Latest Post

Banyak dan Cukup itu Berbeda

Written By ipah umu Abiba on Kamis, 11 Februari 2016 | 10.33


pksbandungkota.com - Pada dasarnya manusia membutuhkan sandaran, jaminan bahwa hidup nya akan tenang dan terjamin. Setiap manusia memiliki sandaran yang berbeda, ada yang bersandar pada jimat, ada yang bersandar pada sesama makhluk, bahkan tak jarang ada yang bersandar pada barang-barang yang dimilikinya. Rasa tak puas adalah sifat manusia, setelah mendapatkan motor, maka esoknya akan bertambah keinginan nya menjadi mobil, lalu meningkat lagi keinginan nya hingga titik dimana tak ada lagi yang mampu dia inginkan. Sehingga tak jarang kita pun yang meyakini menjadikan Allah sebagai sandaran kita, seringkali saat kita mempunyai keinginan, kita lupa untuk mengukur diri, lupa untuk berdoa dengan bijak. Khawatir dengan jumlah maka tak jarang kita meminta dalam hal kuantitas bukan kualitas. Yang pada akhirnya ketidak puasan itu muncul bagaikan rantai yang tiada akhirnya.
Coba kita tengok, kita kembali ingat isi doa kita, sering kali kita meminta untuk dijadikan kaya raya, dijadikan menjadi orang yang dilimpahi banyak rejeki, namun bagaimana dengan kualitas nya? bagaimana dengan keridhaan Nya?
Banyak orang kaya namun hidupnya tak pernah merasa cukup, tapi ada yang Allah berikan rejeki tiap hari nya se piring nasi dengan lauk pauknya namun ia begitu puas dan bahagia.Itulah perbedaan nya, antara kuantitas dan kualitas. Cukup itu bisa banyak bisa sedikit tergantung bagaimana kebutuhan seseorang, tapi banyak belum tentu sesuai dengan kebutuhan sehingga bisa jadi rejeki itu menjad mubazir dan akhirnya habis untuk hal-hal yang tidak penting.
Saudaraku, mari kita mulai evaluasi doa kita, keinginan kita. Apakah kita butuh banyak? Atauah kita butuh cukup? Hanya Anda yang bisa menjawabnya sendiri.
Wallahu'alam (Ipah)

Sebelum Semuanya Terlambat

Written By ipah umu Abiba on Rabu, 10 Februari 2016 | 20.10

ilustrasi

pksbandungkota.com - Pernahkah kalian mendengar istilah bincang-bincang keluarga? Mungkin zaman ayah ibu kita, bincang-bincang ini masih terjadi. Namun kini, bincang-bincang hangat itu beralih bukan melalui saling tatap muka, bahkan duduk manis berdampingan pun nampak jarang. Tak jarang kita pun menjadi orang yang tak peka karena tak terbiasa melihat secara live ekspresi dari lawan bicara kita. Kini bincang-bincang itu beralih pada tools bernama gadget bahkan tak jarang mengirimkan emoticon nampak baik-baik saja, tapi kita tak tahu ekspresi lawan bicara kita sebenarnya. Bukankah kita patut untuk mengetahui perasaan lawan bicara kita? Kita tak tahu kalimat mana yang membuatnya sakit hati, bahkan kalimat mana yang membuatnya bahagia. Itulah yang kini sering kita lakukan pada saudara kita, di chat kita bilang baik-baik saja, tapi nan jauh disana kita memendam rasa kesal yang pada akhirnya berbuah dengki hati yang akhirnya membuat kita bermuka dua didepan mereka.
Bincang-bincang hangat berubah menjadi bincang-bincang panas yang tak jarang kita menjadi orang yang "tak waras", memarahi review chat yang telah kita lakukan, dan kesal dengan isi nya namun tak kita katakan pada lawan bicara kita.
Tanpa sadar, kewarsan kita menurun dan tak jarang sering kesal sendiri tanpa sebab, akhirnya berefek pada sosial di dunia nyata, kita menjadi pribadi yang pendiam di dunia nyata sedangkan di dunia maya kita menjadi pribadi yang tak bisa non-stop berkomentar.
Kesal dan marah tanggung sendiri, menyindir dengan implisit pada seseorang yang tak ingin kau sebut namanya, bahkan mungkin ada orang yang membaca status kita, dan tak mempunyai hubungan dengan kita namun menjadi sakit hati karena status kita, dia tersinggung dengan apa yang kita ketik dengan jari jemari kita.
Mari kita perbaiki lisan kita, karena pesan nabi

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ
“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” 
 (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40 )

Wallahu 'alam (Ipah)

Menjadi Insan yang Bermanfaat

Written By ipah umu Abiba on Selasa, 09 Februari 2016 | 17.51

 
ilustrasi
pksbandungkota.com - Setiap diri kita memiliki potensi untuk berbuat kebaikan, maka, maksimalkanlah potensi tersebut sehingga menjadi suatu ladang pahala yang besar. Setiap diri kita adalah unik, bahkan keunikan itu sampai kepada urutan nukeotida di gen-gen kita, maka, janganlah takut dan minder untuk menjadi beda, tentunya selama masih dalam koridor Islam. Untuk dapat menyeberang, tentunya perlu perahu kecil yang siap dan bersedia agar separuh tubuhnya tenggelam dalam air, perlu alat dayung yang dengan rela hati terus dihantamkan ke air, perlu seseorang yang mengorbankan energinya untuk mendayung perahu kecil, perlu penumpang yang siap mengeluarkan sedikit rezekinya, dan perlu cerita ala ibu-ibu di belakang agar suasana menjadi lebih menyenangkan dan seorang pemudi sebagai pemanis gambar. Ya, setiap diri kita diberi suatu potensi oleh Allaah, lalu jangan sampai kita sia-siakan potensi tersebut untuk berbuat kebaikan di bumi Allaah. Jika belum menemukannya, maka cari dan temukanlah.
Dengan atau tanpa kita, Islam akan tegak di bumi Allaah ini. Pertanyaannya adalah, apakah kita akan mengambil bagian dalam proses penegakkan Islam atau tidak.
Orang muda, kini giliranmu telah tiba untuk menerima anugrah sejarah. Rapatkan barisan, langkah tegap ke depan. Dengan karuniaNya sepanjang jalur jejakmu, impian demi impian akan terwujud. Julang panji, kibarkan bagi segala taufan, karena di bahumu akan diletakkan fajar bagi cakrawala baru, bagi zaman yang besar –Saini K.M.-
Wahai pemuda! akankah kita mengambil bagian dalam perjuangan ini? Ataukah kita akan diam, hingga akhirnya mati dalam keterpurukan.Kondisi pemuda saat ini adalah cerminan negara ini di masa depan. Mari bergegas! karena setiap jiwa akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. ()


Jodo, Pati, Bagja, Cilaka

Written By alimoel soekarno on Rabu, 03 Februari 2016 | 19.22



By : Miarti Yoga
(Bidang Seni Budaya DPD PKS Kota Bandung)


Tak ada yang mampu melebihi kekuasaan Allah. Daun yang gugur, rumput yang tumbuh, semua terjadi atas kehendak-Nya.

Pun takdir manusia. Tak ada yang dapat mendahului ketentuan-Nya, tak ada yang dapat memvonis terkait siapakah jodoh terbaik kita dan tak yang ada dapat mengira usia setiap kita kapan berakhirnya.

Sebaliknya, keselamatan mengemuka semata-mata atas kuasa-Nya. Bahkan prediksi kemungkinan sedramatis dan separah apapun, belum tentu demikian di mata Allah. Persis yang terjadi pada sebuah kecelekaan atau pada sebuah huru hara atau pada sebuah tragedi.

Sering kita berpikir bahwa seseorang yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas berupa tabrakan cukup dahsyat, pastilah berujung maut. Namun siapa mengira bahwa dalam dahsyatnya tabrakan tersebut, Allah selamatkan para penumpang atau beberapa atau salah satu dari mereka.

Tentang hal ini, saya pernah menyaksikan langsun seorang perempuan yang tengah mengendarai mobil, akibat tidak seimbang dan berpapasan dengan pengendarai lain, lalu motor yang tengah dikendarainya terlempar cukup jauh hingga ke kolong bis yang tengah melaju. Orang-orang yang di sekitar pun berteriak histeris menyaksikan kekagetan yang ada. Namun begitu menakjubkan saat sang pengendara itu berdiri kaku dalam keadaan selamat.

Sekali lagi ini kehendak sang Maha Kuasa. Celaka, selamat, bahkan berakhir maut, hanya Allah saja yang Maha Menentukan.

Namun kadang-kadang kita terlupa berucap syukur. Bersyukur atas kasih sayang Allah yang masih mengizinkan kita menikmati dunia. Bersyukur atas kuasa-Nya yang telah menyelematkan nyawa dengan cara yang sangat menakjubkan, bahkan nyaris di luar logika manusia.

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (An-Nisa : 78)

Seperti dalam pepatah Sunda. Jodo, pati, bagja, cilaka (jodoh, maut, bahagia, musibah), semua dalam genggaman-Nya. Tugas kita bukan untuk pasrah tanpa ikhtiar, melainkan ciptakan sebanyak-banyaknya gagasan dan beragam cara. Tugas kita bukan untuk meneriaki takdir, melainkan untuk upayakan sebaik-baik tawakkal. Dan tugas kita bukan untuk mengungkapkan kecewa, melainkan untuk tinggikan keyakinan akan Maha Besar Allah SWT.



Laporan langsung dari arena Rakorwil PKS Jabar

Written By PKS Bandung on Sabtu, 30 Januari 2016 | 21.55

Laporan langsung dari arena Rakorwil PKS Jabar

45.000 Tenaga Pendidik SMA/SMK Segera Menjadi PNS Jabar



KOTA BANDUNG -- Sekitar 45.000 tenaga pendidik (guru dan non-guru), baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer, tingkat SMA/SMK negeri di Jabar segera menjadi pegawai Pemprov Jawa Barat. 

Situasi tersebut, kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), akan terjadi seiring pengambilalihan SMA/SMK negeri di 27 kota dan kabupaten oleh Pemprov Jabar yang rencananya berjalan efektif mulai April 2016. 

Menurut Aher, di SMA/SMK negeri ini saat ini terdapat 26 ribu guru PNS, 4 ribu tata usaha, serta 15 ribu guru honorer atau total 45.000 tenaga pendidik. Sementara pada lingkungan sekolah swasta ada 121 ribu guru. 

Total siswa di sekolah negeri dan swasta sendiri berjumlah 1,8 juta siswa. Untuk jumlah SMA/SMK Negeri di Jawa Barat berjumlah 735 sekolah. Jika ditambah jumlah SMA/SMK Swasta dan Madrasah Aliyah (MA), jumlahnya bisa mencapai 5.000 sekolah lebih.

"Nanti 45.000 tenaga pendidik itu menjadi pegawai kami di Pemprov Jawa Barat. Dengan menjadi pegawai kami, otomatis manajemen akan kami atur lebih baik, termasuk pendistribusian guru berkualitas dan proses penerimaan siswa baru," katanya di Gedung Pakuan, Jumat (29/1/2016). 

Aher mengaku selama ini sering menerima keluhan menumpuknya guru berkualitas di kota besar di Jawa Barat. Akan tetapi, dirinya tidak bisa mengatur karena pemerintah kota dan kabupaten sebagai pemilik kewenangan, sehingga cenderung tak mau mendistribusikan guru berkualitas ke daerah lain yang sebetulnya lebih membutuhkan.

“Ini yang membuat guru-guru berkualitas di SMA 3 Bandung misalnya, terus saja seumur hidup ada di sana. Ini juga yang bikin kualitas pendidikan timpang, tidak merata di seluruh Jabar,” katanya.

Dengan ambil alih kelak, kata Aher, pihaknya akan mengevaluasi dan inventarisir agar seluruh potensi terlihat. Nanti akan diatur jangan sampai ada satu wilayah kelebihan atau kekurangan guru. Termasuk pemerataan kualitas sehingga pendidikan Jabar nanti seimbang, tak terpusat kota besar saja. 

Pemprov Jawa Barat sendiri melalui Dinas Pendidikan Jabar sudah membuat grand design pengambilalihan, mulai dari perizinan, aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), hingga kurikulum untuk muatan lokal.

Selain mengatur tenaga pendidik, alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA/SMK pun kelak tidak akan berubah. Pada tahun 2016 ini, pemerintah pusat mengalokasikan dana BOS bagi SMA/SMK sebesar Rp1,4 juta per siswa sedangkan dari BOS Provinsi diterapkan beragam. 

Mulai dari SMK Swasta sebesar Rp500 ribu per siswa, SMK Negeri Rp400 ribu per siswa, lalu SMA Swasta Rp300 ribu per siswa, dan SMA Negeri Rp200 ribu per siswa.

“Dan tahun depan, kita targetkan di seluruh sekolah negeri tidak akan ada Dana Sumbangan Pendidikan (DSP),” katanya, seraya menambahkan saat ini terdapat 16 kota/kabupaten di Jawa Barat yang sudah membebaskan pungutan bagi siswa SMA/SMK.

Ambil alih sendiri diproyeksikan akan mampu mendorong pencapaian target Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Menengah (meliputi SMA/SMK/MA/Paket C) di Jawa Barat sedikitnya 97% dan angka optimistis 100% pada 2018 mendatang, atau naik dari kisaran dua tahun terakhir sebesar 70%. 

Selain ambil alih sekolah, target kenaikan APK akan didorong oleh pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), yang mana ada 129 kecamatan belum memiliki SMA/SMK negeri. 

Hal lain yang akan dilakukan adalah dengan adanya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) karena Jawa Barat masih kekurangan jumlah ruang kelas. Juga, akan diselenggarakan pendidikan Long Distance Learning (LDL/ Sekolah Terbuka) sebanyak 150 LDL, dilakukan pengembangan Digital Learning (sekolah-sekolah unggulan membina sekolah yang masih di bawah standar nasional) agar ada pemerataan standar pelayanan pendidikan. 

Selanjutnya, menyelenggarakan sekolah boarding di daerah yang sulit terjangkau, implementasi sekolah gratis untuk pendidikan menengah, dan wajib belajar 12 tahun yang bermutu (Mulok Live Skill untuk SMA/SMK, Teaching Factory, sertifikasi kompetensi peserta didik, sekolah 3 bahasa).

Zaha Hadid, Arsitek Gedung Kesenian Cikutra



KOTA BANDUNG – Gedung Kesenian Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan dibangun di daerah Cikutra, Kota Bandung akan menggunakan rancangan atau design arsitektur kelas internasional asal Inggris, Zaha Hadid. 

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bersama Walikota Bandung Ridwan Kamil, usai melakukan pertemuan dengan pihak Zaha Hadid di Bandung Command Center (BCC) Balai Kota, Jl. Wastukancana, Kota Bandung pada Jumat (29/1).

“Kesediaan Zaha Hadid ini ternyata sudah diusahakan oleh Kang Ridwan Kamil sejak lama. Dan hari ini timnya (Zaha Hadid) khusus datang untuk membahas desain Gedung Kesenian Cikutra,” ujar Wagub didampingi Walikota Ridwan Kamil, Kadisparbud Jawa Barat, Kadiskimrum Jawa Barat, serta para pejabat terkait lainnya.

“Ya tepatlah memilih Zaha Hadid, sebuah gedung kesenian yang saya kira bukannya setahun dua tahun tapi harus monumental dan sepanjang masa, sehingga orang tau bangunan monumentalnya,” ungkap Wagub usai pertemuan.

Desain bangunan gedung kesenian nanti pun akan terinspirasi dan disesuaikan dengan kekhasan yang dimiliki Jawa Barat. Wagub mengungkapkan bangunan tersebut bisa memiliki unsur seperti batik Mega Mendung khas Cirebon atau hal lainnya.

Namun, untuk pembiayaan design sendiri pihak Pemprov tidak menggunakan anggaran dari APBD karena Wagub mengatakan, pihaknya akan menyerahkan kepada pihak ketiga atau investor kemudian hasil dari desain tersebut akan dihibahkan kepada Pemprov Jawa Barat.

“Kalau untuk (anggaran) design dan segala macam ini ada pihak ketiga yang akan jadi partner kita dalam membangun (gedung kesenian) ini. Jadi tidak semuanya dari APBD,” tutur Wagub.

“Pemprov ini tidak membayar arsiteknya, mau mahal atau murah kita tidak akan ikutan. Tapi desain Zaha Hadid itu dibayarnya oleh pihak investor lalu dihibahkan hasil desain yang keren itu ke Pemprov. Investor ini akan dilelangkan karena ini proyek investasi,” tambah Walikota Ridwan Kamil usai pertemuan.

Gedung Kesenian Cikutra akan dibangun diatas lahan seluas 4 hektar, 2 hektar diantaranya akan digunakan untuk gedung kesenian dan 2 hektar lainnya untuk area komersial seperti mall, hotel, dan lainnya.

Rangkaian Rakorwil PKS Jabar berlangsung hari ini

Rangkaian Rakorwil PKS Jabar berlangsung hari ini

Aher Meninjau warga Mantan Anggota Gafatar

Written By alimoel soekarno on Jumat, 29 Januari 2016 | 21.47


 
KOTA CIMAHI -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Barat Netty Heryawan, beserta Asda Kesra Ahmad Hadadi, didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Arifin Harun Kertasaputra meninjau warga ex. Gafatar, di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Cibabat, Kota Cimahi, Jum'at (19/1/16).

Pada kesempatan tersebut Aher mengungkapkan niat silaturahimnya. Sekaligus, memberikan arahan kepada mereka bahwa Pemerintah Provinsi akan memberikan bimbingan serta pelayanan, yang terbaik kepada semua warga ex. Gafatar.

"Pertama saya senang bisa bersilaturahim, menengok Bapak/Ibu sekalian. Pemerintah Provinsi akan memberikan pelayanan terbaik kepada semua warga ex. Gafatar. Kalau ada yang kurang enak usul ya. Tentu disini tidak selamanya. Ibu/ bapa harus kembali ke masyarakat sebagaimana semula, sebagaimana seharusnya," kata Aher di hadapan 193 warga ex. Gafatar.

"Insya Allah akan ada bimbingan- bimbingan, anak- anak ada permainan. Insya Allah kita bimbing anak-anak untuk sekolah, kita pertimbangkan akan ditempatkan di sekolah mana. Selain pelayanan untuk anak juga untuk Bapak/Ibu kita sediakan pembimbing, konselor. Silahkan Bapak/ Ibu untuk curhat ke konselor, psikolog. Pada saat yang sama juga Bapak/ Ibu ada bimbingan keagamaan," paparnya.
 
Pun mengenai tindak lanjut setelahnya, Aher mengatakan, tahun ini ada kuota transmigrasi sekitar 200 Kepala Keluarga (KK). Dia mengatakan, akan mengkategorikan bagi yang ingin ‘di-transmigrasikan’, atau ingin kembali ke kampung halamannya masing-masing.
 
“Tahun ini ada jatah transmigrasi, 200 KK lebih. Kita akan data siapa diantara mereka yang mau transmigrasi. Kita harap juga yang pulang kampung halaman masing-masing diterima masyarakat setempat. Kemudian mereka kembali seperti sedia kala. Kita akan ayomi, kita akan layani mereka dengan baik. yang penting bagi kami pertama trauma mereka selesai terlebih dahulu, kalau ada trauma khawatir, khususnya anak-anak," ujar Aher.

Sementara itu, salah satu Warga ex. Gafatar asal kota Bekasi Arif Pranowo memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengungkapkan ‘isi hatinya’ kepada Gubernur Aher. Dia mengungkapkan, pihaknya ingin media memberitakan sisi lain mereka (warga ex. Gafatar), khususnya memberitakan sisi positif mereka. Tidak seperti selama ini yang seolah menonjolkan sisi negatif/ dan atau mendiskreditkan mereka sabagai  golongan yang salah, dan sesat.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa dirinya saat menetap di Kalimantan adalah Petani yang mempunyai beberapa asset disana. Ia ingin Pemprov memfasililitasi mereka untuk membantu mengurusi asset mereka.
 
"Kami minta tolong hari ini, beritakan secara imbang kepada masyarakat, yang beredar di masyarakat berita negatif. Di kalimantan kami petani, kami punya aset disana yang tidak bisa kami bawa kesini. Pak Gubermur saya minta dimediasi agar aset kami tersebut bisa diurus kembali. Juga jangan ada dakwah yang mendiskreditkan kami. Kesannya kami ini adalah orang yang berbuat kriminal, kami jahat," ujar Arif pranowo kepada Gubernur Aher.

Expo Otomotif di SMKN 8 dibuka Oded MD


PT Suzuki Indomobil Sales dan PT Suzuki Indomobil Motor menyerahkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa donasi unit mesin, buku training dan outboard motor di SMKN 8 Bandung, Kamis (28/1).
Turut hadir juga Wakil Walikota Bandung Oded M Danial sebagai saksi atas pemberian CSR tersebut kepada SMKN 8
Selain itu juga Oded sekaligus membuka kegiatan expo otomotif dari sekolah yang beralamat di Jalan Kliningan No 31.
Oded mengatakan dengan adanya Sekolah Menengah Kejuruan, tenaga kerja lulusan SMK Kota Bandung mampu bersaing dengan kondisi masyarakat ekonomi asean (MEA) saat ini.
Ia pun menambahkan untuk menuju persaingan itu dibutuhkan SDM yang hebat termasuk dalam bidang otomotif yang perkembangannya begitu cepat.
"Sebagai sekolah rujukan di bidang otomotif, SMKN 8 harus menghasilkan siswa binaan berkualitas. Saya yakin dengan begitu mampu membawa Kota Bandung dalam persaingan MEA,"ujarnya
Dengan adanya dukungan dari pengusaha seperti PT Suzuki ini, ia berharap akan ada lagi kepedulian pengusaha yang terus berdatangan kepada dunia pendidikan.
"Saya yakin kepedulian pengusaha terhadap dunia pendidikan akan terus berdatangan selama sekolah itu mampu tunjukan prestasi,"ungkapnya
            Sementara itu menurut Deputy 4W Managing Director SIS, Davy J Tuilan mengutarakan di tahun 2016 ini akan memberikan 203 material donasi yang terdiri dari 20 mobil, 27 motor dan sekitar 60 mesin.
"Kami harapkan materi donasi ini bisa dimanfaatkan para siswa dan masyarakat unutk meningkatkan keterampilannya di bidang otomotif,"imbuhnya
Davy pun berujar jika penerima donasi di tahun 2016 ini sebanyak 51 penerima yang terdiri dari SMK, Universitas dan Balai Latihan kerja yang tersebar di enam wilayah Indonesia, yaitu Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Ambon dan Sumatera.
"Tidak hanya donasi, kami juga melakukan transfer ilmu kepada para siswa dan guru. Program ini nantinya akan ada pelatihan bagaimana membuat mesin irit dan lainnya,"tutupnya
 
Support :

Tim Media DPD PKS Kota Bandung Jalan Brigjen Katamso no. 17 Phone: 022-7208303 / 7237260 - Redaksi menerima tulisan, opini, agenda dan Foto kegiatan - Kirim ke humas.pksbdg@gmail.com