentukan karakter diri setiap orang dimulai di masa emas ini. tidak hanya itu sebagian besar pembentukan sisi – sisi kecerdasan emosi anak justru terbentuk dimasa 0 – 5 tahun pertama kehidupannya.

Mari kita lihat contoh dari manusia paling mulia di muka bumi ini, sang Murobbi kita sepanjang hayat, Rosulullah SAW. Bagaimana Allah mendidiknya sejak masih sangat belia. Beliau lahir sebagai yatim, dan tak lama setelah itu menjadi piatu. Kehidupan Muhammad kecil tidak mudah bagi anak seusianya, diusia belia beliau SAW, sudah diberi tanggung jawab untuk menggembala kambing, ikut berdagang bersama sang paman, disamping dia tetap menikmati masa – masa kanaknya dengan suka cita. Tapi begitulah Allah ingin mendidiknya menjadi manusia hebat pilihan Umat. Bukan setelah dewasa Allah menempanya dengan perih kehidupan, tapi sejak kecil bahkan sejak didalam rahim sang Bunda. Agar seorang Muhammad lahir menjadi sosok yang tangguh dan berkepribadian paripurna, untuk menjadi pemimpin bagi umatnya. 

Ada begitu banyak peristiwa yang menjadi moment pembelajaran bagi anak, apalagi setelah anak memasuki Pendidikan Anak Usia Dini  / TK. Saat itulah anak mengalami proses perkembangan emosi luar biasa menakjubkan. Melatih keberanian / percaya diri, kemandirian ( menolong diri sendiri ), menyelesaikan masalah sederhana dengan teman jika terjadi friksi, sampai anak belajar untuk menunda keinginan. Dan inilah saat – saat mereka menentukan dan menunjukan kualitas kecerdasan emosinya.

Selain di sekolah, rumah menjadi tempat paling penting untuk pembentukan perkembangan seorang anak. Ketika anak harus belajar berbagi dengan adik barunya, berbagi perhatian dan kasih sayang dari keluarga lain, juga berbagi pujian dari kedua orang tua atau keluarga.

Detik demi detik dalam kehidupan anak di masa emas ini semua sarat dengan bahan pembelajaran. Belajar bagi mereka adalah ketika proaktif merapihkan kembali mainan pada tempatnya, belajar bagi mereka adalah ketika makan, minum, memakai /melepas baju, dan mandi sendiri.  Belajar bagi mereka juga adalah ketika mengenal setiap aturan dan batasan yang ada di rumah, sekolah juga lingkungan masyarakat. Namun semua ini terkadang dianggap hal sepele bagi sebagian besar orangtua. Bagi sebagian besar orangtua atas nama kasih sayang semua tugas perkembangan anak itu diambil alih oleh mereka. Alasan klasik lainnya adalah “Kasihan kan mereka masih kecil”! padahal sejatinya setiap kita tak terkecuali orang dewasa masing – masing mempunyai tugas perkembangan yang memang harus dilalui dalam proses kehidupan ini. 

Jika setiap orang tua faham dengan tugas – tugas perkembangan anak dan mereka mau sabar mengikuti, mengawasi dan memfasilitasi proses ini maka tak ada lagi orangtua yang akan mengeluh tentang segala ‘kekurangan’ anaknya. Sayang itu bukan berarti selalu melayani, bukan tentang tega atau tidak, sayang bukan membebaskan yang tak terbatas karena setiap hidup ada aturannya dan anak harus belajar tentang itu. Sayang berarti kita faham dengan apa yang dibutuhkan anak, dan itu tak melulu tentang kecukupan materi, itu memang penting tapi  hal penting lainnya adalah  bekal keterampilan hidup bagi mereka. Gambaran kehidupan mereka ketika dewasa kita bisa lihat dan ciptakan sejak usia belia mereka. Struggle tidaknya mereka menjalani hidup ketika dewasa ditentukan dari pola pendidikan kita diusia emas mereka. Jika orangtua terlalu melindungi maka yang terbentuk adalah anak – anak yang lemah dan mudah menyerah, bukan mensterilkan karena itu akan melemahkan  tapi meng imun agar anak belajar untuk bertahan, mencari jalan keluar serta dapat memposisikan diri dengan baik dalam setiap kondisi.

 Dan  Allah mewanti – wanti  kita dalam Al – Qur’an cukuplah ini sebagai pengingat bagi kita orangtua : 

“ Dan hendaklah takut kepada Allah orang – orang yang seandainya  meninggalkan di belakang mereka anak – anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” ( QS. An – Nisa’ : 9 )

Bahasan ini  sebenarnya membutuhkan waktu berkelanjutan, oleh karenanya ini hanya prolog untuk membuka tema – tema selanjutnya yang akan kita bahas. In Sya Allah tulisan selanjutnya akan membahas mengenai “Tugas Perkembangan Anak Usia 0 – 5 Tahun” .  Selamat menjalani hari  dan menjalani peran luar biasa menjadi orangtua shalih...(Wanti)








Kencangkan Ikat Pinggang Anda, Syawal Segera Landas

Written By PKS Kota Bandung on Jumat, 22 Agustus 2014 | 08.00


Tak seperti saat ramadhan, barangkali beberapa aktivitas kita banyak berubah di bulan Syawal ini. Setidaknya satu perubahan yang secara umum menjangkiti masyarakat : Adzan Maghrib tak lagi dinanti-nantikan kehadirannya. 

Hari ini telah sampai di tanggal ke-26 di bulan Syawal. Sudah cukup lama penerbangan, sebentar lagi pesawat Syawal ini akan landas dan mempertemukan kita dengan hitungan hari di bulan selanjutnya. Pada bulan Syawal ini, agaknya masih tertinggal jejak-jejak indah bulan Ramadhan. Betapa indahnya, bulan dimana sekeluarga saling membangunkan saat sahur, mengingatkan saat berbuka, dan menguatkan ketika ujian terasa berat. 

Semakin lama, apakah jejak itu semakin hilang? Padahal, bulan Syawal adalah bulan pertama sebelum perjalanan panjang sebelas bulan berikutnya menuju Ramadhan tahun depan. Maka sudah semestinya kebiasaan baik saat Ramadhan benar-benar kita pelihara. Kebiasaan saling mengingatkan kepada pasangan, kepada anak-anak kita, bahkan saling memotivasi ibadah kepada masyarakat di sekitar kita.

Bagaikan rahib di malam hari dan ksatria di siang hari. Begitu semestinya kita bertekad. Bukankah ramadhan telah mengajarkan kita, betapa perjuangan menahan lapar dahaga dan segala ujian di siang hari melatih jiwa ksatria? Bukankah tunduk khusyuknya hati pada i'tikaf-i'tikaf malam mengajarkan kita menjadi 'rahib' yang sholih?

Maka, jika benar do'a kita berharap Ramadhan tahun depan lebih baik lagi, rawatlah Syawal yang tinggal hitungan hari ini dengan sebaik-baik amal. Karena ada berbagai bukit ujian di hadapan sebelum kita sampai kembali pada kawah candradimuka yang dirindukan, bulan Ramadhan tahun depan. (RD, Nurani)

Ssst..Dengarkan Bisikan Allah di balik Bulan Super Itu!

Written By PKS Kota Bandung on Kamis, 21 Agustus 2014 | 16.24


Apakah anda termasuk orang yang mengagumi fenomena astronomi? Jika ya, tentu anda tidak melewatkan fenomena Supermoon 10 Agustus lalu. Atau bahkan, anda juga tak lupa menyatroni hujan meteor di tiga hari selanjutnya? 

Bulan Super. Begitulah julukan yang disematkan pada fenomena langit yang tak bisa kita temui setiap hari ini. Dikatakan super, karena menurut pengamatan teliti menggunakan alat, Bulan yang biasa menghiasi langit di atas kepala kita seolah bertambah besar 10% dari ukuran aslinya. Banyak orang membahas hal ini. Tak hanya menarik perhatian para pengamat astronomi, fenomena ini pun menyihir mata para penyuka fotografi. Di seluruh dunia, selalu dapat kita temukan hasil jepretan para fotografer mengabadikan momen ini.



Sepuluh Agustus lalu barangkali menjadi penanda tanggal yang istimewa. Karena tak hanya Supermoon, fenomena hujan meteor atau yang beken dengan istilah comet show, terjadi dalam rentang waktu bersamaan. Meski sayangnya, justru karena silaunya cahaya Supermoon yang bertambah 30% dari cahaya bulan pada malam biasanya, hujan meteor justru tak bisa dinikmati dengan optimal. Namun, dibalik dua fenomena luar biasa tadi, adakah hal yang lebih istimewa dari sekedar visualisasi yang ditangkap mata?

Mari sedikit berjalan-jalan di dunia langit. Tahukah anda bagaimana fenomena Bulan Super 10 Agustus lalu dapat terjadi? Fenomena ini terjadi hanya ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya (perigee) dengan Bumi. Karena itulah, muka Bulan terlihat lebih besar dari biasanya. Namun tak cukup itu, Bulan perigee ini harus bertepatan dengan fase Bulan Purnama, barulah Supermoon nampak. Jika tidak, maka tidak akan cukup istimewa. Misalnya saja kalau terjadi pada saat Bulan Sabit, maka fenomena membesarnya Bulan ini tidak akan terlihat. 



Jarak perigee Bulan terhadap Bumi pada saat Supermoon biasanya berkisar pada angka 350.000 - 360.000 km, sedangkan jarak terjauhnya mencapai lebih dari 400.000 km. Artinya, jarak Bulan mendekat ke Bumi sebesar 50.000-an km. Hal ini tentu memberikan efek kepada gaya gravitasi yang terjadi antara Bulan dan Bumi. Perubahan jarak tersebut dapat mengakibatkan bertambahnya Gaya Gravitasi antara keduanya sebesar 1/64 kali dari Gaya Gravitasi yang biasanya terjadi. Akibatnya, keadaan permukaan air laut di Bumi biasanya mengalami pasang lebih besar. Sedangkan bagi Bulan, penambahan Gaya Gravitasi ini memberikan dampak lebih besar, karena massa Bulan yang jauh lebih kecil dari massa Bumi.

Bagaimana, terdengar rumit?

Baiklah mari sejenak tinggalkan hitungan matematis di atas. Kita tengok QS. Al-Anbiya : 31-33.

"(31) Dan Kami telah menjadikan di Bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) disana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.(32) Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dll). (33) Dan Dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

Perhatikan kalimat pertama pada ayat di atas. Allah menciptakan gunung-gunung di permukaan Bumi untuk mengokohkannya. Jika dikaitkan dengan fenomena Supermoon yang memberikan efek penambahan Gaya Gravitasi sebesar 1/64 kali dari biasanya, maka wajarlah jika Bumi tidak berguncang sebesar yang dialami Bulan. Selain karena ukuran massanya yang lebih besar, permukaan bergunung-gunung pun menjadikannya lebih kuat (penjelasan mengenai ini akan dibahas pada tulisan berikutnya*). 

Maha Besar dan Maha Benar Allah menceritakan bahwa sebenarnya setiap planet maupun benda langit lainnya mudah mengalami guncangan. Akan tetapi, dibuat permukaannya sedemikian agar guncangan tidak memberikan efek yang besar. Lalu bagaimana dengan fenomena bencana yang seringkali bertepatan dengan Supermoon? Hal ini dengan mudah dibantah. Karena penambahan Gaya Gravitasi yang hanya sebesar 1/64 kali biasanya itu tidak sebanding dengan ukuran massa Bumi yang sangat besar.

Ayat 32 di atas, menjelaskan mengenai Hujan Meteor yang sempat kita tinggalkan sejenak. Hujan Meteor yang datang 11-13 Agustus lalu sebenarnya merupakan kejadian yang biasa terjadi setiap tahun di Bulan Agustus. Hal ini karena pada Bulan Agustus, Bumi melewati orbitnya yang berdekatan dengan sisa debu peninggalan Komet Swift-Tuttle yang telah meluncur mengitari matahari jauh sebelum Bumi melewati debunya. Sehingga, penampakan langit yang kita sebut dengan hujan meteor itu sebenarnya hanya sisa debu yang bersentuhan dengan atmosfer Bumi.

Akan tetapi, tahukah anda bahwa sebenarnya komet Swift-Tuttle memiliki ukuran dua kali lipat dari komet yang dipercaya pernah menabrak Bumi dan memusnahkan Dinosaurus? Luar biasa, Maha Besar Allah yang memelihara langit sebagai atap yang aman bagi Bumi (QS. Al-Anbiya : 32). Langit (dalam bahasa kita dipercaya sebagai lapisan-lapisan atmosfer), menabrak puluhan hingga ratusan komet/meteor setiap tahunnya. Namun, sebanyak lebih dari 60% energi meteor habis saat bergesekan dengan atmosfer bunyi. Apatah lagi dengan kejadian Hujan Meteor sepekan lalu yang hanya merupakan persentuhan atmosfer dengan sisa debu komet saja? Maha Benar Allah, yang menjadikan Langit sebagai atap yang aman bagi makhluk yang menghuni Bumi.

Lalu, bagaimanakah dengan Ayat 33 di atas? Sesungguhnya Matahari dan Bulan (dan benda langit lainnya) beredar menurut waktunya. Allah Maha Pencipta yang sempurna sehingga sesekali Ia tampakkan kebesaranNya semisal dengan fenomena Supermoon dan Comet Show ini. Sungguh kedua hal ini hanya bisa terjadi, hanya jika orbit Bulan mengitari Bumi berbentuk Elips, dan hanya jika orbit Bumi bertemu orbit komet di angkasa. Maka, tidakkah kita mengambil pelajaran dari hal tersebut? (RD)

[Opini] Bila Gagal Menjadi 'Unggulan'

Written By Anak Panah yang Terbang Melesat on Rabu, 20 Agustus 2014 | 05.59

Sumber Gambar: indobeta.com
Jika Manusia menelantarkan pendidikan, dia akan menjalani hidup yang memalukan hingga akhir hayatnya -Plato
If a man neglects education, he walks lame to the end of his life. - Plato
Deprivasi relatif. Caroline Sack adalah tokoh yang diceritakan di buku Malcolm Gladwell berjudul David and Goliath. Caroline termasuk mahasiswa cerdas. Dia memilih Universitas Brown untuk berkuliah. Dia cukup cerdas, tapi ternyata kawan-kawannya lebih cerdas. Dan dia merasa kaget akan hal tersebut. Siswi terpintar ini tiba-tiba mendapat nilai rendah di kelas. Dia merasa dirinya bodoh, putus asa, dan memutuskan menyerah. Cita dan cintanya pada sains hancur. Dia pergi meninggalkan bidang yang dicintainya. Ketika ditanya, apa yang terjadi bila Caroline memilih universitas lain, bukan universitas favorit? Dia menjawab “ Saya bakal masih di bidang Sains”

Memasuki perguruan tinggi favorit menyimpan resiko tersebut. Kita akan bersaing dengan para raksasa. Kita beresiko akan dilumat habis karena merasa diri tak akan mampu bersaing. Apakah masuk ke sekolah dan kampus unggulan seperti  ITB, UNPAD, UI, UPI, dan PTN lainnya selalu lebih baik?

Buku tersebut menceritakan sebuah kampus favorit, kita sebut kampus A dan kampus tidak favorit (Kampus Z). Kemudian peneliti menilai bagaimana pencapaian akdemik mahasiswa di kedua kampus. Penilaian diberi index dengan nilai 0 berarti rendah dan semakin besar nilainya semakin baik.

Ranking
1
2-5
6-10
11-15
16-20
21-25
26-30
31-35
36-40
40-100
Kampus A
4,31
2,36
1,47
1,04
0,71
0,41
0,30
0,21
0,12
0,07
Kampus Z
1,05
0,31
0,12
0,06
0,04
0,02
0,01
0,01
0,00
0,00

Untuk masuk ke kampus A tentu tidak mudah. Ranking 100 dari kampus A diperkirakan lebih cerdas daripada Ranking 1 kampus Z. Tapi kita lihat pencapaian akademiknya. Ranking 1 kampus Z lebih tinggi nilainya daripada ranking 11 kampus A (1,05 > 1,04). Ranking 100 siswa kampus A adalah siswa yang berada di lingkungan yang salah akhirnya dia menjadi siswa “underdog” dan terlihat tidak pintar. Padahal mungkin bila dia masuk kampus Z (dan tentu dia mampu melewati passing gradenya), kisahnya akan berbeda. Setidaknya dia punya nilai 1,05. Dia punya potensi menjadi hebat tapi lingkungan mencampakkannya dan membuat dia terlihat sebagai orang kalah. (Penjelasan dari tabel ini bisa dilihat lebih jelas di buku David and Goliath halaman 88 atau analisis yang kontra dapat dilihat di sini : http://statisticalideas.blogspot.com/2014/01/david-and-goliath-in-phd-programs.html)

Saya masih ingat dulu di SMP kelas 1 ketika baru lulus SD, ada teman SD yang menelepon saya dan memberi kabar bahwa dia masuk ranking 3 besar di kelasnya. Sedangkan saya ranking 10 di SMPN 5 Bandung. Kami beda sekolah. Padahal dulu di SD saya selalu ranking 5 besar dan kawan saya tersebut tidak masuk 10 besar. Saya ikut bahagia. Beliau menemukan kolam yang tepat untuk berenang  dan berprestasi. Sehingga tidak perlu dihantui perasaan kalah terus.

Deprivasi relative. Kita memandang diri kita tergantung lingkungan kita. Saat lingkungan kita terlalu hebat, kita akan membentuk citra diri sebagai orang bodoh.

Optimis
Bagi kawan-kawan dan adik-adik yang gagal masuk sekolah unggulan atau Perguruan tinggi favorit, jangan bersedih. Bisa jadi Allah sedang melindungi kita dari menjadi seperti Caroline. Kita ditempatkan di sekolah dan kampus yang tepat agar kita mendapatkan kolam yang tepat. Sehingga kita bisa mengoptimalkan potensi diri kita, mengeluarkan prestasi terbaik kita, tanpa harus dihantui perasaan bodoh. Jadi mari tetap bekerja keras di sekolah baru kita. Kita harus dapat nilai yang bagus, ikut berbagai lomba, ahli dalam bidang kita, dan membuat ilmu kita bermanfaat untuk peradaban manusia.

Fokus
Bagi kawan-kawan dan adik-adik yang berhasil masuk sekolah unggulan atau Perguruan tinggi favorit, berhati-hatilah, pertarungan baru saja dimulai, badai baru akan meniup, persaingan yang akan kau hadapi akan membuatmu kaget. Jadilah pemenang bila bisa jadi pemenang. Bilapun tidak bisa, tetap fokus dan ikhlas. Dirimu adalah dirimu apapun kondisi lingkunganmu. Kau tetap pintar, meskipun rankingmu rendah  (Dibandingkan orang lain yang lebih pintar). Mari buat prestasi semampu yang kita bisa sesuai keunikan diri kita.

Unggulan dan Tidak Unggulan
Baru-baru ini pemerintah mensosialisasikan tentang konsep KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Singkatnya kerangka tersebut membuat semua institusi pendidikan mempunyai kualitas standar yang sama. Bahkan orang yang tidak kuliah pun bisa memiliki sertifikat yang senilai dengan ijazah kuliah. Karena saat bekerja, mereka mendapatkan ilmu dan pengalaman yang sulit didapatkan di bangku kuliah. Seharusnya dari kampus manapun kita lulus, kita akan melalui proses yang sama, dan mendapatkan hasil yang sama. Konsep unggul dan tidak unggul menjadi tidak relevan lagi.

Saya pernah mengajar matematika seorang siswa SMP di Cimahi. Saya tahu betul SMP nya bukan SMP unggulan. Namun saya bisa merasakan bahwa anak tersebut berbakat menjadi jago matematika. Di manapun kita bersekolah, kita akan mampu sukses asalkan mau berproses.

Ada kisah lain, seorang bernama Stephen Randolph, seorang yang cerdas. Ia belajar Aljabar SMA sejak kelas 4 SD. Waktu SMP ia sudah belajar sains SMA. Wajar jika saat lulus SMA ia diterima di dua kampus elit; Harvard dan  MIT. Ia memilih MIT. Namun ia sama frustasinya dengan Caroline. Saat tingkat tiga ia belajar mekanika kuantum dan mendapat nilai B minus. Ia merasa bodoh karena sepertinya teman-temannya dengan mudah mengerti. Sulit untuk merasa pandai di sana. Pada akhir tahun ketiga kuliah, Randolph memutuskan ikut ujian masuk sekolah hukum. Sesudah lulus dari sana, dia bekerja di kantor pengacara di Manhattan. Harvard kehilangan satu ahli fisika dan memberi satu lagi pengacara. “Bidang saya sekarang hukum pajak,” kata Randolph. “Lucu. Ada banyak mahasiswa matematika dan fisika yang akhirnya masuk hukum pajak.”

Semua fakta dan opini di atas demikian kuat saya rasakan. Mengapa? Karena saya pun menjadi salah satu “korban” meskipun tak seekstrem Caroline dan Randolph. Saya mengawali SD di sebuah SD Percobaan yaitu SDPN Setiabudhi. Di kota Bandung setahu saya hanya ada 3 SDPN. Melanjutkan di SMP Unggulan, SMPN 5 Bandung, lalu ke SMA Unggulan; SMAN 3 Bandung dan akhirnya berkuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) jurusan yang termasuk favorit; Teknik Industri. Terkesan jalur akademik yang lancar. Tapi kenyataan tak semudah itu. Saya menjalani proses kuliah sebagai mahasiswa klasemen bawah. Saya heran mengapa kawan-kawan saya seperti dengan mudahnya memahami penjelasan dosen yang rumit. Saya gagal di matakuliah Kimia dan Matrix Ruang Vektor. Nilai kuliah Inti bernilai B saya dapatkan dengan susah payah. Jika ada 160 Mahasiswa sepertinya ranking 100 pun saya tak sampai. Akhirnya saya lulus dengan IP yang kurang; di bawah 3. Terlihat aneh bukan, SMP dan SMA unggulan tapi tak begitu sejahtera nilai kuliahnya. Deprivasi relative.


Jadi kepada adik-adik dan kawan-kawan semua. Di manapun kita diterima bersekolah dan kuliah sekarang, yakinlah bahwa itu kabar gembira untuk kita semua dari Allah. Bukan karena Kulit Manggis ada Ekstraknya, tapi karena kita punya peluang berhasil yang sama. Mari berkarya, berprestasi, dan belajar dengan giat. Allah Maha Adil, tak akan dzolimi makhluk-Nya. (Rio Aurachman)

Referensi: David and Goliath, karya Malcolm Gladwell

69 Tahun Jabar : Dulu dan Kini

Written By PKS Kota Bandung on Selasa, 19 Agustus 2014 | 13.18

Gedung Sate tempo doeloe (kiri) dan sekarang (kanan)

Selasa (19/8) merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Jawa Barat, dimana lahirnya provinsi pertama yang berdiri di Negara Republik Indonesia. Hari dimulai nya penulisan tinta sejarah jawa barat sebagai sebuah provinsi. Mungkin dulu, jawa barat masih menjadi kawasan yang belum padat penghuni, namun jawa barat menjadi saksi bisu akan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan tanah air dari penjajah.

Dari perang secara fisik dengan bambu runcing, hingga pembungihangusan kawasan Bandung, hingga perlawanan secara perang pemikiran yang diperjuangkan oleh para cendekiawan kita, yaitu Ir.Soekarno dan Mohammad Hatta. Sejak dahulu jawa barat sudah menjadi kawasan strategis dalam pengembangan berbagai bidang. Baik itu pertanian, peternakan, perkebunan hingga pendidikan.

Namun karena keterbatasan SDM yang baru mencapai masa transformasi dari kaum yang terjajah menjadi kaum merdeka. Maka dibutuhkan waktu untuk menstabilkan segala aspek yang ada. Sehingga perjuangan itu baru dirasakan oleh kita, anak cucu yang dititipkan limpahan sumber daya yang tiada batas ini.

Dulu belum banyak transportasi dan kawasan industri yang beroperasi, namun kini jawa barat sudah menjadi kawasan padat nan ramai. Dan hampir menyamai keadaan ibu kota, namun bersyukur bahwa jawa barat kini tetap damai dan tertib. Dibalik kepadatan yang terjadi. Kini jawa barat pun bukan hanya terkeal dengan kawasan wisata nya namun menjadi kawasan yang masyarakat nya memiliki kepekaan terhadap tingkah laku beragama, sehingga dalam kesehariannya pun tidak ada pemisahan anatara agama dan kehidupan sehari-hari.

penghargaan yang diraih jawa barat
Di balik kawasan agamisnya, jawa barat pun tak lepas dari jasa gubernur dan wakil gubernur yang menjabat, yaitu Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Berbagai prestasi pun diraih oleh jawa barat dalam berbagai bidang. Dan ke depannya, jawa barat diharapkan dapat selalu berkembang dan memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh pemerintah jabar di hari jadi yang ke-69 ini "Jabar Kahiji jabar Bestari".

Dibalik moderniasasi yang terjadi, bukan berarti menghilangkan tata krama dan budaya baik yang sudah ditanam sejak dulu, tatar Sunda yang terkenal dengan keramahan dan juga kesederhanaan nya.

Dan hal ini tidak akan tercapai oleh usaha satu atau dua pihak saja, tapi semua pihak harus bersatu demi tercapai nya tujuan baik ini. Karena bersama, maka masalah yang diselesaikan pun akan lebih banyak dan lebih efektif.

Dirgahayu jawa barat, semoga ke depannya kesejahteraan finansial makin meningkat dibarengi dengan meningkatnya kesejahteraan moral masyarakat. Dan berbagai sumber daya alam yang ada dapat dimaksimalkan dengan baik kebermanfaatan nya. (Ipah)

Siwak : Keajaiban Hadits Nabi dan Fakta Ilmiah

Written By PKS Kota Bandung on Senin, 18 Agustus 2014 | 05.48




Baru-baru ini kita sering mendengar tag line “sikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam”. Tag line tersebut memang baik, karena memang sebagian dari masyarakat kita memang kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Betapa tidak, data yang bersumber dari Depkes menunjukkan bahwa   penyakit gigi dan mulut diderita oleh 90% masyarakat Indonesia dengan kategori  progresif artinya bila tidak dirawat/diobati akan makin parah dan bersifat irreversible yaitu jaringan yang rusak tidak dapat utuh kembali. Tapi tahukah anda? Islam mengatur hal tersebut kurang lebih 14 abad yang lalu. Ini merupakan salah satu bukti bahwa Islam agama yang benar dan Islam agama yang sempurna. Islam mengatur kehidupan kita dari bangun tidur sampai tidur lagi, dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki. Inilah bukti Islam adalah agama yang sempurna. Betapa tidak, dari urusan ibadah, perdagangan, hubungan dan adab sesama manusia, adab terhadap alam dan makhluk hidup lain, bahkan makan, minum, tidur, kebersihan badan dan buang air besar pun diatur, tidak terkecuali kebersihan gigi dan mulut.
Kita sering mendengar hadits “Siwak adalah sumber kebersihan gigi dan keridhaan Tuhan.” (HR. Bukhari, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Atau hadits ini, “Sekiranya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap menjelang shalat.” (Muttafaq ‘Alaih). Inilah bukti bahwa Islam memperhatikan kebersihan umatnya, bukan hanya kebersihan rohani, tetapi jasmani pun diperhatikan. Kurang lebih 14 abad umur hadits ini, sedangkan pada zaman itu manusia belum mengetahui fungsi, manfaat dan faedah dari siwak.
Siwak berasal dari pohon arak (Salvadora persica), dimana pohon ini dapat ditemukan di semenanjung Arab, Mesir, Afrika, dan Pakistan. Akan tetapi tidak semua bagian tubuh pohon arak/siwak dapat digunakan untuk membersihkan gigi, hanya akar bagian dalam saja yang dimanfaatkan. Setidaknya menurut penelitian mahasiswa Universitas Indonesia Zaenab dkk, siwak mempunyai banyak kandungan dan fungsi, antara lain dapat menyikat dengan baik, memberi busa pada mulut, meningkatkan air liur dan ramah lingkungan. Siwak jiga mengandung kurang lebih 19 zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan mulut. Kandungan  siwak antara lain: bahan antiseptik, asam tanat yang bersifat astringensia dan minyak atsiri meningkatkan air liur, dapat menghilangkan  plak  tanpa  menyebabkan  luka  pada gigi. Tentu saja manfaat tersebut dapat kita rasakan dari bahan alami, bukan dari pasta gigi yang mempunyai banyak bahan kimia, bahkan sampai rasa dan sensasi pada pasta gigi merupakan buatan.
Selain sehat, pahala pun kita dapat karena telah melaksanakan sunah Nabi. Dengan menggunakan siwak, selain manfaat dan faedah yang akan kita dapatkan, kita pun dapat mempraktikkan sunnah Nabi. Satu lagi, siwak merupakan bahan organik, yang tentu saja aman bagi manusia, sedangkan pasta gigi hanyalah produk buatan yang banyak menggunakan bahan kimia dalam pembuatannya, oleh sebab itu pasta gigi tidak boleh dimakan.  Sebagai umat Islam, tuntunan sunah Nabi merupakan sebaik-baik petunjuk setelah Al-Qur’an. Inilah Islam, mengenalkan sesuatu yang baik untuk umatnya. Seiring perkembangan sains dan teknologi, keajaiban-keajaiban itu dibuktikan secara bertahap, bukan hanya sebatas asumsi tetapi dibuktikan secara ilmiah, meskipun pada 14 abad yang lalu manusia belum mengerti, akan tetapi sekarang terjawab dengan menggunakan metode ilmiah dan penelitian. Alami dan sunah adalah kelebihan dari siwak dimana sunah tidak akan merugikan siapapun selama masih berada dijalur yang benar, untuk pilihan kembali kepada anda.(Noontiger)

Aher Beri Kejutan Untuk Jawa Barat

Written By PKS Kota Bandung on Kamis, 14 Agustus 2014 | 21.11




Waduk di salah satu Kabupaten Sumedang
Kita tahu bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam, tidak hanya tanah yang subur tetapi juga sumber daya air yang melimpah, dan semakin tinggi teknologi maka semakin dimudahkan pula masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada.

Tak dapat dipungkiri, bahwa hampir seluruh masyarakat dunia kini menggunakan barang elektronik dan itu mengakibatkan, kita harus memiliki sumber daya listrik yang mencukupi kebutuhan masyarakat. Salah satu media penghasil tenaga listrik kita yaitu waduk. Benar, telah banyak waduk dibangun terutama di Jawa Barat. Dan Tahukan kalian?

Waduk pertama dan kedua terbesar ternyata ada di kawasan Jawa Barat. Begitu bangga nya kita mempunyai bendungan yang besar dan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Jawa Barat.
Setelah waduk Jatiluhur (waduk pertama terbesar di Indonesia), kini cita-cita lama Indonesia yaitu sejak 1973 akan segera menjadi kenyataan. Dan cita-cita ini telah berhasil direalisasikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, yaitu berupa waduk terletak di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Dan waduk ini menjadi waduk terbesar kedua di Indonesia.

Waduk JatiGede
Benar sekali, Waduk Jatigede sesuai dengan nama kawasan dimana waduk ini dibangun, kini telah siap beroperasi. Dan siap untuk memenuhi kebutuhan perairan dan tenaga listrik di kawasan jawa barat dan sekitar nya. Banyak manfaat yang akan kita dapat dari Waduk Jatigede ini. Berikut adalah beberapa faktanya,
1. Luas 1.766 ha
2. Menampung 1 Milyar Kubik air
3. Mengairi 90.000 hektar sawah
4. Berfungsi sebagai pengendali banjir
5.Menghasilkan 110 Megawatt listrik, menerangi sepertiga pulau Jawa dan memasok listrik untuk pulau Bali.

Dari fakta diatas, ternyata bukan hanya listrik yang dihasilkan, tetapi juga menjadi sarana pengairang untuk sawah, dan bukan ratusan hektar lagi yang dialiri, tetapi puluhan ribu hektar. Maka, dengan beroperasi nya waduk ini bukan hanya aspek pelistrikkan yang diuntungkan tetapi para petani pun mendapat keuntungan dari nya. Sehingga tak dapat dipungkiri bahwa waduk ini akan menjadi sumber manfaat yang menguntungkan kawasan Pulau Jawa.

Dan ini menjadi gebrakan terbaru akan kepemimpinan Aher dalam memajukan sumber daya di Jawa Barat selain sebagai konsumen, jawa barat juga menjadi pemasok kebutuhan untuk masyarakat di Pulau Jawa.Mari kita doakan agar waduk ini dapat beroperasi dengan baik dan memenuhi semua kebutuhan masyarakat bukan hanya di Pulau Jawa saja tetapi hingga pulau Bali. Desember 2014 sudah akan mulai proses penggenangan. 
(Ipah)

Kekuatan Negara terletak pada Kekuatan Masyarakat

Written By PKS Kota Bandung on Rabu, 13 Agustus 2014 | 21.35


Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Bukunya Ummatuna baina Qarnain menjelaskan membangun Kembali Kesadaran Ummat. Point yang sangat menarik adalah Qardhawi menyebutkan bahwa kekuatan negara terletak pada kekuatan masyarakat. Masyarakat yang mati tidak bisa menegakan negara yang hidup. Masyarakat yang lemah tidak mampu membangun negara yang kuat. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah kata hikmah, "sebagaimana adanya kalian, begitulah kuasa kalian."

Menurut Qardhawi umat kita masih hidup dan belum mati, hanya saja mereka tidur atau ditidurkan. Karenanya kita harus membangunkannya dari keterlelapan dan menyadarkannya dari kelalaian. Kita harus mengembalikan kesadaran mereka akan diri, risalah dan peran yang harus dimainkan sebagai ummat universal. Ummat yg tidak diciptakan Tuhan untuk kepentingan diri mereka sendiri, melainkan "dikeluarkan untuk manusia" demi manfaat, petunjuk, dan kebaikan bagi seluruh manusia

Umat kita tidak mungkin dapat memberikan manfaat dan kebaikan pada umat lain, sebelum memberikan manfaat pada dirinya sendiri. Perbaikan internal harus didahulukan atas perbaikan eksternal

Kita harus mengembalikan kesadaran bangsa kita dengan penyadaran yang paham dan benar, jauh dari unsur romantisme, berlebihan, melemahkan, dan mengagetkan. Sekedar melantunkan pujian untuk mengenang masa lalu tidak bermanfaat jika kita tidak menyambut masa kini. Menangisi keruntuhan adalah pekerjaan para pujangga yang romantis, bukan pekerjaan para pembangun peradaban

Mencela orang lain tidak memberi arti apapun selama kita sendiri tidak mengungguli prestasi mereka dengan kerja dan kesungguhan. Kita harus membangun untuk diri kita kejayaan baru dengan tangan dan pikiran kita sendiri. Ucapan seorang Penyair :

Meski para pendahulu kita
Orang-orang terhormat lagi mulia
Tidaklah patut kita bernaung belaka
Di bawah bayang-bayangnya
Kita bangkit untuk membangun
Laksana para pendahulu membangunnya
Kita singsingkan lengan baju ‘tuk bekerja
Sebagaimana mereka tlah bekerja 

Kita harus memenuhi qalbu anak-anak kita dengan iman, cita-cita, tekad, percaya pada Allah, dan yakin pada diri sendiri. Langkah pertama adalah mengenal penyakit dalam diri kita, tidak menyalahkan orang lain, lalu berusaha lakukan perubahan. Dengan inilah hidup kita, berubah masyarakat kita sesuai dengan hukum alam yang fitrah

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (Ar-Ra’du : 11)

Empat Tahun Lagi, Jawa Barat punya Aerotropolis Internasional!

Written By PKS Kota Bandung on Selasa, 12 Agustus 2014 | 17.14


Apa yang biasanya kita temui di sekitar bandara ketika akan bepergian dengan pesawat terbang? Bagi anda yang sering bepergian dengan menaiki pesawat terbang, tentu melihat hiruk pikuk bandar udara telah menjadi hal yang biasa. Di sekitar bandara biasanya terdapat lahan parkir yang luas, serta beberapa minimarket dan restoran. Namun, bagaimana menurut anda jika terdapat hutan kota yang ditata indah menghiasi wilayah di sekitar bandara?

Hingga kini, bandara dikenal hanya sebagai 'terminal' bagi pesawat terbang. Tidak ditemui manfaat ekonomi ataupun pariwisata lainnya. Sedikit sekali proyek pembangunan bandara yang mempertimbangkan manfaat lain di samping jasa transportasi penerbangan. Bandara Incheon di Korea Selatan menjadi satu diantaranya. Menyandang gelar bandara terindah se-dunia, bandara Incheon menjadi sumber investasi ekonomi yang menjanjikan di negaranya. Tak hanya sekedar Aeroport, Incheon berkembang menjadi Aerotropolis; sebuah kawasan bisnis, komersial, hunian, tempat wisata yang terintegrasi dalam konsep bandar udara.

Bandara Incheon, Korea Selatan (sumber : kompas)

Saat ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sedang memimpin proyek pembangunan Aerotropolis Internasional di Majalengka, Jawa Barat. 'Kertajati' direncanakan menjadi nama bagi bandar udara berkonsep green building ini. Di atas lahan seluas 1800 ha ini akan dibangun bandara seluar 60.000 meter persegi. Sejak dilakukan pembebasan lahan 2009 lalu, kini proyek pembangunan Bandara Kertajati telah mencapai proses Ground Breaking saat ini. Aher menyampaikan, proyek ini direncanakan selesai dan siap beroperasi mulai tahun 2018.

Setidaknya ada tiga hal menarik dalam pembangunan Bandara Kertajati ini. Pertama, konsep green building yang dicanangkan Aher tak hanya soal pembangunan hutan kota di sekitar bandara, tapi juga meliputi penggunaan teknologi ramah lingkungan yang berasal dari energi matahari. Kedua, konsep pembangunan bandara yang tak hanya sebagai penyedia jasa penerbangan, melainkan juga sebagai Aerotropolis yang menjanjikan manfaat ekonomi dan pariwisata yang luar biasa. Ketiga, proyek ini menjadi proyek pembangunan bandara pertama di Indonesia yang dikelola bersama oleh BUMN, BUMD dan swasta.

Hanya empat tahun lagi, Jawa Barat akan menjadi penggebrak teknologi bandara Internasional di Indonesia bahkan dunia. Proyek ini tak hanya diharapkan dapat menggairahkan denyut perekonomian Indonesia, melainkan juga menjadi bandara dengan konsep terindah setara Bandara Incheon di Korea Selatan. (RD)

Kisah Mang Oded dengan Sang Panglima Viking

Written By PKS Kota Bandung on Senin, 11 Agustus 2014 | 19.15


Sabtu (8/9). Raut duka nampak jelas dari wajah para pelayat yang memadati rumah Ayi Suparman atau yang lebih dikenal dengan nama Ayi Beutik, panglima Viking Persib bandung. Klub supporter yang menaungi para bobotoh. (sebutan untuk supporter klub sepakbola Persib Bandung )
Sosok yang telah dikenal sebagai 'dedengkot' bobotoh itu  mengalami kecelakaan dalam perjalanan ketika akan berbuka puasa bersama para bobotoh di kawasan Dago bulan Ramadhan kemarin.Almarhum sempat dirawat  di RS. Advent Bandung dan menjalani operasi , tetapi Allah berkehendak lain, sabtu kemarin akhirnya beliau pergi menuju sisi Yang Maha Kuasa. Jenazah almarhum kemudian di bawa ke Rumahnya di Gg Nata Ancol.

Hadir pada kesempatan itu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama istri, Netty Prastyani. Tak lupa beliau melaksanakan shalat jenazah dengan para pelayat yang turut hadir, Aher mengimami Shalat Jenazah bagi almarhum Ayi Beutik. Aher pun mendo'akan Ayi Beutik di akun twitternya (@Aheryawan) : ""Smg Allah menerima iman islamnya @indra_h1 : detikSport | Panglima Viking Persib Ayi Beutik Tutup Usia".

Tak hanya Aher, Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial pun nampak hadir melayat dan mensholatkan jenazah sang panglima. Dimata Mang oded ( Panggilan akrab Oded M. Danial) Ayi Beutik merupakan tokoh muda yang sangat berperan bagi perkembangan per-suppoter-an sepakbola di Indonesia. Viking yang merupakan klub supporter terbesar di Indonesia  merupakan klub supporter percontohan bagi klub supporter lainnya di Indonesia dan itu tak lepas dari peran sertanya seorang Ayi Beutik. Tak hanya bagi Viking, bagi Persib peran Ayi Beutik pun sangat berpengaruh. Kedepannya, sepeninggalan ayi beutik, para bobotoh diharap dapat mengikuti jejak juang kang Ayi
beutik dengan terus memberikan dukungan kepada Persib dengan cara yang elegan. Kita berdoa, semoga sosok Ayi Beutik dapat menjadi inspirasi kebaikan bagi kemajuan sepak bola Indonesia. Semoga Almarhum tercatat sebagai hambanya yang khusnul khotimah.

(Angga Priatna)
 
Support : Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com